Rahman adalah pemuda biasa yatim piatu yang sejak kecil ikut dengan Pakde nya, hingga suatu hari dia di ajak menemani pakde pergi kegunung Kawi.
di gunung itu lah dia menyaksikan hal yang sangat tidak dia duga, bahkan menjadikan trauma panjang karena dari ritual itu dia harus sering berhadapan dengan sesuatu yang mengerikan.
Untung nya Rahman punya teman bernama Arya, sehingga pemuda itu bisa membantu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35. Bertengkar
"Purnama apa kamu sudah tau soal kematian Rahman yang tenggelam?" Bu Laras mendekati sang anak.
"Ya, saat ini sedang memikirkan penyebab kematian bocah itu." angguk Purnama.
"Kamu harus bergerak cepat apa mungkin ini memang ada sangkut paut dengan Parto, kasihan bu Kades bila itu memang benar." Laras sudah merasa kasihan.
"Enggak bisa kalau mau langsung aku juga masih belum berpengalaman tentang hal itu, Bu." jawab Purnama.
"Oleh sebab itu selama ini ibu selalu mengatakan agar kamu mau membantu orang, karena nanti bisa menjadi pengalaman dan suatu saat kamu bisa membuka agensi seperti yang sudah kamu impikan itu." ucap Laras sambil mengusap kepala Purnama.
Purnama mengangguk Karena sekarang dia memang sudah mulai terbuka di pikiran bahwa membantu orang bukan hanya untuk menguntungkan orang lain saja tapi untuk dia juga, sebab berkat menolong orang maka nanti dia memiliki pengalaman yang cukup dan impian untuk membuka agensi untuk para setan maka bisa terwujud.
Bila kemampuan ini hanya dipendam saja maka yang ada dia tidak akan pernah memiliki pengalaman yang sangat bagus, percuma memiliki kemampuan tapi bila tidak pernah diasah karena nanti juga hanya akan terpendam kemudian berakhir dengan sia-sia karena tidak pernah dipakai untuk menolong orang atau bahkan untuk menolong keluarga juga.
Kemarin sempat ada kasus dan Purnama mau membantu tapi semenjak sekali itu dia tidak pernah menolong orang lagi karena juga masih berusaha untuk menetralkan diri, tapi semakin ke sini dia semakin sadar bahwa membantu orang memang harus dia lakukan karena dia memiliki kesenangan tersendiri saat berhasil membantu orang tersebut.
Jadi kali ini tekadnya pun sudah bulat untuk membantu Bu Kades untuk mengungkap apa yang telah terjadi, apa mungkin bahwa kematian Arman dan juga Rahman ini saling bersangkutan satu sama lain dan penyebab utama tentu saja dari Pak Kades karena dia yang sudah di curigai memiliki sesuatu yang ada di dalam rumah.
Semua masih misteri dan Purnama harus berusaha keras untuk mengungkap masalah itu sampai selesai, bila tidak segera diungkap maka nanti yang ada kasus ini akan semakin menyebar luas dan juga kematian pasti akan semakin banyak yang berdatangan karena Parto pasti setiap saat membutuhkan tumbal untuk pemujaan yang dia lakukan.
"Aku juga akan membantu Kakak, sebab Rahman tidak mungkin meninggal karena tenggelam karena dia sangat pintar berenang!" Arya juga ikut berbicara.
"Ih siapa kau." Purnama memasang wajah sinis.
"Jangan gitu lah, Rahman itu teman ku jadi aku pasti akan menolong dia agar kematian ini bisa segera terungkap." Arya berkata sedih.
"Ya kan salah kau sendiri karena tidak pernah mendengarkan dia ketika akan curhat, padahal pemuda itu sangat ingin mengatakan apa yang telah dia alami kepada dirimu." Purnama menyalahkan Arya.
"Kalau di lihat dari gaya nya dia memang sangat ingin bercerita, tapi dia takut sesuatu terjadi bila sembarangan bercerita kepada orang lain dan orang itu malah tidak bisa melindungi dia." Maharani membuka suara tapi hanya Purnama yang bisa mendengar.
"Ngomong ngomong bila Rahman sampai di bunuh seperti ini maka dia pasti melakukan sesuatu kesalahan." Purnama mulai berpikir keras.
"Ya aku setuju, pasti ada seseorang yang sudah dia ajak bicara tentang rahasia itu dan kemudian malah ketahuan." Nilam juga setuju.
"Ayo lah bantu dia, Kak." Arya memelas pada Purnama.
"Maka nya kalau punya kemampuan tidak usah berlagak ingin menjadi manusia biasa, sekarang kau sibuk pula minta tolong kepada aku!" sembur Purnama langsung.
"Sudah lah jangan bertengkar terus karena nanti akan membuat masalah, ayo yang akur." Bu Laras menengahi perdebatan mereka.
Purnama membuang wajah kesal karena dia memang sangat emosi kalau berbicara dengan Arya ini, sebab Arya sangat terobsesi ingin menjadi manusia biasa dan bahkan sebelumnya dia sempat mendesak Purnama agar mengikuti jejak dia untuk bersemedi di alas Roban agar mereka murni menjadi manusia.
Hal itu yang membuat kadang Purnama sangat kesal dan ingin membanting Arya terus-menerus, mana dia ingin menjadi manusia dengan tujuan hanya karena ingin di terima oleh Ibu kandung mereka saja dan itu sudah Arya lakukan sejak ketika dia baru lahir di dunia ini sehingga perjuangan Arya memang cukup besar.
Bukan hanya perjuangan Arya saja karena Purnama pasti ikut andil dalam kasus itu, kepala Purnama sangat galak dan juga sering berbicara kasar tapi dia sangat menyayangi Arya, jadi ketika Arya bertapa di alas Roban maka dia akan menemani dan melindungi sang adik dari segala macam marabahaya di alas tersebut.
...****************...
"Jangan kamu pikir aku tidak tau ya, Mas." Bu Kades menatap sang suami dengan penuh kemarahan.
"Kamu bicara apa lagi sekarang, kenapa kamu seolah sangat bermusuhan dengan aku?" Parto menatap sang istri dengan wajah bingung.
"Tidak usah berlagak kamu tidak tahu tentang hal ini, pasti kamu yang sudah membunuh Rahman!" tuding Bu Kades langsung.
Parto agak kaget mendengar tuduhan sang istri tapi Bu Kades sendiri merasa itu bukan kaget yang murni karena terlihat bahwa Parto selama ini sangat pintar bersandiwara dan tidak ada kejujuran lagi di dalam wajah pria itu, jadi sudah pasti ibu kadis tidak akan pernah memiliki rasa percaya kepada sang suami dan pikiran yang ada di dalam otak wanita ini hanya tentang penghianatan dan juga tentang pesugihan.
"Apa mata mu itu buta? Rahman mati karena tenggelam di sungai dan dia memang pamitan mau ke sukabumi." bentak Parto.
"Kapan pula dia pamitan? selama ini bila dia mau pergi maka dia akan pamitan juga sama aku." sengit Bu Kades.
"Lah kan kemarin kamu ada kegiatan desa, jadi dia tidak bisa pamitan sama kamu." jawab Parto lagi.
"Aku tidak akan pernah memiliki rasa percaya lagi kepada dirimu itu, Rahman pasti menjadi tumbal pesugihan yang sudah kau anut!" Bu Kades tetap menuduh sang suami.
"Jaga mulut mu, aku tidak pernah mengambil pesugihan!" bentak Parto sangat marah.
"Tidak usah mengelak terus, kau pasti ambil pesugihan yang sama seperti suami Laras di zaman dulu." Bu Kades tetap ngotot.
Plaaaaaaak.
"AAAAAHHHH!" Bu Kades menjerit karena di tampar oleh sang suami.
"Kau semakin keterlaluan, sekali lagi kau berbicara seperti itu maka aku tidak akan pernah memaafkan dirimu!" geram Parto.
Sungguh dia sangat tidak terima karena di tuding telah memiliki pesugihan oleh sang istri sehingga langsung memberikan tamparan yang begitu kuat, padahal ini sedang dalam keadaan berduka tapi mereka sibuk bertengkar karena Bu Kades merasa memang suami sudah melakukan kesalahan.
Selamat malam Besti, lanjut bakar bakar lagi kita ya.