Menceritakan seorang wanita agen mata-mata bertransmigrasi ketubuh seorang Putri kerajaan dalam novel yang dia baca.
Semenjak kematiannya ditangan musuh, wanita itu masuk ketubuh barunya menjadi seorang putri yang tertindas. Setelah dirinya masuk ketubuh putri yang sering tertindas itu, dia berusaha merubah alur cerita dan mencegah satu kejadian dimana dia meninggal mengenaskan ditangan wanita licik.
Terus simak dan mampir jika kalian berminat membaca cerita ini, maaf kalau ada kalimat atau cerita yang sama karena ini murni ide dan khayalan saya sendiri.
Terimakasih banyak yang bersedia mampir dan singgah sebentar 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu 0325, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 34.
Setelah Victoria tiba diruang makan, arah tatapannya langsung tertuju pada ibunnya yang sudah berada dimeja makan hingga telah tersaji beberapa hidangan diatas meja.
Ketika ibu melihat Victoria datang, dia langsung mengangkat satu tangannya melambai memanggil Victoria mendekat dan duduk didepannya.
Dengan patuh Victoria melangkah maju dan duduk didepan ibunya, meskipun saat ini dia sedikit kecanggungan terpancar jelas diwajahnya.
Namun Victoria berusaha untuk tetap tenang dan berusaha beradaptasi dengan ibu mulai sekarang.
"Kenapa baru bisa datang, bukankah tadi siang ibu sudah bilang padamu kalau kita akan makan bersama!."ucap ibu dengan ekspresi tenang kembali mengingat pesannya tadi pada putrinya
Victoria mengangkat wajahnya menatap ibunya, lalu sambil tertawa pelan menahan canggung, dia dengan asal berbohong alasan dia terlambat datang.
"Maafkan Victoria ibu, tadi masih membersihkan diri dulu makanya datang terlambat!."jawab Victoria dengan nada rendah meminta maaf
"Ya sudah, sebaiknya kita segera makan saja!."ujar ibu tersenyum kecil mengabaikan alasan putrinya terlambat dan segera menyantap makanan diatas meja
Melihat hidangan beraneka macam diatas meja, membuat wajah Victoria berubah berbinar kembali dan memandangi semua hidangan dengan tatapan suka dan senang.
Disaat dia melihat ibu lebih dulu makan, Victoria juga tidak menyia-yiakan kesempatan ini juga.
Dia mulai mengambil daging ayam yang terlihat mengoda dan harum didepan matanya lalu memakannya dengan lahap. Pada saat Victoria sedang mengambil berbagai makanan diatas meja, arah tatapannya langsung tertuju pada satu hidangan yang sangat mengugah seleranya.
Tetapi dia sama sekali tidak mengetahui daging apa itu?. Warnanya saja hampir menyerupai daging yang lain akan tetapi hidangan satu ini lebih berminyak daripada daging ayam atau sapi.
"Ibu hidangan ini dari daging apa kenapa berminyak sekali?."tanya Victoria sambil menunjuk satu hidangan yang membuatnya penasaran bahkan ibunya sedari tadi terus memakannya
Ketika mendengar putrinya bertanya, ibu menghentikan sumpit dijarinya. Arah tatapannya langsung menatap apa yang ditunjuk putrinya kemudian menjawab.
"Oh, hidangan ini adalah saus panggang pedas daging babi. Memang daging babi banyak mengandung minyak, sebaiknya kamu juga harus mencicipinya."jawab ibu dengan tenang menatap pertanyaan putrinya lalu menawarkan hidangan tersebut
Mendengar nama daging babi terucap dibibir ibunya, Victoria sontak terkejut langsung menunjukkan ekspresi tidak suka. Meskipun sebelumnya dia sangat tergoda dengan hidangan itu, setelah tahu dia dengan enggan langsung menolak.
"Tidak, tidak perlu ibu. Victoria bisa makan yang lain saja!"tolak Victoria dengan sopan sama sekali tidak ingin makan daging babi itu
Melihat reaksi putrinya sejenak membuat ibu terdiam heran, tetapi dengan acuh ibu mengabaikan reaksi wajah putrinya dan lebih fokus makan bersama putrinya.
****
Sementara itu, dikamar Victoria seorang pria yang bersembunyi dipemandian milik seorang wanita tadi. Memutuskan untuk keluar dari persembunyiannya setelah memastikan situasi aman.
Pria itu berpakaian sangat kotor dengan pakaian compang-camping, pria itu melangkah menuju tengah ruangan tanpa alas kaki. Kedua matanya terus mengawasi sekitar dengan tatapan tajam penuh ketakutan diwajahnya.
Saat melihat bahwa dia telah aman dari kejaran orang-orang yang ingin menjualnya, pria itu menghela napas dengan lega.
Pada saat pria itu merasa aman dan lega didalam hatinya setelah terbebas dari kejaran orang-orang itu, arah tatapannya langsung tertuju pada apa yang ada diatas meja dimana wanita itu makan sebelumnya.
Kedua matanya yang sayup seketika menjadi berbinar cerah ketika melihat makanan diatas meja, sambil menyentuh perutnya yang mulai berbunyi dan keroncongan.
Membuat pria itu menelan ludahnya ketika memperhatikan makanan enak diatas meja yang begitu banyak.
Dengan langkah terburu-buru pria itu mendekati meja tersebut, sambil memperhatikan semua makanan lezat itu dan belum menyentuhnya sama sekali.
Meskipun perutnya terus berbunyi tetapi pria itu sama sekali belum menyentuh makanan diatas meja. Karena dia tahu bahwa makanan ini bukanlah miliknya tetapi milik wanita itu, jika dia mengambil makanan ini sama saja dia mencuri.
Tetapi ketika dia terdiam sangat lama malah membuat perutnya semakin bunyi, hingga membuat pria itu menjadi gelisah dan bingung.
Apa sebaiknya dia ambil saja makanan itu untuk dia makan, tetapi bagaimana dengan wanita itu?.
Jika wanita itu marah, apa yang harus dia lakukan dia sama sekali tidak memiliki uang sepersen pun ditangannya.
Namun karena pria itu tidak sanggup menahan lapar yang terus menganggu, akhirnya pria itu dengan berani mengambil satu makanan diatas meja. Dia duduk dilantai dan dengan lahap memakan makanan yang ada ditangannya sangat kelaparan.
Disisi lain, Victoria yang telah selesai makan malam bersama ibunya akhirnya kembali dengan perut kekenyangan. Sambil mengusap perutnya Victoria tersenyum puas.
"Seharian ini aku merasa puas sekali, sampai-sampai perutku rasanya ingin meledak. Hah.., akan lebih baik kalau aku langsung tidur malam ini dengan nyenyak!."seru Victoria sambil menghela napas lega dan mengusap perutnya berjalan menuju kamarnya
Sesampai dikamarnya, Victoria langsung membuka pintu kamarnya dengan lebar dan menutupnya kembali.
Ketika dia menolehkan wajahnya kebelakang, arah tatapannya langsung terkejut ketika melihat seorang duduk dilantai dan membelakanginya.
Sambil arah tatapan Victoria juga tertuju pada makanan diatas meja yang dia beli, telah habis dan menyisahkan kotoran diatas meja makin membuatnya syok.
"SIAPA KAMU?."teriak Victoria dengan keras menatap pria asing didepannya terkejut
Pada saat pria itu sedang makan dengan lahap, sampai mengabaikan bahwa wanita itu telah kembali. Membuat pria itu menolehkan wajahnya kebelakang dengan ekspresi panik dan ketakutan terpancar diwajahnya.
Bahkan membuatnya berhenti makan, meski makanan itu masih dia genggam erat karena terkejut.
"Bagaimana kamu bisa masuk kedalam kamarku? Apakah kamu pencuri, dan lihat kamu menghabiskan semua makanan yang baru saja kubeli!."ucap Victoria kesal lalu berjalan mendekat sambil menunjuk pria itu dengan marah karena menghabiskan semua makanannya
Ketika suara kemarahan terdengar ditelinga pria itu, sontak saja membuat reaksi pria itu ketakutan dan seluruh tubuhnya gemetar karena panik.
Saat Victoria memperhatikan pria itu, sejenak membuatnya terdiam sambil memperhatikannya.
"Kenapa dia terlihat takut sekali!."batin Victoria terus memandangi pria itu dengan ekspresi bingung tetapi masih marah pada pria itu
Ketika pria itu melihat wanita itu sangat marah kepadanya, dia dengan rasa bersalah didalam hatinya langsung beranjak dari duduknya sambil menutupi wajahnya mengunakan lengannya.
Dia mengira bahwa mungkin saja wanita dihadapannya ingin memukulnya karena ketahuan mencuri makanan dari wanita itu.