NovelToon NovelToon
Something Between Us

Something Between Us

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan / Idola sekolah
Popularitas:27
Nilai: 5
Nama Author: NitaLa

Mungkin kebanyakan orang bilang menjadi orang kaya adalah hal paling gampang dilakukan. Tapi tidak jika dikaitkan dengan Some, ditengah terkaan dia malah diberi harapan panjang untuk menikah. Hal itulah menjadi awal - awal Some mengenal cowok - cowok yang lahir dengan keluarga sama darinya. Hanya cowok itu yang menerima seornag wanita mempunyai penyakit, namanya Dinner. Dari Dinner, Some dapat menerima segala sesuatu yang menimpanya. Meski bukan hal mudah ketika harus operasi beberapa kali, tapi Dinner menemaninya seperti seorang pacar. Pacaran bahakn menjalani hubungan dengan Dinner, seperti dijodohkan ini, menjadi pertanyaan besar apakah Dinner akan sanggup ?

•untuk kisahnya sudah tamat dari tahun lalu. dan masih bisa dinikmati dengan dukungan like, dan komentar kecil kalau ada kesalahan. thanf for one.

•karya original dari Nita Juwita

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NitaLa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Between 32

What's The Something

**

Diperjalan pulang keduanya sama - sama bungkam, apalagi Dinner sama sekali tidak menyetel radio di dalam mobil. Some memerhatikan mobil Dinner yang bersih, terciptalah pertanyaan random di kepalanya. Sampai dia tidak sengaja melihat langsung wajah Dinner, dia beneran tipenya yang karismatik. Some beneran kaget pada karismatik yang diciptakan olehnya, seperti kameja toxedo yang berwarna samar, parfum yang identik digunakan. Dan gayanya yang layaknya seorang ahli gaya. Dan dia suka band yang jelas hanya diketahui orang macam Some. Cewek anti mainstream, itu seperti One Direction.

Some pernah melihat dia dengan santai memutar lagu Right Now, dari band asal Amerika itu. Dinner yang diperhatikan juga tak luput tidak tahu.

"Loe lihatin gue ya, ada kesan lain saat loe bilang iya tadi, misal ada yang loe ragukan dari pilihan loe," kata Dinner setengah becanda. Dan Some hanya cukup menahan diri agar tidak terlalu menyibukkan diri dengan pikirannya tentang kenapa ia memilih cowok itu.

"Enggak. Sorry gue nggak maksud begitu Din, loe merasa risih ya sama gue?" tanya Some ragu - ragu, bahkan dirinya cenderung malu karena masa iya terlalu agresif disaat diri sendiri nggak sempurna.

"Ya enggaklah, keren kan gue bisa diperhatikan sama cewek cantik dan luar biasa terkenal di Instagram. Lagian perhatian dari calon tunangan sendiri, jelas perhatian paling wajar," ujar Dinner dengan senyum kecil.

Some mengangguk, "Iya gue terlalu penasaran sama loe. Perkenalan tadi itu hanya identitas. Atau mungkin karena loe terlalu style cool sampai gue nggak percaya loe sebaik itu,"  ujar Some terdengar jujur namun apalagi yang harus ia ungkapkan agar Dinner tak merasa dilebihkan.

"Jadi penampilan gue aja yang loe suka, jauh dari kata pintar atau alibi lain yang biasanya diperlukan," ujar Dinner merasa tersinggung, dan mana mungkin ia tidak bisa memikat cewek yang ia suka dengan prilakunya, sendikit saja. Bukannya kebanyakan teman SMAnya di sekolah menilai kalau ia ganteng, ia pendiam pasti tulus.

"Kenapa loe tersinggung, jelas karena loe style list seseorang bisa suka seseorang dengan cara apapun kan. Loe itu unik dari pertama gue pengen tahu loe," ujar Some sambil tertawa kecil. Dirinya saja sampai heran mengapa bisa bicara dengan kalem dengan Dinner, temannya di sekolah. Seseorang yang bakalan jadi wakilnya di pemilihan OSIS nanti.

"Kelihatan banget  loe suka ngomongin orang di belakang, apalagi murid baru yang membuat sekolah ingin tahu," ujar Dinner lalu ia tertawa membayangkan Some sedang ngegosip mendengar kabar dari sahabatnya.

"Iya sih katanya murid barunya cuek dan pendiam, dan ternyata orangnya gini, sampai gue penasaran banget," kata Some tidak maksud menyinggung tapi memang benar murid baru dari kelas IPA 6 itu membuatnya penasaran banget. Sekalipun orang tersebut tak pernah menyadarinya.

"Hmm semoga loe beneran bisa menyukai dan mencintai gue," ujar Diner yang selalu positif thinking. Some langsung terdiam pikirannya terbelah menjadi dua, benarkah akan berlangsung seperti itu, atau benarkah dia akan meninggal atau dia mencari pria lain.

"Gue akan berusaha Dinner, meskipun kita tahu kapan pun itu pasti akan ada alasan untuk memutuskan untuk pergi jauh, dan mencari yang lebih baik," ujar Some tahu persis cita - cita Dinner jauh lebih besar dari dirinya. Dirinya yang pintar mampu masuk beasiswa manapun sekalipun ke Prancis atau Australia. Pastinya beberapa tahun datang itu, membawa perasaan baru di hatinya. Bukan tentang perjodohan aneh ini.

"Iya juga, tapi loe baik - baik di sini ya, sebenarnya gue juga pasti akan memberikan loe kabar. Dan ingat hal serius ini tuh bagian dari hidup loe," balas Dinner sambil melihat Some lembut.

"Maksih Din, udah mengerti gue, gue pastikan gue berusaha serius menerima dan menjalaninya," kata Some secara gak sadar, rumah - rumah di pinggirnya telah berada di area kompleknya. Mobil Dinner dengan perlahan beneran membayawanya pulang, mungkin sedari tadi ia bakalan terdiam di trotoar kebingungan.

Degup jantungnya kembali berdetak karena pasti mama dan papa menyambutnya dengan pertanyaan aneh. Sesampainya mobil di pekarangan rumah Some, Dinner langsung memarkirkn di depan rumah. Ia melihat Ghina membukan pintu rumahnya sambil menatapnya dengan kening menyergit. Pastilah dirinya tidak menyangka sosoknya yang mengantar Some hari ini. Dinner membuka pintunya mobil saja, dan keluar untuk menemui Ghina.

"Tan, saya pamit pulang ya, udah malam lain waktu saya mampir ya," ujar Dinner sambil menunduk malu. Some membuka pintu mobil dan menghampiri mamanya dengan tersenyum kecil.

"Makasih ya Dinner, salam buat mama dan papa kamu," jawab mama. Lalu Dinner segera meninggalkan Ghina dan Some menuju mobilnya. Kemudian dia memarkirkan kembali untuk sampai ke rumahnya. Sama di rumahnya juga orangtuanya pasti kahwatir.

**

Mama nampak menatap Some dari atas sampai bawah, tampilan anaknya terlihat manis sekalipun sudah tiga jam berlalu. "Kamu masih terlihat cantik dan segar Some," ujar mama pas pertama kali Some datang ke rumah. Membuat gadis itu cemberut.

"Kok bilang begitu sih, bukannya tanya anaknya baik - baik aja, tahu sendiri Some pasti kelelahan banget," jawab Some sambil cemberut. Terdengar suara langkah kaki papa mendekati keduanya yang sehabis dari dalam rumah.

"Habisnya tumben banget dandan cantik gini, pake dress kesukaan kamu, padahal jarang banget di pake buat acara keluarga," ujar mama melihat dress Some, yang sebenarnya membuatnya bernostalgia pas pacaran dulu dengan papanya Some.

"Ihs mama, nggak ada yang special semua sama aja," kata Some kesal, sambil berusaha memasuki rumah. Harusnya mama menanyakan hal yang lebih perhatian, bukannya dia sendiri yang menyarankan ini semua. Kenapa semua terlihat kalau Some terburu - buru dalam mengambil keputusan.

Namun papa Girly mengadang, "Jawab dulu papa, gimana kencan yang ini berhasil? Ini pria nomer berapa ya, papa nggak list," tanya papa lebih ke membuat Some sadar kalau sebenarnya Dinner adalah pria kesekian yang papa maksud. Ya Allah, ternyata dia terjebak dengan situasi ini.

"Maksud papa bukannya papa tahu sesuatu," ujar Some bingung.

"Enggak juga, papa mana sanggup mantau kamu dari kejauhan. Tapi papa nggak punya waktu lagi buat nunggu Some," ujar papa dengan santai. Some menatapnya penuh selidik, namun ia tahu papa sama sekali tak merencanakan apapun. Selain daftar list itu.

"Iya pa, Some mau dengan cowok yang ini. Tapi papa yakin ya jangan meminta apapun lagi selain kata iya itu, Some udah capek," ujar Some lalu melangkahkan kaki ke dalam rumah. Tak di hadang lagi, namun papa memintanya berhenti tepat di depan tangga.

"Akhirnya anak papa sudah bersikap layaknya anak kebanyakan, setelah prestasi kamu yang aneh itu, lalu kelakuan pertunangan ini, dan kamu telah memutuskan siapa dia?" penasaran papa sambil mengejar langkah Some. Some yang Tidka mau semakin disibukan dengan pertunangan yang menjemukan ini akhirnya bertekad untuk pasrah.

"Dia ada dalam daftar nama list papa, dan papa juga mengenalnya seperti yang dia katakan. Duh, dan menurut Some cowoknya lumayan baik, stylelis dan pintar," ujar Some mengingat kembali kenangan beberapa jam lalu. Yang dihabiskannya dengan makan dan mengobrol.

"Hem berarti mereka anak rekan kerja papa ya, bagus kamu papa pilikan yang terbaik," ujar papa bangga. Lalu ia nampak mengingat - ngingat jadwal anaknya date hari ini, namun masih terasa samar.

"Tapi menurut mama kepedulian dia dan masa depannya yang diperlukan, style list dan pintar itu nggak termasuk Some," kata mama menghawatirkan. Ia mengusap pelan rambut anaknya, "Kamu serius kan?" tanyanya.

"Iya ma, aku tahu kok, kayaknya nggak jelek juga," jawab Some sambil mengangkat bahu.

"Jadi yang ini, dia kan cowok yang ramah," ujar mama menggoda yang membuat Some tersipu.

"Tapi yang paling penting menerima penyakit kamu ini, papa tahu itu jadi pemikiran kamu sekarang kan?" ujar papa menatap Some seolah ingin tahu kejadian di resto tadi.

"Iya tapi dia udah pertimbangkan, dan kayaknya gakpapa, " jawab Some lugas. Mama dan papa nampak saling melirik lalu saling berpelukan nampak senang.

"Ya sudah besok papa hubungi keluarganya ya," ujar papa lalu ia kembali ke kamarnya.

"Mama antar ke kamar ya, nanti mama minta cerita dari kamu," ujar mama sambil merangkul Some dan mengajaknya berjalan menaiki tangga satu per satu.

"Iya, minta cerita apa sih ma?" tanya Some terdengar penasaran. Mama menatapnya dengan senyum lembut.

"Minta cerita sama Dinner tadi, gimana setahu mama dia masih SMA, kamu yakin kalau dia nggak mempermainkan kamu?" tanya mama.

Some menatap mama bingung, "Dia umurnya satu tahun di atas aku ma, dan benar dugaan ku dia suka bisnis. Anak kelas IPA 6 di SMA Bhakti Darma," jawab Some.

"SMA kamu, yang bener kalian bisa pacaran dulu dong," ujar mama sambil menutup mulutnya.

"Rencananya begitu, aku duluan ya," ujar Some entah hanya sekedar keluar dari zona pertanyaan, ia berjalan tertatih menuju kamarnya. Dan menutup pintunya rapat.

Sedangkan Ghina tersenyum melihatnya, ia tahu banyak pikiran di otak seorang anak SMA.

**

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!