NovelToon NovelToon
Kembalinya Cinta Lama

Kembalinya Cinta Lama

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / CEO / Cintapertama
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: Tika Despita

Setelah enam tahun tak bertemu, Senja kembali bertemu mantan kekasihnya Arsean.
Pertemuan kembali mereka, mengingatkan luka dan rasa sakit pada dirinya Senja.
Karena di saat itu dia tengah hamil anaknya Sean, namun Sean tak tau. Kedua orang tua Sean pun seolah bungkam dan menginginkan anak dalam kandungannya Senja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tika Despita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

"Sebenarnya anda mau membawa saya kemana?" Senja menahan lengan Dirgantara saat mereka berjalan menuju parkiran salon.

"Saya butuh bantuan kamu kali ini."

"Bantuan? Bantuan apa yang bisa saya berikan?" Senja semakin bingung.

"Begini, keluarga saya begitu gencarnya ingin menjodohkan saya dengan seseorang. Sedangkan saya tak setuju. Jadi saya mengatakan akan membawa calon istri saya bertemu dengan mereka dan wanita itu." jawab Dirgantara dengan nada tenang.

"Kalau begitu maaf, saya tidak bisa membantu anda, pak Dirgantara," tolak Senja tegas.

"Saya tidak mau ikut campur dengan urusan anda dan keluarga anda!" Lanjut Senja ingin melangkah pergi.

"Kali ini saya mohon, bantu saya! Anggap ini sebagai imbalan karena saya pernah mengantar anak kamu pulang."

Senja kembali menoleh ke arah Dirgantara.

" Bukan maksud saya meminta imbalan, tetapi ini mendesak. Saya tak punya teman wanita. Satu-satunya wanita yang saya kenal hanya kamu dan mama saya, "lanjut Dirgantara.

" Baiklah, kali ini saja. " Senja pun dengan terpaksa mengiyakan permintaannya Dirgantara mendengar penuturannya.

Mendengar jawaban Senja membuat Dirgantara tersenyum.

**

Sementara itu Sean membawa Angkasa ke arena bermain anak-anak. Sean dengan bangganya menggandeng tangan Angkasa masuk ke sana.

" Kamu mau naik wahana yang mana?"Tanya Sean begitu semangat bahkan melebihi semangatnya Angkasa.

" Naik itu aja,om!" tunjuk Angkasa ke komedi putar yang ada di samping mereka.

" Baiklah kalau gitu!" Sean kembali menggandeng tangannya Angkasa ke tempat pembelian tiket.

Mereka akhirnya naik ke wahana komedi putar. Sean yang takut kalau Angkasa nanti jatuh,memilih duduk di belakangnya Angkasa. Mereka pun tertawa bersama dan begitu terlihat bahagia. Bahkan Sean membawa sebuah kamera dan merekam momen mereka berdua.

"Sekarang kita naik apa lagi?" Tanya Sean setelah mereka turun dari komedi putar.

" Semuanya aja kita coba,om,"jawab Angkasa.

"Emangnya kamu sanggup?"

"Sanggup dong!" Jawab Angkasa dengan percaya dirinya.

"Kalau gitu, ayo kita mulai petualangan kita." Sean kembali menggandeng tangannya Angkasa dan mengajaknya mencoba satu persatu wahana yang ada di arena bermain tersebut. Interaksi mereka berdua pun sudah seperti ayah dan anak sesungguhnya.

Siapa sangka momen-momen mereka tersebut sudah di buntuti oleh seseorang. Orang tersebut pun diam-diam memotret Sean dan Angkasa.

"Kamu senang gak hari ini?" tanya Sean kepada Angkasa yang begitu menikmati ayam kentucky di sebuah restoran.

"Senang banget,om. Terimakasih ya om,udah ajak Angkasa bermain hari ini."

" Iya nak.."lirih Sean pelan dan terus tersenyum menatap Angkasa.

" Andai saja om itu ayah nya Angkasa,pasti Angkasa akan sangat senang." ucap Angkasa dengan polosnya membuat hati Sean terenyuh.

"Kamu bisa kok anggap om sebagai ayah kamu." Ucap Sean tulus.

"Tapi tetap saja om bukan ayahnya Angkasa dan panggilan om juga tak akan bisa di ubah menjadi ayah."

Hati Sean langsung mencelos dibuatnya. Rasanya begitu sakit,ketika darah dagingnya sendiri tak bisa memanggil dirinya,ayah.

"Tapi kamu bisa kok memanggil om mulai hari ini dengan sebutan ayah," ucap Sean membujuk Angkasa yang ekspresinya sedikit sedih.

"Benarkah?" Raut senang mulai terpancar di wajah Angkasa.

" Beneran." Sean pun mengangguk.

" A..ayah.." Kata itu pun terlontar dari mulut Angkasa,membuat Sean tak kuasa menahan air mata. Dia langsung berdiri dan memeluk Angkasa erat.

"Iya Angkasa,ini ayah. Ayah di sini." lirih Sean terharu.

" Ayah kenapa menangis?"

" Ayah hanya senang. Kamu memanggil kata ayah."

"Hmmmm.." Angkasa tersenyum. Dia juga begitu bahagia saat bisa memanggil seseorang dengan sebutan ayah.

***

Dirgantara menggenggam tangannya Senja saat masuk ke sebuah restoran bintang lima. Penampilan elegan Senja mampu membuat beberapa orang menatapnya takjub.

"Pak Dirgantara, anda tak perlu seperti ini. Semua orang melihat kita." Senja merasa malu dan gugup.

"Kamu kan hari ini menjadi kekasih pura-pura saya. Jadi akting kita harus terlihat sempurna."

"Tapi saya benar-benar tak nyaman."

Dirgantara kemudian malah memindahkan tangannya Senja ke lengannya.

" Begini sudah nyaman belum?"tanya Dirgantara menatap Senja.

"Huffttt .." hanya helaan nafas yang terdengar dari mulutnya Senja. Baginya berdebat dengan Dirgantara hanya akan menguras emosi, ujung-ujungnya dia juga gak bakalan mengalah.

"Ternyata mereka sudah menunggu kita." Dirgantara menatap meja besar yang berada di ujung restoran.

" Kamu harus bersiap akting Senja!"bisik Dirgantara.

"Hmmm.." Senja pun mengangguk meski dia sendiri juga ragu.

" Dirgantara,kamu sudah datang,nak?" Raya tersenyum melihat putranya datang. Namun matanya malah tertuju ke Senja yang berdiri di samping Dirgantara.

" Dirga..ini.."Ucap Raya bingung.

"Akhirnya kamu datang juga keponakan ku!" ucap Reno berdiri namun malah begitu terkejut saat melihat sosok yang bergandengan dengan Dirgantara.

Tak hanya Reno, Tamara yang duduk juga langsung berdiri melihat Senja.

Senja langsung menatap tajam Dirgantara. Dia tak menyangka kalau Dirgantara membawa dirinya menemui kedua orangtuanya Sean.

Melihat ekspresi terkejut Senja, Dirgantara langsung menggenggam erat tangannya Senja.

" Kenalkan, ini Senja kekasih saya! " Ucap Dirgantara mencoba tersenyum ramah.

"Kekasih?" lirih Tamara tak percaya.

"Om Reno, Tante Tamara, apa-apaan ini, hah? Katanya Dirgantara masih singgel dan tak punya pasangan. Nyatanya dia malah membawa wanita lain di pertemuan keluarga ini!" Ucap wanita muda yang juga duduk di sana dengan kedua orangtuanya. Jelas ada rasa kecewa di wajah mereka.

"Nabila.. om bisa jelaskan." ucap Reno dengan suara pelan. Apalagi kedua orangtuanya Nabila merupakan kolega bisnisnya.

"Om mau jelaskan apa? Aku menolak perjodohan ini. Karena aku sudah mempunyai wanita yang aku cintai dan akan aku nikahi dalam waktu dekat ini. Wanita di sampingku ini, ada pilihan utama aku." Dirgantara menegaskan bahwa dirinya menolak perjodohan dirinya dengan Nabila.

" Dirgantara, kamu tidak tau siapa wanita ini? " Tamara pun mulai bersuara. Tatapan matanya ke Senja semakin tak suka.

"Dia Senja. Dan mana juga kenalkan?" Dirgantara menatap mamanya.

"Iya.." Jawab Raya pasrah mengikuti alur yang disusun anaknya.

"Apa?" Reno terlihat marah.

"Dirgantara, kamu seharusnya memilih jodoh itu kompromi dulu dengan om. Om ini kakak mama kamu!"

" Apa yang harus aku kompromikan seh? Aku suka Senja dan aku hanya ingin bersamanya!"

" Dirgantara!" hardik Reno.

" Om, tak bisa atur-atur aku. Aku berhak menentukan pilihan aku sendiri. " Tegas Dirgantara menatap tajam Reno.

" Kamu sadar wanita yang kamu bawa ini sudah punya anak! Apa dia menipu kamu? "

"Aku tau dan bahkan mama juga tau. Tapi aku tak peduli. Aku mau sama dia dan anaknya akan aku jadikan sebagai anak aku sendiri."

"Ayo Senja, kita pergi!" Dirgantara mengeratkan genggamannya dan mengajak Senja pergi.

Setibanya di depan restoran, Senja melepas kasar tangannya Dirgantara.

" Apa tujuan anda sebenarnya? Anda sendiri tau bukan, mereka orangtuanya Sean. Anda sengaja melakukan ini?" Senja mulai tersulut emosi. Dia merasa dipermainkan oleh Dirgantara dan lebih tepatnya merasa dimanfaatkan.

" Mau bagaimana lagi, ayahnya Sean adalah satu-satunya kakak mama, "ucap Dirgantara dengan santai.

" Dan anda masih.. " Senja menghela nafas kasar..

" Apapun tujuan anda dengan ini semua, saya tak mau terlibat." tegas Senja ingin pergi.

Dirgantara menahan lengannya Senja.

" Tapi apa yang saya katakan ke mereka tadi itu beneran."

Senja menatap tak percaya Dirgantara.

"Maksud anda?"

"Saya benar-benar suka dengan kamu!" Jawab Dirgantara yakin.

" Anda gila! " Senja mendorong tubuh Dirgantara dan pergi begitu saja.

1
olyv
gaaasss terus dirga jangan nyerah... muak bgt dengan orang tua sean masi aja sombong
Nesya
hhmm serius dirgantara di tolak 🤭
falea sezi
hmm Sean ini serakahhhh najis amat lu pengecut
Qhaqha: Waduh.... red flag dong..
total 1 replies
Ivy
lupakan sean ya senja, g usah balik sama orang lama, kamu dan dirgantara aja
Qhaqha: Kita tunggu kejutannya ya.. 😊😊
total 1 replies
Nesya
nungu up berikutnya thour
Qhaqha: Di tunggu ya 😊😊😊
total 1 replies
Soraya
dh ku ksh hadiah thor lanjut
Qhaqha: insyaallah nanti nulis.. Alhamdulillah badan udah mulai fit.
makasih dukungannya 😍😍😍
total 1 replies
olyv
cepat sehat y thor 🙏
Qhaqha: aamiin
total 1 replies
Nesya
astagaah semoga lekas sembuh ya thor kasihan tak tunggu pokoknya sembuh dulu sehat dulu baru nulis lagi 👍🏻❤️
Qhaqha: aamiin.. Makaci atas support nya😊
total 1 replies
Qhaqha
Maaf jarang update.. Author siap kecelakaan motor, lagi masa pemulihan. Doain cepat sembuh ya.. 😊😊🙏🙏
sunaryati jarum
Sean jika jadi menikah dengan Rea tidak akan bahagia karena selalu dirundung rasa bersalah seumur hidup,selama mereka tidak bersatu. Beda dengan Senja mungkin Nadia bisa bahagia dengan pria lain, karena Sean hanya memberikan luka
Nesya
jadi ikutan nangis, lanjut thor
Qhaqha: Ditunggu ya.. maklum othor lagi puasa dan sibuk persiapan lebaran.. 😊😊
total 1 replies
olyv
lanjut thor
sunaryati jarum
Semoga tidak parah dan segera tertolong
Nesya
lanjut kak othor 💪🏻💪🏻💪🏻
sunaryati jarum
Ternyata keluarga Sean , keluarga yang buruk.Terutama orang tua Sean,dan mereka juga menamkan kebencian Sean terhadap Dirgantara
sunaryati jarum
Lebih baik jujur Senja pada Angkasa,dan Sean juga sebelum terlanjur menikah Jujur pada Rea , tentang hubungan kalian kamu dan Senja .
Nesya
semoga angkasa ada bersama digantara
Soraya
lanjut
sunaryati jarum
Jika kamu tidak rela Senja menjadi milik orang lain lepaskan Rea dan kejar Senja,namun kau harus bisa mendapatkan restu kedua orang tuamu.Namun emak kok cenderung ke Dirgantara karena ibunya sepertinya tidak memandang derajad seseorang namun entah jika status
falea sezi
angka cari ayah lain aja jangan Sean dia bangsattt /Shame/
Qhaqha: Waduh.... 🤭🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!