NovelToon NovelToon
Kiara Love & Money

Kiara Love & Money

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Momy ji ji

GIVEAWAY PULSA 50K UNTUK KOMEN DAN LIKE TERBANYAK PER BAB AFTER 50BAB NANTI UNTUK 1 ORANG PILIHAN MOM SECARA ACAK!! PEMENANG AKAN DIUMUMKAN SETELAH BAB KE 51. JANGAN LUPA ULASAN UNTUK NILAI PLUS.

Kiara adalah definisi dari wanita modern yang ambisius. Cantik, cerdas, dan gila kerja. Baginya, satu-satunya hal yang lebih seksi daripada pria tampan adalah saldo rekening yang terus bertambah.

Hingga dia bertemu mengenal Kenan Xequel.
​Kenan adalah seorang CEO yang sombong menyebalkan dan sialnya sangat tampan. Dia mewarisi kerajaan bisnis Xequel Group dan terbiasa mendapatkan apa pun yang diinginkannya dengan jentikan jari.

Kiara memutuskan untuk menaklukkan hati pria sialan itu berstatus bosnya, bukan karena cinta saja tapi karena dia menginginkan segalanya.. Love and Money.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momy ji ji, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 35.

Kiara terus mondar-mandir di dalam ruangannya, mengabaikan tumpukan laporan yang baru saja dia selesaikan. pikirannya tidak tenang, ada rasa penasaran yang terus menggerogoti ulu hatinya sejak keluar dari lift tadi pagi.

​"Kiara, kamu tidak capek? dari tadi bolak-balik terus seperti setrika tahu tidak?" celetuk Tasya yang merasa aneh melihat tingkah Kiara.

​"Aku sedang memikirkan Kenan." balas Kiara jujur sambil menghempaskan tubuhnya ke kursi.

​"Ada masalah lagi?" Tasya bisa menebak ada sesuatu dengan isi pikiran Kiara.

​"Tadi pagi ada seorang wanita yang secara pribadi datang menemui Pak Kenan. penampilannya sangat elegan dan ahhhhhk sial! dia cantik sekali." keluh Kiara.

​"Kamu cemburu ya?" goda Tasya sambil tersenyum tipis.

​"Mungkin iya. Aku sudah mengirim satu pesan singkat, tapi sampai hampir jam makan siang begini dia bahkan tidak membalasnya. ini tidak biasa Tasya. akhir-akhir ini dia selalu cepat membalas pesanku, tapi sekarang?" Kiara menatap layar ponselnya dengan kesal.

​"Ke ruangannya saja kalau kamu memang penasaran. kamu kan punya hubungan dengan Pak Kenan, kamu punya akses ke sana. pura-pura saja membawakan kopi atau dokumen untuk di tanda tangani." saran Tasya memberikan ide.

​"Kamu benar!"

​Kiara buru-buru bangkit dan menuju pantry. dengan telaten, dia menyiapkan secangkir kopi hitam kesukaan Kenan.

Begitu tiba di lantai teratas dan membuka pintu ruangan Kenan, jantungnya mencelos. ternyata wanita yang bersamanya di lift tadi masih ada di sana. berjam-jam telah berlalu, tapi mereka tampak sedang membicarakan sesuatu yang sangat serius.

​"Kiara? Ada perlu apa?" tanya Kenan dengan satu alis terangkat, menatap Kiara yang berdiri kaku di ambang pintu.

​"Antar kopi Pak." jawab Kiara pendek.

​Kenan menatap cangkir di tangan Kiara dengan bingung. Ia merasa tidak memesan kopi apa pun sejak tadi pagi.

​"Kiara?" Kenan memanggil lagi saat melihat Kiara hanya diam mematung menatap wanita di depannya.

​"Lanjutkan saja bicaranya. saya hanya... terbiasa menyiapkan minuman Bapak jadi refleks membawakannya ke sini. maaf saya permisi dulu." ucap Kiara.

Ia segera berbalik untuk keluar. namun saat tangannya baru saja menyentuh handle pintu, suara lembut milik wanita itu terdengar memanggil namanya.

​"Kiara... namaku Chloe," ucap wanita itu sambil berdiri dari sofa sembari menatap Kiara.

"Aku ingin kita berbicara lebih banyak dan mungkin kita bisa menjadi teman baik. kamu di divisi mana?"

​Langkah Kiara terhenti seketika. mendengar nama Chloe disebut, dunianya seolah runtuh.

Tanpa menoleh tanpa menjawab sepatah kata pun, Kiara menarik pintu itu dan melangkah pergi dengan cepat. Ia tidak peduli jika tindakannya dianggap tidak sopan. Yang ia tahu, dadanya terasa sesak seolah oksigen di sekitarnya mendadak hilang. Kenan Xequel benar-benar pria yang berbahaya bagi kesehatan jantungnya.

Langkah Kiara semakin lebar, seolah ingin melarikan diri dari bayang-bayang wajah, nama dan semuanya tentang Chloe yang masih mengusik seisi pikiran Kiara.

Kiara turun menggunakan anak tangga. melewati lantai demi lantai. Hugo yang memang sedang mencari Kiara untuk tanda tangan, melihat wanita itu. Hugo mengejar langkah Kiara.

​"Mau ke mana Bu manajer? buru-buru sekali, sebenarnya aku butuh tanda tanganmu untuk dokumenku ini." Kata Hugo sambil berusaha menyamakan langkah.

​"Hugo, berhenti mengikutiku dan tolong stop memanggilku seformal itu kalau kita sedang berdua. kamu bisa menungguku di ruangan dalam 15 menit. aku masih mau menghirup udara segar." Balas Kiara.

​"Baiklah Kiara. kamu sakit atau apa? wajahmu merah sekali."

​"Patah hati." jawab Kiara singkat dan padat.

​"APAAA! kamu menyukai seseorang? serius? siapa orangnya yang berani bikin kamu patah hati?" Hugo membelalakkan mata, benar-benar tidak percaya dengan pengakuan Kiara.

​Mereka sampai di dekat dinding kaca besar yang menampilkan deretan gedung pencakar langit. Kiara berhenti, menatap kosong ke luar jendela. angin AC kantor yang dingin terasa kontras dengan hatinya yang panas.

​"Aku baru tahu kamu bisa galau juga." Hugo bersandar di dinding kaca, menatap Kiara dari samping.

"Begitu dengan aku saja bagaimana? Aku jujur nih, aku sudah menyukaimu sejak lama. sejak kamu masih jadi staf biasa sebelum dipindah-pindah tugas itu."

​Kiara menoleh pelan, menatap Hugo dengan tatapan datar.

"Suka perawan atau tidak?"

​Pertanyaan frontal itu membuat Hugo ternganga, telinganya tidak salah dengar kan? pertanyaan macam apa ini pikirnya.

"Untuk pertanyaanmu itu... tentu saja iya. maksudku, laki-laki mana yang tidak mau jadi yang pertama?"

​"Aku sudah tidak perawan. sebaiknya kamu urungkan niatmu sekarang juga." balas Kiara tanpa ekspresi sedikit pun.

​Hugo terdiam mematung. mulutnya sedikit terbuka.

"Kiara... kamu jujur sekali sampai aku bingung mau bereaksi apa."

​"Hemm, aku tahu kamu kaget."

'Tentu saja kaget, siapa yang tidak kaget mendengar ungkapan privasi seperti itu secara terang-terangan.' Batin Hugo.

​"Sedikit. tapi tidak masalah jika pria itu memaksamu melakukan itu dan sekarang kamu ditinggalkan. aku pria yang berpikiran terbuka, aku bisa menerimamu apa adanya jika itu bukan maumu." ucap Hugo mencoba bijak.

​Kiara terkekeh getir, sebuah tawa yang Hugo tidak paham apa maksudnya.

"Bukan dipaksa. Aku yang menyerahkan diri cuma-cuma."

​"Ha... Ha... Ha... Oke, aku benar-benar syok mendengarnya. kamu benar-benar tipe wanita yang unpredictable." Hugo menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, mencoba menetralkan rasa terkejutnya.

​"Jangan menatapku seolah aku ini rendahan, Hugo. Aku hanya melakukan apa yang ingin kulakukan saat itu. " tegas Kiara, matanya kembali menatap kaca.

​"Tidak, aku tidak menganggapmu rendahan. menurutku kamu hanya jauh lebih bar-bar dan jujur dibandingkan wanita pada umumnya. dan aku tahu kamu menceritakan ini karena kamu percaya aku bisa jaga rahasia." balas Hugo dengan nada yang lebih serius.

Daripada patah hati, ​Hugo sebenarnya sangat penasaran siapa laki-laki yang punya nyali sebesar itu untuk menyentuh Kiara lalu membuatnya patah hati di saat yang sama. di tengah rasa penasarannya, pintu lift yang tidak jauh dari jarak mereka berdiri terbuka.

​Chloe berjalan melewati mereka dengan langkah anggun dan penuh percaya diri. aroma parfumnya yang mahal menyeruak di sepanjang lorong. Kiara sontak menatap wanita itu lagi, matanya mengikuti setiap gerak-gerik Chloe hingga wanita itu menghilang di balik tikungan. Chloe tidak melihat mereka, wanita itu sibuk dengan ponselnya.

​"Kamu kenal Kiara? itu Chloe, anak tunggal mitra terbesar perusahaan ini. cantik kan? dia itu cukup sempurna, katanya sih dia calon kuat pendamping hidup Pak Kenan." bisik Hugo, tidak menyadari bahwa kata-katanya seperti menyiram bensin ke api di hati Kiara.

​"Tidak kenal. " jawab Kiara.

​"Begitu... padahal tadi aku lihat kamu menatapnya seolah dia itu musuh bebuyutanmu."

​"Berhenti mengikutiku, balik ke ruangan sekarang juga Hugo. kerjakan laporannya dengan benar baru aku tanda tangan." ancam Kiara yang sudah tidak bisa menahan emosinya lagi.

"Oke, oke! Aku pergi!" Hugo langsung angkat tangan, menyerah.

​Kiara kembali menatap ke arah kaca, mengepalkan tangannya kuat-kuat. calon kuat pendamping hidup?

"Nona.. sedang apa berdiri disini?" Suara Robi mengagetkan Kiara.

"Damn! tidak pak Kenan tidak kamu. sama-sama menyuruhku masuk rumah sakit." Kiara pergi begitu saja sambil memegang jantungnya yang terus berdetak karena kaget dengan suara Robi tadi. bisa-bisa dia serangan jantung akibat dua pria itu.

Bersambung...

1
falea sezi
lanjut lah kenan goblok knp g blg nikah nya ma siapa🤣 bego ceo tolol
Rian Moontero
lanjoooottt😍👍👍
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
semangat kak 💪💪❤️❤️
Momy Ji Ji: Iya makasih beb🤍🙌
total 1 replies
paijo londo
persahabatan yang indah semoga langgeng Tasya Kiara kalo moga2 jadi saudara ipar kaaan keeereeen tuh💪💪
Momy Ji Ji: Ia kak🤍
total 1 replies
paijo londo
Tasya ma Kiara klop kyak botol Ama tutupnya cocok absurdnya🤣🤣🤣
paijo londo
dasar kiara absurd gara2 uang bibir dilelang🤦🤦🤭🤭
paijo londo
hebat Kiara libas manusia manusia sirik padamu💪' 💪
paijo londo
dasar kiara🤦🤦🤦muka tembok TPI lucu
paijo londo
Kiara jahil yah konyol juga bikin klepek-klepek tuh si bos🤭🤭🤭
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
keren banget mom
tetap semangat berkarya 💪💪💪👍👍👍🥰🥰🥰
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
asek.... maksudnya ,bukan adek🙏🙏🤭🤭
maafkan daku kak..salah ketik 🤣🤣😭
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
adek banget alurnya💪💪❤️❤️
Santi Lie
luarbiasa tidak sabar menunggu bab selanjutnya❤️
Santi Lie
cepat sambungannya😭 novel bagus, cerita menyenangkan, terbaik ❤️🫰
partini
novel baru semoga ga berhenti di tengah jalan
Momy Ji Ji: Ampun bun.
support teruss yah/Facepalm//Sob/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!