NovelToon NovelToon
M.U.A Modern Di Zaman Kuno

M.U.A Modern Di Zaman Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Sistem
Popularitas:18.7k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora79

Aurielle Veyra (25 tahun), seorang Make Up Artist kelas dunia, dikenal mampu mengubah wajah biasa menjadi sebuah 'Mahakarya'.

Namun setelah tertidur usai bekerja tanpa henti, dia terbangun … bukan di Apartemen mewahnya.

Melainkan di raga seorang gadis yatim piatu miskin di desa terpencil dalam Kekaisaran Shang Agung, yang bernama Lin Yue. Yang meninggal karena menyerah menjalani kehidupan di dunia itu.

Di dunia tanpa kosmetik modern, Aurielle terikat dengan sebuah ruang dimensi misterius berisi resep kecantikan kuno yang telah lama hilang dari sejarah.

Dari bunga liar, mutiara, hingga ramuan rahasia, dia menciptakan kosmetik yang mampu membuat siapa pun terlihat memukau.

Namun, di balik kecantikan yang dia ciptakan …
tersembunyi rahasia racun halus, dan permainan kekuasaan yang mematikan.

Karena di dalam dunia Kekaisaran~

Sebuah wajah yang sempurna bisa menjadi sebuah 'senjata' yang mematikan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 28 dan 29.

***

Matahari pagi menyinari kawasan Hutan Bambu dengan cahayanya yang lembut, menembus sela-sela dedaunan, sehingga menciptakan bayangan indah di atas tanah yang masih alami.

Suasana yang sebelumnya penuh ketenangan, perlahan mulai berubah menjadi penuh dengan berbagai aktivitas manusia.

Suara-suara langkah kaki, percakapan, dan dentingan berbagai macam alat, mulai terdengar di berbagai sudut wilayah baru keluarga besar yang baru saja tiba kemarin, yaitu keluarga Han.

Lin Yue berdiri dengan anggun di atas sebuah batu besar, memandang ke arah sebuah lahan luas yang akan segera berubah menjadi pemukiman baru.

Sementara Mei Fang berdiri di sampingnya dengan ekspresi wajah penasaran.

"Apakah kamu benar-benar serius ingin mengubah tempat ini seperti dunia dimana jiwa kamu berasal?" tanya Mei Fang.

Benar. Semalam Lin Yue sudah membuka rahasianya kepada Mei Fang, jika dia adalah jiwa yang berasal dari masa depan, menggantikan jiwa 'Lin Yue' lama yang sudah pergi.

Awalnya Mei Fang tidak percaya, namun akhirnya dia berjanji akan merahasiakan semuanya dari orang lain, termasuk kepada keluarganya sendiri, demi keselamatan sahabatnya itu.

Lin Yue menganggukan kepalanya, untuk merespon pertanyaan Mei Fang.

"Bukan merubah sepenuhnya ... hanya mengambil hal-hal yang bisa dipakai dengan nyaman di dunia ini," jawab Lin Yue.

"Maksudnya?" tanya Mei Fang kembali.

"Kamu akan segera melihatnya," jawab Lin Yue sambil tersenyum tipis.

Tango yang sudah berada di level tinggi, bisa berubah menjadi sebuah cahaya kecil seperti kunang-kunang, dan keluar dari dalam dunia Sistemnya.

Dia terbang mengelilingi Lin Yue, sambil bercakap-cakap dalam benak majikan cantiknya itu.

[Apakah Host sudah siap untuk memulai pembangunan? Semua blueprint-nya sudah tersedia, loh!]

"Ya, mulai sekarang, Tango. Aktifkan rencana pembangunan tahap pertama," jawab Lin Yue dalam benaknya.

[Perintah diterima!]

Tiba-tiba~

SWOOOSH!

Sebuah cahaya biru samar menyebar ke seluruh lahan kosong yang telah dibersihkan di sana, membentuk sebuah gambar bagian-bagian bangunan yang akan dibangun.

Kemunculan cahaya itu membuat beberapa orang yang ada di sana terkejut, termasuk Mei Fang.

"Ah! Apa itu, Yue'er?!" seru Mei Fang, refleks.

"Hahahaha! Tenanglah, Fang'er. Dia adalah asisten ajaibku pemberian Dewa. Dan dia yang selalu membantu aku sejak tiba di dunia ini," ujar Lin Yue sambil tertawa renyah.

Tidak lama kemudian, garis-garis cahaya samar itu membentuk sebuah pola di atas tanah~seperti denah bangunan yang sangat rapi, dengan ukuran-ukuran yang tepat.

Sehingga para pekerja hanya tinggal membangun disana mengikuti polanya, tanpa harus repot-repot mengukurnya kembali.

Kalau di dunia modern, Lin Yue menyebutnya 'Teknologi Hologram Empat DImensi'.

Seorang pria paruh baya mendekat dengan ekspresi penuh kekaguman di wajahnya.

"Nona Yue ... ini ... ini ... seperti sebuah peta bangunan! Sungguh ajaib sekali!" ujarnya kepada Lin Yue.

"Paman benar. Dan diatas garis-garis itu akan dibangun rumah-rumah kalian semua. Sebuah rumah yang kuat dan hangat," sahut Lin Yue dengan wajah tersenyum.

"Ru-rumah ka-kami, Nona?" beonya dengan wajah terkejut.

"Ya, rumah Paman dan semua warga yang mengikuti aku ke sini. Sebuah rumah minimalis sederhana yang nyaman dan kuat," jawab Lin Yue sambil menganggukkan kepalanya.

Mei Fang mengerutkan keningnya, tanda dia tidak paham perkataan Lin Yue.

"Apa itu 'minimalis', Yue?" tanya Mei Fang.

"Sebuah rumah sederhana, dengan kamar-kamar yang sesuai dengan jumlah keluarga dan semua kebutuhannya terpenuhi di dalamnya. Seperti dapur dan kamar mandi, semuanya berada di dalam ..." jawab Lin Yue.

"Ditambah dengan taman, kolam air, dan tempat untuk menaruh kereta kuda. Tidak lupa kandang yang kuat dan bersih dibelakang rumah kalian masing-masing. Untuk hewan peliharaan yang dijual, aku akan membuat sebuah kandang besar di lahan terpisah, agar kalian semua terhindar dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh hewan-hewan tersebut. Hanya kuda yang bisa kalian rawat di rumah masing-masing," lanjut Lin Yue, mengutarakan rencananya.

Semua orang terpana mendengarnya, ini adalah rencana jangka panjang yang sangat brilian!

Tidak lama kemudian, beberapa bawahan Lin Yue datang sambil membawa banyak material modern, yang sebelumnya tersimpan di dalam ruang dimensinya.

Para robot bawahan Lin Yue itu bisa keluar-masuk dengan bebas ke dalam ruang dimensinya ya, karena mereka terikat dengan sistem Lin Yue.

Namun yang membuat mereka semua tercengang adalah~

Itu bukanlah bahan bangunan yang sering mereka pakai di dunia ini!

Bahan-bahan itu terlihat sangat ... aneh dan tidak biasa.

"A-apa ini? Apakah ini ... batu halus?" tanya salah satu warga yang berkumpul di sana.

"Itu bukan batu, Paman ... Itu adalah produk terbaru yang baru saja aku kembangkan belum lama ini, dan aku menamakannya 'Semen'," jawab Lin Yue berbohong.

Jika tidak begitu, mana mungkin dia bilang jika semuanya adalah bahan-bahan bangunan dari dunia modern, kan?

"Semen? Apa itu semen, Nona Yue?" tanya pria paruh baya itu.

"Itu adalah bahan untuk membuat bangunan semakin kuat dan kokoh," jawab Lin Yue.

"Apakah ini lebih kuat dari kayu dan bambu, Nona?" tanya salah satu warga yang ada di sana.

"Ya, jauh lebih kuat ..." jawab Lin Yue.

"Bagaimana cara menggunakannya, Yue'er?" tanya Mei Fang.

"Aku akan memperlihatkannya kepada kalian semua," jawab Lin Yue.

Karena dia tahu, 'praktek' akan lebih mudah dicerna oleh otak mereka daripada sebuah 'teori'.

--

Tidak lama kemudian, Lin Yue dan para bawahannya sudah siap untuk mempraktekkan semuanya.

"Kalian semua, mendekatlah! Agar kalian bisa melihatnya dengan baik," teriak Lin Yue kepada semua pekerja yang ada di sana.

"Kalian campurkan pasir hitam ini dengan bahan yang namanya semen itu dengan air. Perbandingan 2:1, dengan air yang tidak terlalu banyak, agar kekentalan sesuai dan dapat dioleskan dengan baik dan cepat kering."

"Setelah seperti ini, langsung taruh dipondasi awal dan masukkan ke dalam tabung yang terbuat dari kayu, untuk membuat pilar utamanya. Setelah kering, buka kayu tersebut, dan baru tata batu bata merah dengan dioleskan semen ini sebagai perekatnya."

"Setelah itu, tutup permukaan bata tersebut dengan semen ini sebagai hasil akhirnya nanti ..." ujar Lin Yue menjelaskan sambil mempraktekkan caranya, sesuai yang dia ketahui di dunia modern.

Suasana disana langsung menjadi ramai dengan suara-suara instruksi dari mulut Lin Yue, membuat Mei Fang melihat sahabatnya itu dengan tatapan penuh kekaguman.

"Kamu sangat hebat, Yue'er. Semua bisa kamu tangani dengan baik ..." pujinya dengan nada kagum.

"Hehehehe ... Ini hanya sedikit pengetahuan yang aku tahu dari duniaku sebelumnya, Fang'er ..." sahut Lin Yue sambil terkekeh.

Tidak lama kemudian, terdengar seruan dari seorang pemuda yang bekerja disana.

"Wah! Dindingnya mulai mengeras dengan sempuna, Nona Yue!" ujarnya dengan nada puas.

Lin Yue menghampiri dan melihat hasilnya yang rapi dengan tatapan puas.

"Selamat! Kamu berhasil menguasai bagian ini dengan baik!" pujinya sambil tersenyum.

Para warga disana langsung merasa bangga, rasa percaya diri mereka semakin besar.

"Kalau seperti ini, maka rumah kami akan menjadi lebih kuat dan indah sekarang. Terima kasih, Nona Yue!" seru seorang wanita yang sedang menggendong bayi.

Karena mereka bekerja dengan semangat membara, beberapa bangunan rumah awal mulai terbentuk dengan rapi.

Tinggal membuat lantai dua dan bagian atapnya akan ditutup dengan genteng berglasir warna hijau.

"Mereka bekerja sangat cepat sekali ..." ujar Mei Fang.

"Karena mereka bekerja dengan hati dan semangat yang sangat baik. Itulah yang mempengaruhi semuanya ..." sahut Lin Yue.

Beberapa saat kemudian, suara Tango terdengar kembali di benak Lin Yue.

[Jalan utama sudah siap untuk dibangun, Host! Apakah Anda ingin menggunakan material aspal untuk melapisi semua jalanan di wilayah baru kita ini?]

Lin Yue tersenyum, saat mendengar ucapan Tango.

"Ya, kita akan gunakan aspal di sini. Agar kendaraan yang ada di dalam ruang dimensi bisa dipakai. Keluarkan semua bahannya dari dalam ruang dimensi, Tango! Dan tempatkan di gudang Paviliun ..." perintah Lin Yue dalam benaknya.

[Siap, Host!]

--

Mei Fang melihat Lin Yue senyum-senyum sendiri, dia jadi kepo, rencana apa lagi yang ada di otak mungil sahabatnya itu.

"Kenapa senyum-senyum begitu?" tanya Mei fang.

"Aku sedang menyusun rencana untuk jalanan yang ada disekitar wilayah kita kita ini ..." jawab Lin Yue.

"Apa yang kamu rencanakan?" tanya Mei Fang kembali.

"Aku akan menggunakan 'aspal' untuk semua jalanan di sini, agar nyaman dilalui ..." jawab Lin Yue.

"Aspal ...??? Apa itu?"

"Itu adalah bahan untuk membuat jalan, agar lebih kuat dan nyaman dilalui dari duniaku ..." jawab Lin Yue.

"Apakah bentuknya seperti batu?" tanya Mei Fang.

"Batu adalah campurannya, karena aspal adalah sebuah cairan berwarna hitam pekat yang lengket. Setelah kering, maka dia akan menjadi sangat kuat ..." jawab Lin Yue menjelaskan.

[Host, Tango bisa langsung menyebarkan aspal ini dengan kekuatan Tango, jadi tidak perlu tenaga manusia lagi untuk membuat jalanan.]

Suara Tango terdengar kembali dalam benak Lin Yue.

"Wah, keren! Kalau begitu, kamu kerjakan saja sekarang, Tango!" sahut LinYue dala benaknya.

[Oke, Host!]

Tidak lama kemudian~

SWOSSSH!

Sebuah cairan hitam pekat muncul dan langsung menyebar mengikuti jalur jalan yang sudah dibuat dan ditentukan oleh Tango.

Para warga yang ada disekitar sana terkejut, namun mereka sudah terbiasa dengan keajaiban yang dibawa oleh Nona mereka.

Mereka hanya memundurkan diri dari sekitar sana, agar tidak terkena cairan berwarna hitam pekat tersebut.

"Nona Yue, tanahnya berubah warna!" seru seorang anak kecil dengan mata terbeliak lebar.

Lin Yue mengangkat anak tersebut ke dalam gendongannya, lalu dia berkata dengan lantang kepada semua warga disana.

"Kalian semua jangan takut, itu adalah jalan baru di wilayah kita. Jangan dulu dilalui, sampai cairan itu mengering sempurna!" ujarnya memberitahu warga.

Karena semua diatur oleh Tango, maka cairan itu langsung mengering dalam hitungan menit, sehingga dapat dilewati oleh mereka semua.

Anak-anak kecil disana langsung berlarian diatasnya dengan wajah ceria.

"Ayah, Ibu, kemarilah! Jalanan ini sangat halus sekali!" ujar mereka dengan wajah gembira.

Semua warga langsung meninggalkan pekerjaan mereka sebentar, demi merasakan jalanan baru mereka yang sangat berbeda itu.

"Wah, benar sekali! Tidak sakit di kaki dan sangat rata! Jika begini, maka saat musim hujan nanti tidak akan becek!" seru salah satu warga dengan wajah bahagia.

"Luar biasa sekali!" gumam Mei Fang dengan nada kagum.

Lin Yue hanya meliriknya sambil tersenyum.

"Semua ini hanyalah awal ... Kedepannya wilayah kita ini akan semakin terkenal dan makmur."

--

Keesokan harinya, Lin Yue dan beberapa warga pergi ke lahan kosong di samping Paviliun Orchid Bulan.

"Untuk apa lahan kosong ini, Yue'er?" tanya Mei Fang.

Lin Yue menatap lahan itu dengan penuh rencana dalam benaknya.

"Aku ingin membuka sebuah salon kecantikan di sini," jawab Lin Yue.

Mei Fang mengedipkan matanya, saat mendengar rencana sahabatnya itu.

"Sa ... lon kecantikan??" beonya dengan wajah bingung.

"Ya, sebuah tempat khusus untuk merawat wajah, tubuh, dan kecantikan dari setiap wanita yang ada di dalam dunia ini ..."

"Apakah Nona yang akan mengelolanya sendiri?" tanya Aling, sang pelayan kepercayaannya.

Lin Yue menganggukkan kepalanya.

"Ya, kamu benar. Ini akan menjadi daya tarik utama para wanita bangsawan di wilayah ini," jawab Lin Yue.

"Tsk! Ternyata kamu sudah merencanakan dan memikirkan semuanya, ya?" ujar Mei Fang sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

"Tentu saja, Fang'er. Kita sangat membutuhkan kekuatan dan kekayaan sekarang. Jika kita tidak cepat, maka kita akan musnah dibawah kaki para penguasa itu ..." sahut Lin Yue.

Sebelum Mei Fang kembali berbicara, Lin Yue meminta dia diam, karena Tango kembali bersuara di dalam benaknya.

[Blueprint bangunan pembuatan salon akan segera ditampilkan, Host!]

Tidak lama kemudian, sebuah cahaya kembali muncul di atas lahan tersebut, membentuk bangunan dua lantai yang megah dengan desain yang sangat elegan.

"Wah, cantik sekali! Mewah dan terlihat nyaman ..." gumam Mei Fang, yang terpaku melihat gambar yang berbentuk hologram itu.

"Ini akan menjadi tempat paling dicari oleh para wanita di wilayah ini kedepannya," ujar Lin Yue sambil mengangguk puas.

"Apakah orang luar bisa masuk ke wilayah Han kita, Nona?" tanya salah satu warga di sana.

"Tentu saja boleh! Jika tidak begitu, bagaimana kita bisa menjual semua barang dan jasa yang akan kita kenalkan kepada dunia?" jawab Lin Yue dengan nada tegas.

"Akan tetapi, ada syaratnya ... mereka harus mau mengikuti aturan kita," lanjutnya dengan tatapan tajam.

"Apa aturannya, Nona?" tanya Aling, yang mewakili warga di sana.

"Tidak membuat masalah, dan mereka harus membayar biaya masuknya," jawab Lin Yue.

"Oh Begitu ... Hahahaha!"

"Hahahaha!"

--

Setelah mengatur beberapa orang yang akan bekerja disana, Lin Yue dan rombongannya berjalan ke arah pemukiman penduduk yang masih dalam tahap pembangunan.

Saat sedang berjalan, tiba-tiba salah satu warga berlari mendekatinya.

"Nona Yue, bagaimana dengan surat-surat kami? Walaupun ini adalah wilayah bebas, kami masih memerlukan surat-surat itu ..." ujarnya dengan napas terengah.

"Tenang saja, Paman ... semuanya sudah siap ditanganku. Setelah selesai semuanya, maka aku akan segera membagikannya kepada kalian semua," jawab Lin Yue dengan nada santai.

"Haaah?! Secepat itu?" gumamnya dengan wajah terkejut.

"Ya, secepat itu, Paman. Dan sekarang, kalian semua sudah resmi menjadi penduduk Desa Mango ini .." ujar Lin Yue.

Mendengar ucapan Lin Yue, wajah pria paruh baya itu kembali bersinar cerah.

"Terima kasih, Nona Yue!"

"Sama-sama, Paman."

"Sekarang, kalian semua aman dibawah perlindungan keluarga Han!" ujar Mei Fang dengan wajah tersenyum.

"Tidak akan ada yang berani mengganggu dan mengusir kalian dari sini, selain keluarga Han!" lanjut Mei Fang.

Semua yang mendengar itu langsung bersorak gembira, karena kehidupan mereka akan semakin membaik di wilayah baru ini.

Dan semuanya berkat Nona mereka, yaitu Nona Besar Han Lin Yue.

"Hidup Keluarga Han!"

"Hidup Nona Besar Yue!"

Sorak-sorai warga terdengar di sana, membuat suasana semakin ramai.

Lin Yue akhirnya mengangkat tangannya untuk menghentikan keramaian itu.

"Kalian semua jangan terlalu merasa cepat puas. Ini adalah awal baru untuk kita semua, kita masih harus bekerja keras ke depannya, demi masa depan yang lebih baik untuk para penerus kita selanjutnya," ujar Lin Yue dengan suara lantang.

"Kita semua adalah 'PERINTIS', bukan 'PEWARIS', paham semuanya?!" lanjutnya dengan semangat yang menggebu.

"KAMI MENGERTI, NONA BESAR YUE!"

"Bagus! Terima kasih atas kepercayaan kalian semua ..."

--

Seminggu kemudian, deretan rumah minimalis ala masa depan sudah berdiri dengan rapi di sana.

Jalanan aspal terbentang rata di setiap bagian yang saling menghubungkan dalam wilayah Han.

Sebuah gerbang geser yang tinggi dan kokoh terlihat di pintu masuk wilayah Hutan Bambu, dijaga oleh beberapa anak buah Lin Yue secara bergantian selama 24 jam penuh.

Lahan pertanian dan perkebunan mulai dibuka, dengan benih unggulan yang diberikan cuma-cuma oleh Lin Yue.

Berbagai macam varian tanaman buah dari zaman modern yang bisa tumbuh disana mulai ditanam, dan benih padi hibrida super serta umbi-umbian yang dapat dimakan pun ditanam secara serentak.

Peternakan hewan potong pun sudah tersedia, ditambah dengan area penjagalan bagi hewan-hewan tersebut.

Para warga bekerja dengan giat, karena bayarannya setiap bulannya sangat besar dari Lin Yue, yaitu sekitar 1 keping emas setiap orang.

Lin Yue pun mengeluarkan berbagai macam alat pertanian modern, beserta cara pemakaian dan pemeliharaannya.

Kebanyakan alat itu otomatis, sehingga memudahkan pekerjaan warganya, dimana setelah selesai dipakai, alat tersebut akan diisi dayanya di dalam ruang dimensinya.

"Bagaimana cara memakai alat ini, Nona Yue?" tanya salah satu warga dengan wajah bingung.

Tangannya memegang sebuah alat penggembur tanah otomatis, sehingga Lin Yue tidak menggunakan bajak hewan untuk pekerjaan mereka di sawah dan ladang.

Lin Yue berjalan mendekat, lalu tangannya mengambil alat tersebut dari tangan warga itu.

"Ini adalah alat penggembur tanah otomatis. Kalian hanya menekan tombol ini, maka alat ini akan langsung bisa digunakan," jawab Lin Yue menjelaskan.

Drrrr ...

Mesin itu langsung bergetar ringan dan menggeburkan tanah dengan cepat.

"Wah! Ajaib sekali! Pemakaian pun sangat mudah!" seru warga itu dengan nada takjub.

"Hahahahaha! Benar sekali! Dengan alat ini, maka hasil panen kita akan melimpah setiap enam bulan sekali," ujar Mei Fang sambil tertawa.

Lin Yue menganggukkan kepalanya, saat mendengar ucapan Mei Fang.

"Benar sekali ... karena itulah tujuan utama kita ..."

--

Senja mulai turun, dan matahari mulai menarik cahayanya, digantikan oleh cahaya temaram.

Langit berubah menjadi warna jingga keemasan, dimana lampu-lampu jalan sudah dinyalakan.

Tango mengatur energi dari dalam ruang dimensi, agar wilayah Han terang setiap malamnya.

Lin Yue berdiri diatas balkon kamarnya, melihat ke arah sekitar wilayah barunya itu.

Wajahnya dipenuhi senyuman hangat, dimana sebuah harapan baru mulai tumbuh di dalam hatinya.

Mei Fang berdiri di sampingnya dengan rasa tidak percaya, ketika melihat wilayah baru mereka yang sangat berbeda dengan wilayah lain di dalam Dinasti Shang Agung ini.

"Hanya dalam satu minggu, semuanya berubah sampai sejauh ini ..." ujar Mei Fang.

"Karena waktu berjalan sangat cepat, Fang'er ... kita tidak bisa berjalan lambat ..." sahut Lin Yue, sambil menatap ke arah depan.

"Apakah kamu masih mengingat masa lalu?" tanya Mei Fang.

Lin Yue terdiam sejenak, matanya sedikit bergetar.

" ... Tidak!" jawabnya dengan nada sendu.

Mei Fang tahu, jika sahabatnya ini masih memikirkan tentang keadaan Kaisar Longhui disana. Namun dia tidak ingin terhanyut terlalu dalam.

Dia memegang tangan Lin Yue perlahan.

"Tenang saja, Yue'er ... Kita akan melindungi tempat ini bersama ..." ujar Mei Fang.

Lin Yue menatap Mei Fang, lalu dia tersenyum tipis.

"Ya. Dan kita akan menemukan jodoh kita sendiri nanti ... Siapapun pria itu, aku harap dia akan memperlakukan kita dengan baik. Dan kita akan menjadi satu-satunya wanita dalam hati dan hidupnya ..."

"Hmm ... Semoga saja ..."

"Dan siapapun yang mencoba menghancurkan wilayah ini ... Dia akan menyesal telah lahir ke dunia ini!" ujar Lin Yue dengan aura membunuh yang keluar begitu saja dari dalam tubuhnya.

Mei Fang terkejut saat merasakan aura tersebut, namun dia langsung menghela napas lega, saat aura tersebut menghilang.

"Tenang saja, Yue'er ... Keluarga Han baru saja terlahir kembali, dan tidak akan yang bisa yang bisa menghancurkannya kembali!"

"Benar ... Dan dunia ini akan mengenal nama itu sebagai salah satu keluarga terkuat kedepannya!"

Saat mereka sedang menikmati pemandangan malam, tiba-tiba~

Wussssh!

"Ah! Apa itu ...?!"

⚛⚛⚛

1
Marsya
mengapa?,mengapa?,mengapa?????,author gatungin critanya/Grimace//Grimace//Grimace//Grimace//Grimace/
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Aku juga tidak mengerti, Kak Marsya ... kenapa tiba saja aku mau menggantungnya ... 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
chiara azmi fauziah
oke thot aku sudah like dan sucrep favorit
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih, Kak Chiara ... 😊🙏🏻💖💖💖
total 1 replies
Atalia
penasaran banget nii gimana kehebatan mereka semoga nggak mengecewakan yaa author
ditunggu yaa kelanjutannya author
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Semoga saja otak mungilku dapat berinovasi dengan baik, ya Kak Atalia ... agar bisa menulis cerita ini dengan baik ...🤭🤭🤭
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
zhuang erdan hebat kuat
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Tapi kejam ... gak cocok sama Lin Yue ... 😁😁😁
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
akhirnya ketemu dengan jodohnya yang setia tidak mempunyai banyak selir
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Bukan Zhuang jodohnya Lin Yue, Kak Fathur ...🤭🤭🤭
total 1 replies
Mineaa
ga sabar nich....melihat betapa hebatnya klan Han di masa yang akan datang nanti....
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 🤗🤗🤗🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
total 8 replies
Ratna Anggraeni
akhirnya setelah sekian lama menunggu,muncul juga Lin Yue kesayangan,💃💃💃💃
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Aamiin Yaa Rabb ... Doa yang sama untuk Kak Ratna disana, ya ... 🤗💖💖💖.
total 3 replies
Atalia
Semoga kebaikan kaisar longhui dengan Lin Yuer di kemudian hari.
Akhirnya update juga author 😁
ditunggu yaa kelanjutannya author
Atalia: iya sama2 author
semangat berkarya author😁
total 3 replies
Marsya
semoga dipertemukn kmbali mlalui reankarnasi,dn kaisar longhui jauh lbih kuat dr sblmnya
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Aamiin ... terima kasih dukungannya, Kak Marsya ... 🙏🏻😊🤗💖💖💖
total 1 replies
Yue Li MZy
ka uthor apa Lin Yue nanti jodohnya tetap Kisar shen? bisa buat kan jodohnya yg lain gitu yg lebih kuat 🤔🤔🤔
Yue Li MZy: kapan up nya kaa
total 2 replies
Yue Li MZy
tokoh wanita nya hebat dan kuat,suka sekaliii 😍😍 smngt up nya KA Thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih, Kak Yue Li ... 🙏🏻🤗💖💖💖
total 1 replies
Yue Li MZy
mampir di karya mu lagi ka thorr 😁😁
Yue Li MZy: samasama 😁😁
total 2 replies
memayu
masa berbagi kont sama Sabahat sendiri thor? jijik ah, si Feng itu buat aja sama cwok lainn
biar lin yue jadi satu satunya wanita kaisar
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 🤣🤣🤣🤣🤣 ... Ya tidaklah, Kak Mayu. Aku buat keluar dari Istana keduanya nanti ... maaf baru balas komenannya, karena aku baru saja balik tugas. Terima kasih atas dukungannya, Kak Mayu ..😊🙏🏻✌🏻✌🏻💖💖💖💖
total 1 replies
Osie
thor berbaik hatilah sedikit.. jodohkan lin yue dgn seseorang yg sebanding atau yg lebih hebat..biarlah kaisar murahan itu berjodoh dgn fang aja.
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Oke, Kak Osie ... Tungguin, ya. Maaf baru bals komennya, karena aku baru balik tugas dan baru mulai nulis lagi ...😊🙏🏻✌🏻✌🏻💖💖💖🤗
total 1 replies
Osie
dan aku berharap lin yue lepas dr kaisar murahan longhui.
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Pastinya, Kak Osie ...😁🙏🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖
total 1 replies
Osie
aaacchh aku gak rela lin yue jd selir kaisar...lin yue hrs dpt lelaki sejati yg hanya memiliki satu wanita dlm hidup nya..no selir selir Just one lin yue seorang
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Oke .. oke ... Aku buat Lin Yue pergi sama Mei Fang ... 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Osie
nah aku mampir..udah like juga..aku sipnosisnya n baca bab awal..sepertinya menarik dan harapanku ini cerita gak ngegantung kayak jemuran yooo...nyesak bgt rasanya dah jauh jauh baca ber bab bab eh gitu ditengah malah ditinggal kayak bbrp ceeita yg aku baca..so moga ini cerita beda🙏🙏🙏🙏🙏
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: InsyaAllah selesai, Kak ... Maaf, baru balas komenan, karena baru balik tugas. Terima kasih hadir dan dukungannya, Kak Osie ... 🙏🏻😊🤗💖💖💖
total 1 replies
sri wahyuningsih
aku selalu menunggu😍
sahabat pena
Luar biasa
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih atas penilaian dan dukungannya, Kak Sahabat Pena ... 🙏🏻😊💖💖💖
total 1 replies
sahabat pena
jgn terlalu terbuka dgn Mei feng takut nya nanti dia, berkhianat demi menghilang kan saingannya.kamu jg yg rugi
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Tidak, Kak ... Mei Fang setia kok sama Lin Yue ... 🤭🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!