NovelToon NovelToon
Legenda Dari Masa Depan

Legenda Dari Masa Depan

Status: sedang berlangsung
Genre:Ahli Bela Diri Kuno / Time Travel / Mata Batin / Fantasi Wanita / Peramal / Konflik etika
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: R. Seftia

Dua saudari terjatuh ke sumur tua—terbangun di hutan belantara, menjadi buruan para pemburu; berusaha bertahan hidup ditengah intrik istana dan konflik asmara.

(Jika berkenan, follow Author di ig&tiktok untuk dapat melihat ilustrasi karakter dan berbagai cerita Author yang lain)
ig = @refinawriters
tiktok = @refinawriters

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R. Seftia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kediaman Xiao Yan

Ini adalah pertama kalinya bagi Li Hua dan Shu Hua keluar dari hutan yang selama ini telah melindungi keduanya dari bahaya yang selalu mengintai mereka. Dan walaupun langkah mereka berat, mau tidak mau mereka harus tetap meninggalkan hutan itu untuk keselamatan mereka.

"Di sini ada dua kuda. Apa kamu bisa menunggangi kuda, Shu Hua?" tanya Hao Lin.

"Aku tidak bisa. Tapi jika aku coba, mungkin bisa," jawab Shu Hua dengan canggung.

"Berarti kamu tidak bisa. Daripada mengambil resiko dan berakhir dengan kecelakaan, lebih baik kamu naik kuda bersama denganku. Dan Hao Lin akan bersama dengan Kakakmu. Bagaimana?" Xiao Yan memberikan saran.

"Iya. Itu ide yang bagus," sahut Hao Lin.

Li Hua dan Shu Hua tidak punya pilihan saat itu. Dan satu-satunya pilihan yang mereka punya hanya setuju dengan usul yang diberikan oleh Xiao Yan.

Li Hua berkuda bersama dengan Hao Lin. Mereka memimpin di depan, sedangkan di belakang, Xiao Yan dan Shu Hua mengikuti dengan pelan. Dan di tengah perjalanan itu, Xiao Yan mengungkapkan kekagumannya kepada Shu Hua.

"Boleh aku mengatakan sesuatu?" tanya Xiao Yan.

"Apa? Katakan saja," jawab Shu Hua.

"Kamu benar-benar luar biasa. Keahlianmu dalam menggunakan pedang, itu sangat luar biasa. Dan jika tidak keberatan, apa kamu mau menjadi guruku? Ilmu pedangku tidak seberapa, jadi kurasa akan jauh lebih baik jika kamu mau mengajariku," ucap Xiao Yan.

Mendengar perkataan Xiao Yan, Shu Hua hanya bisa tertawa.

"Kenapa kamu tertawa?" tanya Xiao Yan.

"Bagaimana bisa aku tidak tertawa? Kamu menganggap ilmu pedangku luar biasa dan bahkan ingin berguru denganku? Bagaimana bisa itu mungkin? Aku saja tidak pernah belajar menggunakan pedang!" ungkap Shu Hua sambil tertawa.

"Kamu serius? Kamu tidak pernah belajar menggunakan pedang? Lalu, bagaimana bisa kamu begitu ahli sampai bisa memanggil senjata seperti itu?" Xiao Yan semakin penasaran dengan Shu Hua.

Dan sayangnya, Shu Hua tidak bisa memberikan jawaban atas pertanyaan Xiao Yan. Bahkan, Shu Hua sendiri pun ingin mendengar jawaban itu. Tetapi, Shu Hua tak tahu harus mencari ke mana jawaban itu.

"Itu semua karena aku berbakat. Dari kecil, orang-orang selalu mengatakan jika tanganku adalah tangan emas. Jadi, karena itulah aku berbakat alami," jawab Shu Hua.

Ketika obrolan mengalir dengan santai di belakang; di depan tampaknya sedikit berbeda. Li Hua dengan kemampuan luar biasanya menyadari akan sesuatu yang spesial dari Hao Lin dan Xiao Yan.

Li Hua memang tidak bisa merasakan atau melihat apapun tentang Hao Lin, tetapi Li Hua masih bisa merasakan energi Xiao Yan. Energi yang tidak biasa. Energi emas yang berharga.

"Kamu dan Adikmu... kalian bukan orang biasa 'kan? Aku melihat energi emas pada diri Xiao Yan. Dan biasanya energi seperti itu hanya ada pada keturunan kaisar," ucap Li Hua dengan tenang.

Hao Lin tampak terkejut mendengar perkataan Li Hua. Dia tidak menyangka jika wanita buta seperti Li Hua memiliki kemampuan yang tidak kalah luar biasa jika dibandingkan dengan Shu Hua.

"Seharusnya aku tidak meremehkanmu hanya karena kamu tidak bisa melihat. Maafkan aku," kata Hao Lin.

"Dan jika tidak keberatan, apa kamu bisa katakan, bagaimana caranya kamu tahu tentang hal itu? Xiao Yan memang memiliki darah kaisar. Dia Pangeran Agung," ungkap Hao Lin.

"Lalu bagaimana denganmu?"

"Bukankah kamu bisa melihat semua? Jika bisa, bukankah kamu juga tahu kalau aku juga punya energi emas?" tanya Hao Lin.

Li Hua terdiam saat itu. Li Hua bingung, apakah ia harus memberitahu kepada Hao Lin jika ia tidak bisa melihat energi Hao Lin, atau tidak? Dan setelah dipikir baik-baik, Li Hua memutuskan untuk tidak memberitahu hal itu kepada Hao Lin.

"Aku tahu itu. Aku hanya ingin tahu, apa kamu juga seorang Pangeran Agung, atau Pangeran Mahkota?" tanya Li Hua.

"Mengingat kemampuanmu, aku tidak boleh berbohong di sini. Karena aku katakan, aku Pangeran Mahkota," ungkap Hao Lin.

Sebuah takdir tidak biasa. Pertemuan dengan dua orang penting di suatu negeri. Apakah mungkin ada alasan pertemuan mereka? Karena rasanya aneh saja. Tepat setelah mereka bertemu, tiba-tiba tabir pelindung di hutan itu mulai melemah dan bukannya menghisap habis energi Hao Lin dan Xiao Yan.

Begitu banyak pertanyaan yang ada di dalam kepala Li Hua. Tetapi saat itu Li Hua tahu jika ia tidak boleh menujukkan bahwa ia sedang dalam pergulatan hebat dengan isi kepalanya.

———

Setelah berkuda cukup lama, akhirnya mereka berempat berhasil keluar dari hutan, dan kini mulai memasuki tempat di mana banyak rakyat biasa bekerja, berjualan dan lain sebagainya.

Setelah beberapa saat, akhirnya kuda itu berhenti di depan sebuah rumah besar yang megah dengan dua orang penjaga di depan rumah itu.

Hao Lin membantu Li Hua untuk turun dari kuda, dan di sisi lain Xiao Yan pun juga ingin membantu Shu Hua untuk turun dari kuda, tetapi Shu Hua menolak bantuan itu karena Shu Hua ingin melakukannya sendiri. Dan untung saja Shu Hua berhasil turun dengan selamat.

"Ternyata berkuda jauh lebih menyenangkan dari yang selama ini aku bayangkan. Jika tidak keberatan, apa lain kali kamu bisa mengajariku cara berkuda?" tanya Shu Hua kepada Xiao Yan.

"Tentu saja aku tidak keberatan. Dan untuk sekarang, silahkan masuk ke kediamanku yang sederhana." Xiao Yan dan Hao Lin mempersilahkan Li Hua dan Shu Hua untuk masuk ke dalam kediaman Xiao Yan.

Ketika pertama kali masuk ke sana, hal pertama yang langsung Shu Hua lihat adalah pemandangan yang tampak sama persis seperti adegan yang ada di drama kolosal. Beberapa pelayan sedang bekerja, dan mereka pun tampak berbisik-bisik saat melihat tuan mereka membawa pulang dua gadis asing.

"Untuk saat ini, kalian bisa tinggal di sini. Ini kediaman Xiao Yan. Di sini aman karena banyak penjaga yang berjaga di sini, dan terlebih lagi, di sini juga banyak pelayan yang bisa membantu kalian berdua. Dan aku akan berusaha untuk sering-sering mampir kemari," jelas Hao Lin.

"Kamu tidak tinggal di sini juga? Lalu, bagaimana dengan orangtua kalian? Apakah dia tidak akan marah jika tahu anaknya membawa pulang dua gadis tak dikenal?" tanya Shu Hua.

"Tentang itu..." Hao Lin sedikit bingung ingin menjelaskan situasi dirinya kepada Shu Hua. Dan untung saja pada saat itu ada Li Hua.

"Kamu tidak perlu memberikan penjelasan. Nanti biar aku yang jelaskan kepada Shu Hua. Dan jika kamu ingin pergi sekarang, tidak apa-apa. Dan terima kasih atas kebaikan kalian. Kami tidak akan melupakan kebaikan kalian ini," ucap Li Hua.

-Bersambung-

1
Chen Nadari
mampir Thor
SecretS
Up lagi kak, besok aja langsung double 5 eps 😄😄😄 sekarang istirahat yang cukup aja kak, tapi cerita kakak Sungguh seru loh, oh ya Aku penasaran apa Li Hua sama Shu Hua itu anak dari orang penting kok sampek diburu terus 🙏😄😄
SecretS
Lanjut kak 😆😆😆, shu hua bakal tau ngak kalau kakak Li Hua nya pingsan, Tolong up lagi kak 🙏🙏🙏
Sungguh penasaran pasti shu hua bakal ngecincang Hao Lin dan Xiao Yan bakal kena nih 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!