NovelToon NovelToon
Pengkhianatan Manis Adik Kandung Ku

Pengkhianatan Manis Adik Kandung Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Mbak Rani!" Tyas langsung memeluk kakaknya erat.

​"Wah, adik Mbak sudah besar sekarang, ya. Makin cantik," puji Rani tulus, mengusap kepala adiknya. Rani kemudian beralih ke suaminya yang berdiri di ambang pintu. "Mas, ini Tyas."

​Tyas beralih menyalimi tangan Angga. "Halo, Mas Angga. Mohon bantuannya ya selama Tyas kuliah di sini."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cermin realitas

Waktu menunjukkan pukul 9 lewat 35 menit ketika mobil yang dikendarai Angga perlahan memasuki area parkir Terminal Kedatangan Bandara. Setelah memarkirkan kendaraan, Angga dan Tyas segera berjalan menuju area pintu keluar kedatangan domestik.

​Suasana bandara pagi itu cukup ramai, dipenuhi oleh hiruk-pikuk penumpang yang baru saja mendarat. Tyas berdiri di samping Angga, mencoba bersikap senormal mungkin meski dadanya berdegup agak kencang. Ia merapikan sedikit kerah bajunya, memastikan bekas kemerahan yang tersisa di lehernya benar-benar tertutup rapat dan tidak akan memancing kecurigaan.

​Beberapa menit mereka menunggu di balik barikade pembatas, mata tajam Angga lebih dulu menangkap sosok yang dicari.

​"Itu Mbakmu, Tyas," bisik Angga tenang, kembali ke mode formalnya yang dingin dan berwibawa.

​Tyas mengikuti arah pandang Angga. Di antara kerumunan penumpang yang keluar sambil menarik koper, tampak sosok Rani yang tampil modis dengan pakaian kerjanya. Begitu menyadari keberadaan suami dan adiknya yang berdiri berdampingan, wajah lelah Rani seketika berubah cerah. Senyum lebar terukir di bibirnya.

​Rani mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi, melambaikan tangan dengan antusias ke arah mereka berdua. "Mas Angga! Tyas!" serunya tanpa suara dari kejauhan, memberikan isyarat dadah yang penuh kerinduan.

​Melihat lambaian tangan kakaknya yang begitu tulus dan tanpa dosa, Tyas memaksakan sebuah senyuman manis di wajahnya. Ia membalas lambaian tangan itu, meski di dalam hatinya, rasa bersalah dan beban rahasia yang ia pikul—mulai dari keguguran kandungannya hingga malam terlarang bersama Angga—terasa semakin menghimpit dadanya, siap meledak kapan saja sandiwara ini goyah.

Setelah melepas rindu dengan pelukan singkat di area kedatangan, mereka bertiga berjalan menuju parkiran. Angga berjalan di depan, dengan sigap mengambil alih koper besar milik Rani dan memasukkannya ke dalam bagasi mobil. Sementara itu, Rani terus menggandeng lengan adiknya, menanyakan banyak hal tentang rumah selama ia tinggalkan.

​Begitu tiba di dalam mobil, pembagian posisi itu seolah mempertegas kembali batasan yang sempat hilang. Rani membuka pintu depan dan duduk di samping kemudi, tempat yang memang mutlak miliknya sebagai seorang istri. Tyas bergerak pasrah, membuka pintu baris kedua dan duduk sendirian di belakang.

​Begitu mesin mobil menyala, Angga mengatur posisi kaca spion tengah (dasbor). Namun, alih-alih mengarahkannya ke kaca belakang untuk melihat jalanan, Angga dengan sengaja memiringkan sudutnya sedikit ke bawah, tepat mengunci bayangan wajah Tyas yang duduk di kursi belakang. Melalui cermin kecil itu, mata tajam Angga langsung terhubung dengan sepasang mata Tyas.

​"Aduh, kangen banget sama rumah. Untung kerjaan di luar kota cepat kelar," keluh Rani manja sembari menyandarkan kepalanya di bahu kiri Angga yang sedang memegang setir.

​Angga tidak menolak. Pria itu mengulas senyum tipis, tangan kirinya bergerak mengusap lembut kepala Rani, menunjukkan afeksi sewajarnya seorang suami yang menyambut istrinya kembali. "Iya, untung kamu cepat pulang. Rumah sepi kalau enggak ada kamu."

​Melihat pemandangan di depannya, entah bagaimana bisa, dada Tyas mendadak terasa dihantam godam yang sangat berat. Rasa sakit yang teramat pekat tiba-tiba menjalar di hatinya. Ada rasa cemburu, tersisih, dan perih yang luar biasa melihat keromantisan pasangan suami istri itu. Padahal, baru beberapa jam yang lalu bibir Angga mendaratkan kecupan di keningnya, dan baru tadi malam pria itu memeluknya erat seolah ia adalah satu-satunya wanita yang berharga.

​Kini, di depan matanya sendiri, Tyas dipaksa sadar bahwa di rumah satu lantai itu, dia hanyalah seorang figuran. Pelindung hebatnya tadi malam kini kembali menjadi milik kakaknya sepenuhnya.

​Tyas membuang muka ke luar jendela, menggigit bibir bawahnya kuat-kuat untuk menahan air mata yang mendadak mendesak ingin keluar. Namun, Tyas tidak menyadari bahwa melalui kaca spion yang sengaja diarahkan padanya, Angga sedang memperhatikan setiap perubahan ekspresi di wajahnya. Angga menatap tajam raut wajah Tyas yang terluka lewat cermin itu, membaca seluruh kecemburuan yang tersirat di sana dengan tatapan yang sulit diartikan.

1
Anonim
Kurang ajar banget si angga dan si tyas ini,buat rani tau lebih cepat thor tentang kebangsatan suami dan adik nya
Anonim
Lama bener thor muter nya ,si rani kapan sadar perselingkuhan adik nya sama suami nya jangan kelamaan
Anonim
Si rani kenapa oneng sih g bisa liat sekilas model ade nya kek apaan dah ,cuek apa emang buta dia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!