Rani tanpa sadar dijadikan taruhan oleh Wira karena kalah balapan liar dengan Arlo. Arlo rela memberikan motor sport barunya untuk Wira demi untuk mendapatkan Rani.
Arlo memasukkan sesuatu ke dalam minuman dan makanan Rani. Arlo hampir melecehkan Rani. Tapi sesuatu terjadi.
Rani berhasil melarikan diri bersama seseorang dan mengalami kecelakaan. Rani menghilang. Arlo dan Wira mencari Rani karena mereka takut Rani membocorkan rahasia mereka.
Rahasia apa yang tersembunyi?
Apa yang akan terjadi kepada Rani?
Apakah Wira dan Arlo tidak akan melepaskan Rani?
Ikuti kelanjutan ceritanya?!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenny Een, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Petugas keamanan menghampiri Demian dan menyampaikan pesan. Ada tamu di depan pintu gerbang ingin bertemu dengan Demian. Dia bilang ada urusan mendesak.
Demian melihat Deddy melambaikan tangan. Demian meminta bantuan petugas keamanan untuk mengawasinya karena Deddy sekarang buronan polisi. Demian khawatir Deddy akan melakukan tindakan kriminal.
Sara mengingatkan Demian agar berhati-hati. Demian dengan langkah pasti berjalan ke arah Deddy. Demian memperingatkan Deddy jangan macam-macam karena petugas keamanan siap menangkapnya.
Deddy seharusnya berterima kasih kepada Demian karena dia masih punya hati nurani. Demian yang memanggil ambulans saat Kenzo mengalami kecelakaan.
Kenzo lagi-lagi ingin menculik Rani. Beruntung saat itu Rama dan Bima datang tepat waktu. Selama Kenzo berkeliaran, Rani tidak aman.
Deddy tanpa ekspresi berdiri di depan Demian. Entah apa yang dipikirkan Deddy, dia hanya diam membisu memandangi Demian.
"Cuman buang-buang waktu," Demian mengambil ponsel yang ada di dalam saku celananya.
Demian berniat ingin melaporkan Deddy ke polisi. Rahang Demian tiba-tiba mengeras ketika Deddy menghilangkan egonya berlutut di hadapan Demian.
Seorang Deddy yang angkuh kali ini memohon kepada Demian untuk memaafkan dan mencabut laporan Kenzo di kantor polisi. Deddy berjanji akan menyerahkan diri ke polisi. Deddy akan menjalani hukuman. Asalkan Kenzo bebas dari semua tuntutan.
Demian diam sejenak. Demi anaknya, Deddy rela melakukan apa saja. Kenzo telah melakukan percobaan pembunuhan. Bima hampir mati. Tidak semudah itu. Kenzo harus dihukum. Demian dengan keras menolak.
Deddy yang tadinya memelas, dalam sekejap berubah. Deddy bangkit mencengkram kerah baju Demian. Sara berteriak meminta Deddy melepaskan Demian.
"Apa kalian rujuk?" Deddy menatap tajam Sara.
"Bukan urusanmu!" Demian menepis tangan Deddy.
Dari kejauhan terdengar suara sirine. Demian sebisa mungkin menahan Deddy agar tidak lari. Deddy memberikan pukulan ke arah Demian. Deddy berlari secepat mungkin masuk ke dalam mobil dan melarikan diri.
Mobil Deddy berpapasan dengan mobil Dokter Elfian. Dokter Elfian berhenti di depan pintu gerbang. Dia keluar dari mobil dan memeriksa Demian yang mulutnya mengeluarkan darah.
Demian, Sara masuk ke dalam mobil Dokter Elfian. Mereka menuju tempat menginap Dokter Elfian yang letaknya masih di area perkemahan.
Demian dan Sara duduk di ruang tamu. Dokter Elfian mengobati luka Demian. Dokter Elfian baru saja menolong korban kecelakaan. Dan suara sirine tadi adalah mobil ambulans yang membawa korban ke rumah sakit.
"Jadi tadi suara ambulans?" Demian membelalakkan matanya.
"Iya, kenapa?" Dokter Elfian menatap kebingungan.
"Tadi ada buronan kabur setelah mendengar sirine. Dia memukul Mas Demian," ujar Sara.
Dokter Elfian menyapa Sara mantan kakak iparnya. Sudah lama mereka tidak berjumpa. Selama ini, dialah yang merawat Bima. Dokter Elfian tanpa ragu dan tanpa menghiraukan Demian, cerita tentang Bima.
Setelah Sara dan Demian bercerai, Bima menjadi anak yang suka memberontak. Demian dengan sikap keras kepalanya mengekang Bima.
Bima sudah tidak sanggup lagi menahan siksaan hukuman yang selalu saja diberikan kepada Bima. Bima hanya ingin hidup sesuai keinginannya. Bima suka sekali balapan.
Dokter Elfian bertemu lagi dengan Bima di kota Goldie dengan kondisi yang cukup memprihatinkan. Sejak itu Bima tinggal bersamanya.
Kini, Dokter Elfian dipanggil Demian untuk bekerja di rumah sakitnya. Demian sudah berubah. Demian sudah mengakui kesalahannya di masa lalu. Demian ingin berkumpul dengan keluarganya.
Sejak keluar dari penjara, Demian sangat merindukan keluarganya. Demian akan menebus kesalahannya. Demian ingin menghabiskan masa tuanya bersama keluarga.
Keluarga besarnya sudah lama meninggalkannya. Hanya Dokter Elfian, saudara sepupu yang selalu ada di saat dia terpuruk dan putus asa.
"Mbak Sara. Apakah Mbak Sara sudah menikah lagi?" pertanyaan Dokter Elfian mewakili hati Demian.
"Tidak," Sara menjawab dengan cepat.
Dokter Elfian sangat menyayangi Bima seperti anak kandungnya sendiri. Dia hanya ingin Bima bahagia. Dia sangat mengharapkan Bima merasakan kasih sayang kedua orang tuanya.
Tentu saja Dokter Elfian tidak ingin memaksa hati dan perasaan Sara. Demian pernah mencurahkan isi hatinya kepada Elfian. Dia sangat menyesal telah menceraikan Sara. Jujur, dia masih mencintai Sara dan ada niat untuk rujuk.
Dokter Elfian juga pernah menanyakan kepada Bima. Seandainya Demian Dan Sara rujuk bagaimana tanggapan Bima. Saat itu Bima lama berpikir. Bima akan menerima apapun keputusan Sara.
Demian tidak membela diri. Demian sadar diri, perbuatannya di masa lalu sungguh tidak bisa dimaafkan. Demian hanya bisa pasrah menjalani masa depan.
Sara juga mencurahkan isi hatinya yang selama ini dia pendam sendiri. Setelah bercerai dengan Demian, Sara pindah ke kota Jade.
Sara sakit hati. Demian sama sekali tidak mengizinkan Sara untuk bertemu dengan kedua putranya. Demian memerintahkan orang agar menghalangi Sara bertemu anak-anaknya.
Sara stress, selama beberapa tahun Sara sakit-sakitan. Sara seperti kehilangan dunianya. Sara sangat mencintai keluarganya.
Sara putus asa, Sara hampir gila. Sara sempat berniat untuk mengakhiri hidupnya dengan melompat ke sungai.
Sara sempat koma di rumah sakit. Setalah beberapa bulan, Sara bangun dari tidurnya. Saat itu dia melihat kedua orang tuanya menangis. Mereka meminta maaf karena dulu pernah menjodohkan Sara dengan Demian.
Karena keinginan mereka, Sara dan anak-anaknya harus menjalani kehidupan yang keras. Sara akhirnya bercerai dan terpisah dengan kedua putranya.
Saat itu Sara membenci Demian. Sara mengutuk Demian. Sara ingin Tuhan mengabulkan permohonannya. Buat Demian merasakan penderitaan yang dia rasakan.
Sara hidup dalam kebencian dan sakit hati. Selama di rumah sakit, Sara berkenalan dengan seorang wanita. Saat itu dia sedang menjenguk seorang gadis yang ditemukan suami dan tetangganya di lautan.
Dia menceritakan kondisi gadis itu. Entah mengapa, dia dan suaminya ingin sekali mengangkat anak kepada gadis itu. Wanita itu sangat baik.
Wanita itu sering menjenguknya. Dia selalu membawakan buah-buahan atau apa saja untuknya. Karena seringnya mereka bertemu, Sara menceritakan hidupnya dan alasan dia berada di rumah sakit.
Wanita itu menenangkan Sara. Dia juga mengingatkan Sara, setiap manusia diberikan ujian hidup. Seberat apapun ujian hidup jangan melupakan Sang Pencipta.
Hadapi semuanya dengan ikhlas. Doa kan orang yang sudah menyakitimu agar dia mendapatkan kesadaran. Setiap orang pernah melakukan salah dan dosa. Belajarlah memaafkan.
"Sara, maafkan aku. Dosaku sudah terlalu banyak. Aku bukan orang baik. Maaf karena aku, kamu berpikir untuk mengakhiri hidup. Ingat masih ada Bima dan Jaka," Demian meneteskan air mata.
"Yang lalu biarlah berlalu. Terima kasih Mas Demian, sudah berubah," ucap Sara.
Dokter Elfian masih melihat ada cinta di antara Demian dan Sara. Terutama Demian. Rasa cintanya sangat besar kepada Sara tetapi diselimuti penyesalan dan rasa bersalah. Semoga saja, ada kabar baik untuk mereka berdua.
Dokter Elfian, Demian dan Sara keluar dari penginapan. Mereka bertiga berjalan menuju halaman perkemahan. Di sana sedang diadakan pertunjukan kembang api.
Suara dentuman kembang api memecah kesunyian malam. Langit malam di bumi perkemahan seketika pecah saat kembang api meledak di atas pepohonan pinus.
Bima penuh kebahagiaan. Bima menatap Demian, Sara dan Jaka bersama keluarga kecilnya. Bima berharap, mereka akan melupakan masa lalu dan kembali bersatu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...