NovelToon NovelToon
Sistem Lempar Dadu Monopoly

Sistem Lempar Dadu Monopoly

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:12k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Budi, seorang karyawan kantor biasa yang gaji bulanannya selalu numpang lewat karena harus melunasi utang warisan orang tuanya, tiba-tiba mendapatkan sebuah sistem aneh bernama 'System Lempar Dadu Monopoly'.

Sistem ini menampilkan papan permainan hologram mirip Monopoli lengkap dengan avatar chibi dirinya di atasnya, di mana setiap lemparan dadu bisa memberikannya reward uang dan item ajaib, atau hukuman memalukan yang harus ia jalani di dunia nyata.

Kini, hidup Budi berubah drastis menjadi sebuah pertaruhan harian di mana setiap petak yang ia injak perlahan-lahan mengangkatnya dari kemiskinan, asalkan ia bisa bertahan dari "kejutan" konyol yang disiapkan oleh sistem tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Suasana di dalam ruang divisi terasa sangat kaku dan mencekam pagi ini.

Jari jari Budi menari cepat di atas keyboard komputernya.

Trak trak trak.

Dia sedang berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan revisi laporan bulanan perintah dari Pak Anton.

Laporan keuangan bulan lalu ternyata berantakan karena ada banyak salah input data.

Dan sialnya Pak Anton menuduh Budi yang bertanggung jawab padahal Budi tahu pasti itu adalah tugas Siska.

Siska dengan wajah tanpa dosa malah membiarkan Budi menjadi tumbal kemarahan atasan mereka.

Budi harus mencocokkan ratusan baris angka di dalam aplikasi lembar kerja satu per satu tanpa henti.

Matanya mulai perih karena harus menatap layar sejak pagi tanpa sempat sarapan.

Sesekali dia melirik ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul sebelas siang.

Waktu istirahat makan siang tinggal satu jam lagi.

'Ayo sedikit lagi selesai, jangan sampai Pak Anton memotong uang makan siangku.'

Budi bergumam pelan di dalam hati untuk menyemangati dirinya sendiri.

Dari meja seberang, Siska terus menerus memantau Budi dengan senyuman mengejek.

"Kalau tidak sanggup bilang saja Budi, nanti laporannya biar aku yang kerjakan ulang supaya benar."

Suara Siska terdengar sangat dibuat buat agar seisi ruangan divisi bisa mendengarnya.

"Tidak perlu Siska, ini tinggal bagian kesimpulan akhirnya saja."

Budi menjawab seadanya tanpa menoleh sedikitpun dari layar komputernya.

Dia tahu betul Siska hanya ingin mencari muka di depan Pak Anton seolah olah dia peduli.

Reno yang duduk di sebelah Budi menyenggol lengan sahabatnya itu dengan pelan.

"Sabar aja Bud, kau tahu sendiri kan si Siska itu memang suka menjilat atasan."

Reno berbisik sangat pelan agar tidak terdengar oleh orang lain di ruangan itu.

Budi hanya mengangguk pelan membenarkan ucapan sahabatnya tersebut.

Tepat pukul sebelas lebih lima puluh menit, Budi menekan tombol simpan di layarnya.

Klik.

Dia menghela napas panjang dan menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi yang keras.

Laporan setebal lima puluh halaman itu akhirnya selesai direvisi dengan sempurna.

Budi langsung mencetak dokumen itu dan bergegas menuju ruangan kaca milik Pak Anton.

Dia meletakkan tumpukan kertas itu di atas meja bosnya dengan sangat hati hati.

"Ini laporannya sudah saya revisi semua angkanya Pak Anton."

Pak Anton hanya melirik tumpukan kertas itu sekilas tanpa menyentuhnya sama sekali.

"Taruh saja di situ, nanti saya periksa sendiri setelah jam makan siang selesai."

Pak Anton menjawab ketus sambil terus fokus mengetik pesan di ponselnya.

"Baik Pak, kalau begitu saya permisi dulu."

Budi keluar dari ruangan kaca itu dengan perasaan sedikit lega.

Setidaknya ancaman pemotongan uang makannya bulan ini tidak akan terjadi.

Jam makan siang akhirnya tiba dan bel istirahat berbunyi nyaring.

Budi dan Reno berjalan bersama menuju kantin karyawan yang terletak di lantai dasar gedung.

Biasanya Budi hanya memesan es teh manis dan memakan bekal nasi sisa semalam yang dibawanya dari kos.

Tapi hari ini dia punya sisa uang yang lumayan banyak di dalam dompet bututnya.

Budi memesan seporsi nasi ayam bakar dan segelas es jeruk manis.

"Tumben kau pesan nasi ayam bakar Bud, biasanya kau cuma nongkrong minum es teh saja."

Reno menatap piring Budi yang penuh dengan lauk pauk dengan tatapan heran.

"Sesekali makan enak tidak apa apa kan Ren, mumpung aku baru dapat rezeki nomplok semalam."

Budi menjawab santai sambil menyendok nasi hangat ke dalam mulutnya.

Reno tertawa kecil dan menepuk bahu Budi dengan ramah.

"Syukurlah kalau begitu, aku ikut senang melihatmu tidak kelaparan terus terusan."

Reno kemudian menyeruput es jeruknya sambil menatap Budi dengan tatapan yang lebih serius.

"Ngomong ngomong utang mendiang bapakmu ke Bang Jali itu sisa berapa sekarang Bud."

Budi menghentikan kunyahannya sejenak mendengar pertanyaan tersebut.

"Utang pokoknya tinggal dua puluh juta Ren, tapi bunganya terus berjalan setiap bulan."

"Kalau kau butuh pinjaman uang darurat untuk makan bilang saja padaku Bud, jangan sungkan."

"Terima kasih banyak Ren, tapi uangku sepertinya masih cukup kok untuk bertahan bulan ini."

Budi merasa sangat bersyukur memiliki satu teman baik di kantor yang penuh dengan orang orang beracun ini.

Sisa waktu kerja hari ini berjalan terasa sangat lambat bagi Budi.

Pikirannya terus melayang pada jam hitung mundur sistem di dalam kepalanya.

Dia tidak sabar menunggu malam tiba untuk memutar dadu nasibnya lagi.

Matahari akhirnya terbenam dan jam kerja pun resmi selesai.

Budi menolak ajakan Reno untuk nongkrong sebentar di warung kopi depan kantor.

Dia beralasan badannya sedang kurang sehat dan ingin segera istirahat di kasur.

Padahal alasan aslinya dia hanya ingin cepat cepat kembali ke kamar kosnya untuk membuka sistem.

Sesampainya di kamar kos yang pengap, Budi langsung mengunci pintu rapat rapat.

Dia duduk bersila di atas kasur tipisnya sambil menatap arah jam dinding.

Waktu menunjukkan pukul delapan malam kurang sepuluh menit.

"Ayo sistem, cepatlah selesaikan hitung mundurnya."

Budi tidak henti hentinya menggoyangkan kakinya ke lantai karena merasa gugup.

Ting!

Suara mekanis yang sangat dia tunggu tunggu akhirnya terdengar jernih di telinganya.

Layar hologram biru transparan langsung muncul membelah kegelapan kamarnya.

Cahaya biru itu menyinari wajah Budi yang kini terlihat sangat antusias.

Papan Monopoli futuristik andalannya kembali terbentang luas di hadapannya.

Avatar chibi Budi masih berdiri diam di petak emas bertuliskan Kesempatan Pertama.

Di tengah papan besar itu muncul teks pemberitahuan dengan huruf yang bercahaya.

Pengguna mendapatkan satu kali lemparan dadu gratis hari ini.

Silakan sentuh dadu virtual untuk mulai memutar undian.

Dua buah dadu virtual berwarna putih salju muncul dan berputar putar lambat di udara.

Budi langsung mengulurkan tangan kanannya dan menggenggam kedua dadu tersebut.

Sensasi dingin dan padat benda itu kembali menenangkan telapak tangannya.

"Semoga malam ini aku dapat petak uang tunai jutaan rupiah."

Budi berdoa dengan sangat khusyuk sebelum melemparkan dadu itu ke atas papan hologram.

Klak klak klak.

Dadu itu memantul mantul dengan cepat di atas papan virtual.

Dadu pertama berhenti berguling dan menunjukkan angka dua.

Dadu kedua berputar sedikit lebih pelan dan akhirnya berhenti di angka satu.

"Cuma tiga langkah."

Budi sedikit merengut kecewa melihat total angka yang didapatkannya sangat kecil.

Avatar chibi Budi di atas papan mulai melompat maju mematuhi hasil dadu.

Satu, dua, tiga.

Karakter kecil itu mendarat dan berhenti di sebuah petak berwarna merah menyala.

Terdapat gambar tanda seru besar berwarna hitam di tengah petak tersebut.

Tulisannya di bawah petak itu adalah Kesempatan Buruk.

Wajah Budi langsung berubah tegang melihat warna merah yang sangat mencolok itu.

'Kesempatan buruk, pertanda sial macam apa lagi ini.'

Sebuah kotak notifikasi baru muncul menutupi sebagian papan hologram.

Pengguna menginjak petak Kesempatan Buruk.

Sistem akan memberikan tantangan khusus untuk menguji mental dan keberanian pengguna di dunia nyata.

Tantangan ini harus diselesaikan dalam batas waktu satu jam sejak notifikasi dibaca.

Budi menelan ludah dengan susah payah membaca deretan teks yang terdengar seperti sebuah ancaman itu.

"Tantangan macam apa yang kau minta sistem, tolong jangan berikan yang aneh aneh."

Layar itu berkedip sejenak lalu memunculkan detail tantangan yang dimaksud.

Misi Tantangan Bernama Nyatakan Cinta.

Pengguna harus pergi ke minimarket terdekat sekarang juga.

Pengguna wajib menyatakan cinta secara langsung kepada kasir yang sedang bertugas di sana.

Syarat keberhasilan adalah suara pengguna harus lantang dan didengar jelas oleh kasir tersebut.

Hukuman jika gagal atau menolak adalah uang fisik pengguna akan lenyap dan tertimpa kesialan parah selama tiga hari.

Mata Budi melotot lebar seperti mau keluar dari sarangnya membaca syarat hukuman itu.

"Apa apaan ini sistem gila."

1
Rickielessta
baguss...lanjutkan...semangat yaaa thoorr
Just Nokk
semangat 💪
irena
lanjut thor
Gege
baru juga 100jt kurang sebulan bud... masih belom milyarder namanya...🤣🤭 buka saja usaha sesuai kemampuan. misal bikin aplikasi kasir menengan kebawah tidak mahal tapi lengkap dan mudah via bahasa Excel. target 1 juta UMKM yang pakai beli..omset prediksi milyaran sebulannya...contoh lho bud...Yen cocok.
Ahmadi 241215: itu orang kantoran apa supir kantor murah apa gajihnya🤣
total 2 replies
Wega Luna
hidupnya berputar disitu saja ,kerja, supermarket,nasi goreng,kost ,main sistem🤭.GK ada suasana yang lain kah
Just Nokk
mangat Thor
Yui: makasih kak😊
total 1 replies
Gege
disini kesalahan othor. jelas jelas semalam dapat pengetahuannya, Eeh mengklaim nya kemarin siang...🤭🤣
Yui: terimakasih atas koreksinya/Applaud/
total 1 replies
adib
dua vote meluncur efek hari ni update banyak
Yui: Terimakasih kak🤭
total 1 replies
Gege
kita....othor aja kalee😄🤣🤭
Yui: Kita/Smile/
total 1 replies
Gege
kereen Thor.. dibawa ringan santai ceritanya... Yoo mas Budi lemparan dadu kedua dapat semilyar..🤣🤣
Gege
asik ringan ngalir ceritanya
Gege
gass lagi thorrr 10k kata
Gege
laah sisa 200k + 500k dibelanjakan 40k.. sisanya yaa 660k doong bud... sekolah engga ini..😄🤭
True Human: waduh
total 2 replies
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
next
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!