Lu Mingyu adalah seorang gadis muda yang bergabung di kelompok dunia bawah, tugasnya sebagai mata mata di kelompoknya, Mingyu sudah terbiasa mendapat luka tembak ataupun benda tajam di tubuhnya, bagi Mingyu itu adalah simbol dari sosoknya yang pemberani dan tidak takut pada apapun, selain itu Mingyu juga memiliki sifat yang babar dan juga suka ceplas ceplos saat berbicara, menurut Mingyu yang paling menakutkan bukanlah musuh yang ingin membunuhnya, melainkan jika tidak punya uang, karna Mingyu gadis yang sangat matrealistis.
Dan suatu hari Mingyu tidak pernah terpikirkan kalau dirinya akan masuk ke jebakan lawan, mobil Mingyu berhasil di sabotase, yang menyebabkan remnya blong dan menabrak pembatas jalan hingga meledak, dan api besar itu melalalap habis tubuh Mingyu yang terkunci di dalam mobil.
Dan saat membuka matanya Mingyu berfikir kalau dia sudah berpindah ke alam baka, karna melihat bangunan sekelilingnya di penuhi dengan warna kuning keemasan, di tambah saat dia melihat tam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Setelah puas mengelilingi istana Pangeran Duan, kini Lu Lu duduk di gazebo taman yang terletak di belakang istana.
''Luas juga istana ini'' gumam Lu Lu sembari memijit kakinya yang lumayan pegal, dan selang beberapa saat tiba tiba Lu Lu teringat sesuatu.
''Oh ya, bukankah katanya Pangeran Duan punya banyak istri, tapi di mana keberadaan mereka ya'' tanyanya pada diri sendiri, dari tadi selama Lu Lu mengelilingi istana dia sama sekali tidak berpapasan dengan pelayan wanita satupun, hanya ketika tadi saat hendak masuk ke dalam istana saja, itupun hanya ada dua pelayan wanita saja tidak lebih.
''Nona''
Lu Lu sontak menoleh ke belakang, dan melihat seorang pria paruh baya yang tersenyum padanya, lalu Lu Lu segera berdiri.
''Tuan memanggil saya?'' tanya Lu Lu.
Pria paruh baya itu mengangguk dengan tersenyum.
''Kalau bukan anda siapa lagi, di sini hanya ada anda saja'' ucapnya dengan ramah.
Lu Lu seketika tersenyum malu. ''Iya juga ya''
''Nona, saya adalah kepala pelayan istana, Pangeran Duan memerintahkan saya untuk melayani anda'' ucap kepala pelayan itu.
''Oh''
''Paman, silahkan duduk'' ucap Lu Lu.
''Saya berdiri saja Nona'' timpal kepala pelayan itu dengan sopan.
Lu Lu hanya mengangguk saja.
''Paman, kenapa saya tidak melihat adanya pelayan wanita di dalam istana?'' tanya Lu Lu.
Kepala pelayan itu tersenyum, kemudian menjelaskannya pada Lu Lu. '' Pelayan wanita masuk di istana hanya untuk menyiapkan sarapan dan makan malam Pangeran saja, setelah itu mereka di larang masuk ke dalam istana lagi, hanya boleh di halaman depan serta halaman belakang saja''
Lu Lu mengangguk anggukkan kepalanya.
"Keren juga peraturan di istana ini" batinnya.
''Oh ya, terus dimana tempat tinggal istri istri Pangeran?, barusan saat saya keliling istana hanya menemukan dua ruangan saja, dan kata penjaga itu kamar Pangeran dan satunya lagi ruang makan'' tanya Lu Lu.
''Apa anda ingin melihat tempat tinggal Permaisuri dan para selir?'' tanya kepala pelayan pada Lu Lu.
''Iya'' jawab Lu Lu langsung bangkit.
"Mudah mudahan aku bisa bertemu Gu Nian di sana" batin Lu Lu penuh harap.
''Mari Nona''
''Mari Paman''
Lu Lu segera mengikuti langkah kepala pelayan itu yang akan mengantarnya ke kediaman para istri Pangeran Duan.
Dan beberapa saat kemudian Lu Lu di buat heran saat melihat pintu gerbang yang menjulang tinggi di depannya, dan di jaga oleh dua pengawal di sisi kanan dan kiri pintu.
''Buka pintunya'' perintah kepala pelayan, dan salah satu pengawal itu segera membuka pintunya dengan patuh.
Krekkkk
Saat pintu gerbang itu terbuka lebar, beberapa wanita yang ada di balik gerbang seketika menoleh ke arah pintu gerbang.
''Silahkan Nona'' ucap kepala pelayan itu dengan sopan.
Lu Lu menganggukkan kepalanya, dan melangkah masuk lalu kepala pelayan mengikutinya dari belakang.
Semua para pelayan wanita yang ada di kawasan itu seketika di buat penasaran, dengan wanita cantik yang datang bersama kepala pelayan istana.
Lu Lu menghentikan langkahnya saat melihat sebuah bangunan yang terlihat paling indah di antara bangunan bangunan yang lain.
''Paman, kenapa bangunan di depan ini berbeda dari yang lain?, maksudku terlihat lebih bagus'' tanya Lu Lu.
''Itu tempat tinggal Permaisuri'' jawab kepala pelayan .
Lu Lu mengangguk anggukkan kepalanya. '' Terus beberapa bangunan yang hampir sama itu, apa tempat tinggal para selir?'' tanya Lu Lu.
''Benar Nona, Pangeran Duan memiliki enam istri'' timpal kepala pelayan dengan tersenyum.
Lu Lu yang mendengarnya langsung meneguk ludahnya karna terkejut.
''Enam istri'' ucapnya tak percaya sembari mengangkat kelima jarinya.
Kepala pelayan hanya tersenyum melihat expresi wajah tak percaya Lu Lu.
''Kepala pelayan, siapa wanita ini?''
Lu Lu dan kepala pelayan seketika menoleh bersama, dan melihat seorang wanita berpakaian seperti pria berdiri tak jauh dari mereka.
''Salam hormat untuk permaisuri Duan'' ucap kepala pelayan dengan sedikit membungkuk.
Sedangkan Lu Lu saat mendengar kepala pelayan menyebut wanita di depannya dengan permaisuri, seketika dia juga ikut membungkukkan badannya sejenak.
''Hem, kamu belum jawab pertanyaanku, siapa wanita ini?'' tanya Permaisuri datar.
''Beliau Nona Qin Lu Lu, adik kandung pengawal Qin'' jawab Kepala pelayan.
Lu Lu yang mendengar cara kepala pelayan menjawab pertanyaan permaisuri sedikit heran, pasalnya nada bicara kepala pelayan terdengar sedikit tidak sopan.
''Untuk apa dia ke sini?'' tanya permaisuri.
''Beliau hanya ingin jalan jalan mengelilingi istana'' jawab kepala pelayan.
''Apa dia juga berkeliling di istana Pangeran?'' tanya permaisuri cepat, yang di angguki oleh kepala pelayan.
Dan seketika wajah Permaisuri Duan merah padam, selama hampir tiga tahun dirinya menikah dan menjadi permaisuri pangeran Duan, dirinya hanya bisa masuk ke dalam istana saat Pangeran Duan memanggilnya, itupun dalam satu bulan tidak lebih dari tiga kali, kadang hampir tidak pernah sama sekali, karna terkadang Pangeran Duan memanggil selir untuk melayaninya, lantas kenapa wanita yang bukan siapa siapa ini bisa seenaknya berkeliling di kediaman Pangeran.
''Pangeran Duan sendiri yang mengizinkan Nona Lu Lu untuk berkeliling di istananya'' tukas kepala pelayan saat menyadari kemarahan yang tercetak jelas di wajah Permaisuri.
Perasaan iri sekaligus amarah langsung memenuhi dada permaisuri saat mendengar perkataan kepala pelayan, kenapa Pangeran membiarkan wanita yang bukan siapa siapa berkeliling di istana pribadinya dengan leluasa, sedangkan dirinya yang berstatus istrinya harus menunggu panggilan dulu, itupun hanya sebatas menemani Pangeran Duan di meja makan serta melayaninya di atas ranjang.
''Permaisuri, jika tidak ada lagi yang anda tanyakan, saya akan mengantarkan Nona Lu Lu jalan jalan lagi'' tukas Kepala pelayan.
''Mari Nona'' ucap kepala pelayan pada Lu Lu dengan sopan, tanpa menunggu jawaban dari permaisuri.
''Iya'' sahut Lu Lu dan melangkah pergi, tanpa memperdulikan wajah muram Permaisuri.
Permaisuri menatap tajam punggung Lu Lu yang pelahan menjauh bersama kepala pelayan.
Sedangkan Lu Lu dia terus berjalan jalan mengelilingi tempat tinggal para istri Pangeran Duan bersama kepala pelayan.
''Paman, kenapa tempat tinggal para istri Pangeran harus di pisah dengan gerbang tinggi?'' tanya Lu Lu penasaran.
''Pangeran tidak terlalu suka melihat permaisuri dan para selir saling berlomba lomba mencari perhatian beliau, jadi Pangeran memutuskan memisahkan tempat tinggal mereka '' jawabnya.
Lu Lu mengangguk anggukkan kepalanya.
''Terus,, apa Pangeran dan para istrinya tidak melakukan hal, ah tidak jadi'' ucap Lu Lu mengurungkan untuk meneruskan perkataannya, karna tiba tiba dia malu sendiri.
Sedangkan kepala pelayan dia tersenyum, karna sudah faham dengan apa yang ingin di tanyakan oleh Lu Lu.
''Jika Pangeran ingin melakukannya, Pangeran akan memanggil salah satu dari mereka untuk melayaninya'' papar kepala pelayan.
Lu Lu hanya tersenyum malu sembari mengangguk anggukkan kepalanya.
''Oh ya Paman, kenapa barusan permaisuri berpakaian pria?'' tanya Lu Lu saat teringat dengan pakaian yang di kenakan oleh permaisuri barusan.
''Mungkin permaisuri baru selesai latihan beladiri'' jawab kepala pelayan.
''Latihan beladiri'' beo Lu Lu.
''Benar, semua istri istri Pangeran di haruskan bisa memiliki keahlian beladiri'' ucap kepala pelayan.
''Nanti malam waktunya para para istri pangeran untuk memperlihatkan keahlian bela diri mereka''
Untuk para readers sebelumnya author mohon maaf, mungkin untuk beberapa hari ini author heauts sebentar.
mohonmaaf lahir bathin
mkin seru