NovelToon NovelToon
Luka Di Penghujung Harapan. (Sukacita Kota Nablus)

Luka Di Penghujung Harapan. (Sukacita Kota Nablus)

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:335
Nilai: 5
Nama Author: Ummi Adzkia

yaseer, seorang anak yang hidup di negara konflik. keluarga petani zaitun, namun dia bermimpi untuk mengembangkan usaha orangtuanya dewasa kelak. Namun, karena konflik semakin parah, semua usahanya perlahan runtuh. hingga ketika konflik berhenti, yaseer berusaha sekuat tenaga nya beserta keluarga nya untuk membangun kembali. tapi tiba-tiba hantaman rudal dari penjajah meluluh lantakkan bahan utama usahanya. hingga akhirnya menghancurkan usahanya tak bersisa. akan kah yaseer bangkit kembali atau tamat dengan keadaan fustasi berat? yuk kita simak

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummi Adzkia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 5. Serangan Fajar

Waktu terus berlalu dengan berbagai rasa dan ketegangan yang membuat semua semakin mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa.

Abbas, Haniya dan Yaseer sudah bisa bersekolah di sekolah baba. Mereka bersekolah dengan penuh suka cita. Walau cuma beberapa bulan karena setelahnya sekolah semakin banyak yang di tutup paksa oleh militer zionis.

Menurut catatan sejarah. Pada akhir Juli 1989, pemerintah zionis mengizinkan sekolah-sekolah Palestina dibuka kembali untuk pertama kalinya dalam enam bulan, dengan syarat sekolah-sekolah tersebut mencegah siswa melakukan demonstrasi. Militer zionis juga memerintahkan tentaranya untuk menjaga jarak dari sekolah-sekolah Palestina pada hari sekolah-sekolah dibuka kembali, menyusul permintaan dari para pemimpin pendidikan Palestina.

Sekolah di Nablus pada tahun 1990-an beroperasi di tengah pergolakan Intifada Pertama, yang menyebabkan penutupan sering terjadi akibat perintah militer zionis. Pendidikan sering beralih ke metode informal dan "sekolah rakyat" rahasia untuk mengatasi gangguan sistemik.

" Baba, ayo berangkat, Yaseer takut terlambat...hari ini ada pelajaran matematika, Yaseer harus bisa mengerjakan soal-soal dengan benar".

" kalo Yaseer terlambat, nanti Yaseer ketinggalan penjelasan ustadz..." rengek nya pada baba, karena dilihatnya baba masih membalas pesan di ponselnya.

" Iya iya ayo kita berangkat.. Masyaallah.... yang lagi semangat sekolah.. Semoga kalian menjadi orang yang bermanfaat untuk dunia". Harapan baba pada anak-anak di depannya yang sedang menunggu dengan gelisah karena takut terlambat.

" Aamiin ya Rabb... ". Jawab anak-anak kompak sambil mengangkat tangan mengaminkan doa.

" Ummi... Kami berangkat...!!!". Tariak Yaseer.

" Iya sayang, fiiamaanillah ma'a salaamah. Semoga Allah selalu melindungi kalian diperjalanan dan sepulangnya. Aamiin." doa Ummi.

Anak-anak berpamitan pada ummi, begitu pun baba memeluk sekejap tubuh istrinya.

" Kami pamit. Assalamualaikum warahmatullah.. "

" Waalaikumussalam warahmatullah.. "

****

" Ummi, sekolah Abia libur terus ya.. Abia bosan di rumah terus. Abang, akak dan Kaka mereka boleh sekolah... ". Keluh Abia dengan mencebikkan bibirnya.

Ummi yang melihatnya, jadi tersenyum sendu. Anak seusia Abia memang sedang senang -senangnya bermain bersama. Tapi karena keadaan begini, mereka jadi terkurung di rumah.

"Bersabarlah sayang, kita berdoa semoga masa sulit ini segera berakhir. " nasehat ummi lembut sambil mengusap kepala Abia putri bungsunya.

***

Malam hari di kamar Ali dan Laila.

" Ya... Zaujatiy... besok aku akan safar ke Ramallah, untuk mengambil berkas penting milik sekolah. Dan insyaallah aku juga akan berkunjung ke Masjidil aqsho." beritahu suami nya.

" Apakah akan aman ya Zaujiy.. aku khawatir akan keselamatan mu". Lirih istrinya.

" Aku akan mengajak Abbas untuk menemaniku, insyaallah Allah akan melindungi kami. " usul Ali.

" Baiklah, berhati-hatilah, tolong kembali dengan selamat." pinta Laila dengan mata berkaca-kaca.

" Kalian juga berhati-hatilah di rumah. Aku titipkan anak- anak padamu semoga mereka menjadi pelindung dan penyejuk mata kita". Pinta Ali sambil menangkup wajah istrinya.

Hati Laila berkecamuk, antara ingin melarang atau mengizinkan. Ia berusaha menguatkan hati bahwa Allah pasti akan melindungi suami dan anaknya besok. Tapi kata-kata suaminya membuatnya berfikir yang tidak-tidak. Astaghfirullah... Jerit batin nya.

"Istirahat lah, besok adalah hari yang panjang untuk selalu dilalui dengan penuh kesabaran. Berhusnudzon lah pada Allah akan bagaimana nasib kita kedepan, supaya Allah selalu ada di hati menguatkan perjalanan ibadah kita". Nasehat Ali pada istrinya yang terlihat gelisah.

Laila hanya bisa mempererat pelukan suaminya. Berharap bahwa besok semua akan baik-baik saja.

"Aku akan ke kamar Abang dulu. Memberitahu nya akan perjalanan besok". Kata Ali sambil melonggarkan pelukannya pada sang istri.

"Apakah aku harus mempersiapkan pakaian ganti?". tanya Laila.

" Oh iya, tolong siapkan baju ganti untuk sholat. Ku rasa itu cukup". Pinta Ali sambil tersenyum penuh syukur. Laila hanya menganggukkan kepalanya dengan senyum yang dipaksakan.

***

tok..tok..tok..

" assalamualaikum Abang, boleh baba masuk?". Izin baba di depan kamar Abbas.

Abbas yang sedang membaca pelajaran sekolah nya menoleh ke arah pintu.

"waalaikumussalam. Tafadhol ya baba.."jawab Abbas.

(silakan ayah)

" Abang, besok baba mau ke Ramallah untuk mengambil berkas penting, Abang bisa ikut baba?". Tanya baba.

" Besok pagi ba?". Tanya Abang

" Iya. karena siang nya kita akan berkunjung ke Masjidil Aqsha, sholat dhuhur Disana." jelas baba.

"Owh.... Maaf baba, besok pagi Abang ada uji penilaian. Abang ga mau banyak ketinggalan. Apa Abang boleh ga ikut?". Tolak Abang meminta persetujuan.

"Hmmm.... Baiklah jika Abang tidak bisa ikut baba, baba akan coba cari rekan guru di sekolah yang bisa menemani baba". Putus baba cepat.

" Maaf ya baba.... ". Lirih Abang nada menyesal.

" Laisa musykilah ya waladiy.....(tidak masalah nak) Yasudah teruskan belajarnya ya. Maaf baba ganggu".

" iya baba. Tidak apa2".

***

" Baba berangkat dari rumah atau dari sekolah?". Tanya Abang saat sarapan bersama..

" Baba akan mengantar kalian dulu, dan baba baru berangkat bersama rekan baba. Kami sudah membuat janji". Terang baba.

" Baiklah baba semoga perjalanan baba selamat sampai tujuan dan pulang kembali". Doa Haniya.

"Aamiin.. Kalian belajarlah dengan baik ya. Jangan membuat kerusuhan seperti yang lalu-lalu, kalian jangan sampai terluka, kalian harus saling menjaga dan melindungi satu sama lain". Nasehat ayah serius

" iya baba, tapi baba pasti kembali kan?". Tanya Haniya dan Abia dengan mata berkaca-kaca menahan tangis.

Mereka memang jarang terpisah. Namun kepergian baba kali ini ntah dirasa sangat menyakitkan. Terlebih ummi seperti menyimpan rasa yang sulit dijelaskan. Begitu pula Haniya. Perasaan nya yang lembut. Sangat mudah membuat nya menangis sedih.

Selesai sarapan bersama. Mereka saling berpelukan. Melepas kepergian baba dengan haru biru, karena ketegangan yang terjadi di sana sini membuat mereka semakin khawatir.

Namun mereka berusaha menguatkan hati. Bahwa Allah bersama mereka dan selalu membimbing dan melindungi mereka.

" Kami berangkat ummi, Abia assalamualaikum..." pamit baba dan anak-anak.

****

" Anak-anak baba berangkat ya.. Jaga diri kalian selama baba pergi. Abang titip adik-adik mu ya. Baba percaya sama Abang." pesan baba.

Haniya dan Yaseer sekuat tenaga menahan air mata. mereka berdua hanya menganggukkan kepala tanda mengerti.

Baba pergi melambaikan tangan. Lalu menaiki taxi bersama rekan kerja nya. Menuju Ramallah.

Perjalanan berjarak ±36km dapat ditempuh dengan 2 jam perjalanan. karena banyak nya post -post zionis untuk pemeriksaan.

Sampai di Ramallah. Ali dan rekannya berjumpa dengan orang yang mereka ingin di temui. setelah berbincang sejenak. Mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Masjidil Aqsha.

Perjalanan yang di tempuh ±30menit dari Ramallah. Pemandangan yang tak jauh berbeda dengan kota Nablus, hanya saja banyak tulisan-tulisan yang mencerminkan protes dan harapan dari warga sekitar.

Sampai di Masjidil Aqsha waktu mendekati dhuhur. Dan mereka bersiap untuk sholat berjamaah. Setelahnya makan siang dan berencana pulang. Tapi ternyata...

" Ada apa ini"? Tanya rekan Ali terkejut ketika banyaknya pasukan militer zionis yang memaksa merangsek ke lingkungan masjid.

" Hasbunallah wani'mal wakiil... Semoga kita dalam lindungan Allah..." lirih Ali mencoba tenang.

" WARGA SIPIL DI LARANG KELUAR DARI AREA INI. AKAN ADA PEMERIKSAAN PEMBERONTAK YANG MENYUSUP DI ANTARA KALIAN....!!!!!" Komando dari salah satu militer dengan berteriak.

" Hasbunallah... Ya Allah... lindungi kami dari kedzoliman makhluq". Gumam Ali.

" Kita tidak bisa langsung pulang. Cepat kabari keluarga kita!". kata rekan Ali berbisik. Ali hanya mengangguk saja dan mengeluarkan ponsel dari saku celananya.

****

" Ummi, baba akan terlambat pulang. Katanya ada pemeriksaan di area Masjidil Aqsha... " kata Abang yang membaca pesan baba di ponsel umminya.

" Ya. Allah.. Semoga baba bisa cepat kembali dengan selamat ya... Kita doakan bersama". Arahan ummi pada anak-anak nya yang sedang berkumpul di ruang keluarga.

***

Ternyata pemeriksaan yang dimaksud para militer zionis itu tidaklah terjadi. Mereka hanya menggertak agar para warga tidak berkeliaran kemana-mana.

Warga di tahan di lingkungan masjid. Bagi tamu seperti Ali dan rekannya, mereka hanya bisa menunggu di dalam masjid dengan banyak sholat dan mengaji.

Hingga matahari condong ke barat, cahayanya pun bersinar oranye. Namun mereka tetap di pantau. Hingga malam tiba pun mereka masih tertahan.

Ali dan rekannya terus memberi kabar pada keluarganya dirumah. Semoga ini cepat berakhir. Dan sepertinya mereka harus menginap di sekitar masjid.

Hingga waktu menjelang shubuh, mereka sudah berada di dalam masjid untuk bermunajat pada Allah Sang Maha pemberi kehidupan. mereka dan warga lainnya khusu' dalam munajad nya.

Waktu shubuh pun tiba. Para jemaah melaksanakan sholat shubuh dengan khusyuk dan lantunan ayat Alquran yg merdu. Seakan menarik mereka ke dalam isi bacaan Alquran tersebut.

Baru saja menyelesaikan rakaat terakhir. Terdengar keributan di luar masjid. Imam sholat berusaha tenang menyelesaikan sholat nya hingga salam.

Bau asap mulai tercium. Lemparan Deni lemparan bom kecil mulai membakar beberapa titik masjid. Teriakan dan gema takbir terus bersautan panik. tembakan pun tak luput dari serangan itu. Beberapa jamaah sudah bergeletakan kehabisan oksigen dan terluka.

Suasana semakin mencekam. Peluru-peluru seakan beterbangan mencari mangsanya. Hingga....

"akh..... Allahu Akbar.. "

"Ali ...... !!!! Allahu Akbar... !!!.

1
Ummi Adzkia
aku jadi ikutan nyesek... semangat ya Yaseer ...
Ummi Adzkia
tadinya mau bikin konflik berdarah. tapi ga tega hati ini.. hiks...
Ummi Adzkia
selalu begitu ya. bikin kesepakatan tapi di langgar sendiri.. dari dulu begitu sama kayak bestie nya. mau heran tp udah ada di Al-Qur'an.
Ummi Adzkia
gimana tuh? Abia perutnya nangis, Yaseer rock n roll, Hania keroncongan apa dangdutan....?
Ummi Adzkia
siap 💪💪Allahu Akbar !!!!
Ummi Adzkia
Yaseer ini pemerhati juga. semoga ilmu nya bisa kepake buat masyarakat 👍
Ummi Adzkia
apaan coba. gaje banget lho si zion inih.. /Slight/
Ummi Adzkia
innalillahi... semoga Abia dan Haniya baik-baik saja ya. aamiin.
Ummi Adzkia
mereka hanya di suruh ngungsi ya. bukan suruh pindah. berarti hanya sementara. tapi ga tau juga nnti nya. 🙏
happy reading 💪
Ummi Adzkia
coba ada yang bisa bayangin situasi nya kek gimana? komen yah🙏😄
Ummi Adzkia
nah loh apaan tuh??
Ummi Adzkia
di saya mah hari Jumat. kami mulainya hari Rabu 18 feb.
happy Ied Mubarak
Protocetus
lebaran nanti hari sabtu
Protocetus
salken 💪
Ummi Adzkia: happy reading. semoga suka ya
total 1 replies
Ummi Adzkia
Alhamdulillah. terkadang kepasrahan kita pada Allah bisa mendatangkan. rezeki. happy reading di karya ku ya.

komen baik nya ditunggu ya.
Ummi Adzkia
ketemu malaikat mau apa heh?.. mau minta THR apa mau ketemu baba? Abia ngeri juga minta nya.😄
Ummi Adzkia
itu Haniya iseng juga ya. pasti panik juga itu ummi ...
Ummi Adzkia
kira-kira Abang gimana nasib nya ya?. komen yuk
Ummi Adzkia
beli kurmanya cod ya Abia. ada2 aja ni si Abia.
Ummi Adzkia
gini nih yang bikin makin panik. lagi makan tiba2 dum.. rudal meluncur bebas ke atas rumah2 dan gedung2 tinggi. ga kebayang yg tinggal di sana kek gmn. .. /Sweat/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!