NovelToon NovelToon
Jadi Bos Perusahaan Entertainment

Jadi Bos Perusahaan Entertainment

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Showbiz / Reinkarnasi
Popularitas:524
Nilai: 5
Nama Author: ILikeAll9

Pernah gak sih kamu lagi enak enaknya tidur, eh bangun bangun malah pindah dunia. Ini adalah kisah seorang pemuda yang baru saja lulus dari masa SMAnya, dia berusia 18 tahun, namanya Ethan Lucifer.

Dia anak yang hidup sederhana bersama orang tuanya, Ayahnya bekerja di bengkel, Ibunya bekerja di warung kecil depan rumah mereka. Alias warung mereka sendiri, warungnya berupa warung makanan.

Ethan kadang akan membantu orang tuanya berjualan, dia juga memiliki adik perempuan yang saat ini baru duduk di kelas satu SMP, dan adik laki laki yang baru masuk SD tahun ini. Keluarga mereka beranggotakan 5 orang, dan selalu harmonis.

Pesan Author: Mungkin sebagian akan berbeda dari awal alur, tapi semoga tetap bisa menikmatinya, karena di karya ini terdapat bantuan dari Ai, mohon dimaklumi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ILikeAll9, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

C005: Calon Trainee Ketiga [Adrian Louis]

...Selamat Baca...

Ethan kemudian membaca dan menjelaskan isi kontrak dengan jelas:

ISI KONTRAK TRAINEE LUCIFER ENTERTAINMENT

MASA KONTRAK

•Masa kontrak trainee adalah selama 1 tahun dengan kesempatan perpanjangan sesuai dengan perkembangan kemampuan dan kontribusi terhadap perusahaan.

•Jika berhasil masuk dalam grup debut, kontrak akan diperpanjang sesuai dengan kesepakatan bersama antara pihak perusahaan dan artis.

HAK TRAINEE

•Mendapatkan pelatihan intensif dari instruktur profesional dalam bidang vokal, tari, akting, dan manajemen karir.

•Mendapatkan tempat tinggal di apartemen seberang perusahaan yang dilengkapi dengan fasilitas lengkap.

•Mendapatkan biaya makan sehari-hari, biaya pendidikan tambahan (jika diperlukan), dan biaya perawatan kesehatan.

•Mendapatkan hak untuk mengembangkan bakat khusus (seperti menulis lagu, komposisi, atau bidang lainnya sesuai dengan kemampuan masing-masing).

•Mendapatkan bagian keuntungan dari hasil karya dan pertunjukan sesuai dengan persentase yang telah disepakati.

KEWAJIBAN TRAINEE

•Mengikuti jadwal pelatihan dengan disiplin dan penuh tanggung jawab.

•Menjaga nama baik perusahaan dan tidak melakukan tindakan yang dapat merusak citra diri maupun perusahaan.

•Tidak melakukan aktivitas yang dilarang oleh peraturan perusahaan, seperti penggunaan zat terlarang, pelecehan, atau perilaku yang tidak profesional.

•Menyerahkan hak cipta karya yang dibuat selama masa kontrak kepada perusahaan, dengan catatan nama pembuat karya akan tetap tercantum.

•Mengikuti arahan dan keputusan manajemen perusahaan terkait dengan pengembangan karir dan aktivitas promosi.

FASILITAS YANG DIBERIKAN

•Tempat tinggal di Apartemen Sentral Adelia Blok C, satu unit 5 kamar, setiap kamar ditempati maksimal 1 orang dengan fasilitas: tempat tidur single, meja belajar, lemari pakaian, kulkas, AC, dan akses internet berkecepatan tinggi.

•Ruang latihan yang akan selesai diperbaiki dalam waktu 2 minggu, dilengkapi dengan perlengkapan tari, sistem suara profesional, dan ruang vokal dengan soundproof yang baik.

•Akses ke ruang kreatif yang dilengkapi dengan komputer, perangkat lunak musik, dan buku referensi tentang industri hiburan.

•Biaya transportasi untuk kegiatan pelatihan dan promosi akan ditanggung penuh oleh perusahaan.

•Program kesehatan rutin setiap bulan untuk memastikan kondisi fisik dan mental trainee dalam keadaan baik.

Setelah menjelaskan setiap poin dengan rinci, Ethan menatap kedua anak muda di depannya. "Apakah ada pertanyaan atau hal yang ingin kalian klarifikasi sebelum menandatangani kontrak?"

"Tidak ada, Kak. Semua poin sudah jelas dan sangat adil," jawab Evan dengan penuh keyakinan.

Felix mengangguk dengan nada yang tegas. "Saya juga tidak memiliki pertanyaan, Tuan Ethan. Saya siap untuk menandatangani kontrak dan memberikan yang terbaik untuk perusahaan."

Setelah kedua anak menandatangani kontrak, Ethan memberikan salinan kontrak kepada masing-masing mereka. "Baiklah, mulai sekarang kalian berdua adalah trainee resmi Lucifer Entertainment."

"Selanjutnya, sesuai dengan rencana yang telah kita buat, kita akan pergi ke Restoran La Vie En Rose yang terletak di kawasan pusat kota Adelia untuk bertemu dengan calon trainee berikutnya."

Setelah menyelesaikan beberapa administrasi kecil dan memberikan instruksi kepada kontraktor untuk mempercepat pekerjaan perbaikan ruang latihan, Ethan, Evan, dan Felix meninggalkan perusahaan dan menuju mobil yang sudah siap.

Pukul 11.00 WAZ pagi

Mereka tiba di Restoran La Vie En Rose-suatu tempat makan bergaya klasik dengan nuansa yang elegan, terletak di salah satu gedung bertingkat di pusat kota Adelia.

Restoran ini terkenal tidak hanya karena masakannya yang lezat, tetapi juga karena sering menghadirkan pertunjukan seni dari anak muda berbakat sebagai bentuk dukungan terhadap industri kreatif.

Saat memasuki restoran, suara musik instrumental yang lembut menyambut mereka. Di sudut ruangan, seorang pemuda berusia sekitar 17 tahun sedang menari dengan gaya yang penuh energi dan keanggunan, menirukan koreografi dari salah satu grup idol ternama.

Gerakan tubuhnya presisi dan penuh ekspresi, menarik perhatian sebagian besar pelanggan yang ada di sana. Setiap langkah dan gerakan tangannya menunjukkan latihan yang keras dan dedikasi yang tinggi.

Setelah selesai menari dan menerima tepuk tangan dari para pelanggan, pemuda itu menghampiri setiap meja untuk menyapa pelanggan dan bertanya apakah ada permintaan khusus.

Saat sampai di meja Ethan dan kedua trainee, dia memberikan senyum ramah namun profesional.

"Selamat siang, Tuan. Apakah ada permintaan tambahan atau apakah makanan yang disajikan sesuai dengan harapan Anda?" ucap pemuda itu dengan sikap yang sopan dan suara yang jelas.

Ethan berdiri perlahan dan memberikan senyum yang ramah. "Selamat siang. Terima kasih atas pertunjukannya yang luar biasa. Saya sangat terkesan dengan kemampuan tari Anda."

"Terima kasih banyak atas pujiannya, Tuan," jawab pemuda itu dengan rasa hormat. "Saya belajar tari secara mandiri dan berlatih setiap hari untuk meningkatkan kemampuan saya."

Ethan mengangguk. "Saya Ethan Lucifer dari Lucifer Entertainment," ucap Ethan dengan memberikan kartu nama profesionalnya.

"Kami sedang dalam proses membangun grup idol baru dan mencari anak muda berbakat yang memiliki dedikasi dan potensi besar dalam industri hiburan."

"Berdasarkan pertunjukkan yang saya saksikan, saya melihat bahwa Anda memiliki potensi yang luar biasa. Bolehkah saya tahu nama Anda?"

Pemuda itu terkejut namun tetap menjaga sikap yang profesional. Dia mengambil kartu nama dengan hati-hati dan membacanya.

"Nama saya Adrian Louis, Tuan Ethan. Saya bekerja di restoran ini sebagai pelayan dan juga menyediakan hiburan tari untuk pelanggan."

"Saya selalu bermimpi untuk menjadi idol, namun belum pernah mendapatkan kesempatan untuk bergabung dengan perusahaan hiburan yang serius."

"Kemampuan yang Anda miliki layak untuk diperhatikan dan dikembangkan dengan baik," ujar Ethan sambil memberikan brosur perusahaan dan ringkasan kontrak yang sama dengan yang diberikan kepada Evan dan Felix.

"Kita sedang membentuk grup idol yang akan debut dalam waktu satu tahun. Saya melihat bahwa Anda memiliki kemampuan tari yang sangat baik, dan dari cara Anda berinteraksi dengan pelanggan,"

"Saya yakin Anda juga memiliki potensi dalam hal performa dan komunikasi dengan penggemar. Apakah Anda memiliki kemampuan vokal juga?"

Adrian mengangguk perlahan. "Saya juga menyanyi secara mandiri, Tuan Ethan."

"Saya sering bernyanyi sambil berlatih tari agar bisa menguasai irama dan pernapasan dengan baik, namun saya belum pernah mendapatkan pelatihan formal apapun."

"Kualitas bakat tidak selalu ditentukan oleh latar belakang pendidikan formal," jawab Ethan dengan tegas.

"Yang saya lihat adalah dedikasi dan kemampuan yang Anda miliki. Jika Anda bersedia bergabung, Anda akan mendapatkan pelatihan yang komprehensif, fasilitas yang memadai, dan kesempatan yang sama dengan trainee lainnya."

"Kami juga memiliki sistem kontrak yang jelas dan adil untuk melindungi hak setiap trainee."

Adrian membaca brosur dan ringkasan kontrak dengan cermat. Wajahnya menunjukkan ekspresi yang serius dan penuh pertimbangan.

"Saya sangat menghargai kesempatan yang Anda berikan, Tuan Ethan. Namun saya perlu berbicara dengan manajer restoran dan juga keluarga saya terlebih dahulu sebelum memberikan jawaban yang pasti."

"Tentu saja, itu adalah hal yang wajar," ucap Ethan dengan memahami. "Saya akan memberikan Anda waktu hingga sore hari ini untuk mempertimbangkannya."

"Silakan hubungi nomor telepon yang tertera di kartu nama saya jika Anda telah memutuskan."

"Jika Anda bersedia bergabung, silakan datang ke perusahaan besok pagi pukul 08.00 untuk menandatangani kontrak dan mengenal fasilitas serta teman-teman trainee lainnya."

"Saya akan segera memberikan tanggapan, Tuan Ethan," ujar Adrian dengan suara yang penuh harapan.

"Terima kasih banyak telah melihat potensi dalam diri saya yang mungkin tidak dilihat oleh orang lain."

Setelah menyelesaikan pembicaraan dan memberikan informasi lebih lanjut tentang jadwal dan persiapan yang perlu dilakukan jika Adrian memutuskan untuk bergabung.

Ethan membayar tagihan makan dan mengajak Evan serta Felix untuk kembali ke perusahaan. Di jalan pulang, Ethan melihat bahwa Evan dan Felix sudah mulai berinteraksi dengan baik.

Mulai membahas tentang latihan yang akan datang dan bagaimana mereka bisa membantu teman baru yang akan bergabung.

"Saya rasa Adrian akan memutuskan untuk bergabung," ujar Evan dengan keyakinan. "Saya bisa melihat semangat yang sama seperti kita dalam matanya."

"Semoga begitu," jawab Ethan dengan senyum. "Setiap bakat yang kita kumpulkan akan menjadi bagian penting dari grup kita. Kita perlu memastikan bahwa setiap orang merasa diterima dan didukung dengan sepenuh hati."

Di dalam hati, Ethan merasa bahwa setiap langkah yang diambil semakin memperkuat dasar untuk membangun grup idol yang akan menjadi kebanggaan Lucifer Entertainment dan kota Adelia.

"Felix," panggil Ethan, Felix menoleh.

"Ya tuan?" Tanyanya berhenti berjalan, Evan juga berhenti berjalan. Penasaran apa yang akan Ethan katakan selanjutnya.

"Saya sudah membaca berkas anda, apakah tidak apa jika kita memotong rambutmu?" Tanya Ethan hati hati, berdoa agar Felix tidak tersinggung.

Setelah diam beberapa saat, Felix bicara. "Sebenarnya ini adalah kenang kenangan untuk ibu saya, tapi setelah saya lihat adik adik saya yang bisa memanjangkan rambutnya."

"Saya mulai mempertimbangkan untuk memotong rambutnya, dan merapikan semuanya. Karena saya merasa ini akan bagus untuk menjadi idol group yang ingin anda kembangkan." Katanya tersenyum tulus, sambil memegang ponytailnya.

Ethan tersenyum lembut, "Kalau begitu mau potong sekarang saja? Rambutnya bisa di simpan untuk kenang kenanganmu, saya akan bicara pada pemilik potong rambutnya." Kata Ethan, Felix pun mengangguk setuju. Dan untuk menghabiskan hari ini mereka akan memotong rambut Felix.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!