NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Susu Putra Sang Pewaris

Menjadi Ibu Susu Putra Sang Pewaris

Status: tamat
Genre:CEO / Ibu susu / Duda / Tamat
Popularitas:457.3k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Setelah memergoki perselingkuhan suaminya, Kamila Andini mengalami tragedi hebat, ia terjatuh hingga kehilangan calon bayinya sekaligus harus menjalani pengangkatan rahim. Penderitaannya kian lengkap saat sang suami, Danu, menceraikannya karena dianggap tak lagi "sempurna".
Berharap mendapat perlindungan di rumah peninggalan ayahnya, Kamila justru dijadikan alat oleh ibu tirinya untuk melunasi utang kepada seorang konglomerat tua. Namun, kejutan menantinya. Bukannya dinikahi, Kamila justru dipekerjakan sebagai ibu susu bagi cucu sang konglomerat yang kehilangan ibunya saat persalinan.
Evan Anggara, ayah dari bayi tersebut, awalnya menentang keras kehadiran Kamila. Namun, melihat kedekatan tulus Kamila dengan putranya, tembok keangkuhan Evan perlahan runtuh. Di tengah luka masa lalu yang belum sembuh, akankah pengabdian Kamila menumbuhkan benih cinta baru di antara dirinya dan Evan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Tuan Chen yang sebenarnya

Pagi menyingsing dengan semburat merah yang membawa harapan palsu bagi Kamila. Dengan langkah yang masih sedikit goyah akibat luka operasi yang belum sepenuhnya pulih, ia merapikan pakaiannya di depan cermin. Di luar kamar, Bu Elma dan Mita sudah menunggu dengan senyum yang dipaksakan tampak prihatin, padahal hati mereka bersorak kegirangan.

"Hati-hati di jalan, Mila. Ingat, hanya kau yang bisa menyelamatkan rumah Ayahmu," ucap Bu Elma sambil mengantar Kamila ke depan pintu.

"Iya, Mila, jangan pulang sebelum Tuan Chen luluh hatinya, ya?" tambah Mita, nyaris tidak bisa menahan tawa kemenangannya saat melihat sebuah taksi online berhenti di depan pagar.

Kamila mengangguk lemah, lalu masuk ke dalam mobil. Sepanjang perjalanan menuju mansion Tuan Chen, jemari Kamila saling bertaut erat. Jantungnya berdegup kencang, membayangkan sosok pria tua kejam yang akan ia hadapi. Namun, setiap kali rasa takut itu muncul, ia membayangkan wajah mendiang ayahnya.

'Demi Ayah, aku harus kuat,' batinnya menguatkan diri.

Begitu taksi berhenti, Kamila disambut oleh gerbang besi hitam yang menjulang tinggi bak benteng raksasa. Dua orang bodyguard bertubuh tegap dengan setelan jas hitam menghampirinya. Setelah menyebutkan tujuannya, gerbang itu terbuka perlahan, menyingkap halaman luas dengan air mancur dan bangunan megah yang membuat Kamila merasa sangat kecil.

Seorang bodyguard mengawalnya masuk ke dalam ruang tamu. Kamila duduk di tepian sofa beludru mewah, matanya menatap takjub pada lampu kristal yang menggantung di langit-langit setinggi lima meter. Namun, kekagumannya teralihkan saat langkah kaki terdengar mendekat.

Seorang pria tua muncul. Kamila segera berdiri dan membungkuk hormat, menunggu bentakan atau tatapan dingin. Namun, yang ia dapatkan justru senyum ramah yang tulus.

"Jadi, kau itu Kamila?" tanya Tuan Chen dengan suara berat namun tenang.

"Betul sekali, Tuan Chen," jawab Kamila terbata, suaranya hampir hilang karena gugup.

Tuan Chen memperhatikannya dari ujung rambut hingga ujung kaki. "Rupanya ibumu tidak main-main dengan rencananya. Kau sepertinya wanita baik dan juga polos. Jadi, kau sudah tahu kalau kau menjadi jaminan atas hutang ibumu dan juga kakakmu?"

Mendengar hal itu, Kamila tersentak seolah baru saja ditampar. "Maaf Tuan, bukankah ibu dan kakak saya mengatakan bahwa Anda akan menyita rumah kami karena mendiang ayah saya telah berhutang tiga miliar kepada Tuan?"

Tuan Chen tertegun sejenak, lalu tawa terbahak-bahak pecah memenuhi ruangan. "Kau itu polos atau bodoh, Kamila? Saya ini tidak pernah kenal ataupun tahu tentang Ayahmu. Bagaimana mungkin ayahmu berhutang padaku?"

Wajah Kamila memucat. Dunianya serasa runtuh. "Tapi... mereka bilang..."

"Kau itu pelunas hutang ibu dan juga kakakmu," potong Tuan Chen tegas. "Dan kau tidak bisa kembali lagi ke rumahmu. Kau datang ke sini, itu artinya kau telah menyetujui perjanjian ini."

Tubuh Kamila gemetar hebat.

'Dibuang, Aku telah dibuang oleh keluargaku sendiri,'

pikirnya perih, Ia membayangkan hal-hal mengerikan, apakah ia akan dijadikan pelayan seumur hidup, atau bahkan lebih buruk lagi oleh pria di depannya ini?

Tiba-tiba, keheningan yang mencekam itu pecah oleh suara tangisan bayi yang melengking dari lantai atas. Seorang wanita paruh baya berlari menuruni tangga dengan wajah panik.

"Tuan! Suhu tubuhnya Tuan Muda kembali tinggi, padahal baru saja kemarin kembali dari rumah sakit!" serunya panik.

Wajah ramah Tuan Chen seketika berubah menjadi kecemasan yang mendalam.

"Kenapa bisa jadi seperti ini? Kasihan cucuku!" Ia kemudian menoleh tajam pada Kamila. "Kamila, ikutlah denganku!"

Kamila, yang masih terpaku dalam keterkejutan, hanya bisa mengikuti langkah Tuan Chen menuju lift pribadi di sudut ruangan. Begitu pintu lift terbuka di lantai dua, mereka melangkah masuk ke sebuah kamar bayi yang sangat megah, penuh dengan perlengkapan bayi paling mahal.

Di atas ranjang bayi yang indah, seorang bayi laki-laki mungil tampak sangat pucat, wajahnya merah karena terus menangis. Seorang suster mendekat dengan wajah putus asa.

"Maaf Tuan Besar, Tuan Muda tidak mau minum susu formula yang sudah saya buat. Semuanya telah dimuntahkan," ujar suster itu gemetar.

Melihat bayi itu, amarah dan ketakutan Kamila seolah menguap begitu saja. Naluri keibuannya yang terluka karena kehilangan bayinya sendiri kini bergejolak hebat. Ia mendekati ranjang itu perlahan. Saat matanya bertemu dengan mata kecil bayi itu, sang bayi tiba-tiba terdiam. Tangisannya berhenti seketika, digantikan oleh suara isakan kecil yang memilukan.

Tuan Chen mengembuskan napas lega yang panjang. "Tuan, bolehkah saya menggendong bayi ini?" tanya Kamila lirih.

"Tentu saja, Kamila. Sebenarnya... saya ingin mempekerjakan kamu untuk merawat cucuku sekaligus menjadi ibu susu untuknya," ungkap Tuan Chen jujur. "Saat ibumu menceritakan anakmu meninggal saat kau melahirkan, dari situlah muncul ide ini. Aku setuju dengan negosiasi dari ibumu karena aku pikir kau bisa membantu Baby Zevan. Sudah berpuluh-puluh susu formula terbaik ia konsumsi, namun tak ada satupun yang cocok. Kamu mau menjadi ibu susu untuk cucuku? Untuk Baby Zevan?"

Kamila mengangkat bayi itu ke dalam dekapannya. Bau bayi yang khas dan kehangatan tubuh kecil itu meresap ke dalam dadanya, mengobati lubang hampa yang ditinggalkan oleh bayinya yang telah tiada. Saat Baby Zevan menatapnya dan memberikan senyuman tipis, Kamila merasa seolah takdir sedang memberinya kesempatan kedua.

"Baiklah Tuan," ucap Kamila dengan nada mantap yang belum pernah ia miliki sebelumnya. "Saya bersedia menjadi ibu susu untuk Baby Zevan."Kamila duduk perlahan di sebuah sofa empuk yang terletak di sudut kamar megah tersebut. Dekapan tangannya semakin erat namun tetap lembut saat merasakan kegelisahan Baby Zevan. Tak lama kemudian, Kamila merasakan sensasi penuh yang amat sangat di dadanya. Sejak kehilangan bayinya, produksi ASI nya memang tidak berhenti, dan kini cairan itu terasa sangat melimpah hingga merembes membasahi pakaian dalamnya.

Dengan sedikit ragu namun didorong oleh rasa kemanusiaan, Kamila mulai membuka kancing bajunya sedikit, memberikan asupan kehidupan bagi bayi kecil yang malang itu.

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Kamila menyusui seorang bayi yang bukan darah dagingnya. Begitu mulut mungil Baby Zevan menyentuh putingnya, bayi itu langsung menghisap dengan sangat rakus, seolah-olah ia telah menunggu momen ini sepanjang hidupnya yang singkat. Kamila sempat meringis kecil, merasakan sedikit nyeri karena hisapan yang kuat, namun rasa sakit itu segera terkalahkan oleh rasa iba saat menatap wajah pucat Baby Zevan yang kini perlahan mulai tenang.

Tuan Chen yang berdiri tak jauh dari sana memperhatikan pemandangan itu dengan mata yang berkaca-kaca. Sebuah beban berat seolah terangkat dari pundaknya. Rencananya berhasil.

"Ku harap kau bisa menyayangi cucuku, Kamila," suara Tuan Chen memecah keheningan, ia kini duduk di kursi kayu jati, memperhatikan Kamila yang duduk membelakanginya demi privasi. "Kasihan cucuku... sedari lahir ia belum pernah merasakan hangatnya dekapan seorang ibu, apalagi mendapatkan ASI."

Kamila menunduk, mengusap pipi bayi itu dengan jarinya yang lentik. "Memangnya kemana ibunya Baby Zevan, Tuan?" tanyanya dengan nada suara yang rendah dan penuh kehati-hatian.

Tuan Chen menghela napas panjang, sebuah helaan napas yang sarat akan duka lama yang belum sembuh. "Ibunya Baby Zevan meninggal dunia saat melahirkannya. Komplikasi yang sangat berat... tim dokter tidak bisa menyelamatkannya."

Mendengar pengakuan itu, dada Kamila terasa sesak. Rasa sakit yang ia rasakan akibat kehilangan bayinya seolah beresonansi dengan takdir bayi ini yang kehilangan ibunya. Mereka berdua adalah jiwa-jiwa yang terluka yang dipertemukan oleh nasib yang kejam.

"Maafkan saya, Tuan. Saya mengerti rasanya kehilangan," bisik Kamila pelan, matanya mulai berkaca-kaca. "Insyaallah... saya akan menyayangi Baby Zevan layaknya anak saya sendiri. Saya tidak akan membiarkannya merasa sendirian."

Tuan Chen tersenyum tulus, sesuatu yang jarang sekali ia tunjukkan pada orang asing.

"Terima kasih, Kamila. Kau tidak tahu betapa berartinya itu bagiku."

Pria tua itu kemudian menyandarkan punggungnya, menatap ke arah jendela besar yang memperlihatkan pemandangan taman. Dalam diam, ia bergumam di dalam hatinya.

‘Evan, putraku... semoga kau secepatnya kembali dari perjalanan bisnismu. Aku sudah menemukan ibu susu yang tepat untuk putramu. Seorang wanita yang memiliki hati semurni embun. Semoga saja kau setuju dengan ideku ini, dan mungkin... rumah ini tidak akan terasa sesunyi dulu lagi.’

Bersambung...

1
Dewi Lestari
semua cerita nya bagus2
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih kak 🙏😘
total 1 replies
ceuceu
Tidak membenarkan perbuatan miranda,tapi di liat dari sisi seorang istri ga rela suaminya di ambil wanita lain,disini miranda korban,tapi kok kesan nya miranda yg dzolim.
bukan prihal percobaan pembunuhan ya
ceuceu
Kurang setuju dgn sikap evan yg mukulin danu yg sudah tdk berdaya cacat,wlwl danu jahat salah,kn dia datang buat minta maaf.
ceuceu
Pemeran utama wanita bodoh dari awal.
ceuceu
Wanita hamil besar turun lewat tangga darurat,kenapa ga naik lift.
hadeuh
iren thezer
alir ceritanya bagus
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih kak 🙏😊
total 1 replies
~Ni Inda~
Jujur aja Mil
Biar Evan gak peluk² betina itu lg
Aku aja msh gedeg...masa kamu enggak Mil
~Ni Inda~: 😄😄😄😄😄
total 2 replies
~Ni Inda~
Nah...kenapa kau coreng muka Mommy Martha yg sdh begitu baik menerimamu
Bukannya berterima kasih...malah melempar kotoran ke muka orangtuamu
Dasar anak tak tau diri
~Ni Inda~
Hadeehhh...sdh tau bawa masalah...malah nambah masalah
Mestinya kau baik²in Kamila biar aman kau menyembunyikan kehamilanmu dari orgtuamu...meski gak pasti aman sih
Tp setidaknya ada Kamila yg lembut hati
Tp ini malah nyari masalah dg Kamila & Evan
Otw diusir sana sini kau Jenika
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Good//Good//Good/
total 1 replies
~Ni Inda~
Gimanaaaa...tersepona thooo
Ayo ngaku 🤣🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Curse//Curse//Curse/
total 1 replies
~Ni Inda~
Tak satupun tuan rmh yg suka kpdmu
Baik Tuan Chen...Evan apalagi baby Zevan bahkan para pelayan
Kau samasekali tak punya tempat dsana
Kok maksa😇
~Ni Inda~
Hadeehhh...perempuan kasar...sikap & perkataan
Mana mau baby Zevan sama mu
Yg ada tangis melengking setiap saat
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul kak 🤣
total 1 replies
~Ni Inda~
Ya silahkan sih..hdp trs dg bayang² Jingga selama hdpmu
Tp apa iya kau mampu menolak pesona Kamila 🤣🤣🤣
Hatimu sedikit demi sedikit akan mulai berkhianat lohh 😆😆
~Ni Inda~
Evan...mari kita lihat seberapa lama kau bs menolak pesona Ibu susu bayimu 🤣🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nah, itu dia kak 🤣
total 3 replies
sudarti darti
Luar biasa
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih kak 🙏😊
total 1 replies
Anonim
Kalau aku jadi mila, aku wkwn tega dgn ibu tiriku, toh gk ada ikatan darah, tidak ada ikatan batin
Anonim
Cuma heran kamila kenapa masih berbaik hati, rumah peninggalan ayah ya di gadaikN di meja judi masih berbaik menolong wkwkkwkw pantes kalau dia di buang sok2 jadi pHlawan hidupnya aja blm jelas kedepannya bagaiman, cerita gk jelas sorry
sudarti darti
jujurlah pada pasangan mu sebelum timbul kesalah pahqman
Lali Omah
kirain kembar thorrr 😄😄😄
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Irni Yusnita
bagus ceritanya 👍 dan enak dibaca
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih kak 🙏😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!