Di dunia di mana gerbang dimensi terbuka dan monster mulai menginvasi bumi, garis antara pahlawan dan penjahat menjadi kabur. seorang pria yang terjebak dalam takdir sebagai antagonis, raja naga kehancuran terbangun di tubuh manusia bumi bernama voltra.
Sang Raja Naga Kehancuran, entitas yang ditakdirkan menjadi villain sejati, kini terjebak dalam raga manusia yang lemah. Alih-alih menghancurkan dunia, ia justru terikat oleh tanggung jawab yang tak pernah ia bayangkan: seorang adik perempuan dan kewajiban menjadi seorang Hunter.
Terjebak dalam dilema antara identitas aslinya sebagai penghancur dan peran barunya sebagai kakak sekaligus pembasmi monster. Memilih antara harapan atau kehancuran?.
-LATAR CERITA DI INDONESIA
-KARAKTER PENTING ADA ILUSTRASI
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Natelashura7, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 33 terbangun
Di ketinggian beberapa ratus meter, ia akhirnya berhasil menangkap tubuh Voltra yang terkulai lemas. Karena kecepatan jatuh yang luar biasa, Alina harus menggunakan teknik Mana Cushion untuk meredam benturan. Keduanya berguling di lereng gunung yang landai sebelum akhirnya berhenti tepat di depan Natalius dan Raven yang berlari mendekat.
Napas Alina tersengal-sengal. Ia segera memeriksa denyut nadi Voltra. Wajah pria itu sangat pucat, luka-lukanya mulai menutup karena regenerasi, namun suhu tubuhnya sangat panas akibat menyerap petir Thunderbird secara langsung.
"Dia pingsan karena Mana Exhaustion tingkat berat" ucap Natalius sambil berlutut di samping mereka, meletakkan tangannya di dada Voltra untuk menyalurkan energi bumi yang menenangkan. "Dia memaksakan tubuh manusia untuk menampung kekuatan bencana. Gila... benar-benar gila" Lanjut begitu kagum.
Raven menatap ke langit yang kini mulai tenang. Bintang-bintang di Papua mulai terlihat kembali seiring hilangnya badai.
"Dia benar-benar menghancurkan monster Calamitiy itu sendirian... dan naga kecil itu, dia benar-benar menghilang ke mana?" ujar Raven tidak melihat naga hitam.
Alina tidak menjawab. Ia hanya menatap wajah Voltra yang tampak tenang dalam pingsannya. Ia teringat ucapan Raven soal "menikahinya" dan wajahnya mendadak memerah kembali meskipun dalam situasi genting.
"Berhenti memikirkan naga itu, Raven. Bantu aku membawanya ke tenda medis!" ucap Alina menyuruh temannya itu.
"Baik-baik" ujar Raven.
Voltra membuka matanya perlahan. Hal pertama yang ia lihat adalah langit-langit kamarnya yang familiar. Ia mencoba bangun, namun seluruh ototnya terasa seperti ditarik-tarik.
"Jangan banyak gerak dulu, Kak" suara Vanya terdengar dari samping tempat tidur.
Voltra menoleh dan melihat Vanya sedang mengupas apel. Di atas perut Voltra, Kuro yang sudah kembali ke ukuran naga kecil gendut sedang meringkuk tidur dengan nyenyak, sesekali mengeluarkan percikan listrik kecil dari hidungnya.
"Berapa lama aku tidur?" tanya Voltra dengan suara serak.
"Dua hari penuh" sahut sebuah suara dari arah pintu. Alina berdiri di sana, tanpa setelan Hunter-nya, hanya mengenakan kemeja santai. "Natalius dan Raven terus menanyakan kabarmu. Kau jadi pahlawan nasional sekarang, Voltra. Video kau menahan petir dengan tubuhmu sudah ditonton jutaan kali" Lamno memberitahu.
"Pahlawan? Merepotkan sekali" ujar voltra.
"Oh, dan ada satu masalah," Alina berjalan mendekat, wajahnya terlihat serius namun ada binar jenaka di matanya. "Asosiasi ingin tahu dari mana asal 'Naga Hitam' yang membantumu. Aku bilang itu adalah teknik rahasia pemanggilanmu, tapi mereka tidak percaya begitu saja" Lanjutnya karena yang mengetahui rahasia kuro hanya ayahnya di asosiasi.
Voltra mengelus kepala Kuro. Naga itu terbangun dan melihat Voltra dengan mata berbinar, lalu menjilati dagu Voltra dengan lidahnya yang hangat.
"Bilang saja pada mereka, jika mereka terlalu banyak bertanya, burung petir berikutnya tidak akan aku tahan" jawab Voltra santai. "Aku tidak bermaksud melindungi kalian, aku hanya ingin menyerap petir dan angin itu" Lanjutnya tsundere.
Alina menghela napas, ia duduk di pinggir kasur. Setelah cukup lama bersama voltra, dia tau sifat voltra itu tidak ingin menunjukkan kebenaran karena akan mengusik harga dirinya.
"Kau tahu, saat kau jatuh dari langit... aku benar-benar berpikir kau akan mati. Jangan lakukan hal sebodoh itu lagi, mengerti?" ucap Alina begitu serius.
"Kau khawatir padaku, Naga Betina?" Tanya voltra.
"I-itu karena kau aset berharga ISG! Dan... dan Kuro butuh ayahnya!" bantah Alina cepat sambil berdiri.
Vanya tertawa kecil sambil memberikan potongan apel pada Voltra. Dimana apel itu voltra lempar ke dalam mulutnya sendiri, lalu mengunyah dan menelan. Meskipun menurutnya apel itu terasa hambar.
"Kak Alina menginap di sini selama dua hari lho, Kak. Dia yang mengurus Kuro dan membantuku menjagamu" ujar vanya memberitahu.
"Benarkah" Goda voltra.
"Diamlah dan cepat sembuh" Balas Alina bersedekap dada.
"Terserahlah" Gumam voltra bersandar ditempat tidur.
Saat ini voltra sudah memiliki tiga elemen untuk memperkirakan tubuhnya. Elemen es dari Kraken (monster tingkat Calamitiy), lalu elemen badai (petir & angin) melalui penyerapan serangan dari Thunderbird (monster tingkat Calamitiy).
"Aku berharap bisa mendapatkan elemen lainnya. Elemen api aku bisa mendapatkannya dari kuro, tapi karena naga ini belum sampai ke tingkat Calamity, aku tidak bisa menyerap apinya" Batin voltra berpikir. "Untuk elemen kegelapan sendiri, aku tidak bisa berharap banyak pada keberuntungan" Lanjutnya.
***********
Di negara china, seekor naga dengan corak emas tengah terbang gelisah di langit Shanghai. Orang orang disana memotret naga itu, karena sejatinya itu bukan lagi seorang monster melainkan hewan penjaga kota Shanghai. Langkah kaki dari seorang wanita membuat sang naga menoleh kearahnya.
"Seiryu ada apa?" Tanya wanita itu.
"Aku menghormati nama pemberian mu dan juga perintah mu untuk menjaga kota ini dari ancaman. Tapi.... Seiryu bukan namaku, master lamaku aku bisa merasakan kehadirannya" ucap naga emas itu hanya bisa didengar oleh sang wanita.
"Master lama mu" Kaget sang wanita. "Siapa sosok itu" Lanjutnya meminta penjelasan.
"Ia tidak memiliki nama, namun memiliki banyak sekali sebutan dimulai dari Raja para naga, naga kehancuran, naga kiamat, kegelapan yang menatang dewa" ucap sang naga. "Seluruh tubuh ku gemetar oleh rasa senang karena merasakan kehadirannya, tidak lama lagi kami akan bertemu" Lanjutnya begitu senang.
Sang naga bisa merasakan kalau ia tengah berada dalam jangkauan kekuatan tuan lamanya.