NovelToon NovelToon
Kubalas Suami Brengsekku

Kubalas Suami Brengsekku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:73.9k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Suaminya berkhianat, anaknya di tukar dan dihabisii. Selama lima tahun dia merawat anak suami dan selingkuhannya yang bahkan tinggal satu atap dengannya berkedok sebagai pengasuh.

Bahkan dirinya diracuni oleh pelayan kepercayaannya. Ratih, berakhir begitu tragis. Dia pikir dia adalah wanita paling malang di dunia.

Namun nasib berkata lain. Ketika dia membuka mata, dia berada tepat dimana dia akan melahirkan.

Saat itu Ratih bersumpah, dia akan membalas suaminya yang brengsekk itu. Dia akan mengambil bunga dari setiap perbuatan suami dan semua yang telah menyakitinya dan anaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26. Botol Kedua

"Iya nyonya"

Sahutan keras disuarakan oleh bibi Erma. Ia menyahut dengan cepat, karena memang sejak tadi dia juga sudah menguping pembicaraan antara Fandi dengan Ratih.

Bibi Erma mendekati Fandi yang masih terlihat kesal.

"Bagus Fandi! kamu lihat kan? dia sudah kembali percaya sama kamu. Sangat mudah membuatnya menurut padamu!"

"Menurut apanya, bi? dia bahkan tidak mau..."

Fandi menjeda ucapannya. Bukankah kalau dia mengatakan, dia kesal karena Ratih tidak mau dia sentuh. Itu akan menjadi masalah baru baginya. Karena bibi Erma kan ibunya Sarah. Sedangkan Sarah itu cemburuan sekali.

"Tidak mau apa?" tanya bibi Erma, karena Fandi tak kunjung melanjutkan perkataannya.

"Hah, lupakan saja"

Fandi memilih pergi saja, tapi bibi Erma kembali menahan Fandi.

"Heh, tunggu dulu! kamu tidak lupa kan! setelah kamu mendekati Ratih. Usahakan supaya Sarah bisa melihat Rafa. Kamu ajak Rafa main ke taman belakang!" kata bibi Erma mengingatkan Fandi.

Fandi mengangguk cepat.

"Iya iya, aku mau tidur. Capek!"

Fandi berlalu begitu saja. Meninggalkan bibi Erma yang masih mendengus kesal.

"Kalau tidak di ingatkan, dia mana akan ingat. Heran, kenapa Sarah dan Ratih bisa jatuh cinta pada pria seperti itu. Selain tampan, dia bahkan tidak bisa di andalkan dengan baik!" omel bibi Erma sambil menatap mawar yang ada di buket ke vas bunga di atas meja tamu.

**

Beberapa hari berlalu, Fandi terus berusaha mendekati Ratih. Bahkan sering sekali pergi ke kamar Ratih, sebelum berangkat dan pulang dari kantor.

Hingga pagi itu, Fandi minta agar bibi Asih memberikan Rafa yang di gendong oleh bibi Asih padanya di teras depan ketika Rafa sedang berjemur bersama bibi Asih.

"Berikan Rafa padaku, aku mau gendong!" ujar Fandi.

Saat itu Ratih sedang masuk ke dalam rumah. Dia sedang mengambil air minum untuknya.

Bibi Asih yang sudah di beri peringatan oleh Ratih, untuk tidak memperbolehkan siapapun menggendong Rafa termasuk tiga orang lain yang ada di dalam rumah itu. Tentu saja tidak begitu saja langsung menyerahkan Rafa pafa Fandi.

"Maaf tuan, tapi saya harus minta ijin dulu pada nyonya!" jawab bibi Asih.

Mata Fandi langsung melotot. Dia mau gendong anaknya sendiri, tapi pengasuh anaknya itu malah mengatakan hal semacam itu.

"Bi, aku papanya. Kenapa untuk menggendong anakku sendiri, aku masih butuh ijin? berikan Rafa padaku!"

Setelah mengatakan itu dengan tegas dan nada tinggi. Fandi langsung meraih Rafa dari gendongan bibi Asih.

"Ho... owekkk!"

Bibi Asih panik, Rafa langsung menangis keras.

Fandi juga menjadi panik, dia kebingungan kenapa Rafa langsung menangis dengan keras seperti itu.

"Rafa, Rafa.. sayang ini papa. Kenapa kamu menangis nak? ini papa!"

Ratih yang mendengar Rafa menangis segera meletakkan gelas air minumnya dan berlari keluar.

Ratih yang melihat Fandi mengendong Rafa, langsung merebut Rafa dari Fandi.

"Sayang, sudah... ini mama, sayang!" Ratih segera menenangkan Rafa.

Fandi tertegun diam, kedua tangannya bahkan masih di posisi yang sama. Masih menengadah menggendong Rafa.

"Rafa" lirih Fandi.

Setelah tenang, Ratih membawa Rafa ke dalam rumah. Fandi segera mengikuti istrinya itu. Tadinya, dia ingin membawa Rafa bertemu dengan Sarah. Tapi belum melakukan itu, baru mengendong Rafa, anak itu sudah menangis sangat keras. Sangat mengejutkan Fandi.

"Sayang..."

"Mas, aku sudah bilang kan? jangan gendong Rafa dulu. Dia masih kecil mas, masih tiga bulan. Kamu tahu kan, bayi sekecil ini sangat sensitif. Aku tidak mau tahu, kamu tidak boleh menggendongnya dulu. Rafa tidak pernah menangis sekeras ini. Tenggorokannya pasti sakit!"

"Tapi aku papanya, sayang. Aku juga mau gendong Rafa!"

"Memangnya satu tahun lagi, kamu bukan papanya? kamu bisa lakukan itu nanti. Kalau dia sudah bisa duduk sendiri, atau bicara. Saat itu dia bisa mengatakan kalau dia merasa tidak nyaman! kamu sayang gak sih sama anak sendiri? kenapa kamu malah pengen dia nangis, daripada biarkan dia merasa tenang?"

Fandi diam. Tentu saja dia sayang pada anaknya. Rafa kan anaknya, anak yang sudah ditukar oleh bibi Erma. Bahkan dia juga kaget tadi, saat Rafa menangis dan terus mencoba untuk menenangkan Rafa.

"Tapi..."

"Kalau kamu sayang sama Rafa. Jangan paksa untuk menggendongnya. Nanti saja kalau dia sudah bisa bicara, dia bisa bilang sakit, baru kamu boleh gendong dia!" tegas Ratih.

Fandi terdiam, dia rasa dia harus mengalah dulu sekarang. Kenyataannya memang saat di tangan Fandi, Rafa menangis. Dan di tangan Ratih, Rafa menjadi begitu tenang.

"Baiklah, aku janji tidak menggendongnya lagi. Sebelum dia agak besar. Tapi aku mau foto sama Rafa ya..."

"Mas!" sela Ratih dengan nada tinggi, Fandi bahkan terkejut.

Untung saat berteriak, Ratih sengaja menutup telinga Rafa. Supaya anaknya itu tidak terkejut.

"Kamu ini benar-benar ya. Anaknya masih sesenggukan begini malah mau foto sama Rafa. Mau dia menangis lagi? aku tidak habis pikir denganmu!"

Ratih tidak bicara lagi, tidak berusaha menjelaskan lagi. Dia langsung masuk ke dalam rumah dan membawa Rafa masuk ke dalam kamarnya, dengan wajah yang terlihat tidak senang.

"Ratih, sayang!"

Panggilan Fandi sama sekali tidak dihiraukan oleh Ratih. Dia menunjukkan kalau dia memang sangat kesal pafa Fandi.

Fandi mengacak rambutnya. Dia juga kaget, kenapa Rafa langsung menangis keras begitu ketika dia menggendongnya. Apa karena selama ini dia memang belum pernah menggendong Rafa. Fandi sungguh merasa bingung.

Sementara itu, di ruangan belakang. Bibi Erma harus menahan Sarah yang sudah mau berlari ke rumah utama.

"Bu, awas jangan tahan aku! ibu dengar suara Rafa kan tadi? dia menangis sangat keras. Dia pasti merasa tidak nyaman, dia mungkin merasa sakit Bu. Aku mau lihat anakku!"

Kata Sarah sudah berkaca-kaca. Untuk pertama kalinya juga, Sarah mendengar suara tangis Rafa yang begitu keras. Dia sungguh merasa gelisah.

"Jangan Sarah! ada Ratih disana. Kamu sudah diperingatkan untuk tidak masuk rumah utama..."

"Anakku menangis Bu! ibu dengarkan tadi, Rafa menangis. Aku bisa gilaa kalau separuh ini terus!" pekik Sarah.

Bibi Erma juga sangat bingung. Dia sudah mencoba segala macam cara. Tapi bibi Asih sungguh tak mengijinkan menggendong Rafa. Sekarang ketika Rafa menangis keras seperti itu, bibi Erma juga yakin kalau Fandi pun gagal. Bibi Erma sungguh merasa bingung.

"Sabar dulu Sarah..."

"Sabar, sabar! Sabar terus! sampai kapan Bu?"

Brukk

Sarah terkulai lemas dan menangis di lantai.

"Aku hanya ingin memeluk anakku. Kenapa sulit sekali?" lirihnya terisak begitu pilu.

***

Bersambung...

1
Ria Adek
Buk Dokter jangan salah, justru orang yg sudah mati lebih merasakan sakit di alam sana..
Apalagi orang yg zolim² di dunia..
Malah makin sengsara karena menanggung dosa²nya..
Hanya orang² beruntung yg bisa bahagia setelah kematian nya.. 🤭
Ria Adek: Tempe Mendoan.. 🤣🤣🤣🤣
total 6 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
bukan linglung Bu, tapi kesetanan itu , soalnya dia mau membunuh orang 🤭
Noer: aduh ngeri bener ya kak
total 1 replies
vj'z tri
nama nya datang tak di jemput pulang tak di antar /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Noer: kang parkir dong
total 1 replies
vj'z tri
tegang ya k Noer gak usah tenang /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Noer: ho'oh, whuaaa reboisasi dulu 🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
total 1 replies
awesome moment
yes99x
Noer: yes yes
total 1 replies
Aisyah Ajalah
sangat bagus
Noer: terima kasih
total 1 replies
Aisyah Ajalah
kira2 Ratih mau menerima lamaran Ben pa tidak ya....
Noer: iya betul
total 3 replies
Erchapram
Penasaran, ikut baca. Like di belakang aja ya... 🤭🤣🤣
Noer: saranghae ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
❥ᴀʀ•ᵖυм𝕡ᛕ𝐢𝓷𝐀⃝🥀ᯓᡣ𐭩
semoga orang nya ben
Noer: iya, Vicky tanpa Prasetyo
total 1 replies
Ria Adek
Mau Ben.. Aku mau.. Cihuuuyyy.. Aku di lamaaarr.. 🤸‍♀️🤸‍♀️💃🏻💃🏻🤣🤣🤣
Ria Adek: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
mau gak ya Ratih 🤔🤭
Noer: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
Ria Adek
Kita memang gak bisa mengulang waktu yang telah berlalu..
Namun kita bisa memperbaiki diri di masa kini..
Banyak orang yang menyesal "Andai saja bisa kembali mengulang waktu.."
Mungkin saat itu dia telah mati, atau bahkan ketika sangat menyesal atas semua yg telah terjadi.. 😊
Ria Adek: Semoga.. 😁
total 6 replies
awesome moment
yach...mrk.hnya liat saat erma dan sarah sengsara. g d saat erma dan sarah melakukan kekejian tak terperi ke ratih dan rafa. impas kn skrg? erma dan sarah menuai yg mrk tabur.
Noer: iya.....
total 1 replies
vj'z tri
ingat k Noer lebaran dah lewat tinggal di goyang up nya /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Noer: Ting....
total 1 replies
vj'z tri
jika saja kalian tahu apa yang sudah mereka lakukan /Smug//Smug//Smug/
Noer: begitulah terkadang
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
sabar bibi Erma, .
sebentar lagi Fandi dan kamu nyusul Sarah 🤭
Noer: wahhhh 😂
total 5 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Innalilahi wa innailaihi rojiun
Noer: semoga amal ibadahnya diterima
total 1 replies
Nurul Syahriani
bukannya umur rafa baru setahunan ya?
Nurul Syahriani: ngomong nya udah lancar bgt 😂
total 2 replies
❥ᴀʀ•ᵖυм𝕡ᛕ𝐢𝓷𝐀⃝🥀ᯓᡣ𐭩
kaya nya ben ini bukn orang biasa deh 👀
Noer: kayaknya dia alien ganteng ya 🏃🏻‍♀️
total 1 replies
❥ᴀʀ•ᵖυм𝕡ᛕ𝐢𝓷𝐀⃝🥀ᯓᡣ𐭩
apa anak nya ratih itu anak nya ben yaa 👀
Noer: bisa jadi, bisa jadi 🏃🏻‍♀️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!