Lilyana Cooper, ialah seorang dokter bedah jenius dengan tingkat keberhasilannya dalam mengobati pasien 99% membuatnya diagung-agungkan sebagai dewi penyembuh oleh orang-orang.
Akan tetapi dalam 1% itu ialah hasil dari kegagalannya, entah kutukan atau apa tetapi ia selalu gagal mengobati orang yang ia sayang, termasuk suaminya sendiri.
Ditengah keterpurukan dan kehilangan orang yang ia mata cintaku, setelah ia gagal menyelamatkannya, tiba-tiba dia terbunuh saat sudah menyelamatkan seseorang ditangan seorang anak kecil, membuatnya langsung mati di tempat berdampingan dengan jasad suaminya.
Bukannya menyusul suaminya dan mati tetapi ia malah terlempar ke zaman kuno dimana semua penduduknya yaitu ras beasthuman, dan ia terlahir kembali sebagai salah satu penduduk disana, sebagai manusia setengah binatang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lorong Smartphone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan kembali
...----------------...
Lily hanya mengikuti, menurut walaupun bingung berjalan ke arahnya, tapi langkahnya terhenti saat tubuhnya tiba-tiba disundul oleh kepala panther itu, membuatnya terpaksa berbaring ke atas tubuhnya sehingga reflek memeluknya.
Panther hitam mulai berlari setelah berhasil membuat tubuh Lily digendong di atasnya, tubuhnya mulai bergerak berlaju cepat berlari ke area hutan, membuat Lily terpaksa mau tidak mau memeluk lehernya erat takut terjatuh.
Mata Lily menengok kesana-kemari menikmati keindahan hutan yang begitu asri menyejukkan matanya, walaupun begitu rimbun namun pepohonan lebat, tapi aneka ragam tumbuhan aneh dan satwa menghiasi keindahan membuatnya betah lama-lama melihatnya.
Ditambah cahaya matahari bersinar, angin sepoi-sepoi menyentuh kulitnya, terus dirasakan Lily saat tubuhnya dibawa berlari berjalan-jalan menikmati pemandangan, matanya lagi-lagi terfokus ke atas pohon saat melihat burung Quetzal yang terlihat sibuk saat paruhnya sedang menyuapi anak-anak bayinya makan dengan binatang kecil seperti serangga.
"Semuanya sangat indah..."
Tapi semuanya itu terhenti saat Lily merasakan panther hitam tiba-tiba menegakan tubuhnya, menuntunnya agar berdiri tegak membuatnya mau tidak mau menghentikan menikmati pemandangan dan akhirnya fokus pada tujuannya.
Saat kakinya baru menginjak tanah, Lily dikejutkan lagi-lagi pada pemandangan alam yang menakjubkan, sebuah sungai berwarna biru, dengan air terjun mengalir begitu deras, ditambah bebatuan disekitarnya menambah keindahan area di sekitarnya, membuat mulutnya sedikit ternganga saking kagumnya.
"Apa ini?!" dengan cepat Lily melangkah menyentuh ke arah permukaan air, melihat pemandangan di bawah yang membuatnya tidak tahan ingin menyentuhnya, saat matanya melihat semua air terlihat begitu bersih membuat tumbuhan di bawahnya terlihat jelas nampak di area atas saking jernihnya.
Begitu lama melihat membuat Lily terlena karena tidak sabar ingin merasakan air sungai yang amat menggoda di matanya, dengan cepat ia membuka pakaiannya hingga benar-benar telanjang, melompat ke dalam air mulai berenang menikmati dinginnya air yang meresapi kulitnya, ditambah cuaca panas menambah kesejukan yang menjangkit seluruh tubuhnya.
"Segar sekali....huh.. sudah lama.....
Tapi ia terdiam sejenak, berhenti karena merasa tubuhnya agak gatal apalagi akar rambutnya terasa cukup panas membuatnya ingin menggaruknya, seketika mata Lily tidak sengaja menemukan tanaman jarang ditemukan kecuali benar-benar di area hutan yaitu tanaman yang bisa menjadi pengganti sampo atau sabun tepat di samping area sungai, begitu tumbuh lebat.
Lempuyang wangi (Zingiber Zerumet) tumbuhan liar yang memiliki sifat saponin, jika rimpangnya diremas maka akan menghasilkan cairan lengket berbau harum, yang bisa membersihkan rambut dan kulit.
Lily mulai naik ke daratan untuk memegangnya, ia meremas permukaan luar tanaman bunga lempuyang, seketika airnya begitu banyak keluar, lengket menyentuh telapak tangannya, ia menggosok berulang kali setelah itu memasukkan ke atas ke area akar kepalanya berulang kali, diikuti menggosok kulit-kulitnya.
Saat sedang asyik menggosok tubuhnya, tiba-tiba Lily sebuah kehadiran besar tepat di di depannya, panther itu diam dengan kepalanya mendongak menengok ke atas matanya seolah mengisyaratkan ia benar-benar ingin mencobanya juga.
Rasanya begitu lucu melihat panther tersebut bertingkah seperti manusia dengan wujud buas binatangnya, membuat Lily hanya menurut, membersihkan permukaan kulit bulu-bulu hitamnya dengan air, baru memberikan cairan lempuyang ke seluruh bagian kulitnya, bahkan menggosok permukaan wajah, bagian bawah dan kakinya.
Saat sibuk menggosok area perutnya Lily tidak sengaja menyentuh sesuatu benda begitu besar dan panjang namun dengan tekstur begitu lembek, diikuti permukaan duri-duri halus diatas kepalanya dan dibawahnya terdapat dua bola bulat begitu besar melebihi ukuran telur, saat Lily menggosoknya menyentuhnya cukup lama karena penasaran.
"Grrrr..." Panther itu tiba-tiba mengeram rendah, tapi hanya diam saat merasakan benda tersebut disentuh oleh permukaan telapak tangan Lily yang begitu halus, membuat Lily bingung mendengar suaranya seketika ia menengok ke bawah, tersadar apa yang terjadi membuat wajahnya reflek memerah.
"Maaf!" Dengan cepat Lily melepaskan tangannya, membalikkan badan berusaha melupakan apa yang terjadi, gerakannya canggung saat tubuhnya mulai menyebur lagi masuk ke dalam air.
Namun beberapa menit kemudian saat Lily sedang asyik berenang ia tersadar tidak ada suara apapun di belakang, membuatnya membalikkan tubuhnya, tapi seketika tidak ada kehadiran siapapun membuatnya panik bertanya-tanya apa yang terjadi.
"Jangan-jangan dia marah dan pergi karena aku menyentuhnya?" saat Lily terdiam linglung, berusaha berpikir menerka ketidakhadiran panther hitam itu. "Tapi bukankah itu bagus? Aku bisa pergi dengan cepat dan kembali....
Saat langkahnya keluar dari sungai ingin berubah wujud jadi rubah dan pergi meninggalkan hutan ini untuk kembali ke desanya, akan tetapi tubuhnya malah diam karena merasa bersalah dan bimbang untuk meningkatkan macan kumbang itu, merasa entah mengapa menjadi berat untuk pergi apalagi setelah melihat kain sutra pemberian panther tersebut.
"Uh......" karena tidak mau ada penyesalan, Lily mulai memakai kembali pakaiannya yang terbuat dari kain sutra tersebut, mulai melangkah dengan hati-hati memerhatikan area tanah takut ia menginjak sesuatu karena dirinya tidak punya alas apapun yang melindungi kakinya.
"HEI PANTHER!.... Saat baru meneriakan namanya Lily lagi-lagi terdiam akibat bingung karena mengerti selama beberapa hari tinggal dengannya, namanyapun ia tidak tahu. "Siapa namanya ya?"
"Ah lupakan..! Panther hitam, nakal... kemana kau pergi? Apakah kau marah? Jika iya maafkan aku..." Lily terus melangkah menyusuri area pepohonan hutan dengan matanya menelisik melihat untuk memasukkan dimana binatang jaguar itu.
"PANTHER.......
"JAGUAR HITAM.......
"Macan kumbang nakal..."
"Binatang raksasa..."
Namun nihil saat Lily berteriak agar terdengar sehingga akhirnya panther tersebut kembali, tapi entah mengapa kehadirannya tidak ada seperti benar-benar menghilang ditelan bumi membuat Lily putus asa, merasa otaknya menyuruhnya ia pergi namun hatinya mengatakan untuk mencari keberadaannya.
"Ada apa denganku?" Lily linglung, akhirnya mulai membalikkan badan untuk kembali ke area sungai, tangannya terus membuka semak-semak sekeliling yang menutupi area hutan agar tidak menganggu penglihatannya.
Tiba-tiba sebuah kehadiran besar yang terlihat di matanya membuat mata Lily membulat, tersenyum lebar berlari cepat ke arah sungai tanpa lagi memperdulikan kakinya saking senang bersemangat karena bertemu Leopard hitam itu lagi
"Kau akhirnya kembali dasar panther nakal, kau darimana saja?!"
Saat berlari terus menerus melangkah ke area pinggiran sungai menuju ke arahnya, namun langkahnya terhenti seketika terdiam karena bingung dihadapannya ternyata bukanlah kehadiran binatang buas menyerupai panther, namun kehadiran tubuh manusia yang sedang membelakanginya.
"Siapa? Apakah jangan-jangan ada beastman di area sini...? Saat otaknya bingung memproses kemungkinan menanyakan indentitasnya.
Tapi tiba-tiba pria tersebut membalikkan pandangan, seketika memperlihatkan tubuhnya tegap, dada, tangan kaki semuanya berotot begitu membentuk namun cukup ramping, hanya kata satu yaitu sempurna melingkupi area tubuhnya.
Rambutnya panjang begitu halus tergerai sempurna berwarna hitam, saat mata Lily menjelajahi tubuhnya dari bawah ke atas menelisik, saat tepat di area wajahnya seketika ia terdiam.
Sebuah muka rupawan dengan bibir tipis, hidung mancung, sedikit kumis menghiasi permukaan wajahnya, matanya biru hanya menambah kesempurnaan ketampanannya.
Namun semua itu bukan faktor yang Lily terkesan sehingga ia terdiam, tubuhnya membeku bahkan matanya tidak berkedip, terdiam di tempat saat sudah sepenuhnya melihatnya, air matanya mengalir deras membasahi pipinya, ia terisak-isak saat otaknya mengenali, melihat wajah familiar yang selalu dirinya tunggu juga harapkan selama ini dan akhirnya berada di hadapannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Stevan......