NovelToon NovelToon
POSESIF

POSESIF

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Diam-Diam Cinta / Pihak Ketiga / LGBTQ
Popularitas:993
Nilai: 5
Nama Author: Na_1411

Sepasang mata berwarna coklat tampak menyorot tajam menatap seorang laki laki yang masih berdiri memaku tanpa bergerak sedikitpun dari tempatnya semula, seakan tatapn mata berwarna coklat itu mampu menelannya hidup hidup saat ini juga.

"apa kamu tidak ingin menjelaskan semuanya stave...?"

suara yang baru saja keluar dari laki laki tersebut terdengar seperti sebuah kilatan petir, membuat stave semakinn menundukkan kepalanya semakin dalam.

"apa yang harus aku katakan setelah kamu sudah melihat semuanya."

kepalan tangan dan tonjolan urat yang terlihat jelas saat steave memberanikan diri menatap kearah di mana tangan leon dia letakkan di atas meja, steave rasanya ingin segera menghilang dan berlari dari depan leo, dia tahu dan paham akan tabiat leon ketika marah seperti sekarang.

"jika kamu tidak ingn menjelaskan siapa dia, maka..."

Leon menghentikan ucapannya, terdengar bunyi deritan kursi yang bergeser. seketika steve memberanikan diri menatap ke arah leon, yang kini dekatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na_1411, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Seperti orang asing.

“Apa kabar kak Leon…?” Suara Steve terdengar seakan berbisik di pendengaran Leon, tatapan mata Leon terasa menusuk dada Steve saat kedua mata mereka saling bertemu.

“Hmm… aku baik.” Jawab Leon terdengar tak peduli.

Eric yang merasakan ketidaknyamanan di kotak besi tersebut merasa jengah, anak kecil di depan Steve yang kini berdiri menatap Leon menatap laki laki tampan yang berpostur lebih tinggi dari Steve dengan pandangan mata sengitnya.

“Pa… nanti jadi kan kita jalan jalan…?” Tanya eric mencoba mengalihkan perhatian Steve.

“Hmm… jadi dong sayang, nanti sore kita jalan jalan.” Suara steve terdengar sangat lembut saat berbicara dengan eric.

“Aku mau beli mainan boleh pa…?” Eric menatap Steve dengan penuh harap.

“Hmm... apapun yang kamu minta akan papa belikan, tapi janji jangan rewel dan nakal. Okey…”

Steve mengelus kepala eric dengan penuh kasih, Leon dapat merasakan jika Steve sesayang itu dengan anak kecil yang kini ada di sampingnya.

Niko yang melihat interaksi Leon dan Steve tampak tidak biasa, pertemuan mereka seakan terasa sangat janggal. Niko yang enggan memulai pembicaraan hanya diam dan memperhatikan interaksi kakak dan adik tersebut.

Bunyi suara pintu lift yang terbuka membuat atensi ke empat orang di dalam kotak besi itu pun teralihkan, mereka sama sama menatap pintu yang perlahan terbuka.

Dengan langkah lebarnya Leon melangkah keluar, dia tidak peduli dengan Steve ataupun Niko yang ada di belakangnya.

Pandangan mata Steve menatap kepergian Leon, dadanya terasa begitu sesak, seakan ada rasa kehilangan yang bergitu terasa menatap kepergian Leon.

Mereka dulu tidak seperti ini, Leon yang selalu protectif dengan Steve dan selalu perhatian dengan Steve, kini sudah tidak ada. Rasa itu seakan hilang berganti dengan rasa asing saat mereka bertemu, walau jarak mereka dekat tapi terasa begitu jauh dan asing.

“Steve, are you okey…?” Tanya Niko menepuk pundak Steve pelan.

“Hmm… i am okey.. yuk antar gue ke perusahaan.” Ajak Steve segera berjalan menuju ke mobil Niko.

Pandangan mata Steve menatap ke arah di mana tata nan kota yang dulu dia tinggal kan semakin berubah seiring waktu, banyak gedung bertingkat tampak semakin banyak berdiri. Kota yang dulu terlihat tidak tampak berantakan kini tertata rapi, Steve tersenyum saat melihat sebuah kafe yang mengingatkan akan teman teman dan sahabatnya dulu waktu kuliah.

“Kenapa lo ketawa…?” Tanya Niko sekilas menatap ke arah Steve.

“gue inget dulu kita sering bareng nongki di kafe sana…” tunjuk Steve ke arah di mana kafe tempat nongkrong Steve dan beberapa sahabatnya waktu kuliah.

“Masih ingat lo,..? Eh bagaimana kalau kita reunian sebelum lo balik ke Singapura…?” Ucap Niko memberi ide yang tiba tiba terpikir bergitu saja.

“Boleh, tapi gue enggak bisa lama. Lo tahu sendiri, gue udah punya eric. Dan gue enggak mau eric lelah karena ikut kita nongkrong bareng.” Steve menoleh ke arah belakang, dimana dia dapat melihat eric tampak anteng dengan tab di tangannya.

“Tenang aja, anak anak pasti maklum. Lo udah punya buntut yang harus lo jaga, gue akan kabari mereka nanti.” Senyum Niko terlihat mengembang di kedua ujung bibirnya.

Setengah jam perjalanan, kini mobil Niko terhenti tepat di depan perusahaan milik keluarga Alexander. Seorang satpam segera membukakan pintu mobil untuk Steve.

“Selamat datang tuan Steve.” Sapa satpam tersebut ramah,

Steve yang melihat sambutan satpam tersebut hanya mengangukan kepalanya, sedang Niko yang melihat aura kepemimpinan yang terlihat dari Steve merasa sangat takjub.

Steve segera keluar, dan dia segera membukakan pintu mobil belakang. Eric segera melompat turun, dengan segera tangan kecil eric dia tautkan ke tangan kekar Steve.

Sebelum melangkah masuk ke perusahaan, Steve melihat ke arah Niko.

“Thanks nik, lo enggak usah jemput kita nanti. Biar gue pulang ke apart lo, lo tunggu aja di apart ya…?” Ucap Steve yang mendapat angukan dari Niko.

Mobil Niko melesat pergi setelah melihat Steve dan eric yang sudah masuk ke dalam dan di sambut empat orang di pintu masuk.

“Selamat datang tuan Steve.” Sambut salah satu staf yang berdiri menyambut kedatangan Steve.

“Hmm…” jawab Steve penuh wibawa.

Mereka mengikuti langkah Steve dari belakang, terlihat beberapa karyawan yang melihat Steve tampak menundukkan kepalanya. Mereka tahu jika pemilik perusahaan sedang berjalan di depan mereka.

Salah satu staf mempersilahkan Steve untuk segera masuk kedalam ruang konferensi, dengan segera Steve duduk dan memperhatikan beberapa staf yang tadi mengikutinya, mereka segera duduk tepat di depan Steve. sedangkan eric seperti biasa akan duduk di samping steve, dia tampak tenang dengan tas di tangannya.

“Bagaimana masalah dengan perusahaan ALS, apa sudah terselesaikan…?” Tanya Steve menatap staf yang bertanggung jawab dengan masalah tersebut,

“Mereka sepertinya mempersulit pekerjaan yang akan kita lakukan tuan.” Jawab staf tersebut tampak sedikit kesal.

“Lalu…?” Tanya Steve seakan tidak senang dengan jawaban yang di berikan.

“Pemilik perusahaan sangat ingin bertemu anda, dan beliau tidak ingin di wakilkan oleh siapapun.” Lirih salah satu staf yang lain.

“Hmm… oke, jika itu memang harus. Besok buat janji temu agar saya bisa bertemu dengan ceo perusahaan ALS.” Ucap Steve sambil mengetukkan jemari tangannya di atas meja.

“Baik tuan, saya akan segera menghubungi pt. ALS.”

Steve yang merasa satu urusannya telah terselesaikan segera berdiri, dia akan melakukan penijauan laporan di perusahaannya.

“Bawa laporan tiga tahun ini, saya akan segera meninjaunya. Dan ingat, saya tidak ingin menunggu lama.” Suara steve terdengar tegas, sampai staf yang ada di depan Steve tampak segan.

“Baik tuan, segera saya siapkan.” Jawab salah satu staf di depan Steve.

Steve menggerakkan kakinya berjalan menuju ke dalam kantornya, di ikuti dengan eric di sampingnya. Dia akan memeriksa laporan yang di minta nya tadi.

Sedangkan di perusahaan Leon, terlihat Leon yang menatap monitor di depannya. Dia mengingat kejadian sewaktu bertemu dengan Steve tadi di dalam lift apartemen.

“Kenapa dia bisa ada di apartemen yang sama denganku, dan kenapa dia tidak langsung menemuiku. Malah dia ketemu sama teman kuliahnya, Shit… berengsek banget sih tuh Steve.” Leon melempar pulpen dari tangannya ke arah tembok yang ada di sampingnya.

Rasa kesalnya semakin menjadi mengingat niko yang begitu perhatian dengan Steve, saat Niko rela membukakan pintu mobil untuk Steve.

“Sial… ngapain juga tuh anak perhatian banget sama Steve, dan…. Siapa anak kecil itu…? Papa… iya… kenapa dia panggil Steve papa. Apa dia anak Steve…?” Batin Leon sambil menyugar rambutnya yang tertata rapi.

“Gue harus ketemu sama Steve, gue harus minta penjelasan sama dia.” Batin Leon sambil mengangukan kepalanya pelan.

1
Vanni Sr
deemi???? ini crta Gay?? kek gni lolosss?? astgaaa bner² gila
Reichan Muhammad: mengerikan,
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!