NovelToon NovelToon
MAHAR 1 MILIAR: AKU JUAL DIRI, TAPI AKU TIDAK JUAL HARGADIRI

MAHAR 1 MILIAR: AKU JUAL DIRI, TAPI AKU TIDAK JUAL HARGADIRI

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Romantis / Aksi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: wiwi

Saat keluarganya menjualnya demi uang, Lin Qingyan diselamatkan oleh pria misterius bernama Gu Beichen dan dipaksa menikah dengannya.
Ia mengira itu hanya pernikahan palsu.
Sampai ia tahu suaminya adalah pria paling berbahaya di dunia.
Ketika putri mereka lahir membawa darah kuno yang diincar seluruh dunia, perang besar pun dimulai.
Dan siapa pun yang berani menyentuh keluarganya... akan lenyap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jika Kau Mati, Aku Akan Sangat Marah

📖 BAB 33: Jika Kau Mati, Aku Akan Sangat Marah

Udara malam menerjang wajah mereka saat Qingyan dan Liora keluar dari mulut terowongan tua di tepi sungai.

Mereka terjatuh ke jalan batu yang licin, batuk-batuk, pakaian basah, tubuh penuh debu dan air dingin.

Di belakang mereka, ledakan mengguncang bawah tanah. Tutup besi terangkat beberapa senti lalu jatuh lagi. Asap putih keluar dari celah-celah jalan.

Liora berguling sambil terengah.

“Aku... benci... keluarga kaya.”

Qingyan langsung bangkit.

Ia berlari kembali ke mulut terowongan.

“Beichen!”

Tak ada jawaban.

Hanya suara air deras dan logam patah dari dalam.

Ia mencoba mengangkat penutup besi dengan tangan kosong.

Tak bergerak.

Lagi.

Tak bergerak.

“Beichen!”

Liora menarik napas susah payah.

“Dia tidak mungkin menjawab kalau tertimbun.”

“Diam!”

Qingyan menghantam penutup itu lagi.

Tangannya mulai berdarah.

Ia tak peduli.

---

Han datang bersama Mira dan Xue dari ujung jalan, napas ngos-ngosan.

“Saya ikut lari tiga blok. Ini bentuk pengkhianatan terhadap tubuh saya.”

Ia melihat Qingyan yang panik.

“Oh.”

Mira langsung menilai situasi.

“Jalur runtuh?”

“Ya,” kata Liora.

Xue memandang lubang besi.

“Dia di dalam?”

Qingyan tak menoleh.

“Buka ini.”

Han berjongkok, memeriksa baut.

“Bisa, kalau ada alat, waktu, dan mukjizat.”

“Pilih dua.”

Mira mengeluarkan crowbar dari mobil.

“Aku bawa alat.”

Han tersenyum terharu.

“Aku suka wanita siap kekerasan.”

“Fokus.”

---

Mereka bekerja bersama membuka penutup besi.

Qingyan ikut menarik meski tangannya berdarah.

Xue menatapnya.

“Kau peduli sekali.”

“Aku cuma tak suka orang mati karena kebodohanku.”

“Bohong.”

“Diam.”

Xue tersenyum.

“Aku suka.”

Setelah beberapa menit yang terasa seperti jam, penutup bergeser.

Uap hangat dan debu keluar.

Lorong gelap di bawah masih setengah tergenang.

“Beichen!” teriak Qingyan lagi.

Suara batuk terdengar dari dalam.

Semua orang menegang.

Lalu suara datar yang sangat dikenal naik dari bawah:

“Kalau kalian selesai berteriak... turunkan tali.”

Qingyan hampir roboh karena lega.

Han menepuk dada.

“Saya mau nangis.”

---

Beberapa menit kemudian, Gu Beichen naik dari lorong dengan pakaian basah, lengan kiri berdarah, wajah kotor, dan ekspresi sangat tidak terkesan.

Ia memandang semua orang.

“Kenapa wajah kalian aneh?”

Han menunjuk Qingyan.

“Karena seseorang hampir membongkar jalan kota.”

Beichen menoleh.

Qingyan berdiri diam beberapa langkah darinya.

Matanya merah.

Rahang tegang.

Beichen baru sempat membuka mulut saat Qingyan berjalan cepat dan memukul dadanya keras.

“Kau idiot!”

Pukulan kedua.

“Kau sombong!”

Pukulan ketiga lebih lemah.

“Dan kalau kau mati—”

Suara Qingyan pecah.

Ia berhenti.

Semua orang diam.

Lalu dengan sangat pelan, hampir marah pada dirinya sendiri, ia berkata:

“Aku akan sangat marah.”

Beichen menatapnya lama.

Lalu menariknya ke pelukan.

---

Han menutup mata.

“Ini momen pribadi.”

Xue mengangkat ponsel.

“Aku rekam?”

Mira menurunkan ponsel Xue.

“Tidak.”

Qingyan membeku sepersekian detik di dada Beichen.

Tubuh pria itu dingin karena air, namun lengannya hangat dan kuat.

Ia sadar semua orang melihat.

Ia mendorongnya mundur.

“Lepas.”

“Tidak.”

“Beichen.”

“Kau tadi memukulku di depan umum.”

“Pantas.”

“Aku sedang kompensasi.”

Han mengangkat tangan.

“Sebagai rakyat biasa, saya bingung tapi mendukung.”

Qingyan mundur setengah langkah, wajahnya memerah.

“Lenganmu berdarah.”

“Sedikit.”

“Jangan meniru jawabanku.”

“Efisien.”

Ia ingin memukul lagi.

---

🚘 Rumah Aman Kedua – Subuh

Mereka pindah ke lokasi baru di distrik tua.

Rumah batu tiga lantai milik perusahaan cangkang Gu Group. Interior modern, jendela tebal, aman, hangat.

Mira membersihkan luka Beichen di meja makan.

Pria itu duduk diam seperti patung menyebalkan.

“Peluru gores,” kata Mira. “Beruntung.”

“Aku selalu.”

Qingyan berdiri di dekat dapur sambil memegang cangkir teh yang tak diminum.

Liora duduk di counter makan sereal seolah tak ada baku tembak tadi.

“Kau benar-benar marah tadi,” katanya pada Qingyan.

“Diam dan makan.”

“Kakak protektif.”

Qingyan menoleh tajam.

“Kau baru memanggilku apa?”

Liora mengangkat bahu.

“Tak sengaja.”

Xue bertepuk tangan pelan.

“Ini konten yang saya tunggu.”

---

Han menyalakan proyektor.

“Baik, keluarga disfungsional, kita punya masalah baru.”

Layar menampilkan data yang berhasil ia ambil dari server teater.

Logo tua muncul.

HELIOS FOUNDATION

Liora langsung berhenti makan.

“Dari mana kau dapat itu?”

“Karena aku luar biasa.”

“Tidak lucu. Hapus.”

Han berkedip.

“Wah. Jadi ini penting.”

Beichen menatap layar.

“Aku pernah dengar nama itu.”

Qingyan menoleh.

“Di mana?”

“Ayahku.”

Ruangan hening.

---

“Helios Foundation,” kata Beichen pelan, “adalah organisasi riset swasta yang resmi bubar dua puluh tahun lalu.”

“Tidak bubar,” potong Liora. “Berubah bentuk.”

Semua menatapnya.

Ia terlihat ragu.

Lalu menghela napas.

“Vivienne bukan bos sebenarnya.”

“Lalu siapa?” tanya Qingyan.

Liora menatap Beichen beberapa detik.

“Seseorang dari keluarga Gu.”

Sunyi jatuh seperti batu.

Han menelan ludah.

“Oh wow. Saya tidak dibayar cukup.”

Qingyan menoleh perlahan ke Beichen.

Tatapannya tajam.

“Keluargamu lagi?”

Beichen tetap tenang.

“Siapa.”

Liora menjawab pelan.

“Gu Zhengyuan.”

Ayah Beichen.

---

Xue bersiul.

“Pria tua itu produktif sekali dalam membuat masalah.”

Mira menatap Beichen.

Ia tak bereaksi, namun tangan di meja mengepal.

Qingyan merasakan sesuatu di dadanya.

Bukan hanya marah.

Juga takut.

Karena pria yang ia mulai percaya mungkin terikat lebih dalam dari yang ia tahu.

“Buktinya?” tanya Beichen.

Liora membuka kotak biola.

Di balik lapisan busa, ia mengeluarkan flash drive kecil.

“Aku pura-pura tertangkap untuk mengambil ini.”

Han hampir berdiri.

“Menikahlah denganku.”

“Menjijikkan.”

Ia menyerahkan drive ke Qingyan.

“Data transaksi, eksperimen, daftar anggota. Semua mengarah ke Helios.”

“Kenapa berikan ke kami?” tanya Qingyan.

Liora menatapnya.

“Karena aku lelah lari.”

Ia berhenti sejenak.

“Dan karena... kalau kau memang kakakku, mungkin untuk sekali ini aku ingin percaya keluarga.”

Ruangan mendadak sunyi.

Qingyan tak tahu harus menjawab apa.

Jadi ia melakukan satu hal paling jujur yang bisa ia lakukan.

Ia berjalan mendekat.

Lalu memeluk Liora singkat.

Kaku.

Canggung.

Tapi nyata.

Liora membeku total.

“Ini mengerikan,” gumamnya.

“Biasakan.”

“Tidak.”

Namun ia tak melepaskan duluan.

---

Ponsel Beichen bergetar.

Ia melihat layar, wajahnya berubah dingin.

“Siapa?” tanya Qingyan.

“Ayahku.”

Tak ada yang bicara.

Ia menerima panggilan dan menyalakan speaker.

Suara berat Gu Zhengyuan terdengar tenang.

“Bawa Qingyan dan gadis itu pulang.”

Beichen bersandar.

“Tidak.”

“Kau belum lihat isi flash drive?”

“Belum.”

“Kalau kau lihat, kau akan tahu satu hal.”

Suara pria tua itu turun lebih rendah.

“Kedua gadis itu akan mati jika tetap di sisimu.”

Panggilan terputus.

Han menatap layar.

“Saya vote kita panik.”

Qingyan menatap Beichen.

“Apa yang dia maksud?”

Beichen tak menjawab.

Karena di laptop Han, file pertama dari flash drive baru saja terbuka sendiri.

Judulnya:

PROJECT DUAL HEIRS – TERMINATION PROTOCOL

__BERSAMBUNG

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!