NovelToon NovelToon
Diusir Regu Petualang Karena Bodoh

Diusir Regu Petualang Karena Bodoh

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:491
Nilai: 5
Nama Author: djase

Dunia fantasy dengan sistem yang digolongkan dari g hingga ssssr(tingkat tertinggi yang jarang ada). Guild SSAWF adalah salah satu aktivitas petualang tebesar di wilayah barat, sementara altar jiwa muda adalah tempat kelahiran Pattisiwiana Klobahrgeevinik sebuah lokasi yang dipercaya memiliki hubungan dengan sumber energi dunia namun belum pernah terungkap secara jelas.

Pattisiwiana (sering dipanggil Patti) adalah pemuda yang sejak kecil mendambakan menjadi petualang. Karna tidak memiliki bakat tempur atau sihir yang terlihat, ia hanya bisa bergabung ke regu scarlet Blades sebagai pembantu penghasil hasil buruan monster. Anggota regunya selalu merendahkannya, menyebutnya "bodoh dan tidak berguna" karena tidak mengerti taktik atau kesulitan mengikuti instruksi pada misi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon djase, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERMINTAAN BARU, TANTANGAN YANG LEBIH BESAR

Empat minggu telah berlalu sejak Patti kembali ke Kota Valdris dengan keberhasilan yang membanggakan. Desa asalnya telah pulih dengan sempurna berkat energi dari Bunga Pembebas Jiwa, dan regu Scarlet Blades telah benar-benar berubah mereka sekarang menjadi salah satu regu yang paling dipercaya di Guild SSAWF, sering bekerja sama dengan anggota guild lain dan selalu siap membantu orang yang membutuhkan. Patti sendiri tetap memilih jalan sebagai solo player, tapi sekarang dia sering menjadi konsultan bagi anggota guild yang membutuhkan nasihat tentang bertahan hidup di alam bebas atau cara menangani makhluk alam dengan cara yang bijak.

Pada pagi yang cerah itu, Patti sedang duduk di taman kristal Penginapan Kristal Morthwainn sambil membaca buku teknik penyembuhan baru yang diberikan oleh Seraphiniana Xanthe Argentumvale. Caelthasarian Lorthwainn Thalassar sedang menyajikan sarapan baru yang dibuat dari bahan-bahan segar dari pasar kota, dan Elenarianna Faelthasyr Moonveil sedang memeriksa ramuan-ramuan baru yang dia buat untuk membantu anggota guild yang akan melakukan ekspedisi ke daerah terpencil.

Tiba-tiba suara langkah kaki yang tergesa-gesa terdengar dari arah gerbang penginapan. Gorthworgiann Thrain Ironfist datang dengan wajah yang serius dan membawa sebuah amplop besar yang tampak baru saja tiba. Dia langsung mendekati Patti dengan ekspresi yang menunjukkan bahwa ada hal penting yang harus didiskusikan.

“Pattiwisiana, ada kabar baru yang perlu kita bahas,” ucapnya dengan suara yang rendah namun tegas. “Kita baru saja menerima pesan darurat dari sebuah desa kecil bernama Florentina yang terletak di ujung timur benua tepat di perbatasan Gurun Pasir yang Tak Berujung dan Hutan Hujan Tropis yang Gelap. Desa tersebut sedang diserang oleh sejenis makhluk monster yang tidak dikenal, dan mereka meminta bantuan darurat dari Guild SSAWF.”

Patti segera menutup bukunya dan memberikan perhatian penuh kepada Gorthworgiann. “Makhluk monster yang tidak dikenal? Apakah ada deskripsi tentang bentuk atau ciri khas makhluk tersebut?”

Gorthworgiann membuka amplop dan mengambil selembar kertas yang sudah kusut dan tampak seperti dibuat dalam keadaan tergesa-gesa. “Menurut laporan dari utusan desa yang datang dengan sangat sulit ke kota, makhluk-makhluk tersebut memiliki bentuk seperti singa raksasa dengan kulit yang keras seperti baja dan tanduk yang panjang serta tajam seperti pisau. Mereka datang setiap malam untuk menyerang desa, merusak rumah-rumah dan mencuri hewan ternak serta tanaman yang menjadi sumber makanan penduduk desa. Beberapa penduduk juga telah terluka dan bahkan terbunuh dalam serangan tersebut.”

“Mengapa mereka tidak bisa melindungi diri sendiri?” tanya Elenarianna yang juga telah mendekat untuk mendengar pembicaraan tersebut. “Apakah desa tersebut tidak memiliki petualang atau penjaga yang bisa membela mereka?”

Gorthworgiann menggeleng perlahan dengan ekspresi yang penuh dengan kesusahan. “Desa Florentina adalah desa kecil yang terpencil sebagian besar penduduknya adalah petani dan nelayan yang tidak memiliki kemampuan untuk melawan makhluk sebesar itu. Mereka pernah mencoba meminta bantuan dari beberapa petualang bebas yang lewat, tapi semua dari mereka tidak mampu mengalahkan makhluk-makhluk tersebut dan bahkan sebagian dari mereka tidak kembali setelah mencoba untuk membantu.”

Saat itu juga, Aetherlynn Morvayn Kaelthasar datang dengan membawa peta besar yang menunjukkan lokasi desa Florentina. Dia membukanya di atas meja kayu yang ada di taman dan mulai menjelaskan dengan detail tentang daerah tersebut. “Desa ini terletak di daerah yang sangat sulit dijangkau untuk mencapai sana kita harus melewati Gurun Pasir yang Tak Berujung yang bisa menjadi sangat berbahaya karena cuaca yang ekstrem dan makhluk-makhluk yang hidup di sana. Setelah itu, kita harus memasuki Hutan Hujan Tropis yang Gelap yang penuh dengan tumbuhan beracun dan energi magis yang tidak stabil.”

“Apakah guild sudah memilih regu mana yang akan dikirim untuk membantu desa tersebut?” tanya Patti dengan suara yang menunjukkan bahwa dia sudah menginginkan untuk membantu.

Gorthworgiann melihatnya dengan ekspresi yang campuran antara kagum dan khawatir. “Marthandelion Quixotian Blackthorn telah membahas hal ini dengan dewan guild, dan mereka sepakat bahwa kamu adalah orang yang paling cocok untuk menjalankan misi ini bukan hanya karena kemampuanmu yang terbukti, tapi juga karena pengalamanmu sebagai solo player yang bisa beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang ekstrem. Namun kita juga akan mengirimkan regu Scarlet Blades untuk membantumu mereka telah menunjukkan perubahan yang luar biasa dan kemampuan mereka dalam bekerja sama sekarang sudah sangat baik.”

Tak lama kemudian, anggota regu Scarlet Blades datang ke penginapan setelah mendapatkan panggilan darurat dari guild. Khaertholomeus Zyntheriath von Quorvain datang dengan wajah yang penuh dengan tekad, diikuti oleh Lytherianna Morthwainn Ghaladrielle, Thranduilion Barakhiel Dragomirskyi, dan Elenorwynne Faelenathyr Silvervein yang semuanya sudah siap dengan peralatan mereka.

“Kita telah mendengar tentang misi ini, Pattiwisiana,” ucap Khaertholomeus dengan suara yang jelas dan tegas. “Kita ingin membantu dalam misi ini bukan hanya karena perintah dari guild, tapi juga karena kita ingin membuktikan bahwa kita telah berubah dan siap membantu orang yang membutuhkan. Kita juga ingin belajar lebih banyak dari pengalamanmu sebagai seorang solo player yang berhasil menghadapi berbagai tantangan.”

Patti memberikan senyum hangat kepada mereka. “Saya sangat senang bisa bekerja sama dengan kalian dalam misi ini. Meskipun saya biasanya bekerja sendirian, saya tahu bahwa dengan kerja sama kita akan bisa memberikan bantuan yang lebih baik kepada desa Florentina.”

Pada hari yang sama, mereka mulai melakukan persiapan yang matang untuk perjalanan yang akan datang. Myrthannianna Thalasariel Vendris memberikan makanan kalengan khusus yang bisa bertahan lama bahkan di kondisi gurun yang sangat panas. Dia juga memberikan buku resep makanan yang bisa dibuat dari bahan-bahan yang ditemukan di gurun dan hutan hujan makanan yang tidak hanya bergizi tapi juga bisa memberikan perlindungan ekstra dari kondisi lingkungan yang ekstrem.

Lyranthiann Faelenathyr Windwhisper datang dengan membawa beberapa senar baru yang dibuat khusus untuk kondisi gurun dan hutan hujan. “Senar-senar ini bisa membantu kamu berkomunikasi dengan makhluk alam yang hidup di daerah tersebut,” katanya sambil menjelaskan setiap jenis senar dengan detail. “Beberapa dari mereka bisa menjadi teman yang baik jika kamu tahu cara menghadapinya dengan benar.”

Seraphiniana sendiri datang ke penginapan untuk memberikan buku khusus tentang makhluk-makhluk yang mungkin ditemui di daerah tersebut. “Buku ini berisi informasi tentang berbagai jenis makhluk yang hidup di Gurun Pasir yang Tak Berujung dan Hutan Hujan Tropis yang Gelap,” jelasnya. “Meskipun tidak ada catatan tentang makhluk monster yang menyerang desa Florentina, buku ini akan membantu kamu mengenali ancaman lain yang mungkin kamu temui di jalan.”

Pada malam sebelum keberangkatan, Tharvonnian Grymmstone Valerius mengumpulkan semua orang di taman kristal penginapan untuk memberikan doa dan dukungan. Dia memberikan sebuah kalung dengan liontin batu giok yang pernah dia gunakan saat melakukan ekspedisi ke daerah terpencil. “Batu giok ini memiliki kekuatan untuk melindungi kamu dari energi negatif dan membantu kamu tetap tenang bahkan dalam situasi yang paling sulit,” katanya dengan suara yang penuh dengan makna. “Saya percaya bahwa kamu semua akan bisa menyelesaikan misi ini dengan sukses dan membawa keamanan kembali ke desa Florentina.”

Patti menghabiskan malam itu untuk memeriksa semua peralatan dan persediaan yang akan dia bawa. Dia menggunakan teknik pengikatan yang sudah dia kuasai untuk memastikan bahwa semua barang bawaan terikat dengan aman dan mudah dibawa, bahkan dalam kondisi medan yang berat. Dia juga memeriksa ramuan-ramuan yang diberikan oleh Elenarianna mulai dari ramuan penyembuh, ramuan pelindung dari cuaca ekstrem, hingga ramuan yang bisa membantu dalam menghadapi makhluk-makhluk yang tidak dikenal.

Sebelum tidur, Patti melihat ke arah langit yang penuh dengan bintang-bintang dan merenungkan misi yang akan datang. Dia tahu bahwa tantangan yang akan dihadapinya kali ini jauh lebih besar daripada sebelumnya tidak hanya karena makhluk monster yang tidak dikenal, tapi juga karena kondisi lingkungan yang sangat ekstrem dan daerah yang sangat sulit dijangkau. Namun dengan persiapan yang matang, dukungan dari teman-temannya, dan tekad yang kuat untuk membantu orang yang membutuhkan, dia yakin bahwa dia akan bisa menghadapi segala sesuatu dengan baik.

Pada jam lima pagi esok hari, semua orang sudah siap berangkat. Mereka berkumpul di depan markas Guild SSAWF dimana Marthandelion sendiri telah menunggu untuk memberikan pesan terakhir. “Semoga kamu semua selamat dan sukses dalam misi ini,” ucapnya dengan suara yang penuh dengan pengharapan. “Desa Florentina sangat membutuhkan bantuanmu, dan saya percaya bahwa kamu semua adalah orang yang tepat untuk membantu mereka. Ingatlah selalu tujuan utama kita sebagai anggota Guild SSAWF adalah untuk membantu orang lain dan menjaga keseimbangan alam.”

Setelah memberikan sapaan terakhir kepada semua orang yang datang untuk mengantar mereka, Patti bersama dengan regu Scarlet Blades mulai berjalan menuju arah timur menuju Gurun Pasir yang Tak Berujung dan desa Florentina yang sedang menunggu bantuan mereka. Jalur yang akan ditempuh tidak akan mudah, tapi mereka semua siap menghadapi segala tantangan yang akan datang dengan tekad yang kuat dan hati yang penuh dengan kebaikan.

1
Blue
BLA BLA bla, bikin males baca namanya lah😭
djase: 🥺...............🥺
total 1 replies
Blue
setelah baca namanya jadi malas lanjut baca
djase: 🥺........
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!