NovelToon NovelToon
BUKAN CINTA SESAAT

BUKAN CINTA SESAAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Konflik etika / Romansa
Popularitas:801
Nilai: 5
Nama Author: Anyue

Butuh waktu mengenal dan butuh perjuangan untuk mempertahankan sebuah perasaan . Jika sudah ada kesepakatan maka ikatan akan membuat sebuah hubungan menjadi sakral .

"Cintaku bukan cinta sesaat dan bukan sekedar kata kiasan ," bisik hati yang memendam perasaan .

Apakah cinta itu akan berlanjut atau hanya sementara waktu ?

ikuti kisahnya hanya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 34. BCS.

Albi melihat mobil Bisma masuk halaman rumah mewah mendekat, diikuti Dasa dan Abas kemudian masuk ke dalam mobil. Bisma memutar setir keluar dari halaman rumah tersebut dengan kecepatan tinggi.

“Kemana saja kalian di telepon tidak di angkat?" tanya Bisma kesal.

Ketiga orang saling pandang heran. “Bukannya kamu yang sulit dihubungi," sahut Dasa.

"Tidak usah saling menyalahkan, sekarang kita kemana?" tanya Albi matanya fokus ke depan.

“Mencari istrimu lah kemana lagi," sewot Bisma melirik Albi.

Mobil berhenti di tepi hutan, ketiganya turun dan berpencar mencari Prasasti di sekitar tempat tersebut. Albi masuk ke markas utama sedangkan Bisma masuk ke area peternakan sedangkan Dasa dan Abas masuk ke area tepi sungai di sana ada beberapa orang sedang menguliti hewan ternak entah untuk apa, Dasa dan Abas saling pandang merasa heran.

Albi berjalan masuk namun, saat melewati suatu ruangan mendengar percakapan seorang pelayan dengan salah satu bodyguard menyebut nama Prasasti. Albi berhenti mendengarkan di balik dinding.

"Kamu tahu darimana kalau orang yang di sekap namanya Prasasti? " tanya bodyguard berbisik tapi masih terdengar oleh Albi.

"Karena dia adalah istri seorang pria kaya raya dan terkenal," jawab pelayan dengan perasaan takut.

"Apakah kamu tahu dimana dia bersembunyi?" tanya Bodyguard

"Aku tidak tahu, tapi aku merasa perempuan itu masih di sekitar tempat ini," jawabnya meyakinkan bodyguard.

”Kalau begitu bantu kami menemukan perempuan itu, jalan," perintahnya sambil mendorong pelayan keluar dari ruangan.

Bodyguard dan pelayan berjalan menelusuri lorong berlawanan arah dengan persembunyian Albi. Barulah Albi pergi ke arah lain.

Albi melihat Rosmaya bersama para bodyguard berjalan berlawanan arah dengannya, mencari tempat bersembunyi. Rosmaya masuk ke ruangan sedangkan bodyguard berdiri di depan ruangan sambil memperhatikan sekeliling.

Albi mencari jalan lain namun, sayangnya tidak ada selain jalan yang ia lalui tadi dan terpaksa mencari cara mengelabuhi para bodyguard yang berdiri di depan pintu tersebut.

Di tempat Bisma, ada beberapa orang sedang mengemas daging hewan ternak dan memasukkan ke dalam mobil yang sudah siap berangkat mengangkut. Bisma menyamar sebagai pelayan dan bergabung dengan mereka.

Di saat semua sudah selesai Bisma mendengar pembicaraan pelayan. "Jadi hewan ternak ini akan di jual ke luar negeri?"

"Iya, jangan sampai salah karena sekali salah semua kena getahnya, sistem bekerja dua puluh empat jam, aku tidak mau mati di sini," sahut temannya sambil bergidik.

"Kalau begitu aku akan laporan dulu, jaga hewan itu baik-baik," pesannya kemudian meninggalkan temannya sendirian.

Bisma melihat hewan ternak di sana ada banyak sekali yang membuatnya tertarik adalah ada kerangka mirip manusia, ia berjalan mendekat agar lebih jelas apa yang dilihatnya tidak salah. Bisma hampir mau muntah ternyata benar kerangka manusia, pikirannya tertuju pada sosok Prasasti.

Saat Bisma berbalik hendak meninggalkan tempat itu seorang pelayan memergokinya." Ngapain kamu di situ, bukankah kerangka itu sudah selesai di kemas,"

Bisma terperanjat segera menetralisir keadaan degup jantungnya. " Sesuai perintah saja, "

Pelayan itu merasa aneh melihat sikap Bisma karena tidak mengenalnya dan ingin memberitahu bodyguard namun, kalah cepat Bisma langsung memukulnya dan membuatnya pingsan kemudian menyembunyikan pelayan itu di tempat aman dengan mulut tertutup dan tangan terikat.

Dasa dan Abas menyamar sebagai pelayan berjalan masuk ke area peternakan sambil membawa sebuah obat bius lalu membuat para pelayan pingsan langsung membekap dan mengikat kemudian menyembunyikan di tempat aman.

Satu per satu para pelayan diamankan oleh Albi dan teman-temannya, Mereka bertemu di salah satu tempat penyekapan para manusia yang akan dijadikan uji coba. Albi melihat beberapa orang dalam keadaan pingsan merasa ada keanehan, di sudut ruangan ada bekas ikatan yang terlepas dan noda darah kering.

Albi mendekat memperhatikan dengan seksama, setelah ditelusuri ternyata orang-orang tersebut telah di ambil organ tubuhnya. Albi menoleh teman-temannya memberi kode agar menyelamatkan mereka. Dan dirinya mencari istrinya.

Sudah banyak ruangan yang ia cari ternyata Prasasti tidak ditemukan. Albi merasa frustasi, di saat panik salah satu bodyguard melihat Albi sedang meluapkan amarahnya menghampiri.

"Siapa kamu?" teriaknya dengan curiga.

Albi menoleh dan hendak pergi tapi bodyguard justru mengajaknya berkelahi terpaksa Albi meladeninya sampai bodyguard itu meninggal seketika. Albi menyembunyikan di tempat aman lalu pergi dari tempat tersebut mencari ketiga temannya.

"Dimana kamu, Sayang," gumam Albi dengan perasaan tidak tenang.

Dari arah belakang seseorang mengikuti Albi dari jarak cukup jauh kemudian memberitahu Rosmaya bosnya. Rosmaya terkejut mendengar kabar dari bodyguardnya segera mencari cctv namun sayang semua cctv sudah dinonaktifkan. Rosmaya sangat marah tidak bisa memantau keadaan di luar segera keluar mencari para bodyguard dan para pelayan yang bekerja.

Rosmaya lebih terkejut melihat tempat para pekerja kosong tak ada seorangpun heran dn bertanya-tanya. Ia memerintahkan para bodyguard yang tersisa untuk mencari Albi.

Dasa, Abas dan Bisma selesai mengevaluasi para korban ke tempat aman, lalu mencari Albi ke dalam markas. Saat dalam perjalanan di lorong mendengar suara teriakan perempuan sedang memukul seseorang dengan sangat kasar.

Ketiga orang itu mengintip di balik dinding melihat siapa orang yng sedang mendapat pukulan tersebut. Mata mereka melebar sempurna ternyata Albi tertangkap oleh mereka, Bisma ingin menolong tapi di cegah oleh Dasa dan Abas. Kemudian meninggalkan tempat itu membuat rencana menyelamatkan Albi.

Rosmaya memukul dan menampar Albi dengan membabi buta menggunakan sebuah tali sehingga tubuh Albi terluka pakaiannya sobek. Rosmaya tertawa terbahak-bahak melihat Albi tidak berdaya. Ia menatap wajah Albi penuh dengan luka menangkupnya menghadapkan ke wajahnya.

"Tidak usah sok jagoan, kamu itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan bodyguard ku. Lihatlah dirimu sudah seperti mayat tidak ada tenaganya," kata Rosmaya menyeringai.

Albi tidak melawan karena tangan dan kakinya di ikat sangat kuat. "Apakah kamu sudah menemukan istrimu... Sayang sekali istrimu tidak ada di sini bisa saja dia di makan hewan kesayanganku," katanya berbohong.

"Lepaskan aku, Rosmaya. Kita sama-sama tidak tahu keberadaan istriku, urusan kita sudah beres," sahut Albi memberi solusi.

"Apa kamu bilang, melepasmu. Tidak akan pernah aku melepasmu meskipun istrimu bebas, aku akan mengurungmu di sini," kata Rosmaya kemudian meninggalkan Albi.

Dasa, Abas dan Bisma menyebar di seluruh area tempat tersebut membuat para bodyguard lemah dan menyembunyikan di tempat aman. Setelah merasa cukup mereka menangkap Rosmaya, Gael dan Dorman.

Bisma berjalan menuju tempat Albi dan melepaskan ikatannya kemudian membawanya keluar dan mencari tempat aman untuk mengobati luka Albi. ”Apa kamu baik-baik saja?"

1
sakura
.....
Anyue: kenapa titik-titik
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!