NovelToon NovelToon
Sistem Rebahan Tak Terkalahkan

Sistem Rebahan Tak Terkalahkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: Irzad

Lin Fan, seorang pekerja kantoran yang tewas karena kelelahan bekerja (tipes dan lembur), bereinkarnasi ke Benua Langit Azure sebagai murid rendahan di Sekte Awan Mengalir. Saat dia bersumpah untuk tidak pernah bekerja keras lagi di kehidupan keduanya, "Sistem Kemunculan Pemalas" aktif. Semakin malas dan santai dia, semakin kuat kultivasinya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irzad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Dengan gerakan yang diperlambat hingga tingkat maksimal, Lin Fan menyibakkan selimut linen putihnya. Ia menurunkan kakinya dari atas Batu Giok Yin Yang. Tulang punggungnya berbunyi *krek* pelan saat ia bangkit duduk.

"Masuklah," ucap Lin Fan, nada suaranya dibuat serata dan semonoton mungkin.

Wang Ta bangkit dan menyibakkan tirai sutra biru sepenuhnya.

Tetua Jin dan rombongannya melangkah masuk dengan sangat hati-hati. Saat mereka melihat lubang raksasa di atap dan kubah energi tak kasat mata yang menahan debu dan kelembapan di atas kursi goyang Lin Fan, lutut Tetua Jin nyaris lemas.

*Jendela Kekosongan!* batin Tetua Jin meratap dalam kekaguman. *Dan Payung Energi pasif yang melindungi tubuh fana-nya! Rumor itu benar! Beliau benar-benar telah menyatu dengan ketiadaan absolut!*

"T-Turunkan perlahan!" perintah Tetua Jin melalui transmisi suara telepati kepada rekan-rekannya agar tidak berisik.

Keenam Tetua itu perlahan-lahan mengurangi tekanan Qi mereka, membiarkan ranjang anti-gravitasi itu turun seinci demi seinci hingga akhirnya bagian bawahnya mengambang dengan stabil sekitar satu jengkal dari atas lantai batu. Kayu Roh Pengapung itu memancarkan dengungan yang sangat, sangat halus—sebuah frekuensi yang entah bagaimana langsung membuat kelopak mata terasa berat.

Tetua Jin melangkah maju, menjatuhkan dirinya ke lantai, dan bersujud. "Master Lin. Hamba yang buta, Jin Yuan, Kepala Paviliun Harta Karun, memohon ampun karena baru menyadari kehadiran agung Anda di sekte ini. Ranjang ini dirakit dari Kayu Roh Pengapung untuk meniadakan beban tubuh fisik Anda, dan dilapisi oleh Sutra Awan Bintang yang tidak akan memberikan sedikit pun tekanan pada meridian Anda saat Anda menyelami alam mimpi kosmik."

Lin Fan bangkit berdiri. Jubah abu-abunya yang kumal jatuh menjuntai di tubuhnya. Ia berjalan dengan langkah pelan yang sedikit menyeret tumitnya, mendekati ranjang raksasa tersebut.

Semua orang di ruangan itu menahan napas. Wang Ta, Zhao Er, dan keenam Tetua Logistik memelototi Lin Fan dengan intensitas seolah mereka sedang menyaksikan ritual kelahiran alam semesta. Apakah Master Lin akan menyukainya? Apakah estetika ranjang ini sudah cukup 'kosong' baginya?

Lin Fan mengangkat tangan kanannya. Dengan sangat enggan, ia menyentuhkan ujung jari telunjuknya ke atas permukaan kasur putih yang berkilauan itu.

Sensasi yang menjalar dari ujung jarinya ke sistem saraf pusatnya nyaris membuat Lin Fan menangis bahagia. Kasur itu tidak terasa seperti kain. Tidak terasa seperti kapas. Ia tidak merasakan adanya perlawanan fisik sama sekali. Jari telunjuknya tenggelam ke dalam kasur itu dengan kelembutan yang tidak masuk akal, seolah-olah ia sedang menyentuh kabut hangat yang memiliki kepadatan sempurna.

*Ini dia,* pikir Lin Fan, jiwanya bergetar. *Inilah alasan mengapa aku bereinkarnasi ke dunia kultivasi ini. Bukan untuk menjadi dewa. Tapi untuk tidur di atas benda ini.*

Lin Fan menarik jarinya kembali. Ia menatap Tetua Jin yang sedang bersujud menanti vonis.

"Tetua Jin," suara Lin Fan mengalun berat.

"Hamba di sini, Master!" Tetua Jin menempelkan dahinya lebih kuat ke lantai.

"Ada banyak material di dunia ini," lanjut Lin Fan, memutar tubuhnya dan perlahan-lahan menjatuhkan dirinya secara menyamping ke atas ranjang tersebut, mengabaikan sopan santun sama sekali.

*Wusss...*

Tubuh Lin Fan tenggelam beberapa inci ke dalam Sutra Awan Bintang. Ranjang anti-gravitasi itu sedikit berayun menyesuaikan beban barunya, mendistribusikan berat tubuh Lin Fan sedemikian rupa hingga ia merasa benar-benar kehilangan bobot tubuhnya. Ia merasa seperti melayang di ruang angkasa tanpa batas. Tulang ekornya yang tadi sedikit pegal langsung berteriak kegirangan.

Sambil memejamkan matanya, Lin Fan melanjutkan kalimat filosofis palsunya, suaranya kini diredam oleh kelembutan kasur yang luar biasa.

"Orang-orang fana mencari besi untuk mengeraskan tubuh mereka. Mereka mencari batu giok untuk memperkuat meridian mereka. Tapi mereka lupa bahwa benda yang paling keras pada akhirnya akan patah oleh waktu. Sedangkan awan... awan tidak bisa dipatahkan. Awan menampung segalanya tanpa pernah melukai siapa pun."

Lin Fan menggeser tubuhnya, merentangkan tangan dan kakinya lebar-lebar membentuk posisi bintang laut. Ia mengerang pelan, sebuah erangan yang murni berasal dari kelegaan fisik yang absolut.

"Tempat tidur ini..." gumam Lin Fan, kesadarannya mulai terseret masuk ke dalam pusaran tidur yang sangat dalam, "...sangat empuk. Kalian... tidak melakukan pekerjaan yang terlalu buruk. Berikan setengah dari sisa cincinku pada pelayan dapur... dan sisanya... bagikan pada para asisten paviliunmu yang telah memotong kayu ini. Kerjaan... fisik... harus dihargai..."

Suara Lin Fan memudar, digantikan oleh dengkuran halus yang segera bersinkronisasi dengan dengungan pelan dari Kayu Roh Pengapung.

*[Ding! Sinkronisasi Peralatan Tidur Surgawi Selesai!]*

*[Peringkat Kenyamanan: Tembus Langit.]*

*[Menerima Pengalaman Kultivasi Pasif: +150 per detik selama Host mempertahankan kontak penuh dengan 'Altar Awan'.]*

*[Sistem mendeteksi bahwa wujud fisik Host telah mencapai relaksasi 100%. Kemungkinan Host berdiri sendiri dalam 48 jam ke depan menurun hingga 0.01%.]*

Di bawah ranjang yang mengambang itu, Tetua Jin perlahan mengangkat wajahnya yang basah oleh air mata pencerahan.

"Beliau menyadarinya..." bisik Tetua Jin, bibirnya bergetar hebat. "Beliau memuji kerja keras para asisten logistik rendahan di paviliunku! Seorang Master yang bisa melihat menembus ilusi kekayaan, membagikan jutaan batu roh layaknya debu, hanya untuk menghargai keringat orang-orang yang memotong kayu! Kebaikan macam apa ini? Dao macam apa ini?!"

Tetua Jin bangkit berdiri, menatap Wang Ta dengan pandangan persaudaraan spiritual yang mendalam. Ia meraih tangan koki gemuk itu dan menjabatnya erat.

"Saudara Wang," bisik Tetua Jin penuh haru. "Paviliun Harta Karun Langit berutang nyawa padamu. Kau telah membawa kami pada pencerahan sejati. Master Lin benar. Awan tidak bisa dipatahkan! Mulai besok, aku akan menghapuskan denda poin kontribusi bagi murid logistik yang melakukan kesalahan kecil! Kita harus meniru kelembutan awan!"

Wang Ta mengusap air matanya sendiri. "Tentu, Saudara Jin. Mari kita tinggalkan beliau dalam perenungannya. Dan tolong... jangan melangkah terlalu keras saat keluar. Gelombang suara kalian mungkin akan mengganggu ritme melayang ranjang suci itu."

Keenam Tetua Logistik elit itu, yang biasa memegang nasib perbendaharaan sekte dengan tangan besi, mundur dari paviliun mini tersebut dengan berjinjit layaknya sekumpulan balita yang sedang bermain petak umpet. Mereka saling memberikan isyarat tutup mulut dengan jari telunjuk di bibir, bergegas keluar dari Dapur Luar dengan hati yang dipenuhi oleh kehangatan dan pencerahan yang sepenuhnya salah alamat.

Dapur Luar kembali sunyi, diselimuti oleh aroma dupa dan kaldu.

Di atas ranjang raksasanya yang mengambang di bawah pilar cahaya matahari pelindung, Lin Fan mendengkur nyenyak. Ia tidak peduli bahwa ia baru saja mereformasi kebijakan ketenagakerjaan di Paviliun Logistik. Yang ia tahu hanyalah satu hal yang pasti: hidup di dunia kultivasi ini ternyata tidak seburuk yang diceritakan di novel-novel, selama kau tahu cara mendelegasikan uangmu untuk membeli kasur terbaik di benua ini.

1
abyman😊😊😊
🤣🤣🤣💪
abyman😊😊😊
🤣🤣🤣🤭
Gege
idenya keren tiduran saja bisa ngalahin para ahli...epic dan apik..
Gege
temanya menarik..makin malas makin sakti...belom lagi hadiah hadiah yang diluar nalar... nabok nyilih tangan menang tanpo ngasorake sugih tanpo kerjo...🤣
ikyar
bagus lucu
rinn
🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!