NovelToon NovelToon
Kehidupan Setelah Kamu Pergi

Kehidupan Setelah Kamu Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Romansa Fantasi / Hantu
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Perempuan bernama Angel yang tengah kecelakaan kini meninggalkan jasadnya dan menjadi hantu, dia diberi kesempatan untuk mengumpulkan 3 tetes airmata orang yang tulus mencintainya selain keluarga kandungnya.

"Itu gampang, aku akan mendapatkan nya dengan muda" Jawabnya dengan penuh keyakinan.
"Bagus jika seperti itu, dapatkanlah".

Angel dengan semangat untuk mendatangi orang-orang yang dia cintai namun dia lah yang mendapat kan kejutan tak terduga.

Akankah Angel bisa hidup kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26

Angel berdiri kaku dan mematung ditempatnya, dirinya mengerjapkan matanya beberapa kali mencerna perkataan Steven barusan.

Dia tidak pernah melihat rupa sang kakak, dia khawatir jika ibunya kembali sakit jika dia bertanya atau mengungkit soal sang kakak.

Bahkan foto didalam rumah hanya ada foto dirinya, ayahnya sengaja menyembunyikan semua barang milik sang kakak agar ibunya tidak mengingatnya.

"Kamu mengenal baik wajah kakak Angel?, apa kamu memiliki fotonya? ". Cicitnya pelan.

Dadanya terasa bergetar hebat, dia sangat ingin melihat wajah kakaknya itu.

Steven menggeleng pelan memupuskan harapan Angel yang terasa sangat membara itu.

"Dia tidak suka difoto, dia akan marah jika di foto dengan sengaja, bahkan ayahmu harus memaksanya saat dirinya harus foto sekali dan itupun untuk foto keluarga dan foto ijazah saja".

Dia tersenyum tipis mengingat sahabatnya itu, dia akan memarahi dan mendiamkannya jika dirinya berusaha memotretnya, itu sebabnya dia tidak punya foto bersama dengan Rubi.

"Aku tidak punya fotonya karena dia akan marah serta mendiamkan aku jika aku memotretnya itulah sebabnya kami tidak punya foto bersama, aku tahu kenapa dia seperti itu".

"Kenapa? ". Tanyanya dengan cepat.

Steven menerawang kejadian memalukan bagi sahabatnya saat dirinya difoto, Dia meringis kecil membayangkan betapa sakitnya sahabatnya saat itu dan juga trauma berat berhadapan dengan kamera

" Rubi kecil pernah difoto berulang kali oleh para wartawan yang ingin melihatnya, saat itu dia mendapatkan juara tingkat nasional dan harus berurusan dengan media sampai kejadian aksi senggol karena berebutan ingin mengambil fotonya, seorang kameramen terjatu dan kamera besarnya menghantam kepala Rubi hingga berdarah, sejak saat itu Rubi sudah tidak mau difoto".

Matanya berkaca-kaca mengingat banyaknya kenangan manis bersama sahabatnya itu, sahabat yang selalu dia nantikan kepulangannya entah kapan.

"Mungkin aku hanya terlalu merindukannya, dia sudah membawa lari seluruh perasaan hangat yang tertinggal dan hanya kenangannya yang masih melekat dihatiku".

"Ayo aku akan mengantarmu sekaligus kita menjenguk om Hutama dan Angel, aku yakin beliau ada disana".

Dia berusaha mengikhlaskan apapun tentang sahabatnya itu, dia sedang berusaha mencarinya hanya saja dia kesulitan karena tidak memiliki foto bersama dan juga foto pribadi Rubi.

"Sayang sekali, padahal aku sangat penasaran bagaimana wajah dari kakak Angel itu, dia pasti secantik Angel".

Angel hanya bisa menelan harapan kosong dengan pahit, andai dia bisa melihat wajah sang kakak dia pasti bisa mengenalinya, dia sangat ingat jika ibunya mengatakan kakaknya sangat cantik, putih susu dan juga tinggi dan yang paling penting kakaknya bercita-cita menjadi seorang dokter.

Mereka memasuki mobil Steven menuju rumah sakit tempat Angel dirawat, entah mengapa Senja merasa jika ayah dan ibunya berada disana.

"Bolehkah aku bertanya sesuatu padamu, itupun kalau kamu mau menjawabnya".

Steven tersenyum tipis memandang gadis disebelahnya ini, perasaan familiar dia rasakan saat bersama dengan Rubi entah bagaimana menjelaskan nya

" Hmm, apa itu? ".

"Kapan kamu bersahabat dengan Angel dan berapa usiamu? ". Tanyanya pelan

Pertanyaan itu membuat Angel dalam tubuh Senja menengang seketika, dia tidak pernah bertanya tentang hal itu kepada Senja sebelumnya.

"Kenapa tanya seperti itu? ". Tanyanya balik dengan tubuh bergetar dan gugup

Melihat reaksi gugup itu membuat Steven menatap lama gadis di sampingnya ini, dia seperti curiga karena cara gugup Senja itu sangat mirip dengan sahabatnya.

"Usiaku 27 tahun, aku kenal Angel sudah lumayan lama". Jawabnya asal.

Dia tidak ingin Steven semakin curiga padanya, dia sudah mengenal watak dan gerak gerik pemuda ini sejak dulu jadi dia tahu jika lelaki ini curiga padanya.

Steven hanya mengangguk seolah percaya, dia harus mencari tahu latar belakang gadis ini, dia sungguh penasaran padanya.

"Baiklah, ayo kita masuk kedalam". Ucapnya begitu mereka berada di depan rumah sakit

Keduanya melangkah masuk kedalam, tapi mata keduanya menyipit melihat sosok yang mereka kenal berada diruang UGD sebelum sampai keruangan Angel. Mereka segera menghampiri nya karena merasa ada yang tidak beres.

"Tante". Sapa keduanya dengan kompak.

Keduanya mengkerut kan keningnya dengan pelan, melihat wajah ibunda Angel yang berantakan, mata penuh airmata dan wajahnya sangat frustasi.

"Tante kenapa? ". Tanya Senja dengan panik.

Dia segera duduk disamping ibunda Angel itu dengan perasaan yang sangat khawatir.

"Ayah Angel". Ucapnya dengan suara pecah dan menangis histeris.

Keduanya melotot mendengar perkataan itu, ayah Angel sedang tidak baik-baik saja.

1
Nadira ST
lanjut thor💪💪💪💪💪☕☕☕☕🥳🥳🥳🥳
Nadira ST
lanjut thor semangat💪💪💪💪💪💪💪☕☕☕☕☕
Ma Em
Semoga Angel bisa menemukan orang yg tulus yg sayang sama Angel dan mendapatkan air matanya agar Angel bisa hdp kembali , agar Angel bisa membalas pada Erwin dan mentari karena sdh jahat dan menusuk Angel dari belakang yg sdh membohongi Angel .
pojok_kulon
Sahabat itu namanya suka menusuk dari belakang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!