NovelToon NovelToon
NAMA LAIN DIBIBIRNYA

NAMA LAIN DIBIBIRNYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom / Mengubah Takdir
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mamany Ali

Raya tidak menyangka kalau Suami yang sudah sepuluh tahun menikah dengannya , jatuh cinta lagi dengan wanita lain. Andini adalah nama wanita itu. Saat Bagas suami Raya mengaku mencintai Andini. Dunia Raya terasa runtuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mamany Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terbuka

"Anak anak mau diambil,Bu!" lirih Raya

Suaranya pecah diujung kalimat itu. Seperti kaca yang retak pelan pelan.

Ibu tidak menjawab langsung. Dia cuman menarik Raya lebih dekat. Peluk. Kepalanya sampai dagu. Raya menyandar di bahu Ibunya. Tangannya mengusap punggung Raya pelan pelan.

" Kalau mereka berani mengambil anak anak kamu. Kita tidak akan tinggal diam, kita lawan,Nak." Ucap Ibu. Suaranya tidak besar.Tapi berat.

Raya tertawa kecil. Pahit." Aku tidak takut kalah, Bu. Aku hanya takut anak anak terluka ,bu. Mental mereka terganggu. Aku takut hal itu terjadi. Aku juga takut di cap sebagai mama yang jahat."

Ibu mengangkat dagu Raya. Jempolnya mengusap airmata yang kini sudah jatuh ke pipi." Galang sudah berusia sembilan tahun,Raya. Dia sudah tahu siapa yang selama ini selalu ada disampingnya dan selalu ada saat dia butuh dipeluk. Galang akan selalu membutuhkan mamanya, begitu juga dengan Gilang. Tidak ada yang bisa memisahkan kamu dengan anak anakmu. Yakinlah."

" Tapi Bagas punya kuasa, Bu. Dia punya pekerjaan yang layak, untuk memastikan masa depan anak anak. Sementara aku. Aku sama sekali tidak punya penghasilan, Bu. Aku masih disini. Menumpang hidup dengan Ibu. Aku dan anak anak hanya beban, untuk Ibu dan Mas Raka." Lirih Raya.

" Tidak sayang, Ibu sama sekali tidak pernah menganggap kamu dan anak anakmu sebagai beban, Kamu disini sudah membuat Ibu bahagia, jangan pernah berpikiran seperti itu lagi. "

" Ibu.." Raya membenamkan wajahnya dalam pelukan Ibunya.

Nisa masuk kekamar pelan pelan, membawa dua gelas teh hangat. Dia tahu Raya belum ada makan apa apa dari tadi.

Dia tidak tanya apa apa saat melihat Raya yang masih berada dalam pelukan Ibu . Pelukan dilepas. Ibu segera bangkit dan membiarkan Nisa bicara dengan Raya. Mungkin Nisa juga bisa menenangkan Raya yang gundah.

Ibu keluar dari kamar, untuk melihat Galang dan Gilang.

" Minumlah!" Nisa duduk disamping Raya, menyodorkan satu gelas.

Raya tidak langsung ambil. Dia hanya melirik, lalu tersenyum tipis, yang dipaksakan. " Apak mbak dengar semuanya?" Tanya Raya.

Nisa mengangguk, karena dia memang daritadi mendengar dibalik pintu." Iya"

" Apa anak anak juga dengar?"Raya tidak ingin anak anaknya tahu kalau dia sedang menangis.

" Tidak, Anak anakmu main diluar" Nisa meminum tehnya.

Raya merasa lega, karena anak anaknya tidak tahu.

" Tadi, Mas Raka sudah menelpon Mbak. Dia cerita semuanya." Nisa menaruh kembali gelas ke atas meja.

Raya hanya membuang muka.

" Mbak tahu, kamu sangat takut sekarang, Ibu mana yang tidak akan takut saat mendengar anak anaknya mau diambil? Tapi dengarkan Mbak, kamu tidak bisa hanya menangis meratapi semuanya sekarang, kamu harus bangkit, jangan terpuruk hanya kata kata mertuamu, yang kamu tahu sendiri dia bagaimana?" Nisa memegang bahu Raya.

Raya menggigit bibirnya." Tapi bagaimana kalau pengadilan mengabulkan hak asuh anak anak jatuh ketangan Bagas, Mbak? Bagaimana kalau pengadilan bilang, kamu tidak layak mengasuh anak anak karena kamu tidak punya penghasilan?"

" Kamu bisa bekerja, Raya. kamu sarjana. Gunakan keahlian kamu. kamu lawan Bagas dan mamanya."

Raya diam. Bekerja? Sudah lama sekali dia tidak bekerja, semenjak dia menikah dengan Bagas. Apa dia masih bisa diterima?

" Kalau aku bekerja, bagaimana dengan anak anak, Mbak? mereka belum pernah aku tinggal."

" Anak anak kamu sudah besar, Raya. Mbak dan Ibu ada disini, kami akan menjaga mereka, hanya ini cara satu satunya, supaya kamu tidak kalah dalam sidang perebutan hak asuh anak anakmu."

Mata Raya berkaca kaca mendengar ucapan Nisa. Memang benar, kalau misalnya Bagas ingin mengambil hak asuh anak anaknya. Dengan alasan Raya tidak bekerja. Maka dia harus mendapatkan pekerjaan guna mendapatkan hak asuh anak anaknya.

Raya menggangguk pelan. Dia menyeruput tehnya. Hangat nya turun ke dada, sedikit meredakan sesak yang sedari tadi tidak hilang hilang.

Galang dan Gilang sedang bermain bola plastik di depan rumah. Mereka bermain dengan serius. Gilang lari lari kecil sambil teriak. " Gol. gol. Aku hebat."

Pintu rumah terbuka. Ibu datang membawa nampan yang berisi pisang goreng dan es teh manis.

" Udah istirahat dulu, kalian pasti hapuskan?"

Gilang langsung melempar bolanya dan lari menghampiri neneknya yang sudah duduk diteras.

Galang tidak langsung menyamperin neneknya. Dia mengambil bola yang barusan dilempar Gilang.Asal. Setelah mengambil bola. Dia berjalan pelan menghampiri neneknya. Wajahnya serius tidak seperti Gilang yang kini sudah mengunyah pisang goreng dengan sendok yang dibawa neneknya.

Ibu Raya melihat wajah Galang yang sedikit berbeda. Galang sudah duduk disampingnya.

" Mau minum, Bang?" Ibu Raya menawarkan es teh kepada Galang.

Galang mengeleng, sepertinya dia tidak haus. karena Galang cuman mengeleng.

Galang melihat kearah pintu kamar Raya yang tertutup." Nek, apa mama masih didalam kamar?"

Neneknya mengangguk, karena Raya memang masih didalam kamar.

" Apa mama masih sedih?" Tanyanya lagi.

" Apa Galang tahu kalau mama sedang sedih?" Neneknya balik tanya.

Galang mengangguk, karena dia memang tahu kalau mamanya sedang sedih.

" Tadi pas mama pulang, Mama terlihat sedih, biasanya mama akan menyapa Galang, tapi Mama tidak seperti itu. Apa mama dibuat sedih lagi sama papa?".

Ibu Sri adalah nama neneknya. Bu Sri tersenyum pelan." Iya. Mama sedih. Tapi mama kuat. karena ada kamu sama Gilang."

Galang menggigit bibir bawahnya." Kalau Galang sama Gilang baik baik saja. Mama jadi nggak sedih lagi kan, Nek?"

Pertanyaan itu membuat dada bu Sri sesak." Iya, Sayang. Mama kalian sangat senang melihat kalian tertawa seperti tadi." Bu Sri melihat kearah Gilang yang sangat lahap memakan pisang goreng nya.

Galang juga ikut melihat kearah Gilang. " Nek, kalau nanti Galang sudah besar. Galang akan menjaga mama dan nenek, juga bude Nisa."

Bu Sri tersenyum sambil pegang pipi Galang." Kamu sudah besar sekarang sayang, kamu sudah bisa jaga adek. Saat mama sedang sedih. kamu anak.hebat."

Galang angguk pelan, seperti beban di wajahnya hilang sedikit. Dia mengambil sendok dan ikut memakan pisang goreng, tidak lupa Galang meminum es teh nya, Dia sangat haus sekarang.

Bu Sri tidak tahu, kalau Galang ternyata mengamati semuanya, anak sembilan tahun itu harus, memikirkan hal hal yang seharusnya belum menjadi pikirannya.

" Ayo, makan yang banyak." Bu Sri menyodorkan kembali pisang goreng ke sendok Galang. Mereka makan pakai sendok karena belum cuci tangan.

Raya sudah keluar dari kamar bersama dengan Nisa, Dia melihat anak anaknya yang tertawa kecil di teras rumah sambil makan pisang goreng.

" Mereka bahagia, kamu juga harus bahagia. Demi mereka!" Nisa menunjuk anak anak Raya.

1
Rini Anggraini
maaf point q habis thor😭😭 g bissa kasih hadiah...🙏🥲
Mamany Ali: iya kk, terimakasih sudah membaca ya kk😍
total 1 replies
Rini Anggraini
jadi g seru thor,soalnya g ada gregetnya dari bagas,g ada usaha sama sekali buat yakinin istrinya buat balikan,cuma pasarah doank,kaya novel² lainnya 🙏🙏
Mamany Ali: iya ya kk🤭
total 1 replies
Rini Anggraini
gimana jadinya thor,kaya sinetron rumah tangga sebelah...🤣🤣
ditunggu upnya ya semoga bagas masih punya kesempatan balik sama keluarganya lagi...💪🙏
Mamany Ali: iya kk🤣🤣🤣
total 1 replies
Masitoh Masitoh
bagi pelempang dua kali ke pipinya biar tau rasa andini
Ma Em
Semoga Raya memergoki Bagas dgn Andini dirumah nya saat Bagas bermesraan dgn Andini agar Raya tdk jadi kembali pada Bagas , lbh baik Raya berpisah saja dgn Bagas .
Ma Em
Raya emang lbh baik berpisah dari Bagas apa yg hrs dipertahankan oleh Raya Bagas sebagai suami selingkuh sedangkan mertua bkn nya bela menantu malah bela selingkuhan anaknya dan selalu menghina Raya , Raya bagaimana mau bahagia hdp nya tdk ada yg akan tahan kalau nasib nya seperti Raya .
Mamany Ali
semoga terhibur, ditunggu kritik dan sarannya🥰
Mamany Ali: ini udah di up kk, belum bisa sama noveltoon masih di review 🤭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!