NovelToon NovelToon
Dari Hidup Santai Ke Drama Antagonis

Dari Hidup Santai Ke Drama Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Romansa Fantasi
Popularitas:12.7k
Nilai: 5
Nama Author: ROGUES POINEX

Claire Sophia-- seorang Nona muda yang tidak pernah memikirkan hidup. Baginya untuk apa bekerja toh dia sudah kaya sejak lahir. Namun suatu hari saat dia memberikan pelajaran bagi sang kekasih yang telah berani berselingkuh darinya.

Claire mendapatkan sebuah notifikasi..

[Notifikasi: Tekan YA untuk Masuk!]

Untuk mengubah takdir dan alur hidup nya di drama itu. Claire memutuskan untuk merelakan Suaminya untuk pemeran Protagonis.

Namun satu yang Claire tidak tau-- alur dan peran yang berubah akan mengacaukan jalan cerita--juga mengungkapkan sebuah rahasia yang tidak pernah di sangka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ROGUES POINEX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ares Dan Claire

Keheningan malam di meja makan itu mendadak berat. Saat Ares membisikkan sesuatu yang membuat bulu kuduk Claire berdiri.

"Kau pikir setelah lepas dari Julian, kau bisa lari begitu saja, Claire?" bisik Ares rendah. Napasnya hangat, menyapu pipi Claire yang mulai memanas.

PLUK!

Sebuah sendok stainless steel mendarat telak di bahu Ares.

Mikael menatap Ares dengan mata kecilnya yang tajam, tangan masih bersedekap. "Jangan dekat-dekat Mommy. Om bau ambisi, Kael tidak suka."

Ares terkekeh, menjauh sedikit sambil mengusap bahunya. "Galak sekali. Padahal Om hanya ingin menawarkan masa depan. Hei, jagoan... kalau aku jadi Ayah kalian, apa kalian keberatan?"

Claire sudah memberikan tatapan mata tajam-- tapi semua itu seolah tidak mampu menghentikan omong kosong Ares.

Mikael mendengus. "Kami sudah punya satu dan dia cukup merepotkan."

Michel tiba-tiba menyahut sambil mengunyah ayam, suaranya cadel namun mantap. "Kalo Om lebi ganteng, lebi kaya, dompet lebi tebal, punya lumah banyak, punya kaltu hitam, punya kaltu debit tanpa batas... ya ndak macalah.. cepelti kata olang, dua lebih baik dali catu."

Ares tertegun, menaikkan alisnya. "Oh?"

Michel melanjutkan dengan polos. "Kalo kata Cih Plida, enak punya dua Daddy. Yang catu kelja cali uang, catunya lagi di lumah temenin main. Jadi Mommy ndak kecapean... kalo ulucan lanjang, bica belbagi, "

Claire menelan saliva nya, mendelik tajam ke arah Michel. Dia pikir ibunya apaan--- bisa melakukan Threesome.

Ares tersedak ludahnya sendiri, terbatuk-batuk kecil. "Uhuk! Kau... kau belajar dari mana istilah itu?"

Mikael melotot horor ke arah kembarannya. "Michel! Kau ini bicara tidak di filter dulu! Sudah aku bilang jangan dengarkan ucapan Frida... mulut nya seperti ibunya yang suka gosip."

Claire menutup wajah dengan kedua tangan, wajahnya memerah padam. "Michel... Sayang, kita tidak sedang merekrut Daddy cadangan."

Ares tersenyum miring, menatap Claire dengan tatapan yang sulit diartikan. "Dua Daddy, ya? Menarik juga idemu, Michel. Bagaimana, Claire? Penawaran si kecil sepertinya lebih masuk akal daripada egomu."

Claire melotot, sebagai tanda peringatan agar Ares menutup mulutnya sekarang juga. Ares terkekeh, bukan nya takut tapi dia merasa gemas dengan wajah Claire yang melotot ke arahnya. Ingin rasanya Ares mengambil karung dan mengurung Claire hanya untuk dirinya.

Suasana di apartemen itu masih terasa pengap, bukan karena kurang udara, tapi karena kekacauan yang ditinggalkan Ares di meja makan tadi. Claire berusaha tetap tenang, meski ia tahu ritme jantungnya sedang tidak bersahabat.

Di dalam kamar, cahaya lampu temaram menyinari luka-luka di tubuh Ares—sisa-sisa ledakan dan timah panas yang hampir merenggut nyawanya.

"Duduklah," perintah Claire singkat. Tangannya bergerak cekatan membuka tas, mengeluarkan sebuah tabung kecil berisi cairan biru yang berpendar redup.

Ares memperhatikan benda itu dengan kening berkerut. "Lukanya tidak membusuk, Claire. Kau tidak perlu secemas itu."

" Aku tidak cemas," bantah Claire dingin sembari menyiapkan suntikan khusus. "Aku hanya memastikan investasiku tidak mati konyol. Jika kau terluka, kau tidak perlu lagi melakukan metode RICE yang membosankan itu. Cukup suntikkan ini ke nadi, dan sel tubuhmu akan beregenerasi sepuluh kali lebih cepat."

Ares terdiam, membiarkan Claire menyuntikkan cairan itu. Dingin, lalu terasa hangat yang menjalar cepat. "Cairan buatan sendiri? Katakan padaku, siapa sebenarnya wanita yang hampir kurebut dari Julian ini? Kau dokter? Atau ilmuwan gila yang bersembunyi di balik gaun mahal?"

Claire menatap manik mata Ares, jarak mereka begitu dekat hingga ia bisa mencium aroma maskulin di tubuhnya. "Kau tidak perlu tahu profesiku, Ares. Rahasia adalah hal yang membuatku tetap hidup sampai sekarang."

Ares terkekeh, suaranya berat dan serak. "Kau sangat misterius. Apa aku sangat berharga bagimu sampai kau memberikan teknologi ini padaku? Kau takut kehilangan ku?"

Claire menarik tangannya, menutup tasnya. "Anggap saja begitu. Setidaknya, jangan mati sebelum aku menemukan kebebasan."

"Jadi, aku hanya ban serep untuk pelarianmu?" goda Ares, tangannya sengaja menahan pergelangan tangan Claire.

"Kau adalah variabel pengganggu, Ares. Dan aku belum memutuskan apakah akan menghapus mu atau membiarkanmu tetap ada di samping ku,"

Sebelum Claire bisa melanjutkan kalimat nya, Ares menyambar pergelangan tangannya dengan gerakan kilat. Sentakan itu membuat Claire kehilangan keseimbangan, jatuh tepat ke pelukan Ares hingga dadanya bersentuhan langsung dengan kulit hangat pria itu.

Jantung Claire berdegup kencang, memukul rongga dadanya seolah ingin melompat keluar. Di posisi sedekat ini, ia bisa merasakan hembusan nafas Ares yang hangat dan stabil.

"Kau bilang hanya ingin melindungi ku," bisik Ares tepat di telinga Claire, tangannya melingkar posesif di pinggang wanita itu. "Tapi kau malah masuk ke dalam permainanku, Claire. Dan aku tidak akan membiarkanmu keluar dengan mudah."

Claire menatap manik mata Ares, mencoba mencari celah untuk menghindar, namun tatapan pria itu mengunci seluruh pertahanannya.

" Lepaskan, Ares. Anak-anak ada di luar," desis Claire, meski ia sendiri tidak melakukan gerakan untuk menjauh.

Ares terkekeh rendah, getarannya terasa hingga ke kulit Claire. "Biarkan saja. Bukankah kata Michel tadi... punya dua Daddy itu tidak masalah?"

Drrrtt... Drrrtt...

Tiba - tiba suara ponsel berbunyi-- Claire mengambil kesempatan untuk menjauhkan diri dari Ares, meski wajahnya masih terasa panas dan degup jantung nya tidak bisa di kendalikan.

Ponsel Claire di atas nakas bergetar hebat, memecah ketegangan yang hampir mencapai puncaknya. Claire melirik layar.

[Suami Sampah is Calling...]

Claire menarik napas panjang, suhu di ruangan itu seolah turun seketika. Ia menatap Ares dengan tatapan dingin yang kembali terpasang rapi.

"Aku harus pulang," ujar Claire ketus sambil merapikan pakaian nya. "Atau suamiku akan mengamuk dan menghancurkan pintu apartemenmu."

Claire melangkah keluar tanpa menoleh lagi, meninggalkan Ares yang hanya bisa menatap pintu dengan tangan mengepal, memendam rasa tidak rela yang amat dalam.

" Kau akan menjadi milik ku, Claire..." gumam Ares lirih.

Keheningan yang mencekam menyambut Claire saat ia melangkah melewati ambang pintu kediaman pribadi Julian tepat ketika jarum jam menyentuh angka sepuluh malam.

Suasana rumah yang biasanya megah kini terasa sunyi dan dingin, hanya menyisakan deru napas halus Michel yang tertidur lelap dalam dekapannya, sementara Mikael di sampingnya sudah berkali-kali menguap dengan mata yang kian meredup. Dengan langkah penuh kehati-hatian agar tidak mengganggu tidur Michel, Claire membawa kedua buah hatinya menuju kamar--- ia merebahkan tubuh mungil Michel dengan lembut di atas ranjang, disusul Mikael yang langsung terlelap di sisi saudaranya.

Setelah mendaratkan ciuman hangat penuh kasih di kening mereka dan memastikan pintu tertutup tanpa suara, Claire melangkah menuju kamarnya sendiri dengan sisa kelelahan yang menggelayut. Namun, langkahnya terhenti sejenak saat menyadari daun pintu kamarnya tidak terkunci— padahal ia ingat betul telah memutar kunci itu sebelum pergi tadi.

Begitu ia melangkah masuk ke dalam kamar, tiba-tiba cahaya lampu menyambar penglihatannya, dibarengi dengan dentum suara berat yang membelah keheningan, "Dari mana saja kamu, jam segini baru pulang?" Claire tersentak dan berbalik, hanya untuk menemukan Julian sudah berdiri di sana, menatapnya dengan tatapan tajam yang seolah mampu menembus lapisan pertahanannya.

BERSAMBUNG

1
Enah Siti
jdi anak kembar itu bnar anakya ares👍👍👍👍💪💪💪💪
Anne
hmmm penisirin bingitss
Anne
kulkas kalo cair emang suka gtuuu.. damage bukan kaleng kaleng🤣
Anne Soraya
lanjut
Anne
tikungan yg kaya gini yg saya sukaaa...
Sulati Cus
tikung aja🤣
Murni Dewita
tetap double up y thor
ROGUES POINEX: Sehari Dua Kali UP ☺☺☺
total 1 replies
khzaa
kaka semangatttt
khzaa
kaka semangatttt
Anne Soraya
lanjut
Murni Dewita
next
Anne Soraya
lanjut
Anne
seruuuu... ehhh abisss... rasany kaya apa tauu🤭
Sulati Cus
semakin menarik
rajin up
Sulati Cus
lah lg seru2nya mlh di potong😔
Murni Dewita
double up lah thor
Sulati Cus
knp g cb tes DNA dg si twins🤔
Murni Dewita
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Murni Dewita
👣
Siti Sa'diah
wah jangan2 clair iniii
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!