NovelToon NovelToon
Pernikahan Yang Bukan Untuku

Pernikahan Yang Bukan Untuku

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Crazy Rich/Konglomerat / Diam-Diam Cinta
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Lunaria Wulandari terpaksa menggantikan kakaknya yang kabur di hari pernikahan. Demi menyelamatkan nama keluarga, ia harus menikah dengan Alex Lucas Dimitri—pria dingin dan penuh rahasia yang sejak awal tidak pernah menginginkan dirinya.

Awalnya Luna hanya dianggap pengganti. Namun semakin lama bersama, hubungan mereka berubah menjadi sesuatu yang sulit dijelaskan. Sayangnya, saat hati mulai saling menerima, masa lalu datang menghancurkan segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 Jejak yang Mulai Terbuka

Selasa pagi.

Luna datang ke kantor seperti biasa.

Mengenakan blazer biru muda dan rok hitam sederhana.

Rambutnya diikat rapi.

Tidak ada yang berbeda.

Setidaknya bagi Luna.

Namun bagi Rita, semuanya terasa berbeda sejak kemarin.

Sejak ia melihat nama Alex Lucas Dimitri tercantum sebagai kontak darurat di data karyawan Luna.

---

Begitu duduk di mejanya, Rita langsung menyalakan komputer.

Pikirannya masih dipenuhi berbagai kemungkinan.

Awalnya ia mengira itu hanya kebetulan.

Tapi semakin dipikirkan, semakin tidak masuk akal.

Kenapa CEO perusahaan menjadi kontak darurat seorang staf baru?

---

"Masih mikirin itu?"

tanya Adel yang baru datang.

Rita mengangguk.

"Aku yakin ada sesuatu."

Adel menghela napas.

"Kamu jangan cari masalah."

"Aku cuma penasaran."

"Penasaran bisa bikin masalah."

Namun Rita tidak mendengarkan.

---

Di sisi lain, Luna sama sekali tidak mengetahui apa yang sedang terjadi.

Pagi itu ia sibuk mempersiapkan rapat dengan vendor acara Family Gathering.

Beberapa desain backdrop dan konsep panggung harus segera disetujui.

---

"Luna."

panggil Amanda.

"Iya, Bu."

"Tolong ikut saya ke ruang meeting."

"Baik."

Luna segera membawa laptop dan beberapa dokumen.

---

Saat berjalan melewati area kerja, tanpa sengaja ia berpapasan dengan Rita.

Wanita itu tersenyum.

Namun kali ini tatapannya berbeda.

Terlalu memperhatikan.

Membuat Luna sedikit tidak nyaman.

---

"Semangat rapatnya."

ucap Rita.

"Terima kasih."

jawab Luna sopan.

Lalu melanjutkan langkahnya.

---

Begitu Luna pergi, Rita kembali menatap punggung wanita itu.

Semakin lama.

Semakin yakin.

Ada sesuatu yang disembunyikan.

---

Siang hari.

Saat jam makan siang tiba, Luna, Sisil, dan Rama kembali makan bersama.

Mereka membahas persiapan Family Gathering yang semakin padat.

"Aku dengar peserta sudah hampir tiga ribu orang."

kata Rama.

Luna langsung mengangguk.

"Bahkan mungkin lebih."

Sisil langsung memegangi kepalanya.

"Aku udah bisa lihat lembur sampai malam."

Mereka bertiga tertawa.

---

Namun di meja lain.

Rita sedang memperhatikan mereka.

Terutama Luna.

---

"Kalau kamu terus lihat ke sana, nanti ketahuan."

kata Adel.

Rita mendengus.

"Aku cuma observasi."

"Bahasanya observasi."

"Padahal nguping."

Rita melotot.

Membuat Adel tertawa.

---

Sepulang makan siang, Rita akhirnya memutuskan melakukan sesuatu.

Ia pergi ke lantai administrasi pusat dengan alasan mengambil dokumen.

Padahal sebenarnya ia ingin memastikan satu hal.

---

Saat berada di sana, ia mencoba mengobrol dengan salah satu staf HR yang dikenalnya.

Awalnya hanya obrolan ringan.

Tentang pekerjaan.

Tentang acara perusahaan.

Lalu perlahan ia mengarahkan pembicaraan.

---

"Ngomong-ngomong."

kata Rita santai.

"Anak baru di PR itu lumayan cepat berkembang ya."

"Siapa?"

"Luna."

"Oh iya."

jawab staf HR.

"Dia memang bagus."

---

Rita tersenyum.

Lalu bertanya seolah tidak sengaja.

"Dia punya keluarga yang kerja di sini juga ya?"

Staf HR mengernyit.

"Nggak tahu."

"Kirain ada."

"Oh."

Percakapan itu tidak menghasilkan apa-apa.

Namun justru membuat Rita semakin penasaran.

---

Sore harinya.

Luna sedang membantu Amanda memeriksa proposal vendor ketika ponselnya bergetar.

Pesan dari Alex.

"Pulang jam berapa?"

Luna tersenyum.

Lalu membalas.

"Mungkin agak malam."

Tak lama kemudian balasan masuk.

"Jangan lupa makan."

Luna tanpa sadar tersenyum lebih lebar.

---

Amanda yang melihat itu mengangkat alis.

"Pacar?"

Luna langsung salah tingkah.

"Eh..."

Amanda tertawa kecil.

"Santai."

Luna hanya tersenyum malu.

Tidak mungkin mengatakan bahwa pengirim pesan itu adalah CEO perusahaan.

---

Menjelang jam pulang kantor.

Sebuah kejadian kecil kembali menarik perhatian Rita.

Saat semua orang sedang membereskan meja masing-masing, ponsel Luna tiba-tiba berdering.

Luna sedang berada di pantry.

Ponselnya tertinggal di meja.

Dan layar menyala beberapa detik.

Cukup untuk memperlihatkan nama penelepon.

Alex ❤️

---

Rita yang kebetulan lewat langsung membeku.

Jantungnya berdetak lebih cepat.

Alex.

Lagi.

Nama itu lagi.

---

Sebelum ia sempat melihat lebih lama, Luna sudah kembali dan mengambil ponselnya.

Namun itu sudah cukup.

Sangat cukup.

---

Malam itu Rita tidak bisa tenang.

Potongan-potongan informasi mulai tersusun di kepalanya.

Kontak darurat.

Nama Alex.

Perhatian para atasan.

Gaya hidup Luna.

Semuanya seperti puzzle yang perlahan membentuk gambar utuh.

---

Meski belum memiliki bukti.

Rita mulai memiliki dugaan yang membuatnya sulit tidur.

Dugaan yang terdengar mustahil.

Terlalu mustahil.

Namun semakin lama justru semakin masuk akal.

---

Di rumah keluarga Dimitri.

Luna sedang menikmati makan malam bersama Alex dan Kakek.

Mereka mengobrol santai tentang persiapan Family Gathering.

Tidak ada yang aneh.

Tidak ada yang mencurigakan.

Dan tentu saja tidak ada yang tahu bahwa rahasia mereka kini berada semakin dekat untuk terungkap.

---

Sementara itu.

Di apartemennya.

Rita menatap layar laptop dengan mata penuh rasa penasaran.

Lalu perlahan tersenyum.

Karena ia yakin.

Sangat yakin.

Cepat atau lambat, ia akan menemukan kebenarannya.

Dan saat hari itu tiba...

Kehidupan Luna di kantor tidak akan pernah sama lagi.

1
Alia Chans
"Menulis cerita ini membutuhkan waktu berjam-jam, tetapi satu like mungkin mampu menghapus lelah itu dalam sekejap. Semangat ✍️☺👈
wulaniii
gais like dan beri gift dungs biar semangat 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!