NovelToon NovelToon
Say, Love You Too

Say, Love You Too

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Ketos / Perjodohan
Popularitas:176.4k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Dijodohkan dan bertunangan sejak putih abu membuat Naka dan Shanum menyembunyikan hubungan keduanya dari orang lain termasuk teman-temannya. Terlebih, baik Naka ataupun Shanum tak pernah ada di daftar putih masing-masing.

Tapi siapa menyangka, diantara usaha keduanya, perasaan cinta justru hadir mengisi setiap ruang hati satu sama lain. Siapakah yang akan duluan menyatakan cintanya?

Say, love you too....
Katakan, aku juga cinta kamu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 Sheyna feat. Naka vs Shanum

Shanum resah tentu saja. Foto yang diposting bersama Sheyna itu begitu mencolok jika lebih diteliti lagi, untung saja otak teman-temannya sedang dipenuhi oleh tugas yang dibebankan Naka dan---terlalu sibuknya mereka memperhatikan subjek di dalamnya sampai lupa jika itu adalah halaman belakang rumahnya yang sedikit blur. Lagipula dapat darimana Naka foto yang diam-diam diambil olehnya?

Shanum mele nguh, sudah pasti Sheyna! Lancang, mengotak-ngatik ponselnya tanpa ijin.

"Kenapa sih?" tanya Frizka melihat gelagat resah Shanum yang berkali-kali tak nyaman duduk, meniup rambut bagian depannya dan melirik ponsel panik sekaligus khawatir. Di depan sana, teman-temannya masih ada yang bermain voli bebas setelah jam pelajaran olahraga itu hampir berakhir.

"Engga. Ngga apa-apa...cuma---gue mau ke toilet dulu deh sekalian ganti baju." Shanum bergegas beranjak dari duduknya. Naka, jawaban dari pertanyaannya kemarin Naka jawab dengan aksinya saat ini.

"Eh bareng Num! Ajak Mima dulu bentar!" Frizka ikut beranjak.

Benar, Naka tak banyak bicara melainkan aksi. Namun aksinya kali ini bikin shock terapi untuk Shanum, tanpa aba-aba terlebih dahulu.

Pesannya hanya centang biru saja, tanda jika Naka membacanya tapi tak menggubris apapun, hish! Shanum sudah turun dari motor mang Dadang lalu membuka pintu pagar.

"Sheyyy!" teriaknya.

Wajahnya keruh dengan langkah yang terhentak di lantai, ia temukan adiknya itu sedang rebahan di sofa sambil menaikan level AC ruangan dengan seragam putih biru yang masih membalut tubuhnya, "duhh enaknya, sejuk...di luar panas banget sumpah." Bocah itu memejamkan matanya.

"Kamu buka-buka ponsel aku? Lancang banget ambil foto dari galeri tanpa seijin aku?!" ia menjatuhkan tasnya begitu saja di sofa lain, nafasnya naik turun cukup dibuat kesal oleh lancangnya Sheyna.

Alih-alih merasa bersalah Sheyna justru mendelik melirik kakaknya itu, "lah, aku mah peniru ulung...siapa coba yang awalnya curi-curi moto tanpa ijin yang punya punggung sama pan tat? Itu punggung bang Naka sama pan tat aku loh by the way! Daripada mubazir juga fotonya jadi aku sama bang Naka sama-sama posting, biar kita kompakan."

Shanum menaikan kedua alisnya, *heh*! Dan *yang bener aja*!

Ia akui kekompakan adik dan tunangannya itu patut dikasih piala, yang memasang pembaruan sama...Dan yeah! Sama, sama-sama kurang ajar.

Kembali dengan santainya Sheyna memejamkan matanya sambil menikmati hembusan hawa segar dan dingin dari AC, "ngga bisa jawab kan? Jadi wajar aja aku ambil terus aku kasih liat ke bang Naka juga...untung bang Naka baik loh, akhirnya kasih ijin punggungnya difoto terus disimpen di hape kak Sha buat koleksi..."

Alis Shanum mengernyit, kenapa jadi terbalik begini posisinya, jadi semua ini salahnya, begitu?

"Coba kalo ngga diijinin terus bang Naka ngga terima punggungnya di foto-foto begitu buat konsumsi fantasi liar pribadi kak Sha, dia udah lapor polisi..."

"Apa?! Fantasi liar? Fantasi liar di angle bagian mananya? pan tat kamu maksudnya?" Shanum menarik bantal sofa dan menjatuhkannya di atas wajah Sheyna, "lebay banget?! Yang ada tuh kamu lancang buka-buka privasi aku...terus main kirim itu ke Naka..."

Sheyna bangkit, "lah emang kenapa. Bang Naka berhak tau dong, kalo punggung dia di foto-foto sama calon istrinya sendiri...aku bilang aja sekalian, segitu ngga maunya bang Naka difoto bagian depan ya, sampe kak Sha harus moto bagian belakangnya? Kenapa ngga bagian bawahnya sekalian pas lagi telan jank?"

Shanum semakin membulatkan matanya, "kamu bilang begitu?!" Sheyna mengangguk.

*Sini kamuuu*!

"Bundaaaa!" teriak Sheyna saat mendapati Shanum semakin geram padanya, dan sudah siap menguliti adiknya itu, "malu-maluinnn!"

Shanum masih duduk di sofa menonton acara selepas magrib bersama ayah, sementara Sheyna masih berada di ruang makan bersama bunda setelah tadi siang keduanya sempat bertengkar dan berhasil dilerai bunda.

Intinya, bunda menegur keduanya tentang ijin dan privasi! Titik. Lalu keduanya bersalaman bermaafan, meski kemudian tidak benar-benar akur sebab keduanya memang sudah seperti Tom and Jerry.

Tentang Naka, ia tak paham sebab sebelumnya keduanya telah sepakat untuk menutupi semuanya dari publik. Tentang Naka, ia tak paham dengan isi hati cowok itu...apakah yang dirasakannya saat ini----dirasakan pula oleh Naka? Debaran itu, rasa gugup dan nervous itu. Ia begitu membingungkan....

Tentang ragu, Naka memang definisi keraguannya, sikapnya...sorot matanya, dan tentu saja sifatnya. Shanum tak mau mengambil resiko bertepuk sebelah tangan, mencintai sendiri dan pertama....sementara Naka, hanya nampak abu-abu ...

Tok...tok..tok...

Permisi...

Lamunannya yang menonton acara berita nasional tapi membayangkan wajah Naka dibuyarkan oleh bunda yang tiba-tiba sudah berjalan dari arah pintu depan, "Sha, ada temen tuh di depan..."

"Dari tadi orang permisi ngga denger, bayangin kebun sawit presiden kok ya sampe budeg begitu?!" cibir Sheyna.

Ayah terkekeh, "temen siapa, laki perempuan?"

"Juna, ketua MPK sekolahnya Shanum." Jawab bunda sambil melengos ke belakang, mungkin nama Juna memang sudah tak asing bagi keluarga Shanum, sebab...mereka bukan tak paham kegiatan Shanum, siap saja teman-teman putrinya di sekolah.

"Suruh di dalam aja." Pinta ayah, "Shey...temenin kakaknya."

As Always...Sheyna menjadi guci bocah botak yang menemani Shanum jika kedatangan tamu terkhusus itu lelaki. Itu selalu terjadi sejak Shanum bertunangan dengan Naka, demi menjaga tidak timbulnya fitnah.

"Ashiap ayah!"

Ada pelototan yang diberikan Shanum pada Shey, makin di atas awan saja adiknya itu jadi tangan kanan ayah dan bestie Naka.

"Jangan macam-macam." Shanum mewanti-wanti.

"Juna?"

Senyum lebar nan ramah menjadi pemandangan pertama wajah yang telah lusuh ini, "Hay, kebetulan sambil lewat barusan..."

"Kak Juna, hayyy!" seruan heboh itu muncul dari belakang badan Shanum membuat Juna terkekeh renyah, "Hay Shey."

"Masuk Jun..baru balik les ya?"

Arjuna masuk dan duduk sejenak di kursi ruang tamu. Memang benar tempatnya les melewati jalanan rumah Shanum, dan ia sering mampir untuk sekedar rehat dan bertemu Shanum, lihat saja celananya yang masih memakai seragam abu meski jaket bomber itu hanya membalut badan yang terlapisi t shirt saja.

Juna mengangguk, "biasa lah. Jadwal les."

Di sekolah, Arjuna juga terbilang cukup pintar untuk ukuran seorang yang memiliki jabatan keorganisasian...sama halnya seperti Naka, ia adalah anak tunggal dan cukup ambisius, entah karena tuntutan orangtua atau memang dirinya sendiri yang memiliki sifat begitu, sungguh perpaduan sempurna. Itu kenapa, ia selalu merasa jika Mainaka adalah saingan mutlak yang harus ada di bawah posisinya.

"Ngga kejauhan ya kak tempat lesnya, semalem ini masih di jalan?" tanya Shey digelengi Juna, "udah biasa Shey..."

"Rumah dimana kak?" tanya nya lagi membuat Shanum menaikan alisnya, harus ia akui jika Shey memiliki jiwa HRD, cocok buat ditempatkan di salah satu kantor milik om Ganesha.

"Di Anggrek Regency."

"Wah lumayan jauh ya...kenapa ngga milih tempat les yang deket kak...kaya bang Naka, di GO-block, padahal itu juga bagus loh...lulusannya banyak yang masuk PTN."

Shanum terdiam seketika, melirik sejenak Shey dan memelototinya begitupun suasana yang mendadak kaku.

"Oh, kenal sama Mainaka? Pernah kesini memangnya?" tanya Juna, Shanum sudah memejamkan matanya, bahkan tangannya sudah mencubit-cubit sang adik untuk stop berbicara.

Jengkel sekali, ingin rasanya Shanum menggeprek kepala Sheyna sebab di sekolah antara dirinya dan Naka adalah dua orang asing yang bersebrangan dan tak pernah benar-benar dekat.

Sheyna mendesis, dan menepis tangan Shanum, santai aja kelesss....

"Tau aja sih. Soalnya kalo temen-temen kak Shanum ke rumah seringnya ngobrolin temen lain...nah kak Naka ini sering jadi bahan obrolan, ketos ya kalo ngga salah..." jelas Sheyna.

Masuk akal, hanya saja---Shanum merasa jika Arjuna tidak akan sepercaya itu pada ucapan Sheyna. Seperti----oh kalian sering ngomongin Naka ya?! Seberapa sering, ngomongin apa?

Arjuna memaksakan senyumnya dan mengangguk, "by the way aku ketua MPK loh...kamu tau kan, kalo Shanum itu----"

"Sekertarisnya, tau." Angguk Sheyna. Ada senyum bangga dari Arjuna setelah itu. Bukan---bukan Sheyna yang menjadi guci botak diantara dirinya dan Juna, melainkan dirinya diantara Sheyna dan Juna.

Mainaka

Di luar motor siapa? Juna?

Namun sayangnya, Shanum tak sedang memegang ponselnya.

.

.

.

.

1
mommyanis
dek Shanum....cita citamu su gguh sungguh sangat mulia,tapi tentunya karna takdir yg dituliskan oleh sang othor,teh Shin.In the riil in the true worlddddd.....cwe mesti punya pengalaman nyari rupiah dulu alias pekerja baru dech cwo cwo mau.Syahrini aj klo bukan artis belum tentu Reino Barak mau 😔🙏🙏🙏🙏🙏😁
sweet escape
Teh up lagi yok yok crazy up hahaha, nemenin shanum yg lagi crazy sama naka 😂😂😂😂😂 kok ankh ngareo naka terusin aja ngomong ngaku hahahahahaha mau liat pandu sama chika shock
sweet escape
Wahahahaha kereeeen cara naka ah sukaaa hahaha emang harus di gituin cewek tipe shanum hahahahaa. Wah tuan muda aku like banget sama kamu. Ini sih cool nya papa ganesh tapi tengilny dan nekatny dewo wkaakka
sweet escape
Hahaha marah marah wkakaakaka yak kita lihat bagaimana tuan muda menaklukkan num num tercinta🥰🤌
sweet escape
Temen temen cowokny shanum sm naka ini tengil jg y, kayak mereka tuh punya kode sama carany sendiri buat tau keadaan temenny sama tindak tanduk temennya. Cowok tuh emang nggk bnyk ngomong tp diem2 mereka tuh di perkumpulan bahasanny y kita2 cewek wkkwkw
sweet escape
Aaaa siapaaaaaa , smg tuan muda naka
sweet escape
Emang kayanya naka yg perlu buat aksi dar der dor biar orang pada tau nih shanum tunanganny. Nungguin keribetan shanum dgn pemikiranny sendiri pasti lama wkwkwkw
sweet escape
Emang kalo sahabat tuh yg paling tau wkakkaa betul nza bukan cewek malahan tunangan
sweet escape
Nah itu mainaka wkakakakaa batuk juga kelur duit😂
Bulan-⁶
kenapa sih sha kamu gak mau publish? kan justru bakalan lebih tenang kalo temen2 pada tau, gak bakalan ribet dan mesti kucing2an
sweet escape
Wah ini sih kecintaan banget sm mima. Ditunggu launching rumahny mima canza teh. Kayak ada sesuatu y d balik kacamata dan kalemny mima dan tengilny canza🥰
sweet escape
Iya hahaha lelaki pekerja keras y nza wkwkwk serah deh nza asal seneng😂
sweet escape
Hahaa gaya mak pandu udah pak ketu bangettt
sweet escape
Hahahhaha bau matahari menyengattyyt
sweet escape
Waaah menarik deh num num🥰
Salim S
udah lah num num ngalah aja lagian ngga mungkin bisa menang kalau debat sama naka mah...tenang num num naka pasti bisa jadi suami seperti yang kamu inginkan...
ieda1195
🤣🤣🤣🤣 jurus naka jitu bgt
ieda1195
selamat, anda salah sasaran, coba lagi yaaa, siapa tau beruntung🤭
ieda1195
wkwkwkwk, aslinya ngamuknya gk karena dpet konsumsi, tp karena naka sama rea,
ieda1195
alih profesi jadi kang mas gitu?? jgn lah kaa ngalah ngalahin hotman Paris ntar kmu 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!