NovelToon NovelToon
Dear Dave

Dear Dave

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Dikelilingi wanita cantik / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:39.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Dave yakin guru tk para keponakannya adalah perempuan yang menjadikannya sebagai sasaran kekalahannya dalam permainan true or dare dua malam yang lalu.

Bisa bisanya perempuan yang suka clubbing jadi guru tk. Bagaimana nanti masa depan keponakan keponakannya?

Semoga suka♡♡♡

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyelamatkan Rhea

Dave tidak jadi menggunakan mobil, dia tau sedang berpacu dengan waktu. Jadi dia memilih menggunakan motor balapnya yang memang ada di parkiran perusahaan.

Dia melaju dengan sangat kencang ke mall yang dimaksud. Dave ngga ingin mengecewakan Tante Puspa karena ini adalah permintaan pertama tantenya.

Dia melaju sangat ugal ugalan, dan tidak dipedulikannya makian pengendara lain yang hampir diserempet olehnya. Yang penting dia bisa secepat mungkin tiba ke tempat Rhea.

*

*

*

Sore ini Jani dan Moli sekarang sudah berada di rumah Rhea. Mereka berdua disambut ramah oleh mamanya Rhea-Arsati dan Kak Vidya.

"Maaf, tante, Kak Vidya. Baru bisa datang sekarang," ucap Jani setelah suasana diantara mereka sempat diliputi keheningan.

"Tidak apa apa, Jani," sahut Arsati ramah.

"Ada yang ingin kalian sampaikan?" Walaupun tetap menampakkan sikap ramah, tetap saja Vidya tidak bisa menyembunyikan rasa keewa dalam pertanyaan yang dia ucapkan.

Jani dan Moli saling tatap. Mereka sudah putuskan untuk mengaku pada keluarga Rhea, tentang apa yang sudah menimpa Rhea pada malam itu.

Jani menghela nafas panjang setelah Moli menganggukkan kepala padanya, seolah ingin Jani saja yang menceritakannya.

"Begini, kak." Jani mulai mengatakan semua yang dia ketahui. Dia dan Moli yakin, walaupun Talisha tidak mengaku, tapi keduanya tetap yakin, foto amoral Rhea dengan laki laki itu hasil dari jepretan Talisha.

"Kenapa kalian membiarkan?" tanya Vidya sambil menatap Jani dan Moli bergantian, setelah mendengar penjelasan Jani yang sudah dia perkirakan.

"Waktu itu kata Talisha akan dihapus fotonya setelah Rhea kembali, kak. Tapi ternyata tidak. Kami yakin Talisha yang mengirim foto itu pada papanya Rhea," jelas Jani dengan suara bergetar, antara takut dan juga merasa sangat bersalah.

"Maaf, tante, kak. Kami juga ngga mengira kejadiannya akan separah ini. Kami ngga nyangka laki laki itu malah mengerjai Rhea, dan Talisha malah memanfaatkan momennya." Moli ikut mengutarakan penyesalannya.

Jani tadi siang ke perusahaannya, mengajaknya.menemui keluarga Rhea.

"Aku ngga bisa tidur tenang, Mol. Kelakuan Talisha ngga bisa dibiarkan," tukas Jani dengan wajah kusut.

Moli setuju karena hari harinya juga dipenuhi rasa bersalah pada Rhea.

Terdengar helaan nafas panjang Arsati dan Vidya.

"Sekarang Talisha di mana?" tanya Vidya dengan nada suara menahan kesal.

"Talisha ke Jakarta, kak," sahut Jani. Talisha sempat menginformasikan keberadaannya waktu Jani menanyakannya.

Vidya manggut manggut.

"Kalian perlu tau, Rhea kabur karena menolak dijodohkan. Semuanya gara gara foto itu. Papa mengambil keputusan untuk secepatnya menikahkan Rhea," tukas Vudya masih menahan kesal.

Ucapan Vidya membuat Jani dan Moli tersentak kaget. Keduanya hanya bisa saling tatap tanpa bisa mengeluarkan sepatah kata pun.

"Rhea belum tau kalo sudah dijodohkan dengan Baskara. Tante dan Vidya juga baru tau." Arsati melanjutkan ucapan putri tertuanya.

Jani dan Moli saling pandang karena kaget hingga speechless. Di hati dan pikiran mereka muncul pertanyaan yang sama, apakah Talisha tau tentang ini?

*

*

*

Jani menghentikan laju mobilnya di depan parkiran sebuah mini market.

Helaan nafasnya terdengar bergantian dengan Moli.

"Parah kalo begini, Jan," keluh Moli.

Jani memijat keningnya.

"Kalo Talisha tau dia bakal meledak lagi," gumamnya pelan tapi Moli masih bisa mendengar.

"Foto foto itu, loh, Jan. Bakal kesebar nggak, ya?" Wajah Moli tampak cemas. Kalo kejadiannya demikian, Rhea dan keluarganya bisa malu besar karena aib itu pasti akan viral.

"Yang jelas foto foto itu pasti ditunjukkan Talisha ke.Baskara," tandas Jani yakin.

Talisha akan melakukan apa.saja untuk menjatuhkan Rhea. Dia sudah pernah melakukannya, pasti ngga akan sulit melakukannya lagi.

Moli segera menghubungi Talisha, tapi nomornya tidak aktif.

"Telponnya ngga kesambung." Moli menunjukkan layar ponselnya pada Jani.

Jani mengangguk. Yang jadi pikirannya kenapa Talisha ke Jakarta.

"Tapi Talisha dapat karma dengan perbuatannya," cetus Moli.

Jani menghela nafas. Kalo bukan karena foto foto itu, ngga akan ada perjodohan antara Rhea dan Baskara.

*

*

*

Rhea yakin matanya ngga salah lihat.

Ngapain Baskara di Jakarta? batinnya ngga suka.

Sejak Talisha salah paham padanya yang berujung dengan foto yang diterima papanya, Rhea reflek merasa ilfeel.

Mana, sih, Dave? Kok, belum datang datang juga, sungutnya dalam hati. Dia jadi gelisah, duduknya saja sudah mulai ngga bisa diam.

Sesekali Rhea melihat ke arah pintu masuk. Berharap melihat kedatangan Dave. Rhea berkali kali menatap ponselnya dengan kalut.

Tante Puspa masih berulang kali mengirim pesan yang membuatnya tidak bisa pergi.

Dave lagi otewe ya, sayang. Bentar lagi dia datang.

Jangan pergi dulu, sayang.

Selagi dia gelisah menunggu kedatangan Dave, tubuhnya langsung ngefreeze ketika melihat pengawal kepercayaan papanya, Om Toni memasuki pintu masuk yang selalu dia awasi.

DEG DEG

Jantungnya makin cepat berdetak.

Tidak ada yang bisa menyelamatkannya kalo Om Toni membawanya pergi sekarang.

Rhea makin dalam menunduk, makin berharap agar Dave lebih cepat datang.

Dia juga ngga menggunakan masker atau topi jadi Rhea menjatuhkan sebagian helaian rambutnya lebih ke depan untuk menutupi wajahnya.

Detak jantung Rhea makin kencang ketika mendengar derap sepatu teratur yang makin mendekat ke arahnya.

Rhea tersentak ketika satu tepukan mampir di pundaknya.

Om Toni kah?

Tubuhnya mulai gentar.

"Kamu kenapa?"

Dave, batinnya langsung lega.

Wajah Dave tampak khawatir ketika tangannya yang menyentuh bahu Rhea, terasa dingin dan basah oleh keringat gadis itu. Menurutnya sangat aneh di mall yang berac, tapi Rhea malah banjir keringat dingin.

Laki laki muda itu segera duduk di samping Rhea.

"Ada anak buah papa," bisiknya lirih.

Dave paham tapi dia tidak langsung mencari sosok anak buah papanya Rhea.

Dia malah membuka jasnya dan menyampirkannya di bahu Rhea.

"Kamu setakut itu?"

Rhea ngga menyahut, hanya mengangguk.

"Aku juga lihat teman di Surabaya."

"Siapa?" tanya Dave spontan. Padahal dia jarang kepo.

"Kamu ngga kenal," kilah Rhea enggan menyebutkan nama Baskara.

Dave tersenyum miring.

Dave kemudian menusuk irisan salad di piring Rhea.

"Siapa nama papa kamu?"

"Nazar Agrinas."

Dave tertegun. Dia menatap Rhea ngga percaya.

Yakin itu papanya? batinnya lagi. Dia tentu aja tau siapa Nazar Agrinas. Dave juga cukup tau siapa saja pengawal tetap pengusaha relasi keluarganya itu.

Dave jadi deg degan teringat perbuatannya pada Rhea. Dia sama sekali ngga mengira kalo orang tua mereka saling mengenal.

Untuk menghilangkan perasaan ngga enaknya, Dave memutar garpu yang ada di piring salad milik Rhea.

"Tiap malam kamu makan beginian aja?" tanya Dave sebelum memasukkan irisan salad itu ke dalam mulutnya. Sepasang matanya mulai mengamati sekitarnya.

Enak juga, batinnya sambil mengunyah. Sudut matanya sudah menangkap sosok Om Toni yang dimaksud.

Laki laki kekar itu sepertinya belum menyadari kehadiran Rhea. Mungkin karena rambutnya yang sebagian sengaja dibiarkannya terurai di depan wajahnya.

Kalo ngga di share lokasinya, Dave tadi juga ngga mungkin bisa langsung ngenalin Rhea.

1
sleepyhead
Iya kalian itu sebenarnya sudah klik, cuma jalannya awalnya aj yg salah 🤭
sleepyhead
Coming soon, Rhe...
tinggal minta sama Dave biar Dave yang memproduksi 🤣🤣🤣
sleepyhead
Opa ini definisi Daddy Daddy Sugar yah, Matang tp tetap good looking 🤭🤭 meskipun dimakan usia 😁
Zea Rahmat
emang mau mu dave🤭🤣🤣🤣
sleepyhead: Iyaaa 🤣🤣 nikah kilat
total 1 replies
Suci Dava
Dunia selebar daun kelor yaa thor
Elizabeth Zulfa: iya klo di novel memang selebar itu 😅😅😅
total 1 replies
Ranita Rani
kak low bisa up nya d tambah lg👍👍👍👍
rose lilian
author lanjut seru nih
Rahmawati
ayo opa nikahin dave secepatnya
Lusi Hariyani
rhea emang jodohmu dave
✨@dian_$💫
mau lagi dooong,,, uhft lagi seruuu niiih dikit bgt up nya😥
Sri Hartati Sinaga: lg dong kak.....gantung ne bacanya 🤭🤭😍
total 1 replies
Zea Rahmat
kesempatan dalam kesempitan km dave🤭🤭🤭
sleepyhead
Lanjut tor
sleepyhead
Hahhhaaa.. nyerah aj deh Win, Dave ga akan bisa lu tikung
✨@dian_$💫
huhuuuuu 😭😭😭lama banget up nya authoorrr🫣
Rahma AR: bentar... kehapus sm nt... ngulanh lg....
total 1 replies
anggita
like👍, bunga🌹buat author.
Herman Lim
wah cari kesempatan ya
Evi Solina
tidak semudah itu ferguso paling bonyok dulu lah🤣🤣🤣
Lusi Hariyani
ngaku aja dave tp km akn dihajar dl sm bpk y rhea
Rahmawati
bagus itu, ngaku aja biar cepet di kawinin
Riana Efendi
Terima kasih thor, semangat selalu nulisnya biar kaya minum obat 3x sehari up ny🤭🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!