NovelToon NovelToon
YE CHEN: PEWARIS PEDANG HITAM

YE CHEN: PEWARIS PEDANG HITAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Perperangan / Fantasi Timur
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: putra ilham

Dikhianati oleh sektenya sendiri dan dibuang dengan meridian yang hancur total, Ye Chen mengira takdirnya telah berakhir di dasar Lembah Kabut Beracun. Namun, di titik nadir kematiannya, sebuah pedang hitam misterius yang telah terkubur selama ribuan tahun bangkit dan memilihnya sebagai pewaris tunggal.Di dalam pedang hitam itu, bersemayam jiwa pendekar legendaris, Yue-Jian, yang siap membimbingnya. Berbekal kekuatan mengerikan Es Yin dan bilah pedang hitam yang mampu menebas takdir, Ye Chen bangkit dari kegelapan untuk menuntut balas. Dari seorang pemuda yang dianggap sampah, ia merangkak naik menembus batas kultivasi, menghancurkan setiap klan yang pernah menghinanya, dan merebut kembali kehormatannya."Saat pedang hitam ini terhunus, maka langit pun harus tunduk di bawah kakiku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putra ilham, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Melangkah masuk ke dalam Kota Awan Melayang, Ye Chen langsung merasakan perbedaan yang sangat mencolok dibandingkan saat terakhir kali ia berada di sini dua bulan yang lalu. Udara di dalam kota terasa jauh lebih padat, lebih segar, dan mengandung energi langit serta bumi yang jauh lebih murni. Hanya dengan menghirup napas dalam-dalam, ia bisa merasakan energi halus itu masuk ke dalam pori-pori kulitnya, mengalir masuk ke dalam meridian, dan sedikit demi sedikit menambah cadangan kekuatannya. Tingkat kepadatan energi di sini ternyata berkali-kali lipat lebih tinggi dibandingkan di desa-desa atau hutan-hutan di luar sana. Tidak heran mengapa Sekte Azure Cloud mampu melahirkan begitu banyak pendekar hebat dan menguasai wilayah ini selama ratusan tahun.

Namun, bukan hanya udara dan energinya yang berubah. Suasana kota itu sendiri kini terasa jauh lebih hidup, jauh lebih megah, dan jauh lebih sibuk. Di sepanjang jalan utama yang lebar dan diaspal dengan batu giok putih halus, ribuan orang berlalu-lalang. Ada pedagang yang berteriak menawarkan dagangan, ada kelompok pendekar muda yang berjalan beriringan sambil tertawa dan bercerita, ada juga tetua atau penjabat sekte yang lewat dengan kereta terbang yang ditarik binatang buas jinak, membuat orang-orang di jalan segera menyingkir dan menunduk hormat.

Yang paling menarik perhatian Ye Chen adalah jumlah murid-murid Sekte Azure Cloud yang terlihat berjalan di mana-mana. Dulu, saat ia masih menjadi murid biasa, jumlah mereka memang banyak, tapi sekarang rasanya jumlah itu berlipat ganda. Mereka berjalan dengan kepala terangkat tinggi, wajah penuh kebanggaan dan kesombongan, mengenakan jubah seragam berwarna-warni sesuai tingkatan mereka: abu-abu untuk murid luar, biru muda untuk murid biasa, biru tua untuk murid inti, dan putih bersulam awan emas untuk murid elit atau anak didik langsung para tetua.

Melihat pemandangan itu, bibir Ye Chen tersunggingkan senyum miring yang dingin dan sarkas. Di matanya, kemegahan dan kesombongan yang mereka pajang itu hanyalah bangunan raksasa yang dibangun di atas penderitaan orang lain, dibangun di atas kebohongan, dan dibangun di atas tumpukan mayat mereka yang dianggap tidak berguna. Seperti dirinya.

"Lihat mereka... begitu bangga dengan kain yang mereka kenakan, begitu bangga dengan nama sekte yang mereka sandang," suara Yue-Jian terdengar berbisik di dalam benak Ye Chen, nadanya penuh ejekan dingin. "Mereka tidak sadar bahwa kemegahan ini akan runtuh secepat kilat saat kebenaran terungkap dan kekuatan sejati mulai bergerak. Nikmati saja pemandangan ini sebentar lagi, Ye Chen. Sebelum kau mengubah semua ini menjadi puing-puing penyesalan."

Ye Chen mengangguk samar, matanya tetap mengamati sekeliling dengan pandangan tenang namun tajam, menyimpan setiap detail pemandangan, setiap bangunan, dan setiap wajah yang ia kenal. Ia berjalan santai menyusuri jalan utama, berbaur sempurna dengan kerumunan orang asing dan pengunjung lain, seolah ia hanyalah pemuda biasa yang takjub melihat kemegahan kota besar.

Langkah kakinya terhenti di depan sebuah kedai minuman besar yang ramai pengunjung, terletak di persimpangan jalan utama. Dari dalam kedai itu terdengar suara hiruk-pikuk percakapan dan tawa yang keras. Di dunia persilatan, kedai minuman adalah tempat terbaik untuk mencari informasi, mendengar kabar terbaru, dan mengetahui apa yang sedang terjadi di dalam kekuasaan musuh. Di sana, orang-orang cenderung lebih santai, lebih banyak bicara, dan sering kali tanpa sadar membocorkan hal-hal penting.

Ye Chen masuk ke dalam kedai itu, mencari tempat duduk di sudut paling belakang yang agak gelap dan tersembunyi, namun memiliki pandangan jelas ke seluruh ruangan dan meja-meja di dekatnya. Ia memesan secangkir teh panas sederhana dan sepiring camilan kering, lalu duduk bersandar santai, matanya terpejam seolah sedang beristirahat, namun indra pendengarannya ia kerahkan hingga batas maksimal, menangkap setiap kata, setiap kalimat, dan setiap desis yang terdengar di ruangan itu.

Percakapan orang-orang di meja sebelah dan meja di depannya segera masuk ke telinganya dengan jelas.

"Kau dengar kabar terbaru, kawan? Sekte kita semakin bersinar akhir-akhir ini," suara seorang pria paruh baya yang terdengar bangga dan penuh kekaguman. Dari nada bicaranya dan ciri khas seragam biru muda yang ia kenakan, jelas ia adalah murid biasa Sekte Azure Cloud.

"Tentu saja aku dengar! Siapa yang tidak tahu? Dua bulan belakangan ini, kejayaan Sekte Azure Cloud seolah naik ke langit," jawab temannya yang duduk di sebelah, membalas dengan antusiasme yang sama. "Semua berkat Tetua Mo Feng. Kau tahu kan? Tetua Mo Feng itu baru saja memimpin pasukan masuk ke wilayah utara, ke kawasan hutan terlarang sana, dan berhasil menemukan sisa-sisa reruntuhan kuno dari ribuan tahun lalu!"

Mendengar nama itu, tangan Ye Chen yang sedang memegang cangkir teh mengepal pelan di bawah meja. Tetua Mo Feng. Nama yang membuat darahnya mendidih setiap kali disebut. Ia tetap diam, wajahnya datar tanpa ekspresi, namun telinganya semakin menajam mendengarkan.

"Wah, benar juga! Aku dengar kabar itu juga," sahut yang lain dengan suara berbisik namun penuh kekaguman. "Katanya, di dalam reruntuhan itu, Tetua Mo Feng membawa pulang banyak sekali barang pusaka, teknik bela diri kuno, tanaman obat langka, dan batu spiritual dalam jumlah besar. Kekayaan yang didapat sekte kita kali ini nilainya tak terhitung jumlahnya! Tidak heran jika akhir-akhir ini persediaan obat dan sarana latihan di sekte kita menjadi berlimpah ruah. Semua murid bisa menikmati kemewahan itu."

"Dan bukan hanya itu!" suara pria pertama itu meninggi sedikit, penuh semangat. "Murid kesayangan Tetua Mo Feng, Tuan Muda Bai Long... Wah, dia benar-benar jenius sejati. Baru saja berusia delapan belas tahun, dia baru saja menembus ranah Qi Condensation Tingkat Kedelapan! Kau bisa bayangkan? Di usia semuda itu, mencapai tingkat kedelapan! Belum pernah ada dalam sejarah seratus tahun terakhir Sekte Azure Cloud yang memiliki bakat sehebat dia. Sekarang, nama Bai Long sudah dikenal luas di seluruh wilayah kekuasaan kita, bahkan sekte-sekte tetangga pun mulai takjub dan waspada mendengar namanya."

"Benar, benar! Katanya, Tetua Mo Feng sangat bangga padanya. Beliau berencana menunjuk Bai Long sebagai calon pemimpin muda sekte, penerus sejati Sekte Azure Cloud. Di pertandingan persahabatan antar sekte tahun depan, Bai Long pasti akan menjadi wakil utama kita. Dengan kekuatannya sekarang, kemenangan sudah pasti ada di tangan kita. Hahaha!"

Suara tawa bangga dan riuh rendah memenuhi ruangan kedai itu. Semua orang yang mendengar kabar itu ikut merasa bangga dan senang, seolah kejayaan Bai Long adalah kejayaan mereka semua. Tidak ada satu pun di antara mereka yang tahu kebenaran pahit di balik semua kemegahan itu. Tidak ada yang tahu bahwa semua kekayaan, semua teknik, dan bahkan nama besar itu... semuanya adalah milik orang lain yang dicuri dengan cara licik dan kejam.

Di sudut ruangan itu, udara di sekitar meja Ye Chen terasa mendadak turun drastis suhunya. Kabut tipis samar mulai terbentuk di permukaan cangkir teh panas di depannya, membekukan air di dalamnya perlahan. Emosi amarah yang meluap-luap tertahan hebat di dalam dadanya, bergejolak seperti gunung berapi yang siap meletus.

Bai Long tingkat kedelapan... Mo Feng semakin kaya dan berkuasa... kata-kata itu berputar berulang kali di kepala Ye Chen, menambah tumpukan kebencian yang sudah menggunung tinggi.

"Dia mencuri semua itu... Dia mengambil apa yang seharusnya menjadi milikmu, Ye Chen," suara Yue-Jian terdengar dingin dan beracun di dalam benak, seolah menambah bahan bakar ke dalam api amarah muridnya. "Reruntuhan kuno itu adalah tempat yang aku tandai dulu, tempat yang seharusnya kau temukan jika rencanaku berjalan mulus. Tapi karena ulah Mo Feng yang licik dan berpengetahuan luas, dia mendahului dan merampas semuanya. Dan sekarang, dia menggunakannya untuk mengangkat murid curang itu menjadi bintang utama sekte."

"Aku tahu, Guru..." jawab Ye Chen dalam hatinya, suaranya serak dan berat karena ditahan. "Semakin tinggi mereka terbang, semakin sakit saat jatuhnya. Semakin besar kekayaan yang mereka timbun, semakin besar rasa kehilangannya saat aku ambil kembali. Biarkan mereka bersenang-senang sebentar lagi. Biarkan mereka menikmati pujian dan kemegahan palsu ini. Sebentar lagi... aku akan datang untuk menagih semuanya, ditambah bunga yang berlipat ganda."

Ye Chen melepaskan kepalan tangannya perlahan, menenangkan kembali energi dingin yang hampir meledak tak terkendali. Ia harus sabar. Ia harus tenang. Bertindak gegabah sekarang hanya akan menghancurkan segalanya.

Percakapan di meja sebelah berlanjut, dan kali ini topik pembicaraannya berubah, menuju hal yang lebih menyakitkan bagi hati Ye Chen.

"Ah, tapi sayang sekali nasib anak muda bernama Ye Chen itu," suara seseorang terdengar pelan, sedikit berisi rasa iba yang dangkal, namun lebih banyak berisi rasa meremehkan. "Dulu, kau ingat kan? Dia juga dianggap jenius besar, bahkan bakatnya konon melebihi Bai Long saat pertama kali masuk. Dia mendapatkan perhatian khusus dari Tetua Mo Feng, dikabarkan mendapatkan warisan kuno, dan masa depannya sangat cerah. Tapi ternyata... hanya keberuntungan semata."

"Iya, aku ingat dia," sahut yang lain sambil menghela napas pendek. "Anak itu terlalu beruntung tapi tidak punya kemampuan menjaga diri. Dia tidak tahu diri, berani melawan murid senior, dan akhirnya kena batunya. Dikirim ke Lembah Ratapan untuk tugas berat, dan tidak pernah kembali lagi. Pasti sudah mati dimakan binatang buas atau terperosok ke jurang. Namanya sudah dicoret dari daftar murid, tidak ada lagi yang mengingatnya. Sekarang, semua kemuliaan dan nama besar itu sepenuhnya milik Bai Long. Dunia persilatan memang kejam. Yang lemah hanyalah sampah yang akan dilupakan."

Kalimat itu menancap tajam ke dalam hati Ye Chen, lebih sakit dari tusukan pedang mana pun.

"Yang lemah hanyalah sampah yang akan dilupakan."

Kata-kata itu bergema di telinganya. Dihapus dari daftar... dianggap mati... dianggap sampah... Tidak ada yang peduli, tidak ada yang mencari tahu kebenaran, semua orang begitu saja menerima kebohongan yang ditanamkan Mo Feng. Semua orang begitu saja melupakan sosoknya seolah ia tidak pernah ada di dunia ini.

Namun, rasa sakit itu perlahan berubah menjadi api dendam yang lebih besar lagi. Senyum dingin dan mengerikan kembali tersungging di bibir Ye Chen. Matanya yang sedingin es menatap kosong ke depan, menembus dinding kedai, menatap ke arah dalam kompleks Sekte Azure Cloud di kejauhan.

"Dianggap sampah... dilupakan... dicoret dari sejarah..." gumam Ye Chen pelan, suaranya begitu rendah hingga hanya dia sendiri yang bisa mendengarnya. "Tunggu saja sebentar lagi. Saat aku masuk ke sana, saat aku membuka kedokku, saat aku berdiri tegak di depan mereka dengan kekuatan yang jauh melampaui imajinasi mereka... aku akan membuat nama Ye Chen terukir kembali di sejarah ini dengan darah mereka semua. Aku akan membuat mereka semua berlutut dan mengakui kesalahan mereka telah melupakan orang yang seharusnya menjadi tuan di tempat ini."

"Benar! Biarkan penyesalan menjadi makanan seumur hidup mereka," Yue-Jian menimpali dengan nada yang sama dinginnya. "Sekarang, kau sudah mendapatkan informasi yang cukup. Kau tahu posisi musuh, kau tahu kekuatan mereka, kau tahu betapa sombong dan lengahnya mereka. Mo Feng terlalu sibuk menimbun kekayaan dan kekuasaan, Bai Long terlalu sibuk menikmati kemuliaan. Mereka tidak akan pernah menyangka bahwa 'sampah' yang mereka buang itu ternyata kembali membawa badai kematian."

Ye Chen mengangguk perlahan. Ia meminum sisa teh dingin di cangkirnya hingga tetes terakhir, lalu bangkit berdiri dengan tenang. Ia meletakkan uang pembayaran di atas meja, lalu berjalan keluar dari kedai itu dengan langkah santai, seolah tidak ada apa-apa yang terjadi di dalam hatinya.

Namun, di balik wajah tenang itu, rencana besar mulai terbentuk.

Tujuannya selanjutnya adalah kawasan luar kompleks utama Sekte Azure Cloud, tempat para tamu kehormatan, pendekar asing, dan murid-murid yang berkunjung biasa tinggal. Ia harus mencari tempat tinggal sementara, mengumpulkan informasi lebih dalam lagi, mencari tahu persis lokasi Danau Roh Bumi yang menjadi kunci terobosannya, dan mencari tahu jadwal acara besar atau kesempatan apa saja yang bisa membawanya masuk lebih dalam ke wilayah inti sekte.

"Nikmati kemegahanmu sebentar lagi, Tetua Mo Feng. Nikmati kemenangan palsumu, Bai Long," bisik Ye Chen pelan saat ia berjalan menyusuri jalan yang semakin mendekat ke arah gerbang dalam sekte. "Permainan baru saja dimulai. Dan kali ini... aku yang memegang kendali."

Di kejauhan, menara putih raksasa pusat Sekte Azure Cloud berdiri tegak dan angkuh di bawah sinar matahari, bersinar indah namun menyimpan bahaya maut. Di bawah bayang-bayang menara itulah, takdir Ye Chen dan takdir seluruh Sekte Azure Cloud akan segera bertemu dan berubah selamanya.

1
albarra
ok,, coba kita teruskan..
Aman Wijaya
mantab ye Chen semangat terus
Aman Wijaya
ayo ye Chen babat semuanya musuh musuh mu.bikin kabut darah semua
Aman Wijaya
top top markotop lanjut terus Thor
Opayos
😄😄😄😄😄💪💪💪💪
Opayos
💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍
Opayos
💪💪💪💪💪💪💪😄😄😄😄
Opayos
😄😄😄😄👍👍👍👍
Opayos
👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪
Opayos
😍😍😍😍😄😄😄💪💪💪💪
Opayos
😄😄😄😄😄💪💪💪💪👍👍
Opayos
👍👍👍💪💪💪💪💪💪
Opayos
😍😍😍😍💪💪💪👍👍
Opayos
😄😄😄💪💪💪
Opayos
🤣🤣🤣💪💪
T28J
Kaaaak... kepanjangan paragrafnya, kaget saya 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!