ketika kehormatan direnggut paksa oleh seseorang yang selalu berlaku kasar terhadapnya.
membuat gadis cantik Mikhayla didera rasa takut dan cemas.
lantas bagaimana ketika perbuatan dari laki-laki tersebut menghasilkan kehidupan baru dalam diri Mikhayla?
apa yang harus dilakukan olehnya?!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sekarwangi91, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33.
Degg.
Keyla pun terdiam bungkam seraya menundukkan kepala.
Keyla tak menanggapi perkataan Marvin yang memberi tahu terkait kedua janin nya yang telah gugur sebelum berkembang.
Sambil melamun diam,
Keyla memikirkan. Apa yang harus Dia lakukan kedepannya?
Apakah dia sudahi saja pernikahan nya dengan Marvin?
Bukankah alasan Marvin mau menikahinya karena dirinya yang tengah mengandung darah dagingnya.
Cinta??
Tidak!
Marvin tidak mencintainya,
Jika marvin bener bener mencintainya.
Dia akan melakukan segala cara untuk menghalau perbuatan Starla yang mengakibatkan dia berada di rumah sakit.
Lagi pun, selama ini sikap dan perilaku Marvin terhadapnya,
Tidak mencerminkan seseorang yang memiliki perasaan cinta.
Justru sebaliknya.
Perilaku Marvin Seperti orang yang memiliki dendam kesumat kepada nya.
Bukankah jika laki-laki mencintai seorang wanita.
Dia akan memanjakan dan berlaku lembut untuk menyenangkan hatinya.
Sedangkan Marvin!!?
Tindakan nya begitu kasar, segala ucapan yang keluar dari mulutnya mengandung Bisa yang mematikan.
Hingga jiwa dan hatinya merasakan luka yang dalam atas segala perkataan nya.
Melihat sang istri yang terdiam membisu tanpa berkata apa-apa. Membuat Marvin merasa bersalah atas apa yg terjadi dengan istri kecilnya.
Kemudian.
Grep.
"Maaf kan aku, sayang.. maaf,
Aku tak bisa menjaga dia untuk terus bersama kita.
Ini salah ku,
Semua salah ku."
Marvin semakin memeluk erat tubuh Keyla yang berada diatas tubuhnya.
Sambil mengucapkan kata-kata maaf atas kejadian yang menimpa nya. Dan juga memberikan kecupan manis di seluruh wajah Keyla dengan lembut.
Drtt Drtt Drtt..
"Sebentar sayang,"ucap Marvin ketika merasakan getaran hebat di saku celananya.
Dengan lembut dan pelan pelan,
Marvin memindahkan tubuh Keyla yang berada diatas tubuhnya.
Lantas membaringkan nya di ranjang perawatan.
"Hallo..
Baik saya akan segera kesana.
Perketat penjagaan untuk mereka.
jangan sampai mereka kabur.
Mengerti kau!! Tut."
Ucapnya tegas pada sambungan telepon kemudian mematikan sepihak.
Marvin menengok ke samping, dimana Keyla tengah berbaring sambil memejamkan matanya.
HHH..
Dengan menghela nafas panjang Marvin pun berkata dengan halus dan lembut.
"Sayang, mas tinggal sebentar enggak apa-apa kan,?"katanya meminta ijin.
"Ada sedikit urusan yang harus segera diselesaikan.
Nanti mas, perintahkan pada beberapa bodyguard untuk menjaga kamu didepan kamar."lanjut Marvin dengan membelai lembut rambut Keyla. Setelahnya melabuhkan kecupan mesra di kening dan kedua mata Keyla yang tertutup rapat.
"Mas pergi. Selamat malam."ucapnya sambil merapikan selimut yang menutupi tubuh sang istri.
Kemudian melangkah keluar dari kamar perawatan Keyla.
Di lain sisi.
BRAK BRAK..
"Buka pintunya!"teriak Starla sambil memukul-mukul dengan tak sabaran gerbang kediaman Kevin Sanjaya.
"Nona Starla."beo sang keamanan yang berjaga.
"Cepat buka pintunya babu sialan."katanya ketus dengan mendengus kasar.
"Baik nona, sebentar."jawab sang sekurity.
Greek Greek..
Sang sekurity pun mendorong pintu gerbang pelan pelan. Guna mempersilahkan sang rekan dari tuan majikan nya masuk ke dalam rumah.
BRAK! BRENG.
"Lelet sekali kerja kau!"geram Starla dengan membanting pintu pager, lalu berjalan dengan tergesa-gesa untuk masuk ke dalam rumah.
Tok tok..
"Kevin buka pintunya."kembali Starla berteriak sambil menggedor-gedor pintu.
Sang sekurity pun hanya geleng-geleng kepala akan sikap Starla yang tidak memiliki sopan santun saat bertamu ke rumah orang.
"Ehh, jongos sialan!
Dimana tuan mu?"panggil Starla dengan kasar seraya bertanya keberadaan Kevin.
"HUFT.
Beliau didalam nona."jawabnya dengan wajah yang terlihat menahan kesel.
Setelahnya menarik nafas panjang.
Ceklek.
"Maaf Anda siapa nona?
Ingin bertemu dengan siapa?"tanya asisten rumah tangga ketika membuka pintu.
"Minggir!
Kau tidak tahu siapa saya heh?!
Dasar pembantu goblok!"hardik Starla menatap Nyalang pada pembantu wanita muda dihadapannya.
Sang asisten rumah tangga pun melihat pada sang sekurity. Guna meminta penjelasan lewat tatapan matanya.
Sedangkan sang sekurity pun hanya mengangkat bahu sambil mengangguk pelan.
DI DALAM RUMAH.
"KEVIN KEVIN..,
KEVIN KEVIN..,"
Starla berteriak kencang sambil terus memanggil nama Kevin.
Dan membuka satu persatu kamar di kediaman Sanjaya.
Namun sang empu yang dicari keberadaan nya. Tak kunjung jua menunjukkan batang hidungnya.
Kemudian Starla pun naik ke lantai tiga dimana kamar Kevin berada.
Nihil.
Dalam kamar pribadinya pun, tak ditemukan Kevin.
Yang ada kamar tersebut terlihat rapi dan bersih.
Seperti tak ada jejak Kevin dalam kamar tersebut.
Lantas Starla pun kembali turun ke lantai bawah.
"Dimana Kevin?"ucapnya seorang diri sambil mengitari pandangan matanya keseluruh sudut ruangan.
Lantas matanya terpaku pada satu kamar.
Dimana Kevin melarang siapapun, termasuk asisten rumah tangga untuk masuk ke kamar tersebut.
"Sebenernya itu kamar siapa?
Kenapa Kevin melarang siapapun untuk memasuki nya, termasuk juga dirinya."ucap Starla pada dirinya sendiri dengan terus menatap penasaran akan sesuatu didalam kamar tersebut.
Apakah Kevin menyembunyikan sesuatu? Lalu dengan rasa penasaran yang membumbung tinggi akan sesuatu didalam kamar tersebut. Starla pun melangkahkan kakinya untuk mendekat ke kamar. Dan juga ingin mengetahui apa sekiranya yang tengah disembunyikan oleh Kevin,? Setelah sampai didepan kamar. samar samar Starla mendengar suara seseorang yang tengah tertawa sambil mengucapkan kata-kata. Lantas dengan bergerak perlahan-lahan. Starla mendorong sedikit pintu kamar. Dan kebetulan sekali kamar itu tidak tertutup rapat. Sehingga memudahkan Starla untuk mendorong nya. Dan juga untuk mendengar jelas apa yang diucapkan oleh seorang yang berada didalam kamar. "Hahaha hahaha hahaha... Sebentar lagi, Sebentar lagi Reva, Abang akan membalas semua perbuatan Marvin yang telah membunuh kamu dan juga bayi mu. Kamu tenang saja. Berbahagialah di sana. Dan sebentar lagi Marvin Erlangga akan jatuh miskin. Aku berharap. Kau juga harus MATI Marvin Erlangga. Dan tidak ada lagi yang menandingi dan mengalahkan seorang Kevin Sanjaya. CIHH.. Dasar wanita bodoh. Begitu mudahnya kau percaya dengan segala kebohongan ku.. hahaha hahaha hahaha.. Dan sebentar lagi adalah giliran mu. STARLA AUSTIN HANDOKO. Tak~ sambil melempar sebuah cutter tepat di foto Starla yang terpasang di dinding tembok dengan coretan tanda silang. Secepatnya kau akan menyusul tua Bangka GUMILANG HANDOKO. Hahaha hahaha.. Ayah dan putri nya sama sama bodoh. Mau saja di manfaatkan oleh aku yang begitu membenci semua keturunan HANDOKO. Mereka harus MATI! Dan tidak ada lagi yang akan menjadi penghalang hubungan ku dengan wanita ku. Ohh REVI HANDOKO.. Aku merindukanmu, belaian mu, suara indah mu, Sungguh aku merindukanmu sayang ku." Ucap Kevin seorang diri sambil tertawa jahat dan melayangkan tatapan penuh dendam pada tiga foto yang diberi tanda silang. Degg. Jantung Starla berdetak kencang dengan tubuhnya yang bergetar hebat serta kedua matanya yang membulat. Ketika mendengar jelas semua ucapan Kevin. A a apa maksudnya??