NovelToon NovelToon
PEMBALASAN KETURUNAN DEWA ALKEMIS

PEMBALASAN KETURUNAN DEWA ALKEMIS

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Action
Popularitas:551
Nilai: 5
Nama Author: Nur Hali

Di benua Azure, kekuatan adalah segalanya. Namun, ada satu profesi yang paling dihormati dan ditakuti: Alkemis. Mereka yang bisa menciptakan pil roh, obat mujarab, dan racun mematikan.

Raymond adalah cucu dari Alkemis Legendaris yang pernah menyelamatkan dunia, Dewa Alkemis Zhuo Yi. Namun, sejak kakeknya menghilang secara misterius dan klan keluarga mereka dihancurkan oleh aliansi kekuatan jahat, Raymond hidup sebagai orang buangan yang menderita dan dipandang rendah.

Suatu hari, saat hampir dibunuh oleh musuh bebuyutannya, Raymond menemukan sebuah cincin batu giok peninggalan kakeknya. Di dalamnya tersembunyi jiwa sang Dewa Alkemis dan sebuah kitab suci "Formula Penciptaan Semesta".

Dengan warisan ilahi itu, Raymond bangkit dari lumpur. Ia mulai mencium bau bahan-bahan, meramu pil tingkat dewa, dan menumbuhkan kekuatan yang mengguncang langit. Ia berjanji pada dirinya sendiri: Semua yang pernah menginjak-injak martabatnya, semua yang membunuh keluarganya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5: PUKULAN PEMBUKA YANG MENGGUNCANG DUNIA

Suasana di Aula Utama mendadak mencekam. Dua sosok pemuda berdiri berhadapan di atas arena kayu setinggi tiga meter. Di satu sisi ada Victor yang penuh amarah dan kesombongan, di sisi lain ada Raymond yang tenang bagai danau yang dalam.

"Turunlah ke arena! Turunlah!" teriak penonton di bawah. Mereka sudah bisa mencium bau darah dan pertarungan seru.

Kepala Klan yang duduk di kursi utama hanya melambaikan tangan santai. "Mulailah. Ingat aturan, boleh menggunakan kekuatan penuh asalkan tidak menggunakan senjata beracun." Baginya, ini hanya pertarungan antara dua anak muda, dan bagaimanapun juga Victor adalah cucunya yang paling berbakat.

"Raymond..." Victor menggertakkan gigi, urat-urat di lehernya menonjol. "Kau pikir dengan naik ke Tahap 3 kau bisa melawanku yang Tahap 6? Kau tidak tahu jarak antara langit dan bumi!"

Wush!

Tanpa menunggu aba-aba selesai, tubuh Victor bergerak bagai kilat. Kakinya menghentak lantai kayu hingga papan-papan itu retak. Ia meluncur cepat ke arah Raymond dengan tinju yang dipenuhi energi roh berwarna hijau.

Jurus: Pukulan Harimau Pemakan Orang!

Tinjunya meledak menghasilkan angin kencang. Jika kena, tulang dada seseorang bisa hancur berkeping-keping.

Para murid menahan napas. "Selesai sudah! Tuan Muda Victor serius!"

Raymond berdiri diam. Ia tidak bergerak sedikitpun. Matanya tajam mengikuti gerakan lawan.

"Tenang, Nak. Gerakannya terlalu lambat dan terlalu banyak celah," suara Zhuo Yi berbisik tenang. "Gunakan 'Teknik Menggoyangkan Langit'. Terima serangannya lalu balas dengan kekuatan penuh!"

Saat tinju Victor tinggal satu jengkal dari wajahnya, Raymond akhirnya bergerak.

Bukan menghindar, tapi justru maju selangkah!

BAM!

Tangan kiri Raymond terangkat dengan kecepatan suara, menangkap pergelangan tangan Victor dengan genggaman yang erat bagai cat besi!

"APA?!" Mata Victor membelalak. Ia merasa tangannya tertahan oleh penjara besi. Ia mencoba menariknya, tapi tubuh Raymond tak bergeming sedikitpun.

"Bagaimana mungkin... kekuatanmu sebesar ini?!" Victor panik.

Raymond tidak menjawab. Wajahnya datar tanpa ekspresi. "Itu saja?" tanyanya pelan.

CRACK!

Suara patah tulang terdengar jelas. Raymond meremas tangan Victor lebih kuat hingga terdengar bunyi tulang bergesekan.

"AAAAAAHHHH!! SAKIT!!" Victor berteriak kesakitan, keringat dingin langsung membasahi wajahnya.

"Kau yang bilang boleh menggunakan kekuatan penuh kan?" Raymond tersenyum miring, senyum yang membuat bulu kuduk orang lain merinding. "Kalau begitu... terima ini!"

Raymond menarik tangan Victor dengan keras ke arahnya, lalu mengayunkan tangan kanannya yang sudah dipenuhi energi merah.

Jurus: Pukulan Naga Kecil Menyerang!

DUG!

Pukulan itu mendarat tepat di perut Victor.

Suara bentrokan terdengar bukan seperti pukulan ke daging, tapi seperti palu godam menghantam gong besar!

WOSH!

Tubuh Victor yang berotot itu terlempar bagai boneka kain. Ia terbang melintasi setengah arena, menabrak pagar pembatas hingga hancur lebur, dan akhirnya jatuh berguling-guling di lantai aula.

Debu beterbangan. Seluruh ruangan hening total.

Semua orang terpaku melihat apa yang baru saja terjadi. Victor, sang jenius Tahap 6, dikalahkan... hanya dengan SATU PUKULAN?!

"Buk... bukankah itu kebalikannya? Seharusnya Victor yang menang!" gumam seseorang dengan suara gemetar.

Di atas arena, Raymond berdiri tegak. Napasnya sedikit memburu tapi tetap terlihat gagah. Ia menatap ke bawah ke arah Victor yang kini merangkak kesakitan.

"Kau... kau berani melukai aku?!" Victor mengangkat kepalanya, wajahnya bengkak dan penuh darah. Matanya memancarkan kebencian yang tak terhingga. "Kau tunggu di sini! Aku akan membunuhmu!"

Tiba-tiba, Victor merogoh sakunya dan mengeluarkan sebuah gulungan kertas kuning.

"Itu... Gulungan Roh Talisman?!" seru salah satu tetua kaget. "Itu barang berharga yang berisi serangan satu kali pakai setara ahli Tahap 10!"

"HAHAHA! MATILAH RAYMOND!" Victor merobek gulungan itu dengan gila.

ZZZZZT!

Petir biru menyambar dari gulungan itu, membentuk seekor harimau energi raksasa yang melolong menakutkan. Harimau energi itu melesat dengan kecepatan yang mustahil dihindari menuju dada Raymond!

Ini bukan lagi pertarungan murid, ini adalah niat membunuh yang nyata!

"AWAS!!" teriak para tetua panik.

Raymond pun terkejut. Kecepatan serangan itu melebihi batas yang bisa ia tangkis sekarang.

"Cepat! Gunakan teknik pertahanan 'Perisai Giok Dewa'!" teriak Zhuo Yi cepat.

Raymond segera menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Energi merah berkumpul deras membentuk perisai tipis namun padat.

DDAANNGGG!!!

Ledakan dahsyat terjadi! Asap hitam memenuhi seluruh arena. Papan-papan kayu hancur lebur terlempar ke segala arah. Kaca-kaca di aula pecah semua.

Debu perlahan menipis.

Semua mata memandang ke tengah arena dengan cemas.

Apakah Raymond tewas meledak?

Di tengah puing-puing reruntuhan, sebuah sosok tubuh berdiri tegak. Jubahnya compang-camping di bagian lengan, ada luka goresan di bahu yang mengeluarkan darah, namun... ia masih berdiri!

Raymond mengangkat kepalanya. Matanya yang tadinya hitam pekat, kini berubah menjadi merah menyala bagai api neraka.

"Kau... benar-benar ingin membunuhku..." suara Raymond terdengar rendah dan mengerikan. Rasa sakit di bahunya justru memicu api kemarahan yang membara di dadanya.

Ia melangkah turun dari arena yang hancur itu, langkah kakinya berat dan penuh aura pembunuhan.

Victor yang sudah kehabisan tenaga mundur ketakutan. "Jangan... jangan datang! Kakek! Tolong aku! Dia monster!"

Raymond berhenti tepat di depan Victor. Ia menunduk menatap pemuda yang selama ini menindasnya.

"Sudah kubilang... jangan buat aku marah."

Raymond mengangkat kakinya tinggi-tinggi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!