Di saat Alice selalu merasakan kekecewaan dari keluarga dan hubungan asmaranya, Carlos datang dalam hidup Alice untuk mengantikan rasa kecewanya menjadi kebahagiaan.. Namun di saat Alice sudah percaya dan memberanikan dirinya untuk berharap bisa bahagia di tengah kecewanya terhadap keluarganya, Carlos menghilang.. Carlos pergi tanpa meninggalkan jejak, seketika membuat Alice mempercayai jika di dunia ini tidak ada yang bisa membuatnya bahagia
Bab 33
Alice melepaskan tangan Carlos yang ada di kedua lengannya.
“Aku sudah lelah dengan semua ini. Seenaknya saja kamu mau datang ya datang, nanti kamu mau pergi ya pergi begitu saja. Kamu yang menyakinkan aku kalau kita tidak akan seperti orang tua ku, tapi kamu juga yang menghancurkan harapan itu.” Ucap Alice.
“Maafkan aku, maaf jika apa yang aku lakukan membuat kamu kecewa.” Ucap Carlos
“Jika memang kamu trauma beritahu aku, jangan seenaknya saja kamu pergi setelah memberikan ku harapan untuk memulai hubungan yang lebih serius.” Ucap Alice sambil menahan emosinya
Alice tidak ingin emosinya meledak saat ia berhadapan dengan Carlos.
“Jika memang kamu ingin menjauh dariku, pergilah sendiri jangan libatkan anak - anak. Mereka sudah beranjak dewasa, pasti sedikit banyaknya mereka mengerti apa yang terjadi pada kita. Tolong jangan membuat mereka mengerti hal - hal yang seharusnya belum waktunya mereka untuk mengerti.”Ucap Alice lagi.
“Maaf.. setelah kedekatan kita membuat aku takut jika aku terlalu mencintaimu, kamu akan dalam bahaya..” ucap Carlos sambil menundukkan kepalanya.
“Takut aku seperti mama kembar? Jujur saja aku perempuan yang sangat ingin mempunyai anak setelah menikah.” Ucap Alice
“Apa yang terjadi pada mama kembar bukan karena kamu mencintainnya tapi memang tugasnya mama kembar di dunia sudah selesai, bukan karena cinta kamu.”Ucap Alice lagi
Carlos hanya mampu diam, karena apa yang di katakan Alice benar.. “maaf.. pada saat itu aku hanya kamu mendapatkan laki - laki yang lebih baik dariku walaupun hati ini tidak terima dengan kemungkinan itu.” Ucap Carlos sambil tetap menundukkan kepalanya
“Kamu ini selalu berpikiran apa yang belum tentu akan terjadi. Selesaikan luka atau trauma masa lalu kamu dulu, habis itu baru berusaha untuk menyakinkan aku kembali.. tapi jika kamu bertemu dengan jodoh kamu harus beritahu aku soal jodoh kamu nantinya.” Ucap Alice
Carlos menganggukkan kepalanya, ‘aku harus benar - benar bisa melepaskan trauma dan ketakutan ku ini, agar bisa kembali mengejar cinta Alice.’ Ucap Carlos dalam hatinya.
“Apa yang ada di pikiran kamu itu belum tentu benar, apa yang kamu pikir itu yang terbaik untuk aku belum tentu benaran itu yang terbaik untuk aku.. begitu juga dengan anak - anak.” Ucap Alice
DEG
Carlos kembali terdiam mendengar apa yang di katakan Alice, ia merasa tertampar dengan ucapan Alice.. karena selama ini ia hanya memikirkan untuk kebaikan anaknya terkadang ia tidak pernah mendengar atau bertanya apa keinginan anak - anaknya.
Jika mereka ingin sesuatu pasti mamanya yang akan buka suara dengannya. Carlos tidak pernah berinisiatif untuk bertanya walaupun mereka sering mengobrol tapi tidak pernah bertanya keinginan anak - anaknya. Karena menurutnya apa yang ia pikirkan untuk kebaikan anaknya bakal akan benar - benar untuk kebaikan anak - anaknya.
Carlos mengusap wajahnya dengan kasar karena ia baru saja tersadar sesuatu.
“Aku ayah yang buruk, aku selalu mengikuti apa yang ada di pikiran ku yang selalu itulah yang membuatku memikirkan itu yang terbaik tanpa bertanya ke anak - anak. Biasanya mereka langsung mengatakan apa yang mereka inginkan ke mama setelah itu mama baru bilang ke aku.” Ucap Carlos sambil menghela napasnya pelan
“Kamu ayah yang luar biasa, mungkin kamu tidak pernah bertanya ke anak - anak tentang apa keinginan mereka. Tapi anak - anak selalu membanggakan kamu ke aku.” Ucap Alice sambil tersenyum..
Carlos menatap Alice seakan tidak percaya dengan apa yang di katakan Alice.. Alice menganggukan kepalanya menjawab raut wajah Carlos.
“Mereka selalu membanggakan kamu, walaupun kamu sibuk tapi masih ada waktu untuk mereka.. walaupun mereka bosan menunggu kamu meeting, tapi mereka senang karena sehabis kamu meeting kalian akan pergi jalan - jalan.” Ucap Alice
“Terima kasih.. terima kasih karena kamu sudah menyayangi anak - anak ku.. maaf aku sempat menjauhkan mereka dari kamu.” Ucap Carlos
Setelah menimbang beberapa saat, “sebaiknya kamu konsultasi ke psikolog dulu, yang pergi ke psikolog tidak semuanya orang gila.. kamu butuh bantuan dari mereka.” Ucap Alice dengan hati - hati..
Alice takut Carlos akan tersinggung, “baiklah.. besok aku akan mencari tahu tentang psikolog.” Ucap Carlos sambil menghela napasnya dengan pelan.
Alice langsung mencari sebuah kartu nama, ketika ketemu ia langsung menyerahkannya ke Carlos.
“Dokternya teman papa, orangnya baik.. semoga saja ini bisa membantu kamu.” Ucap Alice sambil tersenyum
Carlos menganggukan kepalanya, ia merasa agak sedikit plong karena sudah menceritakan semuanya ke Alice. Carlos setuju dengan Alice, memang mungkin dirinya perlu bantuan dari psikolog untuk membantu traumanya.
...****************...
Maaf ya teman - teman agak sedikit dulu, karena lagi tidak enak badan dan sedang rempong banget di dunia nyata.. maaf juga kalau ada yang tidak suka dengan cerita ku boleh di skip saja ya.
Terima kasih banyak sudah membaca cerita ini.. happy reading ♥️