Kaniya, seorang wanita muda yang berani, menolak perjodohan yang diatur oleh orang tuanya. Dia kabur dari rumah dan mencari perlindungan di perusahaan tempatnya bekerja. Di sana, dia bertemu dengan atasannya, Agashtya, yang juga kabur dari perjodohan orang tua. Mereka berdua bekerjasama untuk menjaga rahasia masing-masing, tapi suatu malam, mereka tak sengaja tidur bersama.
Beberapa bulan kemudian, mereka berdua terkejut ketika mengetahui bahwa orang yang dijodohkan oleh orang tua mereka tak lain adalah mereka sendiri. Kaniya dan Agashtya harus menghadapi kenyataan bahwa mereka telah jatuh cinta, tapi adakah kesempatan bagi mereka untuk bersama? Dan apa yang terjadi ketika adik mereka, Bintang dan Shanaya, juga saling jatuh cinta satu sama lain?
Kaniya dan Agashtya duduk di ruang kantor, mencoba memahami situasi mereka.
"Apa bapak percaya ini?" tanya Kaniya, suaranya hampir tidak terdengar
Agashtya menggelakkan kepalanya. "Saya tidak tahu apa yang harus dikatakan. Aku tidak pernah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutiara Wilis , isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Foto Bersama
Malam pertunangan antara Kaniya dan Agashtya berlangsung dengan meriah, dihadiri oleh semua karyawan karyawati kantor Agashtya. Mereka semua datang sebagai tamu undangan, sesuai dengan alamat yang dikirimkan oleh Alex pada mereka untuk memeriahkan acara malam pertunangan atasan mereka.
"Selamat ya pak Agashtya dan mbak Kaniya, wah sebentar lagi mbak Kaniya bakal jadi bu bos kita nih..." ujar Melani salah satu staff IT di perusahaan Agashtya, sambil tersenyum lebar
"Thanks yah...Mel, hehehe...iya aku sendiri juga gak nyangka banget, rasanya ini kayak mimpi..." jawab Kaniya sembari tersenyum merona dan menatap ke arah Agashtya
"Kami gak nyangka lho Kan. Kami cuma ngira kalian cuma batas atasan dan sekretaris aja ehhh...tiba-tiba tunangin aja dunks..." ujar Amelia masih tak percaya
"Iya gue sendiri juga gak ngira. By the way foto kuy," timpal Arum yang sudah siap dengan kamera handphonenya untuk mengabadikan momen bersama dengan Kaniya dan Agashtya
Mereka pun mengambil foto selfie bersama-sama sebanyak-banyaknya. Sementara itu, Alex yang berada di meja tepat di depan dekorasi vendor engangement pun sedikit merasa iri melihat keberuntungan dan kemesraan bosnya itu.
"Hmmm...enak banget gitu yang di depan sana ada gandengan. Nah gue jomblo happy..." gumamnya dengan dirinya sendiri
Ruhi yang masih berada di sampingnya pun mengernyitkan keningnya dan menaikkan satu alisnya dan bertanya, "Sorry, are you talking to me?"
"Oh...no, I'm not talking to you. I'm just talking to my self..." jawab Alex salah tingkah
"Oh...ok..." jawab Ruhi sembari manggut-manggut
"Ah yes, do you want to take a photo with them? If you want, come on, let me accompany you, as a souvenirmemories that you once met me, who was funny and cute, handsome too, of course hahaha..." ujar Alex menawarkan untuk berfoto bersama Agashtya dan Kaniya
"OK, come on. Hahaha...you can do it, you can do it so that one day it will be a story for all your friends-my friend, in Indonesia I have a new friend named Alex. Challo..." jawab Ruhi tersenyum ramah
Keduanya pun berjalan bersama menuju vendor engangement dimana Agashtya dan Kaniya duduk berdua disana dengan tersenyum bahagia. Bintang yang melihat kedekatan Alex dengan adik sepupunya Ruhi pun menyorakinya.
"Shui wit..." suara siulan Bintang
"Kiw...kiw...gas...gass...jangan kasih kendor hahaha...gue dukung loe jadian sama adek sepupu gue..." sorak Bintang yang berada di meja depan sebelah kanan
"Jangan gitu bos muda. Kan gue jadi tersapu malu ehhhm...tersipu maksudnya. Lagian kagak ngarti juga bahasa dia mas bos..." sahut Alex yang berjalan di belakang Ruhi menuju vendor engangement
Kaniya dan Agashtya pun hanya tersenyum geli melihat tingkah mereka semua, terlebih para orang tua yang berada di meja depan vendor sebelah Bintang.
"Ah...kalau boleh tahu itu siapa ya? Tampan juga, kelihatan serasi dengan Ruhi..." tanya dadi maa yang bertanya dengan bahasa Indonesia
"Oh...itu Alex maa, dia itu asisten pribadi Agashtya dulunya sih sahabat baik Agashtya tapi setelah ayahnya meninggal dia sebagai anak pertama harus menjadi tulang punggung keluarga jadi kami menawarkan dia untuk bekerja sebagai asisten pribadi Agashtya..." jawab bu Arunika bangga
"Ohh...ya ya ya...semoga Tuhan selalu melindunginya dari pandangan mata jahat..." jawab dadi maa yang terfokus memandang ke depan dimana Alex dan Ruhi sama-sama tampak malu-malu untuk mengambil pose bersama dengan Agashtya dan Kaniya
Bintang pun akhirnya mengajak Shanaya bergabung bersama dengan mereka untuk mengabadikan momen bersama.
"Hei, Shan...Ayo, join sama mereka. Kita foto bareng sama Kaniya dan kak Agashtya..." seru Bintang, sambil menggandeng tangannya ke arah Shanaya
Shanaya yang sedang berdiri di pinggir, tersenyum dan mengangguk, lalu berjalan menuju ke arah mereka.
"Hmm, boleh juga nih. Aku gak mau ketinggalan momen ini..." jawab Shanaya, sambil tersenyum hangag
Alex dan Ruhi yang sudah berada di depan vendor engangement, tersenyum melihat Shanaya bergabung dengan mereka.
"Halo, mbak Shanaya calon nyonya Wijaya yang kedua. Ayo, kita foto bareng..." sapa Alex, sambil mengacungkan kamera
Shanaya pun bergabung dengan mereka, dan mereka semua berpose bersama-sama.
"Say cheese!" seru Arum yang masih ikut berfoto ria
Kamera fotografer pun menangkap momen bahagia mereka, dengan Kaniya dan Agashtya di tengah, dikelilingi oleh teman-teman mereka yang tersenyum bahagia.
"Gak kerasa ya, kita udah foto bareng sama bos kita," ujar Alex tersenyum puas
"Iya, seru banget. Gue gak nyangka kita bisa foto bareng sama mereka," jawab Arum masih tersenyum
Shanaya yang berdiri di sebelah Bintang, berbisik, "Bintang, kamu gak bilang kalau pertunangan Kaniya dan Agashtya akan semeriah ini! Aku mau kita nanti lebih dari ini ya..." bisik Shanaya
Bintang pun tersenyum, "Iya, aku juga gak nyangka, semua Alex yang koordinir. Iya sayang tenang aja nanti kita buat yang lebih dari ini..." jawab Bintang tersenyum bangga
Dadi maa yang memandang ke arah depan, tidak bisa tidak bertanya lagi, "Arunika...siapa gadis yang berdiri disamping Bintang itu?" Suara lembutnya membawa perhatian bu Arunika, yang segera menoleh ke arah ibu mertuanya itu
"Oh yeh ledki?" tunjuk bu Arunika pada Shanaya, dengan ekspresi yang penuh rasa ingin tahu
"Haan...kon yeh ledki?" tanya dadi maa, dengan mata yang masih tertuju pada Shanaya
"Dia Shanaya, calon Bintang. Apa mama menyukainya? Dia adik Kaniya..." jawab bu Arunika menjelaskan, dengan senyum yang hangat
"Haan...Aku sangat menyukainya. Dia tampak serasi sekali dengan Bintang. Aku senang sekali kedua cucuku itu sudah dewasa ahahaha..." jawab dadi maa, yang sudah sedikit lancar berbahasa Indonesia, dengan tawa yang lembut sembari menggelengkan kepala ala ciri khas orang India
Bu Arunika pun tersenyum, melihat kegembiraan ibu mertuanya itu. "Mama memang selalu tahu apa yang terbaik untuk anak-anak kita," jawab bu Arunika, sambil memeluk dadi maa
Dadi maa pun membalas pelukan bu Arunika, dengan mata yang berkilau. "Aku hanya ingin mereka bahagia, Arunika. Aku ingin mereka memiliki keluarga yang harmonis, seperti kita," ujarnya, dengan suara yang penuh emosi
Bu Arunika pun mengangguk, dengan senyum yang hangat. "Aku tahu, mama. Aku juga ingin hal yang sama," jawabnya, sambil memeluk dadi maa lebih erat
Bersambooo...
Guys minal aidzin walfaidzin ya, mohon maaf lahir dan batin... 🙏😊🌹
btw thor belum mau tamat kan yh? kok kyk bau2 mau ending gituh?