karena ambisi untuk menjadi kaya, seseorang rela menukar bayinya dengan bayi dari pria masa lalunya....
yuk ikuti kisah nasib bayi yang di tukar...
akankah berakhir bahagia atau semakin menderita....
Assalamualaikum....
masih biasa, bertemu lagi dengan Author receh... yang masih asal njeplak kalau bikin cerita... tanpa memikirkan plot dan twist...asal ngalir saja di pikiran...
yang masih setia dengan cerita-cerita author,mohon dukungannya... yang tidak suka , bisa di skip tanpa meninggalkan bintang satu....
dukungan kalian, adalah motivasi author...
terimakasih...
salam sehat selalu...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
Mulut Rasya yang biasanya tertutup rapat atau tertutup masker, kini benar-benar terbuka lebar. Ia tertegun, menatap Kevin seolah asistennya itu baru saja mengatakan bahwa kuman telah punah dari muka bumi.
"Agen rahasia? Maudi? Gadis yang menceramahiku tentang menjilat jari itu adalah seorang Master dan Agen tingkat tinggi?" Rasya bergumam, suaranya naik satu oktav. "Kevin, kau tidak sedang berhalusinasi karena terlalu banyak menghirup uap desinfektan, kan?"
"Saya bersumpah demi Anda, Tuan. Data ini valid," jawab Kevin mantap.
Rasya mendadak merasa sangat bodoh. Selama ini ia menganggap Maudi sebagai gadis desa yang sangat cantik tetapi terkontaminasi kotoran. namun ternyata Maudi adalah sosok yang jauh lebih berbahaya daripada virus paling mematikan sekalipun.
"Pantas saja dia begitu tenang menghadapi ancaman Seina. Pantas saja gerakannya begitu efisien saat menepis tangan orang, pantas saja dia berani kepadaku yang di takuti Semua orang ," Rasya mulai mondar-mandir di kamar VVIP-nya. "Dan Hans... pria berandalan penuh debu itu berani mengejar seorang jenius seperti Maudi?"
"aku tidak akan membiarkan bakteriku tertangkap".
Rasya segera meraih jasnya. "Kevin, ubah rencana. Kita tidak hanya mengirim tentara bayaran. Aku ingin peralatan teknologi terbaru kita dibawa. Aktifkan Drone Bio-Sensor. Jika Hans atau anak buahnya mendekati radius 100 meter dari Maudi, aku ingin mereka dilumpuhkan dengan gas tidur antiseptik."
"Tapi Tuan, bukankah Anda masih lemas?"
"Lemas itu urusan nanti! Nyawa Maudi... maksudku, aset berharga itu dalam bahaya. Dan satu lagi, Kevin," Rasya berhenti di depan pintu, matanya berkilat. "Siapkan pakaian tempurku yang paling nyaman , Aku akan ke kampus sekarang."
"Siap Tuan, saya akan segera menyiapkan" .
Kevin segera menghubungi bawahannya agar menyiapkan apa yang di butuhkan bosnya termasuk helikopter agar memudahkan mereka lebih cepat sampai ke kampus Pelita Bangsa.
___
Sementara itu, di kampus, suasana terasa sangat berat bagi Maudi. Ia memisahkan diri dari Saka dan Eliza di depan perpustakaan pusat, memerintahkan para pengawal Daneswara untuk menjaga kedua saudaranya itu di dalam aula yang ramai.
Maudi sendiri melangkah masuk ke dalam gedung perpustakaan tua yang sepi. Ia tahu, motor sport hitam yang membuntutinya tadi sudah berhenti di parkiran belakang.
"Keluarlah, Cito," ucap Maudi datar, suaranya bergema di antara rak-rak buku besar. "Bau rokok murahanmu merusak sirkulasi udara di sini."
Dari balik rak buku sejarah, muncul seorang pria dengan jaket kulit hitam. Cito tersenyum licik. "Masih tajam seperti biasa, Agen Shadow Mrs M. Hans menunggumu di dermaga. Dia bilang, dia merindukanmu... dan peluru yang kau hadiahkan di bahunya tahun lalu."
"Katakan pada tuanmu, jika dia ingin mati, jangan di Jakarta. Biaya pemakaman di sini mahal," sahut Maudi dingin, tangannya diam-diam merogoh alat untuk meminta bantuan rekannya agar segera datang.
Tiba-tiba, lampu perpustakaan berkedip dan padam. Kegelapan total menyelimuti ruangan. Melalui night vision yang terpasang di jam tangannya, Maudi melihat bukan hanya Cito yang ada di sana. Ada lima orang pria bertubuh besar dengan tato ular di leher mereka, mengepung dari segala arah.
"Seina memberikan akses kunci pintu darurat padaku," suara Hans terdengar melalui speaker gedung. "Kau terjebak, Mid. Kali ini, tidak ada Sektor 7 yang bisa membantumu. Serahkan dirimu, atau aku akan meledakkan mobil SUV yang membawa kakak dan adik kesayanganmu di luar sana!"
Jantung Maudi mencelos. Saka! Eliza!
tanpa Maudi ketahui, Saat ini Eliza sedang berada di toilet yang cukup sepi, seseorang sudah mengintai dari tadi.
"Hans....kau pengecut" ucap Maudi datar.
"Hahaha.... yang terpenting aku menang Mid" balas Hans tertawa dengan suara m yang menggelegar dan sangat menakutkan bagi yang tidak tahu .
Tepat saat anak buah Hans hendak menerjang Maudi, suara bising helikopter terdengar sangat rendah di atas atap perpustakaan. Kaca jendela bagian atas pecah berantakan saat beberapa selongsong granat asap dilemparkan ke dalam.
Namun, asap ini berbeda. Aromanya sangat segar... seperti aroma lemon dan pohon pinus.
"Apa-apaan ini? Asap apa ini?!" teriak salah satu anak buah Hans sambil terbatuk-batuk.
"Itu adalah gas Aerosol, Decontamination tingkat tinggi, kalian makhluk kotor!" sebuah suara bariton terdengar melalui pengeras suara .
Dari langit-langit, turunlah sosok menggunakan setelan Tactical-Suits berwarna putih perak yang sangat mengkilap, lengkap dengan helm full-face yang tampak seperti astronot masa depan.
Itu Rasya. Ia mendarat dengan tidak estetik karena ia sedikit takut menyentuh lantai perpustakaan yang berdebu, namun senjatanya, sebuah pistol gas bertekanan tinggi, terarah tepat ke dahi Cito.
"Tuan Rasya?!" Maudi terbelalak di balik cadarnya.
"Jangan bicara dulu, Maudi! Kau tahu betapa banyak partikel debu yang terbang karena ledakan kaca ini, rapat kan cadarmu , atau debu itu bisa masuk ke pori-pori kain itu, kau bisa sakit nanti?" Rasya berseru dari balik helmnya yang kedap udara. "Kevin! Semprotkan antiseptik ke arah mereka! Sekarang!"
Kevin terjun dengan tali panjang safety sambil membawa tabung pemadam api yang berisi cairan pelumpuh sekaligus pembersih kuman. Dalam sekejap, perpustakaan yang mencekam itu berubah menjadi sesi pembersihan masal yang kacau balau.
Hans yang memantau dari layar di tempat persembunyiannya menggeram murka. "Siapa pria gila berbaju astronot itu?!"
Maudi melotot melihat perpustakaan itu berubah menjadi seperti kebakaran karena banyaknya asap putih.
Sedangkan pintu perpustakaan sengaja di kunci agar tidak ada seorangpun yang bisa masuk.
____
Di toilet, Eliza sedang merapikan pakaiannya agar terlihat tetap cantik,meski suasana hatinya sedang tidak enak.tiba-tiba seorang petugas kebersihan masuk sambil membawa ember beserta kain pel.
Eliza melihat orang itu lewat pantulan cermin, sepertinya ia tidak asing dengan postur tubuh orang tersebut... suasana toilet yang sangat sepi membuat seseorang dengan mudahnya melakukan rencana.
Eliza terkejut saat orang tersebut tiba-tiba menutup pintu toilet.
"Eh mba, kenapa di kunci....saya mau keluar ya!" ucap Eliza dengan ketus.
Orang itu membuka maskernya sebentar membuat Eliza membelalakkan matanya karena terkejut bukan main....
"Mama....mama, kenapa mama bisa ada di sini ?" tanya Eliza dengan wajah pucat pasi
"kenapa.....?, kenapa....,bukankah seharusnya kamu senang melihat Mama kandungmu ini bisa keluar dari penjara?" Seina berjalan mendekat , Eliza mundur sampai membentur wastafel.
"Ma....mama itu kan orang jahat, seharusnya mama mempertanggung jawab kan kejahatan Mama di kantor polisi, bukan malah berkeliaran seperti ini... kalau kakek tahu mama kabur, nanti hukuman Mama akan semakin berat" pinta Eliza dengan memelas.
Seina menarik keras rambut Eliza " kau terlalu bodoh Eliza, Mama menyesal karena telah membesarkan mu, seharusnya kamu ada di pihak Mama, karena Mama melakukan semua ini untuk kebahagiaanmu.
Eliza mendesis kesakitan,ia mencoba memegang tangan Mamanya yang menarik kuat rambutnya, ini untuk pertama kalinya dalam hidup Eliza, Mamanya melakukan hal kasar pada dirinya.
"ma...sakit mah ..hiks....,apa salah Eliza, mama yang salah karena menukar El"teriak Eliza yang sudah banjir air mata.
Eliza bakalan jadi musuh lagi buat Maudi, bakalan mengira kalau Maudi merebut Rasya darinya 🤣🤣🤣🤣 padahal Rasya menyelamatkan Eliza karena Maudi 😂 ahh elahhj Elizaaaa jangan jadi kacang lupa kulit kau, atau kami piteeeessss palamu yaaa 😏
Kata Rasya si Maudi orang asing ehh kata Hans, maudi datang bersama suaminya 🤣🤣🤣🤣🤣 ucapnmu bagian dari doa yg ku aamiin kann hans 🤣🤣
Tahan napas pas Maudi lompat dari pintu Helikopter untuk misi penyelamatan Eliza, smg setelah ini Eliza tidak akan melupakan jasa Maudi yg bertaruh nyawa untuk menyelamatkan dirinya dari racun Ibu kandungnya sendiri 🙄
Seina Seina.... bisa²nyaa seorang ibu tapi tak memiliki jiwa keibuan sama sekali bahkan dengan anak yg dilahirkan dari rahimnya sendiri, benar² wanita gila yg haus dan serakah akan harta.