NovelToon NovelToon
Pria Titisan Raja

Pria Titisan Raja

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Penyelamat / Diam-Diam Cinta
Popularitas:60.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Kalandra Wiranata adalah seorang Petugas Pemadam Kebakaran yang bertugas di sebuah Kota kecil.
Kota tempat tinggalnya itu terletak cukup strategis karena tepat berada di tengah - tengah dari lima Kabupaten di Provinsi itu.
Karena tempatnya yang strategis, Timnya kerap kali di perbantukan di luar dari Kotanya.
Timnya, bukan hanya sekedar rekan kerja. Mereka sudah seperti keluarga kedua yang di miliki oleh Kalandra.
Karna sebuah kejadian, Kalandra pun di pertemukan dengan seorang wanita yang ternyata merupakan jodohnya.
Selain perjalanan karir dan cinta, ada sebuah rahasia yang akhirnya terungkap setelah selama ini selalu membuatnya penasaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. Gak Penting.

"Udah dari tadi di sini, Na?" Tanya Kalandra saat menghampiri Naina.

"Udah dari satu jam yang lalu." Jawab Naina.

"Serius? Kok Abang gak tau?" Tanya Kalandra yang memang tak menyadari keberadaan Naina sebelumnya.

"Serius, Bang. Aku sama Nadi udah dari tadi di sini. Cuma Ayah sama Bunda aja yang belum lama nyusul." Jawab Naina.

"Abang gak apa - apa?" Tanya Naina kemudian.

"Gak apa - apa, Sayang." Jawab Kalandra.

"Belepotan gini, mukanya." Kekeh Naina. Ia lalu mengeluarkan tisu basah dari dalam tasnya. Naina memang selalu membawa tisu basah dan kering kemanapun ia pergi.

"Belum sempet cuci muka." Jawab Kalandra yang kemudian membersihkan wajahnya dengan tisu basah pemberian Naina. Tak hanya membersihkan wajah, Kalandra juga menhembuskan keras nafasnya yang terasa sedikit tersumbat.

"Ya Allah, kok bisa sampe hitam gitu sih, Bang?" Tanya Naina saat melihat hasil hembusan hidung Kalandra.

"Ya memang kayak gini kalau abis madamin api." Jawab Kalandra.

"Untung aja bukan serpihan arang yang keluar ya, Bang." Goda Naina yang membuat Kalandra terkekeh.

"Gimana di dalam, Kal? Aman?" Tanya Ayah Naina yang menghampiri Naina dan Kalandra.

"Alhamdulillah udah aman, Yah." Jawab Kalandra.

"Syukurlah. Untung Petugas Damkar cepat datang. Ayah sama Bunda sampe panik waktu Nana ngabarin." Kata Ayah Naina.

"Iya, Yah. Untungnya gak banyak angin kencang, jadi apinya gak meluas ke rumah warga lain." Jawab Kalandra.

"Kal, nanti ajak teman - temanmu mampir ke rumah, ya. Makan dulu di rumah, anggap ucapan terima kasih dari kami, mewakilkan Tante Ani dan Keluarga." Kata Bunda.

"Gak usah repot - repot, Bun. Takutnya ada yang berpikir macam - macam dan melaporkan ke atasan nanti." Jawab Kalandra yang menolak dengan halus. Bagaimanapun, ia tetap harus menjaga tata tertib yang sudah di berikan.

"Gitu, ya? Yaudah kalo gitu nanti kalian bawa ke markas aja, ya, tunggu sebentar lagi biar di santar Bibik ke sini." Sahut Bunda yang kemudian meraih ponselnya untuk menghubungi ART di rumah.

"Aduh, gak usah, Bun. Jadi ngerepotin-"

"Udah terima aja. Jangan di tolak. Kalau takut ini pemberian karena ucapan terima kasih, anggap aja ini tasyakuran Wisudanya Nana." Sergah Ayah sambil menepuk bahu Kalandra.

"I-Iya, Yah. Terima kasih, Yah, Bun." Ucap Kalandra yang merasa sedikit sungkan karena terus di paksa.

"Widih! Abang ku..." Kata Nata yang datang bersama Nadi dengan membawa segelas es lemon tea.

"Keren banget Abangku ini." Puji Nadi.

"Duduk... Duduk... Duduk..." Ujar Nadi kemudian sambil menyeret Kalandra untuk duduk trotoar.

"Haus banget, pasti. Minum Bang... Minum." Kata Nata yang kemudian menyuapkan sedotan ke mulut Kalandra.

"Capek ya, Bang?" Tanya Nadi sambil memijat - mijat bahu Kalandra.

Hal itu tentu saja menarik perhatian orang - orang yang ada di sana. Naina pun sampai mengerutkan dahi melihat kelakuan dua adiknya itu.

"Tenang aja, Bang. Temen Abang udah kebagian semua, kok." Kata Nadi yang membuat Kalandra langsung menoleh ke arah rekan - rekannya.

Melihat Kalandra yang menoleh, rekan - rekannya pun dengan kompak mengangkat gelas berisi es lemon tea yang di bawakan oleh Nadi dan Nata.

"Seger, Kapt!"

"Perasaan gak enak nih, kalo udah kayak gini." Kata Kalandra yang menatap Nadi dan Nata dengan was - was.

"Tau ih, kalian berdua bikin ulah apa lagi?" Cicit Naina.

"Enggak kok, Mbak. Suudzon aja sih, Mbak Nana ini." Sahut Nata.

"Terus, kenapa?" Tanya Kalandra.

"Ini, Bang, kita pinjem mobilnya malam ini? Boleh, kan?" Bujuk Nadi.

Mobil BMW M3 Touring milik Kalandra yang full modifikasi itu memang terlihat sangat keren dan memukau. Tak hanya itu, mobil itu juga sangat nyaman di kemudikan berkat perawatan yang rutin.

"Nadi, Nata, jangan macem - macem." Tegur Naina sambil melotot.

"Gak macem - macem kok, Mbak. Malem ini aja." Bujuk Nata.

"Yaudah, bawa aja. Yang penting hati - hati dan jangan kebut - kebutan." Pesan Kalandra.

"Yes!"

"Yuhuuu!!" Girang kedua adik Naina.

"Sshh, aduh pegel banget." Keluh Kalandra.

"Woi elaah. Siap... Siap... Siap..." Sahut Nadi sambil kembali memijati Kalandra di bantu oleh Nata.

"Ch! Dasar. Happy banget sekarang ada yang belain." Dengus Naina sambil melihat sinis kedua adiknya.

...****************...

Naina memarkirkan mobil Kalandra yang ia bawa di tempat parkir yang ada di halaman Markas Damkar. Tak lama, Kalandra muncul dari dalam bangunan Markas dan menghampiri mobilnya.

"Selamat pagi, tampan." Sapa Naina.

"Loh, kok kamu yang anter, Sayang? Nadi kemana?" Tanya Kalandra yang tentu terkejut. Karena tadi Nadi bilang jika ia yang akan mengantar mobil Kalandra.

"Ada di rumah. Sengaja tadi aku yang suruh chat Abang." Jawab Naina sambil tertawa. Tawa yang menular pada Kalandra.

"Ch! Dasar jahil." Kata Kalandra sambil menarik hidung Naina.

Naina pun keluar dari bagian kemudi dan berpindah duduk ke sebelah kemudi. Sementara Kalandra yang kini mengambil alih kemudi mobilnya.

"Mau kemana, Tuan Putri?" Tanya Kalandra sebelum melajukan mobilnya.

"Gak tau, terserah Abang aja." Jawab Naina.

"Eh, tapi emangnya Abang gak capek?" Tanya Naina kemudian.

"Enggak, asal sama kamu." Jawab Kalandra.

"Ceileeh, gombal banget." Kekeh Naina.

"Oh iya, aku mau tanya." Kata Naina yang kini duduk menghadap ke arah Kalandra. Wajahnya pun berubah serius saat ini. Mereka pun masih berada di dalam parkiran, belum melajukan mobilnya.

"Ini Abang, kan?" Tanya Naina. Ia menunjukkan sebuah berita yang memuat tentang evakuasi di menara SUTET kemarin.

"Iya, Sayang." Jawab Kalandra.

"Berarti Abang yang di serang pakai pisau?" Tanya Naina dengan mata terbelalak. Kalandra pun hanya mengangguk.

"Kenapa Abang gak cerita sama aku? Abang gak kenapa - napa, kan? Ada yang luka gak?" Cerocos Naina sambil memeriksa lengan Kalandra yang saat itu memakai kaos lengan pendek hingga menampakkan otot tangannya yang menonjol.

"Abang gak apa - apa, kok. Apa Abang perlu buka baju juga? Mau di periksa gak?" Goda Kalandra.

"Ish! Abang ini." Kata Naina sambil memukul lengan Kalandra.

"Kenapa gak pernah cerita sama aku sih, Bang?" Tanya Naina.

"Abang gak mau kamu khawatir, Na." Jawab Kalandra yang kini mulai melajukan mobilnya.

"Tapi aku lebih shock kalo tau dari orang lain loh, Bang. Sebenernya Abang nganggep aku pacar Abang gak sih?" Kata Naina.

"Enggak!" Jawab Kalandra yang langsung membuat Naina menatapnya dengan tatapan tak percaya.

"Kamu kan calon istri Abang." Kata Kalandra kemudian.

"Calon istri mana yang gak pernah tau kondisi calon suaminya? Tiap di tanya selalu bilang gak apa - apa, baik - baik aja, gitu terus." Cicit Naina sambil bersidekap dada dan membuang pandangan ke jalanan yang nampak ramai.

"Bukan gitu, Sayang. Abang cuma gak mau kamu khawatir. Yang terpenting kan Abang baik - baik aja." Kata Kalandra.

"Ish! Abang ini gak ngerti juga. Maksud aku tuh cerita, dong. Ada kejadian apa yang menimpa Abang walaupun Abang tetep selamat. Aku juga tuh pingin tau, Bang. Gimana kondisi Abang, apa yang Abang alami." Kata Naina.

"Tau, ah! Terserah Abang. Ya kalik aku gak sepenting itu. Makanya gak perlu tau apa - apa." Imbuh Naina yang tampak makin kesal.

Kalandra pun hanya bisa menghela nafas panjang sambil menggaruk pelipisnya yang tak gatal karena Naina yang merajuk.

1
Jack Strom
Sepertinya ceritanya cukup menarik nih, jejaknya saja tertinggal... 😁
Ridwani
👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Atik Kiswati
cowok emang gt....gk mau org yg disayang kwatir tapi mlh jadi mslh krn sifat cewek yg kebalikannya ama sifat cowok....jd serba slh kan.....🤣
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
bener sih omongannya. pake tarik ulur lg. buat kerugian aja. mana buat macet pula 🤣🤣
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
ditunjukin khodamnya malah terkencing2
Mulyani Asti
hayooolooo marah kan naina nya 😂wes angel...angel wkwkwk🤣🤣🤣aku team kompor meleduk
Yoyoh Dariyah
hadeueuh mulai ngambek nih 🤭
Ika Shanti Budipertiwi
naina lagi mode pms 🤭
Esther
begitulah wanita Kal😂
Santi
nah kan wanita selalu benar abang🤣
Ayunda
bang kal mknya ap2 CRT biar g manyun tuh calon istri
Ita Xiaomi
Alhamdulillah Tante Ani sekeluarga selamat. Berharap rumahnya ndak rusak parah.
Ita Xiaomi
Tuh kan makanya jgn suka nak aneh-aneh, jd dilihatkan yg aneh jg kan.
Yuliana Tunru
mantu dan.pacar idaman mmg kalandra ..karya2 mu mmg 👍 thorr tokih2 x baik budi dan lenyayang cerita x ringan tp bikin kangrn kaya cerita bopo banyu alas dah brp judul msh z syukaaaa
Esther
Bang Kalandra pesona nya smkn bertambah saat sedang beraksi ya Naina😃
Atik Kiswati
lnjt.....
M H
gasss lanjut terus thorr
Mulyani Asti
lemparin aja lah bang kal.tuman🤭
netha@🏡s⃝ᴿ℘ℯ𝓃𝓪 ♬⃝❤
tuh org lg patah hati y
Ita Xiaomi
Ngebayangkan Sang Raja muncul di dpn org itu. Apakah orgnya akan merasa ketakutan?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!