NovelToon NovelToon
Why Did I Fall In Love With You

Why Did I Fall In Love With You

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:107
Nilai: 5
Nama Author: The Black

Kang Youngha seorang yang dulunya Direktur Muda Perusahaan Kang. Dia menikah dengan Jang Dohee, sosok perempuan yang dicintainya sedari dulu. Tiba-tiba, Kang Youngha melepaskan diri dari jabatan Direktur Muda. Dia mulai mengenal dunia militer dan masuk melalui Wajib Militer, di dunia militer nya Kang Youngha disegani banyak orang. Kali ini, dia benar-benar satu tim dengan teman-teman masa kecilnya yang sudah dianggap saudara. Di pertengahan tahun, dia mulai seperti hidup sendiri. Jang Dohee yang sudah tidak diajak berbicara semenjak Ayah Youngha sendiri berbuat hal yang tidak baik kepada keluarganya, Jang Dohee yang merasa kesal dan harus meluruskan ini selama pernikahannya yang sudah hampir menyentuh 5 tahun itu. Meski begitu, Dohee masih memperhatikan Youngha diam-diam dan mulai mengumpulkan semua aset untuk masa tuanya bersama suaminya. Di sisi lain, pria yang bernama Yoon Hain adalah teman masa kecil Kang Youngha. Mereka sudah seperti saudara kandung dan menyimpan banyak rahasia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon The Black, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 : Like This

Pagi terlihat cerah saat di rasakan pada akhir pekan, Youngha dan Dohee bangun dari tidurnya, baru kali ini mereka merasakan segar dibadan saat bagun pagi. Dohee meregangkan otot dengan pelan, setelah Youngha meregangkan otot dia mengelus perut Dohee yang sudah lumayan agak buncit itu. Mereka membersihkan badan, setelah itu keluar menyiapkan sarapan bersama untuk semua orang-orang. Setelah mereka berdua bangun, Raon adalah manusia ketiga yang menyusul Youngha dan Dohee untuk bangun pagi. Raon meregangkan otot lalu membantu Youngha menyajikan makan di meja, di susul dengan Sion yang rambutnya berantakan seperti singa, dia duduk di sofa sambil melamun.

“Kenapa dia?” tanya Youngha melihatnya dari meja makan sambil memegang tepi meja,

“Ritual pagi” jawab Raon yang kemudian melihat Sion,

“Sayang” panggil Dohee sambil membawa mangkuk besar berisi nasi,

“Iya sayang” timpal Youngha lalu membantu Dohee,

“Dain kita akhirnya menginap kesini!” ujar Dohee bahagia,

“Benar? Aku tidak salah dengar bukan? Dain kecilku?!” tanya Youngha memastikan,

“Iya sayang, Dain kecil kita” jawab Dohee memastikan dengan senang, Raon hanya melihat mereka berdua yang sedang sedikit sibuk merayakan itu.

Setelah semua sudah bangun dan sarapan di meja makan, mereka yang muda-muda menambah perabotan yang masih kurang dirumah utama itu, para ibu kemarin sudah pulang kerumah. Tak lama dari pemasangan perabotan, bel pintu rumah utama berbunyi. Youngha dan Dohee langsung saling bertatapan kemudian berlari ke arah pintu, saat membuka pintu, wajah mereka bahagia.

“Aaaa!!! Kakakk!!” sapa seorang gadis cantik berambut panjang sepinggang, dia membawa banyak oleh-oleh untuk Dohee dan Youngha kali ini. “Dain-ku!” mereka menyapa dengan girang, mereka langsung menyuruh gadis cantik itu masuk dalam rumah. Gadis yang bernama Jung Dain itu melihat sekitar lalu duduk di sofa yang mewah,

“Wah, rumah kakak besar sekali” puji Dain sambil melihat sekitar,

“Dain, ini rumah utama... Jika kamu melewati usai gang tadi gerbang berwarna cokelat itu rumah kita berdua” jawab Youngha sambil menyuguhkan kue kesukaan Dain,

“Emmm, jadi ini rumah bersama ya kak?” tanya Dain,

“Iya sayang” timpal Dohee sambil membawakan segelas air mineral dan segelas susu dari dapur,

“Ih, bagaimana kakak-kakakku ini? Dimana Jungha? Apa dia jadi nikah sama Miran?” tanya Dain penasaran,

“Kita baik, sebentar lagi kau akan jadi bibi loh” jawab Youngha sambil menunjuk perut Dohee yang sudah terlihat agak buncit itu,

“Arghh! Adek bayiku!” gumam Dain sambil memegang perut Dohee gemas,

“Oh ya, Dain ini ada—” ujar Youngha terputus,

“Kak Youngha, lap nya dimana ya?” putus Hain yang tiba-tiba keluar dari gudang,

Hain diam sejenak dia menatap Dain, kedua alisnya terangkat saat melihatnya. Dain beranjak dari sofa,

“Kak Hain!” sapa Dain yang berlari lalu memeluk Hain sambil sedikit digendong Hain,

“Dain! Akhirnya hahaha kita ketemu!” balas Hain mengangkat Dain lalu memutarnya, bak adik-kakak yang sudah lama tak bertemu.

Sion dan Raon keluar dari gudang, dia mendengar ramai-ramai. Sion langsung melebarkan kedua matanya,

“Jung Dain! Kau pulang?!” teriak Sion juga saat bertemu Dain dia memeluknya sambil sedikit mengangkat,

“Kak Sion!! Akhirnya kita ketemu!” jawab Dohee turun dari gendongan Hain lalu menggendong ke Sion dengan senang.

Setelah mereka banyak bertanya dengan penasaran, akhirnya Dain mengumumkan jika dia masuk di Tentara Angkatan Laut bagian kesehatan, Dain juga bilang kalau dia di tugaskan di markas yang sama dengan mereka semua. Raon langsung terdiam dan membeku, lalu Hain teringat kalau Dain masih tidak mengenal Raon. Hain menarik Raon yang ada di belakang membeku,

“Hahah, Dain kenalkan dia Kim Raon... Dia juga Letnan Dua kita, dia paling kecil diantara semua orang” ujar Hain sambil memukul pundak Raon, sedikit tertawa juga Hain agar tak canggung,

“Dia satu tahun tua darimu mu, Dain” celetuk Youngha dari sofa,

“Kim Raon, Divisi V” ujar Raon sambil menyodorkan tangan,

“Jung Dain, Divisi IX Kesehatan... Salam kenal aku adiknya kak Dohee” jawab Dain menjabat tangan Raon,

Mereka membatu sebentar saat menjabat tangan, pipi mereka sama-sama memerah, Hain dan Sion menatap mereka berdua sambil senyum-senyum. Youngha memeluk Dohee dari samping, lalu Dohee menaruh kepalanya di dada Youngha, mereka tersenyum saat melihat Raon dan Dain membeku. Mereka lama sekali melepaskan jabatan tangan itu,

“Dain, kenapa kamu tidak mau lepas tangan Raon?” tanya Hain,

“Ahaa, maaf” jawab Dain tersadar lalu dia langsung melepaskan jabatan tangan itu,

“Kapan kau masuk divisi?” tanya Hain sambil duduk di sofa sebelah Dohee,

“Masih beberapa Minggu ini kak, barusan pindah” jawab Dain,

“Berarti sudah lama dong ada di satuan?” tanya Hain,

“Iya, aku daftar ikut tahun kemarin” jawab Dohee,

“Lah, kenapa kita tidak ketemu dia ya Kak waktu kita rapat dewan perwakilan waktu itu?” tanya Hain melihat ke arah Youngha,

“Soalnya waktu itu dia ditugaskan secara singkat di luar kota, personil kesehatan ada yang sebagian kan di tugaskan disana?” tanya Youngha memastikan,

“Iya kak, dan aku ikut yang di luar kota itu buat pelatihan saja” jawab Dain,

“Dain,” panggil Sion menghampiri sambil membawa satu piring bakpao, “nih ada bakpao... buatan tangan Raon” lanjut Sion dengan wajah menggodanya,

“Wah, tau saja kalau aku suka bakpao” jawab Dain, dia mengambil satu lalu memakannya.

Mata Dain berbinar, dua alisnya terangkat “Hmm enak sekali” sampai mewek. Sion menyenggol Raon yang masih berdiri di hadapan Dain, kemudian Raon memegang belakang lehernya yang merasa canggung itu. Sion memberikan satu piring itu ke Dain,

“Oh ya, bukannya kamu punya sahabat karib ya? Byun Yuna?” tanya Hain lalu menyandar ke sofa,

“Oh dia? Dia juga dipindah ke markas sini kok kak... Bagian forensik kan” jawab Dain lalu duduk di sofa sambil menaruh satu piring bakpao,

“Forensik?” timpal Raon sambil membukakan kaleng soda rasa anggur dan menaruh di sebelah piring bakpao itu lalu duduk di sebelah Dain,

“Mmm... Besok Minggu kita keluar, kalian juga ikut ya?” ajak Dain dengan wajah memelas,

“Oke” jawab Hain dengan setuju, “aku yang bawa mobil” lanjutnya sambil melihat ke arah Youngha,

“Tapi kak Dohee amankan?” tanya Raon,

“Aman, selama ada aku” jawab Youngha, lalu Dohee hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum manis,

“Dain?” panggil Jieun yang barusan turun dari atas, semuanya melihat Jieun,

“Kak Jieun?” tanya Dain lalu menatap ke arah Hain sebentar,

“Hai, bagaimana kamu bisa kesini?” tanya Jieun menyapa,

“Aku dipindah markas sini kak” jawabnya dengan ramah,

“Akhirnya pindah juga ya kamu” ujar Jieun yang senang,

“Argh aku tidak tahu kalau kalian disini semua” jawab Dain,

“Iya, itu kakak mu habis pada sakit” jawab Jieun sambil melihat ke arah Youngha dan Dohee,

“Ih mereka? Kenapa?” tanya Dain,

“Jungha berulah” bisik Sion yang tiba-tiba berdiri dan berbisik ke Dain,

“Sial, anak itu lagi cih” dengus Dain.

Kemudian Jieun duduk ke sofa, saat Jieun mau duduk ke sofa. Dia melihat Dohee, terutama lehernya yang banyak merah-merah itu. Dohee juga menatap ke arah Jieun bingung,

“Mm! Ini soda favorit ku, ahh! Kak Raon aku sayang kamu!” ujar Dain sangat senang sambil menatap Raon,

Mereka semua yang ada di ruangan itu terkejut langsung tatapannya mengarah ke Dain bersamaan. Raon diam membatu, kedua telinganya memerah dan hanya melihat Dain yang makan bakpao sambil minum soda rasa anggur. Youngha diam-diam mengajak mereka pergi ke dapur, tanpa ada pamit ke Dain. Karena dunianya berasa bersama Raon, mereka semua mengintip Dain dan Raon yang mulai banyak bicara. Raon membeku tapi dia tetap menjawab pertanyaan dan menimpali semua cerita Dain dari yang sedih dan senang,

“Hah, rindu sekali rasanya di masa itu” ujar Dohee sambil menghela nafas mengingat masanya bersama Youngha,

“Tapi aku tidak diam saja kan sayang?” tanya Youngha,

“Kak Youngha waktu itu wajahnya memerah, telinga nya merah sama seperti Raon” jawab Dohee tanpa sadar,

Hain menatap Youngha sambil sedikit menyenggol, Youngha melihat Hain yang salah tingkah mendengar Dohee. Youngha langsung memeluk dari samping, Dohee terkejut lalu melihat ke arah Youngha yang menaruh kepalanya di pundak kanan Dohee. Kemudian dia menempelkan kepalanya ke Youngha, mendadak juga Jieun memeluk Hain dan menaruh kepalanya di dada, Hain bersifat dingin dan tidak membalasnya, dia hanya diam, kedua tangannya masuk ke dalam saku celananya tidak antusias saat Jieun menaruh kepalanya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!