NovelToon NovelToon
Antara Pagar Dan Detak Jantung

Antara Pagar Dan Detak Jantung

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Persahabatan
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Dalgichigo

Varendra Malik Atmadja, seorang arsitek muda yang tampan, ramah, dan sangat telaten, baru saja pindah ke Blok C-17. Sebagai penganut paham "tetangga adalah saudara", Malik bertekad untuk menjalin hubungan baik dengan seluruh penghuni kompleks.

Namun, rencananya membentur tembok tinggi setinggi pagar Blok C-18.

Di sanalah tinggal Vanya Ayudia Paramitha, seorang Game Developer yang lebih suka berinteraksi dengan baris kode daripada manusia. Baginya, ketenangan adalah segalanya, dan tetangga baru yang terlalu ramah seperti Malik adalah gangguan sinyal bagi kedamaian hidupnya.

Awalnya, Malik hanya berniat memberikan camilan sebagai tanda perkenalan. Tapi, setiap sapaan Malik dibalas dengan debuman pintu, dan setiap perhatiannya dianggap sebagai gangguan oleh Ayu.

Lalu, bagaimana jika sebuah paket yang salah alamat dan aroma masakan dari dapur Malik perlahan mulai meruntuhkan pertahanan Ayu? Bisakah Malik merancang fondasi cinta di hati gadis yang bahkan enggan membuka pintu rumahnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dalgichigo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cooking Class

Agenda rutin para wanita Kompleks Griya Visual kali ini terasa berbeda. Jisel, yang biasanya sibuk mengurusi galeri, kali ini turun tangan mengurasi bumbu dapur. Karena keahlian memasaknya yang sudah tidak diragukan lagi, ia menyewa sebuah cooking studio estetik di pusat kota untuk sesi Girls Time kali ini.

[Grup WA: Pretty Girls GV 🌸]

Jisel: "Ladies! Akhir pekan ini kita move dari galeri ke dapur ya. Aku sudah sewa cooking studio buat kita belajar bikin French Pastry dan Hand-made Pasta. No alasan, no absen! 👩‍🍳✨"

Hani: "WAHHH! Jisel, count me in! 🙋‍♀️ Aku emang lagi pengen belajar bikin pasta dari nol. Lumayan kan buat nambah skill ibu rumah tangga idaman, hehe."

Sarah: "GASSSS! Gue bawa kamera ya, Jisel! 'Sehari Jadi Chef Bareng Cewek-Cewek Canti

Ayu: "Kak Jisel... Ayu takut. 🥺 Ayu kan nggak bisa masak sama sekali. Nanti kalau Ayu gosongin dapurnya gimana? Atau kalau jari Ayu kena potong? Ayu pantau dari jauh aja ya?"

Ara: "Males banget harus dandan dan keluar rumah. 🛌 Gue mau simulasi jadi kasur aja minggu ini. Skip ya, Jisel. Kirimin hasilnya aja ke rumah, nanti gue bayar lewat doa."

Kiran: "Aku juga skip. Tepung itu berantakan, Jisel. Nggak estetik buat tanganku yang baru aja manikur."

Jisel tidak menyerah. Ia tahu persis cara menghadapi "anak-anak asuhnya" ini.

Jisel: "@Ara, nggak ada rebahan! Lu butuh asupan karbo yang bener, bukan cuma kopi instan. Gue jemput jam 9 pagi. Titik."

Jisel: "@Kiran, jangan alasan manikur. Aku sudah siapkan sarung tangan plastik paling chic buat kamu. Ini soal healing lewat adonan, Ran. Kamu harus ikut!"

Jisel: "@Ayu sayang, tenang aja. Ada Kak Hani sama Kak Jisel yang jagain. Kamu bagian dekorasi aja yang cantik-cantik, oke? Nggak bakal ada yang terluka."

Ara: "Hadeh... ya udah deh. Awas ya kalau nggak enak."

Kiran: "Pasrah. Demi Jisel."

Sarah: "WKWKWK! Semangat tim dapur dadakan! Sampai ketemu di TKP!"

Mobil SUV putih milik Jisel yang perlahan menyusuri jalanan komplek, siap menjemput para "pasien" kelas memasaknya. Jisel tampil segar dengan apron yang sudah ia kenakan di balik jaket denimnya, siap berperan sebagai instruktur kepala.

Penjemputan dimulai dari rumah Hani. Jisel hanya perlu membunyikan klakson sekali, karena Hani sudah nangkring manis di teras rumahnya. Penampilannya sangat terencana set baju dan celana motif bunga-bunga kecil yang matching sempurna dengan tas jinjingnya. "Pagi, Jisel! Aku sudah bawa catatan resep cadangan nih kalau-kalau nanti kita lupa!" seru Hani sambil masuk ke mobil dengan semangat 45.

Mobil kemudian bergeser ke rumah Kiran. Desainer itu keluar dengan wajah yang ditekuk sedemikian rupa, seolah-olah ia sedang dipaksa menuju medan perang, bukan dapur. Namun, meskipun hatinya menolak, gayanya tetap nomor satu. Kiran memakai blouse putih berbahan silk yang sama sekali tidak cooking-friendly dan kacamata hitam besar yang menutupi tatapan tajamnya. "Kalau bajuku kena noda saus tomat, Jisel...  kamu harus tanggung jawab," gumam Kiran dingin saat mendudukkan diri di kursi tengah.

Lalu, giliran Ara. Jisel harus mematikan mesin mobil dan mengetuk pintu rumah Ara berkali-kali. Ara muncul dengan "muka bantal" yang hakiki. Ia hanya memakai kaos oversized band favoritnya dan celana pendek, lengkap dengan topi yang ditarik rendah untuk menutupi wajahnya yang polos tanpa make-up. "Gue tidur di mobil ya. Bangunin kalau udah sampe" ucap Ara pendek, langsung menyandarkan kepala ke kaca jendela.

Tiba di rumah Sarah, suasana langsung berubah bising. Sarah keluar dengan heboh, menenteng tripod, lampu portabel, dan dua tas besar berisi perlengkapan konten. Penampilannya sangat kece dengan outfit stylish yang siap tampil di depan kamera. "WADUH! Halo semuanya! Guys, sapa kamera dulu dong! Kita mau otw jadi Chef!" Sarah langsung mengarahkan ponselnya ke dalam mobil, membuat Kiran semakin membetulkan letak kacamatanya agar tidak kena frame.

Terakhir, mereka berhenti di depan rumah C-18. Ayu keluar dengan langkah ragu. Ia memakai cardigan ungu lembut dan celana jeans, rambut hitamnya diikat rapi menjadi ponytail. Meski wajahnya sedikit pucat karena gugup, Ayu terlihat cantik dengan make-up tipis yang ia aplikasikan dengan hati-hati. "M-masuk ya, Kak Jisel... Maaf kalau Ayu lambat," bisik Ayu sambil menyelipkan diri di samping Ara.

Begitu semua kursi terisi, SUV Jisel berubah menjadi markas gosip berjalan.

"Sarah, tolong ya, tripod itu jangan ditaruh di atas kakiku. Ini kain sutra," tegur Kiran tanpa menoleh.

"Duh, Kak Kiran santai aja! Nanti di studio kita bikin transisi make-over dari desainer galak jadi koki cantik!" jawab Sarah sambil sibuk mengatur angle kamera.

Hani menoleh ke belakang, menatap Ayu. "Ayu, jangan tegang gitu mukanya. Nanti kamu bantu Kakak potong-potong sayur saja ya, yang gampang-gampang."

Ayu hanya mengangguk kecil, sambil melirik Ara yang ternyata sudah benar-benar terlelap dengan topi menutupi seluruh wajahnya. Jisel tertawa melihat pemandangan dari kaca spion tengah.

"Oke ladies, kencangkan sabuk pengaman! Tujuan kita adalah Cooking Studio, dan targetnya adalah tidak ada yang membakar dapur hari ini!" seru Jisel sambil mulai memacu mobilnya keluar dari gerbang Kompleks Griya Visual

Studio memasak yang tadinya tenang dan steril seketika berubah menjadi medan tempur penuh tawa, aroma bawang, dan kepulan asap tipis begitu "Geng Ladies Griya Visual" mengambil alih meja kitchen island.

Jisel berdiri di barisan depan layaknya komandan perang. Dengan gerakan tangan yang luwes, ia memutar pisau dan menyiapkan bahan seolah itu adalah tarian. Di sampingnya, Hani bergerak dengan sangat slay. Meskipun sibuk mengaduk saus, Hani tetap menjaga postur tubuhnya tetap tegak dan sesekali membetulkan letak tasnya yang digantung di kursi dekat meja masak.

"Oke, semuanya! Kita mulai dengan memotong bawang bombay. Fine dicing, ya!" instruksi Jisel tegas.

Ara yang tadinya masih mengantuk berat, mendadak melek total begitu uap bawang mengenai matanya. "Wah, ini lebih efektif daripada kopi item," gumamnya. Tanpa banyak bicara, Ara menunjukkan skill rahasianya. Ternyata, si ratu rebahan ini punya teknik memotong yang sangat rapi dan cepat warisan sering masak mi instan level up di studio musiknya.

Di sudut lain, Kiran berdiri mematung sambil menatap nanar ke arah tumpukan tepung. Ia berulang kali mengecek kondisi kuku manikurnya dengan cemas.

"Kiran! Jangan diliatin terus kukunya, nggak bakal tumbuh bunga di situ. Ayo bantu aduk adonan ini!" seru Hani sambil menarik tangan Kiran dengan paksa. "Kak, please... kalau adonan ini masuk ke sela-sela kuku, aku butuh waktu dua jam buat bersihinnya," keluh Kiran dengan wajah ditekuk, meski akhirnya ia mulai mengaduk dengan gerakan super hati-hati yang terlihat sangat kaku.

Sementara itu, Sarah benar-benar menjadi definisi "banyak gaya, nol skill". Ia memegang spatula dan wajan hanya untuk keperluan estetika di depan kamera tripodnya. "Oke guys, sekarang kita lagi... eh, ini namanya apa ya Kak Jisel? Alat yang bentuknya kayak penggaruk punggung ini?" tanya Sarah sambil mengangkat whisk (pengocok telur) dengan wajah polos. Sarah sama sekali tidak menyentuh bahan makanan, ia lebih sibuk memastikan lighting videonya sempurna.

Puncak kekacauan ada di meja Ayu. Gadis introvert itu benar-benar terlihat seperti sedang menghadapi ujian hidup paling berat.

"Kak... ini kenapa airnya tumpah-tumpah?" tanya Ayu panik. Rupanya, ia mengisi panci untuk merebus pasta sampai hampir luber ke lantai. Belum selesai urusan air, Ayu mencoba menggoreng garnish bawang goreng. Namun, karena terlalu takut terkena cipratan minyak, ia melemparkan bawangnya dari jarak satu meter. Hasilnya? Bawangnya hitam legam dalam sekejap.

"Ayu sayang! Itu bawang goreng atau arang kayu?" seru Jisel sambil berlari menyelamatkan kompor Ayu. Ayu menunduk dalam, wajahnya memerah karena malu. "Maaf Kak, tadi Ayu kira kalau apinya besar biar cepet matang..." "Matang sih matang, Yu, tapi ini mah bisa buat gambar sketsanya Kak Kiran," goda Ara sambil tetap fokus memotong sayuran.

Setelah dua jam penuh teriakan dan denting panci, meja makan akhirnya dipenuhi hasil karya mereka. Pasta buatan Jisel dan Hani terlihat sempurna seperti di restoran bintang lima. Potongan sayur Ara adalah yang paling presisi. Adonan Kiran... entahlah, bentuknya lebih mirip instalasi seni abstrak. Dan piring Ayu berisi pasta dengan topping yang agak gosong namun aromanya ternyata lumayan enak karena dibantu racikan bumbu rahasia Jisel.

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Dalgichigo: siaapp💪
total 1 replies
Jumi Saddah
👍👍👍👍👍👍👍🌹🌹🌹🌹
Dalgichigo: 🫰🏻🫰🏻🫰🏻
total 1 replies
Juli Idyawati
menarik ceritanya
Dalgichigo: Makasihh Kak Juli <3, jangan lupa lanjutin baca ya, karena ceritanya bakal makin menarik nihh
balas
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!