NovelToon NovelToon
Seatap Dengan Mantan

Seatap Dengan Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:19.7k
Nilai: 5
Nama Author: Riria Raffasya Alfharizqi

Pada masa putih abu-abu. Jeviza menjalin cinta dengan Keandra, tetapi baru 1 tahun pacaran, hubungan keduanya harus berakhir karena sebuah kesalah pahaman. Lalu keduanya dipertemukan lagi setelah 2 tahun berpisah, lebih gilanya, Jevi dan Kean berada di satu rumah. Seatap dengan mantan itu lah yang terjadi setelah perpisahan.



Mantan tapi masih cemburu, cinta tapi gengsi menjadi bumbu kehidupan keduanya setelah berada di satu rumah yang sama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riria Raffasya Alfharizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Satu Fakta Baru

Pukul 7 malam. Keandra dan Jeviza sampai di rumah. Beruntung Puspa dan Arlo sudah pulang dan menunggu kedatangan keduanya di ruang tengah.

Puspa menoleh karena kedatangan keduanya, lalu berdiri. "Belum pada makan kan? Ayo makan dulu bareng," ajak Puspa diangguki Keandra.

Sementara Jeviza diam di tempatnya. Ia berniat ingin langsung kabur ke kamarnya, namun teriakan Puspa memanggil namanya seketika mengurungkan niat kabur Jeviza.

"Je, lo pakai hoodie siapa?"

Keandra tampak masih sangat tenang di tempatnya, sementara Jeviza terlihat sedikit gelisah, sangat berbanding terbalik dengan ketenangan Keandra.

Mata Puspa menyipit, mendekati Jeviza lalu mengendus dan baru menghela napas lega setelah tahu siapa pemilik hoodie tersebut.

"Kok, bisa?" heran Puspa dengan rasa penasaran.

"Tadi, kita kehujanan pas pulang," ujar Jeviza pada akhirnya.

Kita?

Kata itu sedikit menghangatkan dada Keandra ketika mendengarnya.

"Terus?" tanya Puspa lagi, seakan sedang mengintrogasi, tetapi dengan nada santai.

"Kak Kean ajak, gue ke bengkel, karena baju gue basah, jadi dipinjemin ini, jangan mikir aneh-aneh deh, kak Pus."

Puspa menatap keheranan pada Jeviza. Justru Puspa merasa lega jika keduanya bisa lebih dekat, setidaknya Jeviza bisa aman berada di dekat Keandra.

Tetapi pikiran Jeviza terlampau jauh sampai menuduhnya berpikir yang macam-macam.

Puspa dengan gemas menunjuk pelipis Jeviza, lalu menggelengkan kepalanya. "Hih, gemes gue lama-lama sama lo dek, otak lo pergi kemana sih? Yang mikir aneh-aneh siapa? Gue malah lega kalau lo sama Kean."

Jeviza menatap aneh Puspa, lalu melirik Keandra yang masih tenang mengamati interaksi keduanya, seakan Keandra membiarkan saja tanpa berniat memberi penjelasan atau paling tidak membantu Jeviza sekarang.

"Apaan sih, Kak? Gue ke kamar dulu." Jeviza berlari ke kamarnya, meninggalkan Puspa dan Keandra di tempatnya.

Puspa menoleh pada Keandra, senyumnya mengembang dengan perasaan sedikit canggung. "Maklumi aja ya, Ke. Jeviza anaknya emang sedikit eror, tapi kalau udah kenal baik kok."

Keandra menahan menahan tawanya, sudut bibirnya tertarik ke atas membentuk senyuman tipis.

"Aman aja kak."

Sementara di lantai atas. Jeviza yang sebenarnya masih mengamati interaksi keduanya langsung terkulai lemas saat dirinya dibilang "eror" oleh Puspa, di depan Keandra.

I**mage Jeviza benar-benar langsung turun level di depan Keandra karena kalimat Puspa tadi. Entah kenapa itu menimbulkan rasa tidak nyaman dalam dirinya. Terlebih mengingat kejadian tadi di bengkel. Dimana ia menggunakan pengering rambut untuk mengeringkan daleman miliknya.

"Malu banget sumpah." Jeviza merebahkan dirinya di atas ranjang.

Ia menghirup aroma wangi dari hoodie Keandra yang masih memeluk tubuhnya, menenggelamkan tubuh kecil Jeviza di dalamnya.

Ketukan pintu Jeviza dari luar sama sekali tidak mengusik tidur Jeviza. Puspa yang sudah tidak sabar lagi pada akhirnya membuka pintu dan menghela napas dalam melihat tubuh Jeviza berbaring di atas ranjang. Bahkan Jeviza belum sempat mengganti hoodie milik Keandra.

Hoodie itu seakan menjadi pengantar tidur Jeviza tanpa diminta, Jeviza sangat nyaman dan tidak sadarkan diri lagi bertemu dengan alam mimpi.

"Jepi, bangun."

Tanpa ampun, Puspa langsung menggoyangkan tubuh Jeviza lagi. Disaat semua orang menunggunya untuk makam malam bersama di bawah, Jeviza dengan tenangnya malah tidur di kamarnya.

"Sumpah ya, lo kok bisa bandel gini sih?" kesal Puspa semakin semangat membangunkan Jeviza.

"Ish, kak Pus," kesal Jeviza semakin meringkuk.

"Bangun Je, makan malam dulu, mas Arlo sama Kean udah nunggu di bawah."

Mendengar nama Keandra disebutkan seketika kesadaran Jeviza merambat penuh ke otaknya. Matanya terbuka dengan sempurna, lalu menatap Puspa yang menatapnya dengan tatapan horor.

"Enak ya pakai hoodie milik cowok ganteng, sampai ketiduran gitu? Mimpi apa lo?"

Tidak langsung menjawab, Jeviza melirik tubuhnya yang masih terbungkus hoodie milik Keandra, lalu menepuk jidatnya pelan.

"Sumpah ya kak, gue ketiduran, capek tahu seharian mikiran matkul."

Puspa mencebik, lalu menarik tangan Jeviza untuk segera bangkit. "Buru Je, ganti baju terus ke bawah, jangan bikin gue tambah murka ya," ancam Puspa berbalik dan pergi dari kamar Jeviza.

Jeviza mencium aroma hoodie itu, masih sama wanginya, sudut bibirnya tertarik ke atas, membentuk senyum lega.

"Nggak kena, iler gue kan?" gumamnya.

Sampai di meja makan. Jeviza dapat melihat Keandra yang sedang mengobrol santai dengan Arlo, sementara Puspa memainkan ponselnya, duduk diam di kursinya.

Jeviza mendekat dengan kikuk, merasa tidak enak karena membuat ketiga orang itu menunda makan malamnya untuk menunggu dirinya.

"Mas Ar, sorry gue ketiduran," cicitnya.

Arlo mengangguk dengan senyum. "Enggak apa-apa Je, kita nggak mati kelaparan juga kok," goda Arlo membuat Jeviza cemberut.

"Lo minta maaf cuma sama suami gue aja, Je? Ada gue sama Kean lho di sini."

Jeviza melirik Puspa kesal. Kenapa juga Puspa harus menjelaskan sedetail itu. Ia cuma tidak enak dengan Arlo sebagai pemilik rumah.

"Yang, udah, nangis nanti anaknya," goda Arlo semakin membuat Jeviza mendengus.

Ia kesal setengah mati dengan Puspa yang tidak ada hentinya terus mengomelinya di depan Keandra.

Tidak tahu kah Puspa, jika keduanya tidak seasing yang terlihat.

Sementara Keandra diam mengamati gerak-gerik Jeviza yang menurutnya lucu, dari mulai gadis itu mendumel tadi karena ocehan Puspa, lalu bibirnya yang dimajukan, juga bibirnya yang tertutup dengan gerakan mengunyah sekarang. Semua Keandra perhatikan dalam diam, tanpa disadari satu orang pun yang berada di sana, bahkan Jeviza sekali pun, objek yang sebenarnya terus Keandra perhatikan dari sudut matanya.

"Mas, gue keluar bentar ya?" pamit Keandra setelah mereka selesai makan malam.

Arlo menatap Keandra sesaat, lalu mengangguk. "Hati-hati."

Keandra mengangguk, ia beranjak dari kursinya, sebelum pergi, ia sempat melirik ke arah Jeviza yang kebetulan juga sedang menatapnya, tanpa ekspresi juga suara, Keandra berlalu begitu saja.

"Lo udah lihat bengkel Kean, kan Je?"

Jeviza menoleh, lalu mengangguk. "Iya, lumayan gede juga ya kak, gue kirain beneran bengkel kecil kaya di pinggir jalan gitu."

"Ya buat kita gede, buat orang tua Keandra usaha kecil, Je." Puspa meneguk air minum di depannya, menatap Jeviza sedikit serius. "Itu usaha yang Kean dirikan sendiri Je, dari hasil ng-band dulu, itu makanya gue maksa banget lo buat minta maaf pas itu, nggak main-main dia pas nyari duit."

Jeviza mengangguk kecil, satu fakta baru yang ia ketahui sekarang, bahwa dua tahun setelah lost contact dengannya, Keandra ternyata bermusik. Banyak sekali yang tidak Jeviza tahu tentang Keandra. Ingatannya jatuh pada tempo hari, dimana ia melihat gitar dengan ukiran nama Nabastala.

Tetapi kenapa Keandra berhenti? Apa karena jabatan sebagai ketua BEM sekarang?

"Udah yang, Jevi udah minta maaf ke Kean, lagian kan Jevi nggak tahu."

"Iya mas, aku cuma kasih tahu dia, biar ke depannya lebih hati-hati lagi, aku suka kasian sama Kean."

Jeviza mengernyit heran. Apa yang perlu dikasihani dari seorang Keandra? Dari segi apapun jelas tidak membutuhkan belas kasihan.

"Kak Pus, lo kasihan sama kak Kean, tapi sama gue enggak?"

Puspa mendengus. Menatap Jeviza tidak habis pikir. "Apa yang mau gue kasihani dari lo Jepi? Orang tua lo nggak nuntut apa-apa selain jadi anak bener."

Arlo terkekeh, saudara sepupu ini selalu ada saja yang didebatkan, tetapi meski begitu Arlo merasa bangga, sehebat apapun perdebatan yang terjadi diantara Jeviza dan istrinya, tidak pernah sampai ada kobaran api di dalamnya.

1
Mei TResna Rahmatika
jeje buruu keandra nya di gaet 🤣
deeRa
Duhh, Ken fist nights nanti gimana ya Ama si jepii 😆
Bunga Andthea: malam pertama tuh pasti kak mksudnya🤣
total 2 replies
It's me💓💓
k riria kpn romantis" sannya lma bgt dh
Riria Raffasya Alfharizqi: ya gimana ya kak, ini kan permantanan bukan percintaan hihi.. sabarrr duluu
total 1 replies
deeRa
Kapus, kita nyeblak yukk.. /Grin/
Riria Raffasya Alfharizqi: sambil ngegosip ye?
total 1 replies
Dian Rahmawati
masih saling cinta
Riria Raffasya Alfharizqi: keknya iya deh ka
total 1 replies
deeRa
Akun ku baru bisa dibuka lg🤭
bomloppp deh😍
Nikita
🧡
uwong
kalo menurutku,fotonya yang ada tulisan seatap dengan mantan itu bagus yang kemarin itu deh kalo yang sekarang itu kek norak gitu maap ya tapi ini cuma menurutku aja thor🙏
𝓖𝓲𝓽𝓪 𝓹𝓮𝓫𝓻𝓲𝓪𝓷𝓲◗  
takut sma si zemi,, takut pria brkacamata kek di film" yg apasih namanya.. obses , dia kek pngen apa" yg dimiliki kean
𝓖𝓲𝓽𝓪 𝓹𝓮𝓫𝓻𝓲𝓪𝓷𝓲◗  : iyaa kaann😫
total 2 replies
Nikita
bang ke ayo tembak jepizza dong
Riria Raffasya Alfharizqi: tembak kamu aja, mau ngga?
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
udah bab 35 mereka masih diem" bae pdhl masih cinta,gue jorogin lama" berdua biar pada ngaku🤣
It's me💓💓: udh sebulan lbih diem diem nya😂😂
total 2 replies
dwi alfiah
ayo dong balikan
dwi alfiah: gemes aja kak ri
total 2 replies
Nikita
😘
Riria Raffasya Alfharizqi: hehehe
total 1 replies
Dian Rahmawati
wah Kean pengen cium jeviza
Riria Raffasya Alfharizqi: masa si ka? hee
total 1 replies
Siti Nur Rohmah
nafsu...nafsu...
tahan ke,,, tahan!!!
Riria Raffasya Alfharizqi: bilangin tu ka ke keandrul
total 1 replies
Dian Rahmawati
wah Kean pergi lagi nih
Lestary Tri
kak riri aku tampung dulu ya . tak baca nek nanti udah bnyak bab . .pasti slalu wow ceritanya . love u kak .
Nikita
eits tunggu🎶 tunggu🎶 tunggu🎶 Daleman ? 🤭
Riria Raffasya Alfharizqi: hahahaha
total 1 replies
𝓖𝓲𝓽𝓪 𝓹𝓮𝓫𝓻𝓲𝓪𝓷𝓲◗  
hehh🤣
Riria Raffasya Alfharizqi: hahahaha
total 1 replies
Nita Nita
😄😄😄🤣🤣🤣🤣
Riria Raffasya Alfharizqi: hahahaha
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!