NovelToon NovelToon
Terjerat Perjodohan Sang CEO Mafia

Terjerat Perjodohan Sang CEO Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Aliansi Pernikahan / Bad Boy / Action
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Orang_Cuman_Cerita

​"Aku bisa membeli apa pun di dunia ini, termasuk dirimu dan kebebasanmu. Mulai detik ini, kamu adalah milikku."
​Kehidupan tenang Aletta hancur lebur dalam semalam ketika ayahnya menjaminkan dirinya demi melunasi hutang triliunan rupiah. Tanpa bisa menolak, Aletta dipaksa menandatangani kontrak perjodohan dengan Xavier—seorang CEO miliarder berdarah dingin yang memimpin perusahaan raksasa di siang hari, dan menjadi ketua sindikat mafia paling ditakuti di dunia bawah tanah pada malam hari.
​Di dalam mansion mewah yang terasa seperti sangkar emas berlapis berlian, Aletta harus bertahan dari sikap arogan dan posesif sang suami. Xavier awalnya hanya menganggap Aletta sebagai jaminan hutang belaka. Namun, sifat keras kepala dan ketangguhan Aletta perlahan mengusik hati es sang penguasa kegelapan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Orang_Cuman_Cerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Debut Sang Ratu Kegelapan

Sejak matahari terbit, mansion itu disibukkan oleh persiapan yang luar biasa. Aletta bahkan tidak diberi waktu untuk bernapas atau memikirkan kejadian mengerikan di ruang bawah tanah semalam. Nyonya Greta telah membawa masuk selusin perias profesional, penata rambut, dan beberapa kotak gaun dari butik kelas atas Paris ke dalam kamarnya.

​"Tuan Xavier meminta Anda tampil sempurna malam ini, Nyonya," ucap Nyonya Greta saat melihat Aletta menatap datar pada kerumunan perias itu.

​Selama hampir empat jam Aletta dirias bak boneka porselen. Ketika para perias akhirnya menyingkir, Aletta nyaris tidak mengenali pantulan dirinya di cermin besar.

​Ia mengenakan gaun malam berwarna merah marun berbahan velvet yang memeluk lekuk tubuhnya dengan sempurna. Gaun itu memiliki belahan tinggi di bagian paha dan punggung yang terbuka, memberikan kesan elegan namun mematikan. Rambut hitam panjangnya ditata bergelombang dan disibakkan ke satu sisi, menampilkan leher jenjangnya. Lipstik merah gelap di bibirnya menutupi segala kepucatan dan ketakutan yang ia rasakan semalam.

​Ia tidak terlihat seperti gadis kafe yang terjerat hutang. Ia benar-benar terlihat seperti pendamping seorang penguasa.

​Ketukan di pintu mengalihkan perhatiannya. Pintu terbuka, dan langkah kaki berat terdengar mendekat. Melalui pantulan cermin, Aletta melihat Xavier masuk.

​Langkah pria itu terhenti tepat di tengah ruangan. Mata kelabunya yang biasa sedingin es kini menggelap saat memindai Aletta dari ujung kaki hingga ujung kepala. Xavier mengenakan setelan tuksedo serba hitam yang dijahit khusus untuknya, membuatnya tampak luar biasa menawan sekaligus sangat berbahaya. Tidak ada jejak pria berlumuran darah seperti yang Aletta lihat semalam.

​Xavier melangkah maju, berdiri tepat di belakang Aletta. Dari saku jasnya, ia mengeluarkan sebuah kotak beludru hitam panjang. Saat kotak itu dibuka, kilauan berlian menyilaukan mata Aletta. Itu adalah kalung berlian murni dengan liontin rubi merah darah sebesar ibu jari.

​Tanpa meminta izin, Xavier menyingkirkan rambut Aletta dan memasangkan kalung berat itu di leher sang gadis. Jari-jari dingin pria itu sengaja berlama-lama menyentuh tengkuk Aletta, membuat gadis itu menahan napas.

​"Sempurna," bisik Xavier, suaranya rendah dan serak, tepat di telinga Aletta. Matanya bertubrukan dengan mata Aletta melalui cermin. "Warna merah sangat cocok untukmu. Melambangkan darah, dan... kepemilikan."

​"Apakah ini kerah anjingku yang baru, Tuan Xavier?" sindir Aletta tajam, meski jantungnya berdebar tak karuan.

​Xavier justru terkekeh pelan. Ia mencondongkan tubuhnya, mencium bahu terbuka Aletta dengan lembut namun posesif. "Ini adalah mahkotamu, Sayang. Malam ini, kau akan melangkah masuk ke dalam sarang serigala. Pastikan kau tidak menundukkan kepalamu, atau mereka akan mencabik-cabikmu."

​Xavier mengulurkan tangannya. Dengan ragu dan terpaksa, Aletta menyambut uluran tangan itu.

​Setengah jam kemudian, mobil antipeluru yang mereka tumpangi berhenti di depan sebuah hotel mewah berbintang tujuh yang disewa penuh malam itu. Ratusan pria berjas hitam berjaga di setiap sudut. Ini bukan sekadar pesta kaum elit, ini adalah pertemuan para petinggi dunia bawah tanah.

​Saat Xavier melangkah keluar dan menggandeng Aletta masuk ke dalam ballroom raksasa, seluruh percakapan di ruangan itu mendadak berhenti. Musik klasik yang mengalun dari orkestra seolah tenggelam oleh keheningan yang mencekam.

​Ratusan pasang mata menatap ke arah pintu utama. Beberapa menatap dengan rasa hormat yang kental, sebagian dengan ketakutan, dan tidak sedikit yang menatap Aletta dengan sorot penuh selidik dan kelaparan.

​Aletta tiba-tiba merasa mual. Udara di ruangan ini dipenuhi aroma cerutu, alkohol, dan aura membunuh. Tangannya yang berada di lengan Xavier mulai berkeringat dan gemetar.

​Menyadari ketakutan istri kecilnya, Xavier tiba-tiba merangkul pinggang Aletta dengan posesif, menarik tubuh gadis itu merapat pada dada bidangnya. Sentuhan itu bukan hanya untuk menenangkan, melainkan sebuah proklamasi tanpa suara kepada seluruh ruangan: 'Wanita ini milikku. Sentuh dia, dan kalian mati.'

​"Tersenyumlah, Aletta," bisik Xavier tanpa menggerakkan bibirnya. "Tunjukkan pada mereka bahwa istri seorang Xavier tidak takut pada apa pun."

​Aletta menelan ludahnya, menarik napas panjang, dan mengangkat dagunya angkuh. Ia memaksakan sebuah senyum elegan yang membuat Xavier diam-diam menyeringai bangga.

​Tiba-tiba, seorang pria paruh baya berkebangsaan Rusia dengan codet melintang di mata kirinya berjalan menghampiri mereka. Ia ditemani dua pengawal berbadan raksasa.

​"Xavier, kawan lamaku!" seru pria Rusia itu dengan aksen kental dan tawa menggelegar. "Kudengar kau baru saja menyelesaikan masalah kecil di pelabuhan semalam. Dan oh... siapa bidadari cantik ini? Kau tidak pernah membawa wanita ke pertemuan kita."

​"Ini istriku, Aletta," jawab Xavier tenang, namun nadanya sedingin baja. "Aletta, kenalkan, ini Sergei. Rekan bisnis dari Moskow."

​Sergei tersenyum lebar, memamerkan gigi emasnya. Ia menatap Aletta dengan tatapan yang membuat kulit gadis itu meremang. "Istri? Luar biasa. Sebuah kehormatan, Nyonya."

​Sergei meraih tangan kanan Aletta, berniat mengecup punggung tangannya sebagai bentuk salam.

​Namun, sebelum bibir Sergei menyentuh kulit Aletta, tangan Xavier melesat bagai kilat. Pria itu mencengkeram pergelangan tangan Sergei dengan kekuatan brutal, menghentikan gerakannya di udara.

​Suasana di sekitar mereka seketika membeku. Para pengawal Sergei serentak memegang gagang pistol di balik jas mereka, begitu pula dengan puluhan pengawal Xavier yang langsung bersiaga penuh.

​"Hanya aku yang boleh menyentuhnya, Sergei," desis Xavier. Mata kelabunya kini berkilat mematikan, menatap tajam pria Rusia itu. "Kau memiliki banyak istri di negaramu. Berhentilah menatap milikku sebelum aku memutuskan kau tidak lagi membutuhkan kedua matamu untuk berbisnis denganku."

​Wajah Sergei sedikit memucat. Ia menarik tangannya dengan canggung dan tertawa hambar untuk mencairkan suasana yang nyaris berujung pertumpahan darah. "Tentu, tentu. Maafkan aku, Xavier. Kau tahu aku hanya bercanda."

​Xavier tidak tertawa. Ia kembali merangkul pinggang Aletta dan membawanya menjauh menuju area VIP yang lebih tertutup.

​Sesampainya di sudut yang sepi, kaki Aletta akhirnya melemas. Jika Xavier tidak menahan pinggangnya, ia pasti sudah merosot ke lantai. Jantungnya berpacu seolah baru saja berlari maraton.

​"Kau... kau nyaris memicu baku tembak hanya karena sebuah salam," bisik Aletta dengan napas tersengal, menatap suaminya tak percaya.

​Xavier menatap mata Aletta dalam-dalam. Tangannya naik mengelus pipi Aletta yang memanas. "Aku tidak peduli jika harus membakar tempat ini dan membunuh semua orang di dalamnya, Aletta. Tidak ada satu pun pria buangan di sini yang pantas menyentuh kulitmu."

​Aletta tertegun. Kata-kata itu terdengar sangat gila, sangat kejam, namun entah mengapa, di saat yang sama, kalimat itu membangunkan sebuah getaran aneh di dasar hatinya yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.

​Di dunia yang dipenuhi para monster ini, monster yang paling mengerikan adalah suaminya. Dan monster itu... sedang melindunginya.

1
Nurwana
go go go Alleta....
Nurwana
semangat Alleta......
Nurwana
kayaknya makin berat hidupmu alleta....
Nurwana
alleta......
Nurwana
jangan cepat percaya alleta, selidiki dulu tentang kebenarannya. jangan sampai itu surat tipuan dari musuh suamimu.
Nurwana
saya mampir Thor.
Orang_Cuman_Cerita: Ok Semagat Ya 💪
total 1 replies
fatmawati (pipit)
disini aletta blm menguasai dunia IT apa untuk menemukan siapa yg menjadi dalang penjebakan
Orang_Cuman_Cerita
GOKIL💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!