NovelToon NovelToon
Kesayangan Kakak Kedua

Kesayangan Kakak Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Fantasi Wanita / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:10.7k
Nilai: 5
Nama Author: Dhe vi

Leana putri tunggal seorang pengusaha yang tidak pernah terekspos, sehingga dia di kenal sebagai anak orang miskin yang masuk ke tempat elit demi menaikkan derajat. Menjadi pacar seorang anak miliyader membuatnya menjadi pusat perhatian, Reno putra ke tiga dari keluarga ternama di kotanya, Ketika berkunjung kerumah sang pacar dia mendapati teman baiknya sedang berduaan. Meminta pertanggung jawaban namun tak di hiraukan Reno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhe vi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35

"Selamat ibu dan bapa, putri anda berdua lahir dengan selamat”. Ucap dokter yang telah menangani persalinan normal ku.

Siapa sangka anak kami terlahir dengan berat 36kg, Hah rasanya benar-benar tapi ada rasa kebahagiaan sendiri setelah aku dan Ray melihat putri kecil kami yang selama 9 bulan ini berada di dalam rahimku, setelah bayi keluar masih ada proses selanjutnya pengeluaran ari-ari dan pemeriksaan dalam serta jahitan yang bagiku rasanya menyakitkan, tanpa bius dan langsung di jahit dengan beberapa jahitan di sana.

3 jam setelah proses melahirkan putri kami, akhirnya dia masuk ke dalam ruangan ku. Ray tidak mau aku menggunakan kamar biasa dia meminta kamar terbaik serta perawat dan dokter terbaik di rumah sakit ini. Isabella dan mama mertuaku menemani setiap proses ku.

Terutama mama Ray, beliau begitu bahagia melihat cucu perempuannya begitu pula Isabella dia begitu antusias dengan dengan kelahiran anak kami, bahkan dia sudah mempersiapkan semua keperluan bayiku dirumah ya begitu juga dengan Ray dan mamanya serta babysister terbaik untuk mengurus aku Sdn juga baby yang belum kami berinama ini.

“Cantik banget sih, ya ampun anakku kenapa dia cantik begini”. Puji Isabella

“Ini anakku Bell”. Protes Ray

“Bodo amat, lagian nih ya nanti dia lebih banyak waktu sama aku dan Lea, kalian para suami itu tugasnya cari nafkah untuk anak istri, memangnya kamu mau anak kamu nggak bisa makan nggak bisa punya apa-apa”. Ucap Isabella

“Aku sudah kaya Bell”. Bela Ray

“Memangnya kamu bakal kaya selamanya kalau kamu tidak pintar mengelola perusahaan kamu itu? Ingat ya Ray hidup anak kalian masih sangat panjang, berikan dia yang terbaik agar kelak dia tidak di remehkan orang lain, nasib anak kan siapa yang tahu Ray apa lagi anak kamu perempuan”.

“Iya iya udah ah Bell jangan ceramah di rumah sakit”. Protes Ray

“Ucapan Bella benar Ray, masa depan anak kamu ada di tangan kamu ingat Ray jangan meremahkan sesuatu apa lagi perusahaan terkadang bisa naik bisa juga turun”.

“Iya ma”.

Apa bayi tidak perlu minum asi ya? Kenapa sampai sekarang aku belum memberikan asi padanya sedangkan PDku sudah sakit.

“Kenapa love ada yang nggak nyaman, sebentar aku panggilkan perawat dulu”.

Aku mengangguk, aku benar-benar tidak tahan dengan rasa sakit dan nyeri ini.

Tidak lama perawat datang menghampiriku dengan membawa pompa asi, dia juga memberikan arahan cara penggunaannya. Seorang suster laktasi juga datang menghampiriku untuk memberikan edukasi memberikan asi pada bayiku.

Begini ya rasanya menjadi seorang ibu, dari mengandung, melahirkan menyusui serta merawatnya.

Ray juga membantuku, selama ini dia orang pertama yang selalu siaga padaku karena kedua orang tuaku juga jauh, tapi ku dengar mereka sedang terbang ke sini untuk melihat cucu cantik mereka.

Aku mulai terbiasa dengan pemberian asi 3-4 jam sekali aku memberikannya pada putriku.

3 hari kemudian aku di perbolehkan pulang dari rumah sakit, semua orang telah menungguku di lobi rumah sakit mama mertua, Isabella dan mamaku terlihat paling antusias mereka juga rebutan untuk menggendong anakku.

“Love, kamu nggak apa-apa kan? Apa masih sakit”. Ray terlihat sangat khawatir

“Nggak apa-apa beb, aku sudah mulai terbiasa kok”.

Dengan pelan Ray membantuku masuk ke mobil dan anakku bersama nenek dan tante mereka di mobil yang berbeda.

Setibanya kami dirumah utama, ada Melinda yang sedang duduk santai bersama anaknya Adrian dan juga bibi, salah seorang pembantu untukku dan seorang babysister sudah menunggu kedatangan kami, pekerjaan mereka juga cekatan terutama babysister yang Isabella carikan untukku, dan siapa sangka bahwa perawat anakku bisa beladiri.

“Dia salah satu bawahan papanya Isabella love, dia juga seorang perawat handal dan bisa bela diri dia juga memiliki seorang anak namun meninggal beberapa hari saat ada yang menyerang rumahnya, anaknya juga seorang perempuan. Makanya waktu Isabella mencari baby sitter yang bisa di percaya dia mengajukan dirinya sendiri, padahal dia adalah kaki tangan papanya Isabella”.

“Apa?”. Betapa kagetnya aku pengasuh anakku bukan orang sembarangan.

Wajah Melinda terlihat tidak senang dengan keberadaanku, tapi kali ini dia tidak begitu peduli. Ray juga cerita padaku selama beberapa bulan ini dia sering melihat Melinda keluar masuk ke hotel keluarganya tanpa ada Reno di sampingnya, bahkan sekarang dia punya mobil citycar terbaru dia bilang sih orang tuanya yang membelikannya. Aku penasaran sekaya apa sih orang tua Melinda jadi dia tidak mau mempertemukan mereka pada keluarga Wilder, walaupun hanya sekeder basa-basi.

Ku lihat di kamar bayiku penuh dengan boneka, tempat tidur yang nyaman untuknya serta tempat tidur untuk pengasuhnya. Perabotan bayiku jangan di tanya sudah sangat penuh, bahkan beberapa gaun susah di persiapkan di lemarinya ketika ku lihat mereknya ini dari punya tante Mia.

Bahkan beberapa perhiasan juga ada di sana, aku yakin ini dari mamaku. Anakku masih bayi saja sudah begini apa lagi kalau dia mulai besar nanti.

“Sudah memikirkan nama untuk anak kita love”. Aku mengangguk.

“Bagaimana kalau Calista Tylie Wilder”.

“Baiklah kalau itu mau kamu love”.

Tylie, nama tengah Ray dan nama belakangku tyson dan Valerie.

Kedua nenek dan tantenya terlihat sibuk, mereka akan mengadakan syukuran untuk Calista aku hanya berharap ini acara syukuran biasa saja, karena aku tidak suka dengan hal yang terlalu mewah karena bagiku itu hanya membuang uang saja, belum lagi waktu dan tenaga yang terbuang hanya karena acara satu hari itu.

5hari setelah melahirkan rasanya perutku mulas sekali, ketika ku coba di toilet rasanya menyakitkan sekali tapi jika tidak ku keluarkan hajat ini semakin menyiksa diriku, bagaimana dengan jahitan ku nanti apa dia akan terbuka lagi dan akan terjadi pendarahan bagaimana nanti kalau terjadi pendarahan.

Aku mengejan sebisa ku sama seperti saat aku akan melahirkan, tapi setelah keluar rasanya sangat lega dan untunglah jahitan ku juga aman.

Sungguh sangat menyakitkan mengeluarkan gumpalan serta bab yang harus di keluarkan juga.

Aku segera berbaring rasanya sangat lemas, tapi untunglah perawatku memberikan penangan dengan cepat dia memeriksa seluruh tubuhku dan menggantikan pembalut ku yang sudah hampir penuh.

setelah memompa asi untuk Calista aku memutuskan untuk tidur siang, rasanya benar-benar lelah hari ini, putriku juga tidak cerewet seperti Adrian bahkan sekarang aku mendengar tangisannya di ruang tengah, entah apa yang dia minta pada ibunya sampai merengek seperti itu.

Setelah pulang aku juga jarang melihat dia dan Reno bersama, apa terjadi sesuatu pada hubungan mereka berdua?

1
Yovi arine
😄😄
Suci Dava
klo kamu tahu asal-usul Melinda, pasti shock kamu Lea
Ophelia Roosevelt
masuk rak dulu, nunggu bab nya banyak baru baca🤭..
semangat ngetik thor sampe tamat..
Yovi arine: Iya terimakasih semangatnya 🥰🥰
total 1 replies
Yovi arine
Iya,, terimakasih 🥰🥰🥰
Muna Junaidi
Simpan dulu ya thor 🥰🥰
Yovi arine: Iya, terimakasih banyak kak 🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!