Saat menghadiri perayaan kelulusan sang senior, Yurika dengan sengaja pura-pura mabuk dan mengakui perasaannya pada senior yang selama ini ia sukai.
Meski ia tahu bahwa ia harus menahan malu jika senior itu menolaknya, namun setidaknya ia harus menyelesaikan perasaannya.
Lalu.. tanpa di sangka..
"Oke.."
Yurika tak menyangka ia menyetujuinya, namun sesaat kemudian..
"Bisakah kita mengobrol di tempat lain? Ada banyak orang disini.."
Hari itu, saat sang senior mengantarkannya pulang, Yurika akhirnya sadar bahwa ia hanya menjaga martabatnya, tidak mungkin ia menyukai Yurika.
"Sepertinya perasaan ini memang harus berhenti disini.."
Dengan yakin Yurika memblokir seluruh kontak dari pria yang ia sukai.
Namun bagaimana jika ternyata pria itu menyukainya?
"Sial! Apa dia memblokirku setelah menyatakan cinta? Apa ia hanya bercanda?!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5
Austin menyandarkan tubuhnya ke kursi.
“Lain kali jangan minum sebanyak itu.”
Nada suaranya rendah, tetapi terdengar seperti teguran.
“Berbahaya untuk perempuan pulang sendirian.”
Yurika langsung mengangguk cepat seperti murid yang sedang dimarahi guru.
“Baik..”
Melihat reaksinya yang patuh, sudut bibir Austin sedikit terangkat.
“Kenapa kau tidak tanya kenapa aku mengajakmu pesan kamar malam itu?”
Yurika ragu beberapa detik sebelum akhirnya bertanya pelan, “Aku tidak melakukan hal aneh, kan?”
Austin mengangkat alis.
“Bagian mana yang kau maksud?”
“Ya.. maksudku..”
Wajah Yurika makin merah.
Austin bangkit dari kursinya lalu berjalan melewatinya, tatapannya sempat jatuh pada jemari Yurika yang sibuk meremas ujung rok karena gugup.
“Lupakan saja.”
Yurika langsung mengangkat kepala refleks dan saat itulah ia melihat bekas goresan samar di rahang Austin.
Bekas itu masih jelas meski sudah mulai mengering.
Ingatan Yurika langsung kembali pada malam itu, ia akhirnya ingat bahwa ia memang menggaruk Austin.
Saat Austin mencoba membantunya masuk kamar hotel, ia yang sedang mabuk justru memberontak dan tanpa sengaja menggores wajah pria itu dengan kukunya.
Yurika langsung merasa ingin menghilang.
Austin ternyata tidak pernah mempermasalahkannya, tetapi sekarang melihat bekas itu masih ada, rasa bersalahnya langsung muncul begitu saja.
Malam harinya, setelah pulang ke apartemen, Yurika mencoba mengalihkan pikirannya dengan melanjutkan pekerjaan cloisonné enamel miliknya yang belum selesai.
Kerajinan itu memang hobinya sejak lama.
Ia menggunakan kawat tembaga tipis untuk membentuk pola, lalu mengisinya dengan enamel berwarna sebelum dibakar menjadi karya akhir yang indah.
Hari itu ia baru saja menyelesaikan karya bertema “Burung Terbang”.
Seperti biasa, Yurika merekam proses pembuatannya lalu mengunggah vlog singkat ke media sosial.
Tak butuh waktu lama hingga kolom komentarnya ramai.
[Tangannya cantik banget..]
[Detailnya gila, rapi sekali!]
[Kapan giveaway buat followers?]
[Aku malah fokus sama wajah blogger-nya yang sempat muncul sekilas.]
[Harusnya jadi beauty blogger juga!]
Yurika tersenyum kecil membaca komentar-komentar itu, awalnya ia hanya mengunggah video untuk bersenang-senang.
Tak disangka, akun kecilnya perlahan punya cukup banyak pengikut setia, namun di antara semua notifikasi itu, ada satu pesan pribadi yang membuatnya berhenti.
[Yurika?]
Ia mengernyit sebelum membalas.
[Siapa ini?]
Tak lama kemudian balasan datang.
[Aku Gerson. Senior yang satu angkatan dengan Austin.]
Yurika langsung teringat, Gerson dulu memang cukup dekat dengan kelompok Austin saat kuliah.
Pria itu bahkan hadir di pesta kelulusan malam ketika Yurika mabuk.
Gerson segera mengirim pesan lain.
[Tadi aku pikir cuma mirip. Ternyata benar kau.]
Yurika tersenyum kecil.
[Iya, cuma upload iseng.]
[Kau rendah hati sekali. Dulu aku sudah bilang kau cantik, ternyata sekarang juga berbakat. Kau baru lulus tahun ini?]
[Iya.]
[Sekarang kerja di mana?]
[PIO.]
Balasan Gerson datang sangat cepat.
[Tunggu.. itu bukannya wilayah Austin?]
Yurika tertawa kaku.
[Aku juga baru tahu.]
Gerson lalu mengirim undangan.
[Kebetulan minggu ini tempat wine bar milikku grand opening. Sudah lama tidak bertemu, datanglah.]
Yurika sebenarnya tidak pandai menolak orang, apalagi hubungan mereka dulu memang cukup baik.
Jadi setelah berpikir sebentar, ia akhirnya membalas:
[Baik.]
***
Beberapa hari kemudian, Yurika benar-benar menghadiri undangan dari Gerson.
Tempat itu jauh lebih besar daripada yang Yurika bayangkan.
Begitu memasuki area utama, aroma kayu dan wine langsung bercampur di udara. Dinding ruangan dipenuhi lemari kaca besar berisi berbagai botol anggur mahal dari berbagai negara. Lampu gantung keemasan memantulkan cahaya hangat di seluruh ruangan, membuat suasana tampak elegan sekaligus mewah.
Di bagian luar bangunan, bunga-bunga bermekaran di sepanjang jalan berbatu. Suara air dari air mancur terdengar pelan dan menenangkan, sementara para staf berlalu-lalang dengan pakaian formal yang rapi.
Yurika awalnya berniat membeli dua botol wine untuk mendukung bisnis Gerson.
Namun setelah melihat harga di katalog, ia langsung mengurungkan niatnya.
“...Ini benar-benar dunia orang kaya.”
Ia bergumam kecil sambil menahan napas.
Saat Gerson melihatnya datang, pria itu langsung berjalan menghampiri dengan senyum lebar.
“Yurika, lama sekali kita tidak bertemu.”
Yurika ikut tersenyum.
“Ya. Sudah sekitar dua tahun, kan?”
Gerson langsung membawanya masuk ke area VIP sebelum Yurika sempat bertanya lebih banyak.
Di dalam ruangan itu sudah ada beberapa orang duduk santai sambil mengobrol dan menikmati wine.
Ia memperkenalkan Yurika secara singkat sebelum kembali keluar untuk menyambut tamu lainnya.
Yurika duduk dengan tenang sambil melihat sekeliling.
Sampai sekitar sepuluh menit kemudian, pintu ruangan kembali terbuka.
Gerson masuk lebih dulu dan seseorang berjalan masuk di belakangnya.
Yurika langsung membeku sesaat setelah melihat kedatangan Austin.
yg banyak atuhhhh kak othor update babnya 😁😁
lanjuuutttt 💪💪💪💪👍
yg banyaaakkkk banyaaakkkk 😁👍
ada mantan yg lagi sok pamer bang Austin... berasa dia cwo yg paling diminati para kaum hawa🤣🤣🤣🤣
padahal kesuksesan dia karna domplengan cwe dengan status anak manager. baru manager dah berasa CEO 🤣🤣🤣🤣🤣
gemesss liat pasangan ini
aku yg cengengesan 🤣🤣
kok aku loh yg malah jadinya baperan 😁😁😁
modus mu austin😄😄
makanya kali suka yonthe poin aja
gasssssssss
ntar Embay cwo lain murka lagi😁😁😁
🤭
terlalu kaku🙏