JANGAN LUPA UNTUK SELALU MEMBERIKAN DUKUNGANNYA YA...!!!
Lin Yao seorang blogger makanan didunia modern Time Travel kenegeri kuno, menjadi seorang wanita muda miskin.
Berawal hanya dengan sebuah sendok, ia menghasilkan uang sepenuhnya melalui Hobby & kecerdasannya dalam makanan.
Lin Yao memanfaatkan keterampilan memasaknya untuk bisa bertahan bertahan hidup didunia yang baru ia pijaki.
Bukan cuma untuk dirinya seorang, tapi juga bagi keluarganya.
Bagaimana kah kisah perjalan Lin Yao diDunia kuno...?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35
Didalam kereta, Jin Yu yang bingung akan tingkat sang majikan, langsung melontarkan pertanyaan.
"Kenapa tuan muda membantu nona Lin..?"
"Apa kau sudah melupakan tujuan kita datang kedermaga hari ini..?" tanya balik Zu Fang Zhi.
Ia bersandar malas dengan kepala bertumpu dikedua tangan, sembari memejamkan mata.
"Karena orang dari Ibukota itu telah tiba. Kita harus secara aktif menunjukkan keberadaan kita agar tidak ditemukan ditempat lain," jawab Jin Yu.
"Menurutmu, orang seperti apa tuanmu in..?" tanya Xu Fang Zhi lagi.
"Orang yang tidak berguna," jawab Jin Yu jujur.
Xu Fang Zhi membuka matanya.
"Terlalu banyak orang didermaga. Aku sengaja membantu nona Lin didepan umum, mencari kesempatan untuk berbicara, hanya ingin membuatnya berpikir kalau aku tidak lebih dari seorang pria yang genit dan mesum."
Jin Yu tiba-tiba menyadari sesuatu "tuanku sangat cerdik."
Xu Fang Zhi menepuk kepala Jin Yu dengan kipas lipatnya. "Kapan kau akan belajar menjadi lebih pintar..?"
Jin Yu merasa sedikit tersinggung, mengambil beberapa buah dari meja, lalu menggigitnya dengan gemas.
"Tuan tahu aku hanya jago bela diri. Lagi pula tugasku hanya melindungi tuan, untuk apa pintar..?"
Xu Fang Zhi menggelengkan kepala sembari berdecih sengit.
Dipenginapan terbesar diKota Qingquan.
Dua pria paruhbaya duduk saling berhadapan. Didepan mereka, membentang papan catur khas negeri timur.
Sementara seorang pengawal berbaju zirah hitam yang terbuat dari logam ringan, berdiro tegap.menjulang disisi keduanya.
"Tuan Wu, kau mungkin tidak tahu ini, tetapi tuan muda dari keluarga Xu sangat terkenal diibukota sebagai orang yang tidak berguna. Dia hanya tahu bagaimana menjadi serakah dan mesum, perilakunya tidak berbeda dengan orang biasa."
Senyum meremehkan terbit dibibir pria itu.
"Hari ini bocah tengik itu terang-terangan membela beberapa orang rendahan. Menurutku, Jenderal Xu harus mengirimnya kembali ke rumah leluhur. Menjauhkannya dari pandangan dan ingatan orang-orang agar dia tidak semakin mempermalukan keluarga Xu."
Wu Shen meletakkan pion dipapan catur, satu alisnya naik rendah. Mata tajamnya menatap penuh maksud terselubung.
"Sepertinya tuan Zhao cukup akrab dengan keluarga Xu..?"
Kedua pria itu terkekeh.
"Jendral Xu pasti takut menyakiti istrinya. Kita semua tahu bahwa nyonya Xu sangat menyayangi putra bungsunya itu. Kalau memaksanya kembali kerumah hanya karena masalah sepele, tentu malah akan menimbulkan masalah baru."
"Aku malah merasa jika ada sesuatu yang rencana dibalik rumor jelek soal putra bungsu Xu itu."
Zhao Li membalas, meletakkan pion guna mempersempit langkah lawan.
“Sungguh konyol, hanya demi seorang selir dia rela berbuat hal memalukan seperti itu. Bahkan sampai berdebat dengan Pangeran ketiga, membuat keributan diistana. Bahkan menggunakan kekerasan untuk melindungi seorang selir. Perilaku gegabah seperti itu merupakan aib bagi martabat kekaisaran.”
“Keputusan Jenderal Xu untuk mengirimnya kembali kekampung halaman, memerintahkannya untuk merenung dalam pengasingan, pada akhirnya didasari pada pertimbangan hubungan ayah-anak. Tujuannya jelas, agar putranya itu terhindar dari hukuman." balas Wu Shen.
Kedua pria paruhbaya itu terus berbincang, sembari bermain catur dengan sesekali meneguk anggur.
Sementara itu dirumah keluarga cabang pertama, Lin Shou sedang memaki sang istri karena gagal dalam misi.
"Dasar bodoh, kau bahkan tidak bisa menangani hal kecil seperti ini." hardik Lin Shou menunjuk wajah Hu Shi.
Hu Shi menegangkan leher, memandang sengit suaminya.
"Rubah kecil itu terus mengatakan ingin membawa masalah ini kepengadilan, semua orang disana malah ikut mendukung setan kecil itu. Bahkan ada seorang tuan muda yang entah datangnya dari mana, ikut menawarkan bantuan menulis pengaduan." lantang Hu Shi menjelaskan.
"Kalau aku tidak secepatnya pergi, kita berdua yang malah akan dipenjara." sambung Hu Shi.
Setiap kali mengingat mendiang kakak iparnya Guo Jia, Hu Shi tidak bisa mengendalikan kecemburuannya.
Sebelum menikah, Guo Jia adalah gadis tercantik didesanya. Bahkan kecantikannya terkenal sampai kekota dan beberapa desa tetangga.
Guo Jia juga putri semata wayang yang dilimpahi kasih sayang oleh orangtuanya.
Ketika Guo Jia mencapai usia menikah, para pelamar berbondong-bondong mendatangi rumah keluarga Guo, salah satunya adalah Lin Shou.
Namun sayangnya lamaran Lin Shau ditolak oleh orangtua Guo Jia, dengan alasan putri mereka masih terlalu muda. Penolakan ini menanamkan benih kebencian dihati Lin Shou.
Hu Shi yang menyukai Lin Shou ikuta merasa kesal, sudah patah hati karena cinta tak kesampaian, ditambah sang lelaki pujian disakiti. Makin benci lah ia pada Guo Jia.
Hu Shi merasa Guo Jia sombong dan sok kecantikan.
Tapi yang tak terduka, dua tahun kemudian setelah putra pertama Lin Shou dan Hu Shi lahir, Guo Jia malah jatuh cinta pada Lin Kang dan menikah.
Makin dendamnya mereka, hingga semua kekesalan itu diwariskan hingga keanak-anak Lin Kang dan Guo Joa.
"Dia bilang ingin membawa kasus ini kepengadilan dan kau takut..?" tanya tajam Lin Shou mengeraskan rahang.
Hu Shi menelan ludah kecutnya dengan susah payah. Wajah suaminya amat menyeramkan. ditambah mata yang nyaris melompat keluar itu.
"Kau lebih banyak menimbulkan masalah dari pada manfaat, dasar tidka berguna." bentak Lin Shou.
"Suamiku...!"
"Selama kita bersikeras ini adalah resep keluarga yang diturunkan dari generasi kegenerasi, pasti kita akan mendapatkan keuntungan. Kau pikir ayah dna ibu akan membantu anak-anak nakal itu..?"
"Suamiku, aku bodoh, aku ceroboh. Iya, aku terllau takut tadi karena semua menyerangku. Tapi masalah ini sudah menjadi skandal besar, semua orang mengetahuinya. Menggunakan cari seperti ini lagi tidak akan berhasil." ucap gugup Hu Shi memelas.
Lin Shou mendengus, menepis kasar tangan Hu Shi yang ingin menyentuhnya.
semangat trs updatenyaaa 💪