NovelToon NovelToon
Air Mata Istri Hamil, Janji Mafia Yang Mengikat

Air Mata Istri Hamil, Janji Mafia Yang Mengikat

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Mafia / Dark Romance
Popularitas:25.4k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Diselingkuhi saat hamil besar, ia hampir kehilangan segalanya, termasuk anak yang belum sempat ia peluk.

Di titik terendah hidupnya, seorang pria asing menyelamatkannya.
Berbahaya. Dingin. Dan tidak pernah memberi tanpa imbalan.

Satu syarat.
Satu ikatan yang tak bisa ia tolak.

Demi bertahan… demi anaknya, ia menerima.
Lima tahun berlalu.

Hidup yang ia bangun perlahan terasa utuh, hingga masa lalu datang kembali, menuntut apa yang dulu ia abaikan.

Namun kali ini, ia bukan wanita yang sama.
Dan pria di sisinya…
bukan seseorang yang bisa disentuh tanpa konsekuensi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Sementara itu, Lin Xue bersama para karyawan baru lainnya sedang menjalani tahap wawancara akhir di Fan Group.

Setelah proses tersebut selesai, wanita itu melangkah keluar dari ruang rapat dengan tenang.

Ia mengenakan rok pensil putih yang dipadukan dengan blazer berwarna senada. Bagian dalamnya kaos yang terbuka di bagian atas sehingga terlihat belahan dada. Penampilannya yang seksi yang mampu menarik semua lirikan pria.

Tubuhnya tinggi dan proporsional, kulitnya putih, dan wajahnya begitu cantik hingga menarik perhatian banyak orang.

Beberapa staf pria yang berada di koridor tanpa sadar menoleh ke arahnya.

"Siapa dia?"

"Karyawan baru?"

"Cantik sekali..."

Bisik-bisik pelan terdengar di berbagai sudut.

Namun Lin Xue seolah sudah terbiasa dengan perhatian semacam itu.

Ekspresinya tetap tenang saat berjalan melewati para karyawan.

Di dalam lift, ia mengeluarkan ponselnya lalu mengirim sebuah pesan.

"Aku sudah berhasil masuk ke Fan Group."

Tidak lama kemudian sebuah balasan muncul.

"Bagus. Jangan lakukan hal yang mencurigakan. Prioritas utama kita tetap Lucien Fan."

Tatapan Lin Xue sedikit berubah.

"Aku mengerti."

Setelah mengirim balasan, ia mematikan layar ponselnya.

Lin Xue melangkah menyusuri koridor perusahaan dengan sepatu hak tingginya yang berbunyi pelan di lantai marmer.

"Rencana pertama telah berhasil. Kali ini mendekati Lucien adalah rencana kedua," gumamnya.

Tatapannya tertuju ke ujung koridor, tempat kantor direktur berada.

Saat hendak melangkah lebih jauh, seorang karyawan menghentikannya.

"Nona, Anda ingin ke mana? Di sana adalah kantor direktur," tanyanya.

Lin Xue tersenyum ramah.

"Ada dokumen yang harus saya antar atas perintah manajer."

"Oh begitu. Silakan masuk. Saat ini Direktur tidak sedang menerima tamu lain," jawab karyawan itu.

"Terima kasih."

Lin Xue mengangguk lalu kembali berjalan.

Senyum tipis muncul di bibirnya.

"Lucien Fan, aku mendengar kau sudah menikah. Aku tidak percaya pesonaku tidak bisa menarik perhatianmu. Kali ini tujuanku adalah menghancurkan rumah tanggamu," batinnya penuh keyakinan.

Tiba-tiba ponselnya bergetar.

Sebuah pesan masuk.

"Alyysa Liu ada di bawah. Sepertinya dia datang membawa bekal untuk suaminya."

Mata Lin Xue langsung berbinar.

"Waktu yang tepat!" gumamnya.

Tanpa memperlambat langkah, ia terus berjalan menuju kantor Lucien. Senyum di wajahnya semakin dalam seolah sebuah rencana baru telah muncul di benaknya.

Lin Xue mengetuk pintu kantor direktur dengan pelan.

Tok... tok...

Tidak ada jawaban.

Ia menunggu beberapa detik lalu kembali mengetuk.

Tok... tok...

Tetap tidak ada suara.

Perlahan ia membuka pintu dan melangkah masuk.

Ruangan kantor yang luas itu terlihat sangat tenang.

Di balik meja kerja besar, Lucien sedang bersandar di kursi direktur sambil memejamkan mata.

Sepertinya pria itu tertidur karena kelelahan setelah bekerja.

Lin Xue menutup pintu dengan hati-hati.

Tatapannya langsung tertuju pada wajah Lucien.

Pria itu memang tampan.

Rahang tegas, hidung mancung, dan aura dingin yang sulit diabaikan.

Tidak heran banyak wanita mengaguminya.

Senyum tipis muncul di bibir Lin Xue.

"Jadi ini Lucien Fan..."

Ia melangkah mendekat.

Sepatu hak tingginya berbunyi pelan di atas lantai.

Namun Lucien tidak menunjukkan reaksi apa pun.

Lin Xue berhenti di depan meja kerja.

Tatapannya turun ke wajah pria itu.

"Dari dekat bahkan lebih tampan dari foto," gumamnya pelan.

Ia kemudian sengaja membungkukkan badan sedikit di atas meja.

Aroma parfum mahalnya memenuhi udara di sekitar mereka.

Sayangnya Lucien tetap tidak bergerak.

Hal itu membuat Lin Xue sedikit kesal.

"Lucien Fan, aku tidak percaya ada pria yang tidak tertarik pada wanita sepertiku."

Melihat Lucien yang tidak memberikan reaksi apa pun, Lin Xue melangkah semakin dekat.

Ia berdiri di samping meja kerja dan menatap wajah pria itu dari jarak dekat.

"Benar-benar tampan..." gumamnya pelan.

Beberapa detik kemudian, bulu mata Lucien bergerak.

Pria itu perlahan membuka matanya.

Tatapan tajamnya langsung tertuju pada sosok yang berdiri di hadapannya.

Lin Xue seolah terkejut.

"Direktur Fan."

Ia buru-buru berbalik seakan tidak menyangka pria itu sudah bangun.

Namun saat melangkah mundur, tumit sepatunya sengaja terpelintir.

"Aah!"

Tubuhnya kehilangan keseimbangan dan langsung jatuh ke arah Lucien.

Bruk!

Lin Xue terduduk di pangkuan pria itu.

Wajahnya memperlihatkan kepanikan."Maaf, Direktur Lucien! Saya tidak sengaja!"

Lucien langsung mengerutkan kening dan mendorongnya menjauh.

"Pergi."

Lin Xue menggigit bibirnya pelan.

Ia tidak menyangka Lucien bahkan tidak berusaha menangkapnya.

"Direktur, saya tidak sengaja," ucap Lin Xue yang menghampiri Lucien dan berpura-pura tersandung sehingga ia memeluk Lucien yang duduk di kursi besarnya.

Tepat saat itu pintu kantor terbuka.

Alyysa yang membawa kotak bekal berdiri di ambang pintu.

Matanya langsung melihat Lin Xue yang berada sangat dekat dengan Lucien.

Senyum tipis muncul di sudut bibir Lin Xue.

"Akhirnya kau datang juga, Alyysa Liu... batinnya.

"Alyysa?" tanya Lucien yang langsung bangkit dari kursi besarnya.

"Direktur, maaf, saya tidak sengaja," ucap Lin Xue dengan sengaja.

"Sepertinya aku datang di waktu yang salah," ujar Alyysa yang melangkah masuk. Matanya memperhatikan wanita di hadapannya.

Wanita itu memang sangat cantik.

Kulit putih, wajah menawan, dan penampilan yang menarik perhatian.

"Ternyata dia wanita yang dicari Lucien selama ini. Cantik sekali," batin Alyysa.

"Istriku, tidak seperti yang kau bayangkan. Aku juga tidak tahu kenapa dia ada di sini," jelas Lucien.

Alyysa meletakkan kotak bekal di atas meja dan berusaha tetap tenang meski dadanya terasa sesak.

"Tidak apa-apa. Aku mengerti," ucapnya sambil tersenyum.

"Segera pergi dari sini. Siapa yang menyuruhmu datang?" tanya Lucien dingin kepada Lin Xue.

"Saya hanya mengantarkan dokumen dari manajer. Saat masuk, Direktur sedang beristirahat. Saya tidak sengaja terjatuh," jawabnya dengan wajah polos.

"Kau hanya karyawan paling bawah, sejak kapan kau memiliki wewenang masuk ke kantorku?" tanya Lucien dengan wajah dingin.

"Direktur, saya minta maaf. Ke depannya saya akan lebih berhati-hati," jawab Lin Xue.

"Dia bahkan sudah menjadi karyawan tetap," batin Alyysa.

"Aku harus menjemput Kael, aku pergi dulu," pamit Alyysa.

"Alyysa..." panggil Lucien.

"Nyonya, tolong jangan salah paham, Direktur tidak bersalah," ucap Lin Xue.

Alyysa menoleh ke arah wanita itu.

"Kalau aku yang dulu, aku pasti sudah menghajarnya. Tapi sekarang aku tidak bisa. Karena hasil DNA belum keluar. Bagaimana kalau dia benar-benar ibu dari anak Lucien?" batin Alyysa.

"Tidak perlu minta maaf, selamat bekerja," kata Alyysa dengan senyum.

Setelah itu Alyysa keluar dari ruangan itu.

Lucien langsung menekan tombol telepon di mejanya.

"Lucas, ke kantor sekarang juga!" perintahnya.

"Baik, Bos," jawab Lucas dari seberang telepon.

Beberapa menit kemudian Lucas masuk ke dalam kantor.

"Bos, ada apa?"

"Siapa yang memberinya izin masuk ke kantorku?" tanya Lucien.

"Saya akan segera mencari tahu."

"Tidak perlu cari tahu. Mulai hari ini tidak ada seorang pun yang boleh masuk ke kantorku tanpa izin langsung dariku."

"Baik, Bos."

Lucien menoleh ke arah Lin Xue.

"Kalau ada dokumen, serahkan kepada sekretaris. Jangan pernah masuk ke kantorku lagi tanpa izin."

"Direktur, saya hanya menjalankan perintah atasan."

"Itu bukan alasan."

Lin Xue mengepalkan tangannya. "Saya mengerti."

"Keluar."

"Baik, Direktur," jawab Lin Xue sebelum meninggalkan ruangan.

Setelah pintu tertutup, Lucas berkata, "Bos, bukankah ini hanya kesalahpahaman kecil?"

Lucien menatap pintu kantor.

"Kalau kau melihat wajah Alyysa tadi, kau tidak akan mengatakan itu."

"Bos..."

"Akan sangat sulit membuat Alyysa percaya kalau aku dan wanita itu tidak melakukan apa pun," gumam Lucien.

"Segera pecat wanita itu, jangan sampai dia menginjak kakinya ke perusahaan!" perintah Lucien.

***

Saat Alyysa berdiri di depan pintu lift, ia hanya termenung.

Pintu lift belum juga terbuka.

Tiba-tiba Lin Xue datang dan berdiri di sampingnya dengan dagu terangkat.

"Nyonya, jangan salahkan saya kalau Direktur tertarik pada saya," ucap Lin Xue.

Alyysa menoleh ke arah wanita itu..Tatapannya tenang.

"Kau sengaja ingin memprovokasi kami?" tanya Alyysa.

"Bukan. Semua pria tidak akan bisa menahan pesonaku. Direktur juga pria normal. Dan yang paling penting, anak yang aku lahirkan adalah darah dagingnya," ucap Lin Xue.

Alyysa menatapnya beberapa detik.

"Jadi, dia tahu siapa pria yang bermalam dengannya? Tapi, kenapa tidak datang menemui Lucien lima tahun lalu," batinnya.

"Anak Lucien? Buktikan saja kalau memang benar!" jawab Alyysa." kalau bukan aku akan menghajarmu karena berani mengoda suamiku!"

"Nyonya, aku lebih cantik dan seksi darimu, jadi tidak salah kalau direktur tertarik padaku," ujar Lin Xue.

"Lin Xue, Lucien adalah pria yang punya harga diri, dia tidak akan menyentuh barang murahan," sindir Alyysa.

1
Inez Putri
mungkin mlm itu yg tdr dgn luciean mamanya keal. dan keal ank kandung luciean.😍😍😍 q mlh setuju, smkn menarik.
💝F&N💝
yaaaaaaah, aku rasa wanita malam itu adalah allyysa.
jadi kael adalah anak kandung dan anak secara biologisnya si lucien.
tp mereka aja yang belum menyadari.
ayo thor, ndang sat set gitu loh
Ika Rukmiati
bisa jadi bisa jadi😄
Maria Mariati
jangan2 kael anak kandung lucien
Jessica Xie
semoga negatif
klo ngak kasihan Kael dan Alyssa
Maria Mariati
kenapa kan Lucien udah yakin kalo itu anak nya, ko jadi bingung, saya ikutan bingung😄😄😄
Sun Rise
semoga hasilnya negatif ya
💝F&N💝
gokil👍👍👍👍
cerita ini gokil banget.
tokoh tokoh ya mulai tokoh utama sampai tokoh pendamping ada gregetnya.
dan yang paling aku suka adalah tokoh ini si kecil kael yang pemberani. allyysa wanita yang tidak mudah ditindas. dan kepala keluarga lucien semoga tetep bisa menjadi pengayom bagi keluarga.
💝F&N💝
secangkir kopi susu manis untuk memulai harimu
💝F&N💝
Alyysa 👍👍👍👍👍 too markotop
💝F&N💝
pintar kael.
lawan mereka yang berusaha menindasmu dan ibumu
💝F&N💝
waaaaah gokil👍

bagus kael.
bagus allyysa.
Sun Rise
kasihan sekali kael..... semoga tommy bkn anak luciien
💝F&N💝: aku rasa memang tommy itu bukanlah anaknya lucien. ini jebakan aja dari musuhnya lucien. dan aku harap lucien segera mengetahui siapa dibalik itu semuan
total 1 replies
Jessica Xie
jgn2 si Lin xue ada hubungan dengan Darius Fan dech
gk mungkin si Darius menghilang d telan bumi
Maria Mariati
abis nasib para guru habis ini
💝F&N💝
anak cerdas👍.
bagus kael. lawan dia yang bikin gara gara sama kamu aku mendukungmu.
selagi kau tidak bersalah jangan pernah tunduk sama siapapun kecuali sama ibumu.

ha ha ha ha
jangan jangan si kael ini adalah anak kandung dari lucien ya.
aku kok berharapnya seperti itu. bukan cuma sebagai anak sambung saja.

thor, bikinlah cerita seperti itu 😍😍🙏🙏🙏🙏🙏
💝F&N💝
cerdas kau allysa
Jax Maxll
didikan Lucien ke Kael benar2 Hebat, sepertinya ada Konspirasi yg ingin menghancurkan Rumah Tangga Lucien dan Alyssa. Semangat thor, ga sabar nunggu cerita selanjutnya
💝F&N💝
good job Alyysa. pertahankan apa yang audah menjadi milikmu.pertahankan rumah tanggamu.
jadilah wanita tangguh. selidiki anak itu tanpa sepengetahuan lucien. yaaah untuk berjaga jaga aja. karena aku iru curiga anak itu bukan anaknya lucien. aku curiga ini hanya jebakan untuk lucien.
Maria Mariati
ternyata hadehhhhhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!