NovelToon NovelToon
Takdir Yang Ditukar

Takdir Yang Ditukar

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Dunia Masa Depan / CEO
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Re _ ara

seorang ibu muda dari istri seorang pengusaha kaya raya sedang mengandung 9 bulan dan sedang mengalami kontraksi lalu dibawa ke rumah sakit , dan bertepatan dengan mantan pembantu rumah tangganya juga melahirkan di rumah sakit yang sama dengan motor majikannya . mereka sama-sama melahirkan bayi perempuan . pembantu rumah tangga yang ingin anak perempuan yang hidup berkecukupan mempunyai rencana licik untuk menukar anak perempuan dengan anak majikannya . sampai umur dewasa perbuatan itu tidak pernah terbongkar . bagaimana kelanjutannya ? ikutin terus novel Re _ Ara ya !

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Re _ ara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Sesampainya di kafe, suasana terasa tenang dan nyaman. Dinda segera berganti seragam, merapikan rambutnya, dan bersiap menyambut pelanggan dengan senyum ramah.

Angel dan Mira pamit pulang lebih dulu karena rumah mereka memang tidak jauh dari lokasi kafe.

 "Yaudah Din, kita pulang dulu ya. Lo kerja yang semangat! Hati-hati ya!" pamit angel .

 "Iya nih, kabarin kalau udah selesai ya, nanti pulangnya hati - hati ya , Bye!" pesan Mira kepada Dinda .

Dinda pun mulai bekerja dengan penuh semangat. Ia melayani pelanggan dengan cekatan dan sopan, membuat para tamu merasa nyaman.

Namun, ketenangan itu tidak berlangsung lama. Menjelang sore, pintu kafe didorong kasar. Masuklah Sasha dan gengnya dengan gaya sok kaya dan angkuh. Mata mereka langsung mencari-cari dan berhenti tepat pada sosok Dinda.

Sasha tersenyum menyeringai. "Hahaha... Ternyata bener! Di sini tempatnya. cafe mewah tempat si Dinda jadi pelayan."

Dinda menarik napas panjang, mencoba tetap profesional. Ia mendekat membawa buku menu.

 "Selamat sore. Silakan duduk. Mau pesan apa?" sapa dunda Ramah .

Sasha mengambil menu lalu melemparnya kembali ke meja dengan kasar.

"Isinya cuma gini doang? Mahal-mahal gak jelas rasanya. Yasudah, gue pesan yang paling mahal semuanya! Kopi termahal, kue termahal, semua yang paling mahal! Cepet ya!"

Teman-temannya pun ikut memesan makanan dan minuman yang harganya cukup mahal . Dinda mencatat semua pesanan dengan sabar lalu membawanya ke dapur.

Selama menunggu pesanan datang, Sasha dan gengnya sengaja berisik. Mereka berbicara keras, tertawa meledak, dan sengaja menjatuhkan garpu atau tisu ke lantai seenaknya.

 "Eh Din! Cepet dong! Kita lapar tau! Pelan banget sih kerjanya! Emang dasar cupu!" teriak sulis teman Sasha .

Akhirnya pesanan datang. Sasha mencicipi sedikit kopinya, lalu tiba-tiba wajahnya berubah masam dan ia meludahkannya kembali ke piring.

 "BLAKH! EEEUW! APAAN INI RASANYA?! Pahit banget! Gak enak! Kue ini juga basi! Rasanya aneh! kamu bawain makanan sampah ya ke sini?!"

Dinda kaget. "Tapi Kak Sasha, tadi pagi barangnya masih fresh kok. Rasanya emang standar kita gitu..."

Sasha berteriak keras agar semua orang melihat. "STANDAR APANYA?! RASA SAMPAH! SAYA NGGAK MAU BAYAR! MAKANANNYA GAK ENAK ! PELAYANNYA JUGA KURANG AJAR! SAYA LAPORIN KAMU KE MANAGER KAMU BIAR DIPECAT!"

Suara teriakan Sasha membuat semua pelanggan lain menoleh. Suasana kafe menjadi ricuh.

Tidak lama kemudian, Manajer kafe yang mendengar keributan itu datang dengan wajah kaget dan panik.

"Ada apa ini? Kenapa ribut-ribut?" tanya manager cafe .

Sasha langsung mengadu dengan wajah dramatis.

"Om Manajer! Ini lho karyawan lo! Dia nyediain makanan yang gak layak makan! Rasanya aneh, terus dia malah ngelawan pas saya komplain! Saya jadi malu dan sakit perut nih! Saya mau minta ganti rugi!"

"tapi pak bukan begitu ceritanya! Saya gak pernah ngelawan. Mereka yang sengaja..."

Sasha memotong cepat. "DIAM KAMU! JANGAN BOHONG! TEMAN-TEMAN SAYA KAN LIHAT SEMUA! KAN GIRLS?!"

Geng Sasha "IYA PAK ! BENAR KOK! Dinda yang salah!"

Karena situasi sudah memanas dan banyak pelanggan yang melihat, Manajer merasa sangat malu dan terpaksa mengambil tindakan demi menjaga nama baik kafe saat itu juga.

Manajer menatap Dinda dengan wajah tegas dan kecewa.

"Dinda... ikut saya ke belakang sekarang!"

Di ruangan kecil belakang kafe...

"Dinda, saya kecewa sama kamu. Kenapa bisa bikin masalah begini? Pelanggan itu raja, harus kita layani dengan baik. Sekarang kamu saya beri teguran keras. Kalau sampai kejadian lagi, saya terpaksa harus memikirkan kembali posisi kamu di sini."

Dinda menunduk sedih, air matanya hampir jatuh. Ia tahu ia tidak bersalah, tapi ia tidak bisa membela diri karena bukti seolah memihak Sasha.

 "Baik Pak... maafkan Dinda." ucap dinda dengan lesu.

Sementara itu di luar, Sasha dan gengnya tertawa puas melihat Dinda dimarahi. Mereka pergi tanpa membayar sepeser pun dan bahkan mendapatkan pelayanan gratis.

"Hahaha! Rasain lo Din! Itu baru permulaan! Gue bakal bikin lo dipecat dan gak punya kerjaan lagi!"

Tepat saat Dinda menunduk mematung di depan manajer, air matanya nyaris jatuh menahan rasa malu dan sedih, tiba-tiba sosok elegan dan cantik muncul di ambang pintu kafe.

Dia adalah Liana.

Ia berdiri di sana, menatap putrinya dengan tatapan mata yang sangat sendu, penuh penyesalan, dan rasa sakit yang luar biasa. Hatinya teriris melihat pemandangan di depannya anak kandungnya yang cantik dan baik hati sedang dimarahi, dipermalukan, dan terlihat begitu rapuh.

Liana tidak peduli lagi dengan geng Sasha yang masih berdiri di sana dengan wajah menang. Ia berjalan cepat mendekati Dinda.

Manajer yang sedang memarahi Dinda terhenti saat melihat kedatangan wanita cantik yang memancarkan aura kaya raya itu.

Liana langsung memeluk bahu Dinda erat-erat, membelai rambut anaknya dengan gemetar.

 "Sayangku... Maafkan Mama... Mama datang terlambat..." ucap Liana .

Dinda tersentak kaget. Ia mendongak dan melihat wajah ibunya yang basah oleh air mata.

"Ma... Mama?"

Sasha dan teman-temannya yang tadinya sombong langsung kaget dan mundur ketakutan. Mereka tahu siapa Liana! Ibu dari keluarga terkaya dan paling berpengaruh!

Sasha Dalam hati "Ya Ampun... Kenapa dia bisa ada di sini?! Ini kan ibunya Dinda?!"

Liana melepaskan pelukannya sedikit, lalu menatap wajah Dinda sambil mengusap pipi anaknya yang basah oleh air mata.

"Mama tahu semuanya Nak. Mama tahu kamu tidak bersalah. Mama tahu kamu difitnah, kamu dibully, dan kamu disakiti. Mama minta maaf... Maafkan Mama yang jahat, Mama yang buta hati, Mama yang tidak peka selama ini."

Suara Liana pecah.

"Mama sadar Mama gagal jadi ibu. Mama lebih percaya orang lain daripada darah daging sendiri. Mama tega biarin kamu hidup susah dan sakit hati. Tolong... maafkan Mama ya Sayang. Ayo pulang sama Mama. Ayo pulang ke rumah kita. Mama janji, Mama akan ganti semua yang Mama rugikan dari kamu."

Dinda tertegun. Ia tidak menyangka ibunya akan datang, menangis, dan meminta maaf sebesar ini di depan umum. Hatinya yang keras perlahan mulai luluh, meski rasa sakit itu masih ada.

Namun sebelum Dinda menjawab, Liana menoleh tajam ke arah Manajer kafe, lalu ke arah Sasha. Tatapannya berubah dingin dan menakutkan, layaknya seorang wanita karir yang berkuasa.

" Anda siapa namanya? Manajer di sini kan?"tanya Liana dengan suara dingin .

manager menjawab dengan tergagap. "I-ya Nyonya... saya Manajer sini."

"Saya tidak terima putri saya diperlakukan begini. Dinda itu anak saya. Dan saya melihat sendiri tadi gadis-gadis ini yang sengaja cari masalah dan mempermalukan anak saya."

Liana menunjuk Sasha yang sudah pucat pasi.

"Kalian berani-beraninya menyakiti anak saya?! Kalian tahu siapa dia?! Kalian tahu siapa keluarga kami?! Berani sekali kalian merendahkan dia!"

Sasha gemetar hebat. "Bu liana... a-aku tidak tahu... maafkan aku... aku tidak bermaksud..."

 "TERLAMBAT! Karena ulah kalian, anak saya dimarahi dan dipermalukan. Sekarang kalian harus bertanggung jawab! Dan Anda Pak Manajer! Seharusnya Anda lebih bijak mencari kebenaran, bukan langsung menghakimi karyawan Anda yang rajin dan jujur!"

Manajer langsung menunduk takut. "Maafkan saya Nyonya... Saya tidak tahu..."

Liana kembali menatap Dinda dengan lembut.

"Sayang... Mama mohon. Ayo kita pulang sekarang. Mama tidak sanggup lihat kamu kerja keras dan disakiti begini. Mama mau manjain kamu, Mama mau ganti waktu yang hilang."

...----------------...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!