NovelToon NovelToon
Mawar Beracun Sang Menantu

Mawar Beracun Sang Menantu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Konflik etika / Selingkuh
Popularitas:23.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nuna Nellys

Warning!!

***
Mawar datang ke keluarga terpandang itu sebagai menantu yang sempurna.

Cantik, lembut, dan tampak penuh bakti.

Namun di balik senyumnya yang manis, tersimpan dendam yang telah ia rawat selama bertahun-tahun.

Pernikahannya bukan tentang cinta.

Melainkan jalan untuk menghancurkan keluarga Black dari dalam.

Semua berjalan sesuai rencana… hingga satu hal mulai menggoyahkan tekadnya.

Suaminya.

Arestio Black mencintainya dengan tulus. Tanpa curiga. Tanpa syarat.

Tetapi ketika kebenaran akhirnya terungkap, cinta berubah menjadi luka paling dalam.

***

“Apa selama ini… kamu hanya memanfaatkan ku, sayang ?” bisik Arestio, suaranya retak.

Mawar tersenyum tipis, mata-nya berkabut. “Jika iya… apa kamu masih ingin memeluk ku, suamiku ?”

Di antara hasrat, tipu daya, dan rahasia masa lalu,
balas dendam berubah menjadi permainan perasaan yang mematikan.

Karena terkadang… racun paling berbahaya bukanlah kebencian. Melainkan cinta yang tumbuh di tempat yang sala

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuna Nellys, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21.

~0I0_0I0~

Klik.

Pintu VIP HELL kekunci dari luar.

Bass musik lantai dansa hajar tembok. Di dalem, cuma ada napas Ares kayak banteng ngamuk.

Kancing jas udah copot. Dasi di banting. Keringet netes dari rahang.

“Dresto... anjing lo...” desisnya.

Segelas wine dari pelayan. Ternyata jebakan dari kakaknya sendiri. Isinya ? _Black Mamba_. Afrodisiak + halusinogen. Dosis buat bunuh kuda.

Tujuan Dresto satu: Bikin Ares tidur sama LC. Rekam. Sebar. Biar Mawar — istrinya, yang dia nikahin 2 bulan lalu, ceraikan dia.

Biar Mawar bisa kembali kepada Dresto. Menjadi miliknya, hanya miliknya seperti 1 tahun lalu.

Di sofa, cewek bangun. Lingerie merah. Heels 15cm. Senyum pembunuh menggoda.

“Jadi... kamu Ares,” desahnya. Sengaja. “Suaminya si Mawar kampung.”

Ares noleh. Mata merah. Tapi otaknya teriak: _Mawar._

“Keluar.”

Cewek itu ketawa. Jalan. Pinggul goyang. “Sayangnya, gue di bayar 2M buat bikin jadi selingkuhan lo malam ini.”

Rahang Ares keras. Obat itu bakar darahnya. Tapi nama Mawar \= air es.

“Gue tau lo bernapsu,” bisik cewek itu. Jari lentik mau nempel dada Ares. “Nggak usah nahan... gue bantu redain.”

GREP.

Ares tangkep pergelangan cewek itu. Meremas seakan ingin remuk.

“Jangan. Sebut. Nama. Istri. Gue.” Suaranya rendah. Macem mau ngegali kubur. "Mulut kotor Lo gak pantes sebut namanya cantiknya."

"Sssttt!" Cewek itu meringis. Tapi nantang. “Alah, laki. Udah di racun gini masih belaga setia. Gue jamin lubang gue lebih menggigit dari pada miliknya—”

Tangan-nya ke gesper Ares. Pelan tapi pasti, jemari-nya meraba asetnya yang terasa mengeras di balik sangkarnya.

Membuat laki-laki itu menegang. Hampir terpancing.

"Lancang!" Desis Ares tajam.

Perempuan LC terkekeh. Semakin meremas milik Ares dari luar celana. "Sepertinya ukuran aset Lo tidak mengecewakan..."

Grep!

Ares naik pitam. Tangan-nya pindah ke leher cewek itu. Cekik. Angkat. Kaki cewek itu jinjit, napas kecabut.

“Eurghh... le...pas...”

Mata Ares liar. Obat + murka + rindu. Kombinasi paling mematikan.

“Lo pikir gue buaya kayak Dresto ?” bisik Ares. 1cm dari kuping cewek itu. Napasnya panas. “Gue nikahin Mawar bukan buat gue selingkuhin.”

Cekikan-nya kenceng. “Dia mawar beracun. Iya. Tapi racunnya buat tikus kayak lo. Buat gue...” Ares gigit bibir sendiri sampe berdarah. Biar sakit. Biar inget. “...dia madu. Sentuh gue \= lo nantang madu itu jadi racun.”

Cewek itu biru. Nangis. “Am...pun...”

Ares lempar dia. Bukan lepas. Lempar.

BRUK!

Tubuh LC itu menghantam lantai. Keras. Mulutnya terbuka, tertutup.. Mirip ikan terdampar di pasir yang butuh air.

Kepala Ares berdenyut, dengkulnya di tekuk. Dunia muter. Bayangan Mawar muncul: pake daster, lagi masak, noleh, senyum. "Ares, makan dulu."

Terus ilang. Balik lagi ke LC.

Sial.

Cewek itu liat celah. Segera bangun. Dorong dada Ares sekuat tenaga.

Bruk!

Punggung Ares hantam ranjang. Kancing kemeja mental. Dada bidang, bertato bungan mawar merah, merekah penuh duri, nampak indah. Menggoda. Mengeringkan.

Keringet + darah dari bibir \= kilap kena lampu strobo.

Cewek itu naik. Duduk di paha Ares. Napas ngos-ngosan tapi sorot matanya terpancar menang.

“Udah gak berdaya gini... Jangan sok keras. Nikmatin aja, Tuan Muda,” bisiknya. Tangan ke gesper. “Anggep aja... Hadiah pisah ranjang terakhir.”

Ares merem. _Mawar... Mawar... Mawar..._

Tangan kanan ngeraba ranjang. Nemu bulpoin miliknya. Ujungnya tajem.

Sebelum gesper kebuka...

JLEB.

Pulpen itu nancep di paha cewek itu. Dalem. Di tekan. Di puter-puter.

“AAAAAARGH!”

Darah muncrat ke paha Ares. Ke sprei putih. Ke rencana masa depan Dresto.

Bruk!

Cewek itu guling. Terjengkang ke belakang. Menghantam lantai. Jerit. Musik di luar nelen semua suara.

Ares berdiri. Sempoyongan kayak iblis dari neraka. Kemeja terbuka, bibir berdarah, pulpen di tangan, mata mau ngebunuh lawan.

Di lantai: LC kejang, paha bolong. Air mata terjun bebas. Wajahnya pias. Takut. Menahan sakit.

"Jangan mendekat..." Ucapnya gemetar. Menatap Ares.

LC itu ngesot kayak suster di film horor, tapi mundur bukan maju.

"Sudah terlambat untuk menyesal, Bitch!"

Sekarang situasi berbanding terbalik, yang tampak horor justru Ares. Lebih horor dari 2M yang masuk ke rekening LC itu.

Ares pegang pulpen. Jalan ke wanita itu. Tanpa ragu menusuk dadanya sendiri.

JLEB!

SRAT!

Tangan-nya menarik tusukan pulpen itu ke bawah. Sakit, tapi setidaknya itu membuatnya tetap sadar dari efek obat laknat itu.

Tap!

Tap!

Tap!

Tiap langkah netes darah.

"L-lo... Gila ?" Ucap LC gemetar.

"Lebih dari yang Lo bayangkan."

Deg!

Jantung LC langsung maraton. Kini 2M di kantong-nya terasa mencekik lehernya sendiri.

GREP!

Ares Cengkeram leher LC. Kuat. Bisik. Parau tapi jelas.

“Gue udah peringati lo. Tapi Lo bebel.” Ares senyum. Gila. “Gue mau dia denger... suara LC kiriman-nya sendiri... pas gue tusuk matanya satu-satu. Biar dresto tau... duri pemilik Rose kayak apa.”

Perempuan itu menggeleng. Ribut. Gemeter. Wajahnya pucat kayak mayat yang belum mau mati.

~0I0_0I0~

Dentuman musik memenuhi klub malam itu.

Lampu-lampu neon berkelap-kelip liar, memantul di dinding kaca dan lautan manusia yang menari tanpa peduli waktu.

Aroma alkohol, asap rokok, dan parfum mahal bercampur menjadi satu, menciptakan suasana sesak yang membuat siapa pun mudah kehilangan kendali.

Namun tidak bagi Mawar.

Wanita itu melangkah masuk dengan wajah datar dan napas tidak beraturan. Tatapan matanya bergerak cepat menyapu seluruh sudut klub.

Mencari.

Mencari satu orang.

Ares.

“Hei, cantik—”

Seorang pria mencoba menyentuh lengan-nya.

Mawar langsung menarik tangan-nya kasar tanpa menoleh sedikit pun.

“Jangan sentuh saya.”

Nada suaranya dingin. Tajam. Mode senggol bacok.

Membuat pria itu langsung mundur. Sambil angkat kedua tangan. Menyerah.

Mawar kembali melangkah cepat menembus kerumunan. Hak tingginya berdetak keras di lantai klub, beradu dengan dentuman musik yang memekakkan telinga.

Jantung-nya berdebar semakin kacau.

Panggilan terakhir temannya terus terngiang di kepalanya.

Ares berada di klub malam.

“Mbak, mau cari siapa ?” tanya salah satu pelayan yang lewat.

Mawar langsung menoleh cepat.

“Suami saya.”

“Nama ?”

“Ares.”

Pelayan itu tampak berpikir sesaat, lalu wajahnya sedikit berubah.

Perubahan kecil.

Namun cukup untuk membuat perasaan Mawar semakin tidak tenang.

“Maaf, saya tidak tahu—”

“Jangan bohong.” Mawar potong cepat. Mata nyala. Setajam silet.

Pelayan itu mundur. Keringetan.

“Aku tau dia ada di sini.”

“Cari siapa malam-malam begini ?”

Suara dari belakang. Santai. Bikin mual.

Mawar noleh. Rahang langsung keras.

Dresto.

Dia jalan nyantai. Tangan di saku. Jas mahal. Kayak nggak ada dosa.

Makin santai, makin bikin Mawar muak.

"Hy Baby Rose.." Lambaian tangan. Sok akrab. "Kamu mencari ku, Hem ? Kenapa ? Kerinduan mu sudah meledak ?"

Mawar tatap Dresto. Dingin.

“Di mana Ares ?”

Nggak basa-basi. Nggak peduli gombalan sampah.

Dresto ketawa kecil. Nggak tersinggung. Malah makin suka. “Kenapa tanya aku, Hem ?" Ujarnya santai. "Disini yang menjadi istrinya jelas kamu, tidak mungkin aku... Karena aku masih suka lubang betina.”

Mawar maju selangkah. Bau parfum Dresto \= bau racun.

“Karena cuma lo yang cukup gila buat nyeret dia ke neraka ini.”

Skakmat. Tak peduli omongan tong sampah.

Senyum Dresto ilang. Sedetik. Terus balik lagi. Lebih tipis. Lebih menyakitkan.

“Wah…” Tangan di dada. Sok sedih. “Tuduhan yang berat. Dan begitu menyakitkan hatiku.”

Mawar mendekat. Jarak 30cm. Tatapan bunuh. “Kalau sampai terjadi sesuatu sama suami ku—”

“Terjadi sesuatu ?” Dresto potong. Alis naik. Nantang. Senyum-nya jadi buaya. “Memangnya kamu mikir apa yang sedang terjadi, Sayang ?”

DEG.

Dada Mawar sesak. Firasat buruk nyucuk jantung.

"Dia bukan bocah SMA, sayang." Dresto ngangkat bahu. Innocent. "Dia bebas keluar masuk ke tempat ini." Terus natap Mawar. Dalem. "Kenapa kamu menodongku seolah aku penjahat ?"

Hening.

Musik jedag-jedug dari lantai bawah

Mawar genggam tangan. Kuku nancep ke telapak.

Dia tau. Dresto main kata.

Tanpa tau kondisi Ares dalam bahaya atau tidak.

Dan iblis ini... lagi nikmatin peran-nya.

0o0__0o0

1
Jojo Marjoko
ngesot gak tuh 🤭🤭🤭🤭 othornya melawak di tengah ketegangan 🤭🤭🤭🤭
Jojo Marjoko
si presto mintak di sleding otaknya tuh 🤣🤣🤣🤣 jahat bet dah mah Ares
mrahboy Hboy
bagus ares😍😍😍😍 jadi laki jangan lembek...apalagi istrimu banyak yang ngincer👍👍👍
Selindia Morenas
Anjai, Ares mengerikan sekali epribady 🤣🤣🤣🤣 tapi gue suka 😍😍
❥␠⃝ ͭ🍁MI💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
antara tegang dan pengen ngakak bayangin LC ngesot kayak suster🤣Aresmu setia Mawar gak akan tergoda selain dengan mu Dreso lebih jahat dari iblis dan binatang emang
Selindia Morenas
gas.. update nya Thor 💪💪💪
mrahboy Hboy
ayo rose....cepat selamatkan suamimu😍😍😍😍
Aidil Kenzie Zie
kasihan Ares tak tau apa-apa malah jadi korban
Selindia Morenas: gue heran, mereka adik kakak tapi kayak musuh bebuyutan 🤭🤭🤭
total 1 replies
Qorey
lanjut thor
Selindia Morenas
siapakah itu ?
Selindia Morenas
mangkanya jaga suaminya yang bener....entar di gondol perempuan lain ... ngamok 🤣🤣🤣
Selindia Morenas
mawar benar-benar pemain 🤭🤭🤭
Jojo Marjoko
lanjutkan Thor.....💪💪💪💪 semakipenasaran akoh🙏 🤭🤭🤭
Jojo Marjoko
Mawar memang pintar 😍😍😍😍
mrahboy Hboy
menyala mawar 😍😍😍😍😍😍
Aidil Kenzie Zie
salfok sama Mawar apa sudah pakai celana dalam 🤭🤭🤭
soalnya diumpetin sama papa mertua 🤣🤣🤣🤣
Jojo Marjoko
Terkadang perhatian kecil yang di abaikan justru nampak sangat berarti 😄😄😄😄 dan mawar pintar mencari cela itu 😍😍💪💪
Mita Paramita
🔥🔥🔥
sasip
sama seperti kejahatan, perselingkuhan pun bisa terjadi karena ada kesempatan.. 😉🤭😅
Qorey
bermain cantik kau mawar😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!