Setelah menikah, Anin banyak menemukan banyak hal yang janggal di rumah mertua nya. Anin sering mendengar ibu mertua nya menangis dan dia juga sering melihat tubuh ibu mertua nya di penuhi oleh lebam.
Hingga suatu hari Anin melihat dengan mata kepala nya sendiri ayah mertua nya sedang melakukan hubungan terlarang dengan ipar nya. Anin bertekad untuk membongkar semua kebusukan mereka di depan semua orang, dan membuat ayah mertua nya dan juga ipar nya mendapat kan hukuman atas perbuatan mereka.
Ikuti kisah kisah selengkap nya di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35
Mereka tiba di kantor Lurah, di sana pak Johan dan bu Sari duduk dengan pandangan tertunduk ke lantai. Bu Sari hanya mengenakan daster dengan posisi terbalik dan daster nya pun acak - acakan. Sedang kan pak Johan hanya mengenakan sarung saja.
"Silahkan duduk!" Pak Lurah langsung mempersilahkan bu Ela dan anak - anak nya untuk duduk.
"Terima kasih pak!" Jawab Bu Ela dengan suara lirih.
Di kantor Lurah itu sudah di penuhi oleh warga kampung yang ingin melihat langsung pasangan mesum itu, walaupun ini hampir tengah malam tapi tidak mengurangi antusiasme warga.
"Karena di sini seluruh keluarga nya pak Johan sudah datang, maka diskusi untuk masalah ini akan kita mulai!" Pak Lurah mulai berbicara.
"Begini bu Ela, pak Johan ini hampir setiap malam datang ke rumah bu Sari. Bahkan saat pak Toni masih hidup, dan ada beberapa warga yang sering melihat nya. Tapi mengingat kondisi pak Toni yang sedang sakit keras, warga pun tidak tega untuk menggrebek nya!"
"Nah, malam ini semua warga tidak bisa lagi menahan amarah mereka. Para warga lalu bersatu dan berhasil menangkap basah pak Johan dan bu Sari yang sedang melakukan hubungan badan, ini bukti nya!" Pak Lurah lalu menyerah kan ponsel dan menujuk kan rekaman saat warga mendobrak paksa pintu kamar dan mendapat kedua nya sedang berzina.
Tika yang melihat video itu, langsung merebut nya dari tangan bu Ela. Mata nya melotot sempurna melihat adegan di video itu.
"Bangsat kau, rupa nya kau berani bermain di belakang ku!" Tika langsung menjambak rambut Bu Sari dengan kasar.
Bu Sari menjerit kesakitan, beberapa warga langsung membantu melepas kan jambakan Tika.
"Cukup, hentikan. Jangan buat kekacauan di tempat ini!" Pak Lurah berkata dengan lantang.
Atar menarik istri nya menjauhi Bu Sari, adegan itu baru saja membuka asumsi publik tentang suatu hal lain yang tersembunyi. Reaksi Tika barusan membuat Dirga heran, dia merasa ada yang aneh dengan ucapan Tika tadi.
"Kita di sini bukan untuk saling menyerang, yang ingin kita runding kan adalah bagai mana cara menyelesaikan masalah ini!" Pak Lurah kembali berkata.
Suasana langsung berubah menjadi tenang kembali, mereka langsung terdiam mendengar ucapan pak Lurah.
"Pak Johan dan bu Sari telah berzina kampung kita, jadi aku minta saran saudara semua apa yang harus kita lakukan dengan pasangan mesum ini?" Tanya pak Lurah dengan suara tenang.
"Bu Ela, sebagai istri nya pak Johan, apa ibu punya saran?" Tanya Pak Lurah pada bu Ela.
"Pak Lurah, nikah kan saja mereka malam ini. Karena jika tidak, mereka akan terus berzina. Dani pada mereka melakukan perbuatan dosa, akan lebih baik jika mereka menikah. Saya ikhlas!" Bu Ela berkata dengan suara tenang.
Semua orang yang hadir di sana memandangi bu Ela dengan tatapan tidak percaya, semudah itu dia mengikhlas kan suami nya untuk wanita lain.
"Tidak, saya tidak setuju!" Tiba - tiba Tika berteriak dengan suara lantang.
"Ibu, apa yang ibu katakan?" Dirga bertanya pada ibu nya.
Bu Ela hanya mengangguk kan kepala nya di hadapan putra - putra nya dan juga semua orang, tidak ada air mata sama sekali. Yang ada hanya senyum di sudut bibir nya.
"Tidak ada guna nya memberi hukuman pada mereka, karena pada dasarnya mereka berdua adalah manusia yang tidak takut akan dosa. Jika kita tidak menikah kan mereka malam ini, maka mereka akan mengulangi perbuatan dosa itu!" Bu Ela berkata dengan bijak.
"Tidak, aku tidak mengizin kan mereka berdua menikah!" Tika kembali bersuara dengan lantang.
"Tika, mereka tidak butuh izin dari mu untuk menikah. Mereka cuma butuh izin dari ku!" Bu Ela seolah mengingat kan Tika akan posisi nya.
"Tapi bu, kan suami nya bu Sari baru beberapa hari meninggal dunia. Tidak elok rasanya jika mereka menikah sekarang!" Tika menurun kan nada suara nya.
"Itu tidak masalah, sedangkan saat pak Toni masih hidup saja mereka sudah sering melakukan nya. Jadi aku tidak mau lagi mereka terus berzina. Pak Lurah, nikah kan saja mereka malam ini!" Bu Ela kembali berkata.
"Bu Ela meminta pasangan ini di nikahkan malam ini juga, bagaimana pendapat kalian sebagai anak - anak nya pak Johan?" Pak Lurah bertanya pada Dirga, Andri dan juga Atar.
"Jika memang ibu ikhlas dan memberi izin pada mereka berdua untuk menikah, maka saya ikut apa yang di katakan oleh ibu saja pak!" Dirga berkata pada pak Lurah.
"Atar, Andri, bagai mana dengan kalian?" Pak Lurah beralih pada kedua putra pak Johan yang lain.
"Jika ibu sudah mengambil keputusan, maka kami pun akan ikut pada keputusan ibu!" Andri menjawab pertanyaan pak Rt.
"Lalu bagai mana dengan mu Atar?" Kembali pak Rt mengajukan pertanyaan.
"Tidak, aku tidak setuju jika bapak menikah dengan jalang ini!" Sambar Anin dengan cepat.
"Kenapa kau tidak setuju Tika? Apa alasan mu?" Tiba - tiba bu Ela bertanya pada Menantu pertama nya tersebut.
Tika terdiam dan dia mengepal kan tangan nya karena geram, jika pak Johan sampai menikah dengan bu Sari. Maka sudah pasti Tika akan kehilangan pohon uang nya, Bu Sari pasti akan menguasai pak Johan. Tapi dia tidak bisa menjelaskan alasan nya di depan semua orang.
"Pak Lurah, nikah kan mereka malam ini. Ini mas kawin nya!" Bu berkata sambil tersenyum.
Bu Ela mengeluarkan selembar uang pecahan 10 ribu dari kantong gamis nya, dan dia meletakkan uang itu di atas meja.
"Baik kita akan nikahkan mereka malam juga!" Pak Lurah setuju dengan apa yang di katakan oleh bu Ela.
"Tapi sebelum mereka menikah, saya punya satu syarat untuk mas Johan. Apa mas Johan mau memenuhi syarat itu?" Tanya bu Ela pada suami nya.
Pak Johan yang sejak tadi menunduk kan kepala nya, kini memberanikan diri untuk mengangkat kepala nya.
"Apa syarat nya bu?" Tanya pak Johan lirih.
Suara nya nyaris tidak terdengar oleh bu Ela.
"Mas Johan tidak boleh membawa bu Sari masuk ke dalam rumah kita, jangan kan memasuki rumah. Sekedar menapak kan kaki di halaman saja tidak boleh, bapak yang harus tinggal di rumah bu Sari!" Bu Ela menjelaskan syarat itu.
"Baik bu, bapak setuju!" Pak Johan mengangguk kan kepala nya dengan lemas.
"Mulai malam ini bapak tidak boleh tinggal di rumah kita lagi, bapak hanya akan tinggal bersama bu Sari!" Bu Ela kembali menambah kan.
Pak johan mengangguk kan kepala nya, sementara bu Sari tersenyum puas. Dia merasa dia sudah berhasil merebut pak Johan dari bu Ela. Berbeda dengan Tika, dia tidak setuju dengan semua itu. Tapi dia tidak bisa melakukan apapun lagi, karena saat ini semua orang pun mulai curiga dengan nya.
ndang dihajar Tika ini Thor gemesnya minta ampun deh 🔥