Alya Talita tanjaya gadis pembangkang dia egois dan selalu mementingkan dirinya sendiri. suatu ketika Alya di usir karena dia mengambil uang untuk operasi ginjal kakaknya yang membuat hampir kakaknya meregang nyawa, dia di usir dari rumah orangtuanya dan Alya tinggal di kontrakan sahabatnya hari demi hari dia berubah namun suatu kejadian menimpanya saat dirinya sudah berubah menjadi lebih baik dia di tabrak mobil saat dirinya menghindari kakaknya yang ingin mendekat ke arahnya. dia tidak mau menganggu keluarga nya lagi jadi Alya memutuskan untuk menjauhi mereka. saat di mana detik - detik kematiannya datang tiba - tiba ada suatu keajaiban dimana dia kembali ke masa lalu dan di anugrahhi sistem Kekayaan 1000x Lipat.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Duna Dara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31
30 Menit Alya Berkendara
Tinnn Tin.. Tinnnn....
Klakson mobil Alya berbunyi setelah dia melihat kakak dan calon kakak iparnya ada di depan rumah, seperti nya mereka juga baru datang.
Mobil Alya langsung parkir di depan garasi dan langsung keluar dari dalam mobil.
"Cie pacaran terus nih" goda Alya
"Ih apaan sih. Untung aja kamu udah datang kalo gak, udah uwel uwel kamu" bercanda kak Lisa
"Heheh soalnya tadi aku makan dulu di rumah sepupunya Fuji kak, nolak gak bisa. Oh iya nih aku juga di bawain makanan sama kak indi" ujar Alya
"Kak indi itu siapa?" tanya Lisa
"Sepupu Fuji kak. ada soto ayam, seafood asam manis sama ada sambel matah buatan kak indi yang lezatos" jawab Alya
"Ck kalo makanan aja paling ngerti. Yaudah kakak makan kamu mandi siap - siap anter Kakak" perintah Lisa
"Oke siap kak. Tapi kakak ipar ini bagiamana? apa beliau ikut juga?" tanya Alya
"Iya Niko ikut. Gak papa kan" jawab Lisa
"Ya gak papa. Cuma nanya aja, kalo gitu aku siap - siap kakak makan ya sisain buat mamah papah banyak ko itu" balas Alya
"Oke"
Mereka bertiga pun masuk, Alya langsung naik ke kamarnya sedangkan Niko dan Lisa makan makanan yang di bawa Alya dari kak indi.
Niko sedari tadi hanya diam, dia memang tipe orang yang jarang berbicara.
"Enak ya makanannya" ucap Lisa
"Iya enak. Kamu mau lagi? Nanti aku pesenin di restoran kenalan aku di sana juga enak ko makannya" tanya Niko
"Iya nanti aja kapan - kapan" jawab Lisa
Niko hanya mengangguk saja dan mereka pun lanjut makan dengan lahap, tanpa mereka sadari mereka makan dengan nikmat karena memang masakan kak indi ini sangat harum dan enak sekali.
30 Menit Kemudian
Alya turun ke lantai satu sudah memakai baju santai kaos polos sedikit pendek dan celana pendek dia juga tidak memakai makeup.
"Kak" panggil Alya
"Eh udah siap? Tapi bajunya terlalu santai deh" protes Lisa melihat Alya yang hanya memakai kaos dan celana pendek.
"Ya gak papa kak. Kan kakak yang mau di periksa, aku mah santai aja" balas Alya
"Walupun adik mu ini tidak bergaya tapi kecantikannya tidak memudar" lanjut Alya sembari berpose
"Memang sih, tapi jangan terlalu kepedean dong" balas Lisa dengan raut wajah terserah.
"Oh iya aku bawa mobil sendiri ya" ujar Alya
"Kenapa gak bareng aja?" tanya Lisa
Di Anggukan Oleh Niko
"Gak papa kan sayang kalo Alya ikut di mobil kita" tanya Lisa
"Iya gak papa. Santai aja" datar Niko
"Bukan masalah itu kak. nanti aku mau beli peralatan sekolah dulu" balas Alya
"Oh. Tapi gak papa ko kalo nanti kita anter kamu beli peralatan sekolah juga" ujar Lisa
"Gak papa kak. Aku bisa sendiri. ayo kita berangkat keburu dokternya males karena nunggu kakak yang ngoceh ngoceh" balas Alya
Kalau tidak seperti ini mungkin Lisa akan terus berbicara tanpa henti
"Ck. Yaudah ayo, jangan ngebut" peringatan Lisa
"Oke"
Mereka pun menuju ke rumah sakit, biasa tempat Lisa check up.
Di perjalan menuju rumah sakit, Alya mengendari mobilnya sendiri sedangkan Lisa bersama Niko
"Sayang apa Alya gak mau semobil sama kita karena takut sakit hati liat kita berdua ya, aku jadi gak enak sama Alya" ucap Lisa
"Engga sayang. Kan tadi Alya bilang kalo dia mau pergi beli keperluan sekolah dulu. Gak mau ngerepotin kita jadi dia bawa mobil sendiri" balas lembut Niko
"Tapi-"
"Jangan di pikirin sayang, Alya juga gak papa kamu jangan over thinking gitu ya" potong Niko
"Iya. Maaf ya sayang" ujar Lisa
Mereka pun fokus ke depan kembali, Niko fokus mengendarai mobil.
"Gue harus ngomong sama si Alya, biar Lisa gak kepikiran lagi" gumam Niko dalam hati.
20 Menit Berkendara
Lisa, Niko dan Alya sudah sampai di rumah sakit.
Mereka langsung masuk ke rumah sakit karena waktu sudah mepet.
Niko dan Lisa masuk ke dalam sedangkan Alya mengelilingi rumah sakit, mungkin saja ada orang yang ingin mendonorkan ginjalnya.
Lisa mengelilingi rumah sakit sembari melihat beberapa pasien yang terlihat berbaring di ranjang mereka masing - masing, ada rasa menyentuh hati melihat orang - orang yang sedang melawan penyakit mereka sendiri dengan sekuat tenaga.
"Pah gimana ini pah, rehan pah anak kita" lirih seorang ibu muda
"Papah gak tau harus gimana lagi mah, uang kita udah abis. Papah juga coba cari orang yang mau beli ginjal papah tapi gak ada orang yang mau, mah" balas lirih Sorang ayah Muda
Sepertinya mereka orangtua baru dan baru memilik anak, karena mereka terlihat masih muda mereka seperti usia di bawah 30 tahunan.
"Gini aja deh pah, sekarang mamah yang cari orang yang butuh donor ginjal, kalo di pikir - pikir kan papah harus kerja nanti takutnya ada apa - apa mending mamah aja. Mamah di rumah kan" ujar wanita muda itu
"Tapi mah-"
"Pah jangan, mending papah fokus jaga rehan mamah coba cari orang yang membutuhkan ginjal ya pah. Semoga aja ada yang mau pah demi rehan" lirih wanita muda itu
Suaminya pun hanya mengangguk pasrah, dia bekerja di perusahaan kecil hanya bisa menyokong kebutuhan sehari hari.
Menabung pun mereka tidak bisa karena hanya bisa untuk makan dan bertahan hidup jadi saat anak nya memilik keliatan di tulang belakang dan saat di cek ternyata ada tumor di sana.
Di butuhkan sekitar 150 sampai 200 juta untuk mengobatinya.
Mereka sudah melalu kemo namun tidak ada hasil jadi mereka sekarang ingin melakukan operasi untuk mengangkat tumor itu namun mereka juga tidak ada uang untuk melakukan operasi.
Saat Alya ingin berjalan menghampiri mereka tiba - tiba...
"Adek" panggil Lisa dengan perasaan bahagia
"Kenapa kakak? bahagia banget keliatannya? Udah sehat ya gak perlu minum obat lagi ya?" tanya Alya
"Engga. Kakak masih harus minum obat, tapi nih ya 2 hari lagi kakak akan operasi di sini. Pendonor ginjal nya udah ada" bahagia Lisa
"Udah ada? dapat dari mana?" tanya Alya
"Niko yang bantu kakak" jawab lembut Lisa
Alya tersenyum ke arah Niko, Niko pun sedikit terkejut dengan senyuman yang dulu hilang namun kembali lagi.
Bukan senyum rasa cinta namun senyum terima kasih karena sudah menjaga kakaknya ini.
"Terima kasih ya kak, udah jaga selalu kakak ku ini" ujar Alya
"Gak perlu berterima kasih ini udah jadi kewajiban ku sekarang" balas Niko
"Iya juga sih. Terus ginjalnya gimana kak? Pendonornya minta berpa?" tanya Alya
"Udah gak sudah di pikirin. Semuanya udah beres" balas Niko
"Oh yaudah kalo gitu" ucap Alya
"Yaudah kamu sekarang mau beli keperluan sekolah kan, ayo kita pergi sekarang" ajak Lisa.
"Kakak duluan aja, aku mau ke toilet dulu. Oh iya bilang sama mamah aku pulang telat" izin Alya
"Telat? Gak, pokonya kamu harus udah si rumah sebelum malam" perintah Lisa
"Aku mau nugas di rumah Yuri kak jadi pasti telat pulangnya" balas Alya
"Awas ya kalo bohong" curiga Lisa.
"Bawel banget sih" bisik pelan Alya
"Apa?!!!"
"Engga. Bye kakak, kak Niko bawa kak Lisa cepet keburu berubah jadi macan" canda Alya
s ppb lngsng gagap pas kthuan....
ciihhh.....pura2 kaya.....🙄🙄🙄