NovelToon NovelToon
Suami Kontrakku Pria Desa Mempesona

Suami Kontrakku Pria Desa Mempesona

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Pernikahan Kilat / Nikah Kontrak
Popularitas:35.4k
Nilai: 5
Nama Author: Whidie Arista

Niat hati hanya ingin menolong Putri dari mantan majikan Kakeknya yang hendak melarikan diri, Asep justru di paksa untuk menikahinya.

Hanya tiga bulan, itu yang ia katakan, namun apa benar dalam waktu tiga bulan tak akan ada perasaan yang tumbuh diantara mereka?

Asep ada kecoak! Asep ada tikus! Asep, Asep, Asep, Asep!

“Sial, kenapa dikit-dikit gue terus manggil nama dia?” Ziya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Whidie Arista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 - Tidur seranjang

Selepas Istirahat dan membersihkan diri mereka pun turun untuk makan malam. Tentunya makan malam sudah tersaji di atas meja tanpa harus bersusah payah.

“Gimana usaha kamu, lancar Sep?” tanya Pak Arman di sela-sela makan malam mereka.

“Alhamdulilah lancar Pak,” sahut Asep.

“Awalnya Aku kira dia ini cuma pekerja biasa Pah, taunya dia bosnya,” Ziya ikut bicara.

“Oh ya, keren kamu Sep. Kalau kamu butuh modal tambahan tinggal bilang aja sama saya, saya akan pinjamkan tanpa bunga,” ucapnya.

“Terimakasih Pak, tapi saya usahakan tidak sampai meminjam modal, karena takut tidak bisa membayarnya kalau-kalau gagal panen atau harga sayuran sedang turun,” ungkap Asep.

“Wah, saya suka prinsip kamu, tapi gak papa lah toh sekarang kita kan keluarga,” ucap Pak Arman.

Asep hanya tersenyum sebagai balasan. Selepas makan malam Asep mengobrol dengan Pak Arman hingga sekitar pukul sepuluh malam, sedang Ziya sudah berada di kamarnya.

Asep masuk ke kamar dengan langkah pelan, dia mengira Ziya sudah terlelap namun nyatanya belum sama sekali. Asep melirik sekitar atensinya mengarah ke sopa, dia sudah duduk disana bersiap untuk tidur.

“Sep,” panggil Ziya.

“I-iya Neng?” sahutnya.

“Ranjangnya sekarang gede, gue bisa berbagi sama elu,” ucap Ziya tanpa menoleh.

Asep hendak buka suara namun Ziya mendahului, “kali ini gue gak nerima penolakan,” ucapnya, membuat Asep kembali menelan kata-katanya.

Dengan ragu dia berpindah ke ranjang, dia melirik Ziya yang berbaring memunggunginya, di tengah-tengah sudah diletakkan pembatas yakni guling dan bantal. Dia tersenyum tipis kemudian mulai berbaring di sisi kosong ranjang tersebut.

Malam kian larut, meskipun matanya terpejam tapi Asep tak benar-benar bisa terlelap mungkin karena dia tidur di tempat asing, atau mungkin karena Ziya tidur di sampingnya.

Grep...

Matanya terbuka seketika, saat sebuah tangan tiba-tiba memeluk tubuhnya, glek... Dia menelan Salivanya.

‘Astaga, gimana saya bisa tidur kalau begini,’ batinnya, jantungnya berdetak tak karuan, apa lagi saat Ziya merapatkan tubuhnya ke tubuh Asep, memeluknya seperti memeluk guling, dia bahkan menggesek-gesekkan pipinya ke lengan Asep.

Sedangkan benda yang dimaksud entah sudah pergi kemana.

Asep berusaha menenangkan diri, membiarkan Ziya tetap memeluknya seperti itu, dia meliriknya wajahnya dan wajah Ziya hanya berjarak beberapa inci.

Tangannya menyibak pelan rambut Ziya, ‘Saya harus bagaimana atuh Neng, semakin lama rasa ingin memiliki di hati saya semakin besar. Kalau saya katakan saya cinta sama Neng, apa Neng mau mempertimbangkan untuk tetap di samping saya, Neng gak perlu membalas perasaan saya hanya tetap di samping saya seperti ini saja itu sudah cukup,' batinnya.

Asep menatap lamat-lamat wajah Ziya, semakin lama semakin terhanyut, tanpa sadar dia hendak menautkan bibirnya ke bibir Ziya, namun tiba-tiba Ziya merubah posisi tidurnya membuat niatnya buyar seketika.

Ugh... Asep merasakan tekanan di tubuh bagian bawahnya, ternyata itu paha Ziya, dia menaikan sebelah kakinya ke tubuh Asep sambil memeluknya dengan erat.

‘Aduh, gimana atuh ini. Neng, ampuni saya atuh Neng,’ Sialnya bendanya di bawah sana mulai aktif akibat ulah Ziya.

Dia menutup wajahnya sambil meringis, apa lagi saat Ziya tak sengaja bergerak bendanya seakan semakin tertekan dan berdiri tegak seperti tiang bendera.

‘Apa saya bangun saja? Tapi, kalau saya bangun Neng Ziya pasti ikut bangun,’ batinnya, ‘ta-tapi kalau gini terus lama-lama saya juga gak tahan,’ batinnya bimbang.

Lama Ziya tidur dalam posisi itu, membuat Asep harus tetap diam berjuang menahan hasrat yang telah Ziya bangkitkan.

Saat fajar hampir tiba tidur Ziya pun terusik, “Astaga, se-sejak kapan gue tidur sambil meluk si Asep?” pekiknya, sementara Asep memilih pura-pura tertidur.

“Di-dia sadar gak ya gue tidur sambil meluk dia? Kayanya sih enggak ya, mau di taruh dimana muka gue,” gumam Ziya, yang tentu mampu Asep dengar semuanya.

Ziya bangkit kemudian masuk ke kamar mandi, akhirnya Asep bisa bernafas lega, dia sudah menduga reaksi Ziya akan seperti itu saat bangun, jadi dia memilih untuk pura-pura tidur saja dan pura-pura tak terjadi apa-apa semalam.

1
Hardware Solution
Wkwkwkk
Arin
Perempuan kan gitu..... Kalau yang di rayu gak mempan. Gantian dia yang marah🤣🤣🤣. Gantian yang laki kalang kabut😁😁😁😁
Arin: Tapi kalau aku gak mempan. Makin aku diam karena marah, suami juga diam cuek gak ada rayu-rayunya😁😁😁😁. Paling dia ajak keluar, jalan, makan atau belanja🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Susi Akbarini
lanjutttt..
❤❤😍💪💪
Susi Akbarini
Aa Asep..

jgn lama2 marahnyaa.

🤣🤣😄❤❤😍💪💪💪
Arin
Siap-siap dirumah buat rayu Asep Ziya..
Pasti taulah dirayu pakai apa biar Asep luluh🤭🤭🤭🤭
juwita
biar sarah sm si regan ngerasain dinginnya penjara Ziya. coba pikir klo seandainya Bpk km g bertindak udh pasti si regan nyelakain km bahkan bisa" km di perkosaan sm dia
Arin
Beneran Ziya maafin Regan dan Sarah? Kalau suatu saat mereka masih berulah lagi bagaimana?
sitanggang
jelek kali ceritanya kek gini🤣🤣🤣
Whidie Arista 🦋: Kamu yang gak ngerti perbedaan mengkritik dan menghujat. Keritik "Membangun" Menghujat "Merendahkan" paham? aku biasanya gak pernah ngerespon orang2 tukang hujat, hanya saja aku liat kamu banyak menghujat orang lain dan mereka mendiamkan kamu, aku mencoba untuk saling mengingatkan kak, bahwa cara kamu berkomentar di cerita orang itu salah. Aku bukan merasa cerita aku udah bagus enggak, aku sadar aku banyak ke kurangan hanya saja komentar yang kakak tulis itu jatohnya menghujat bukan mengkritik 🙏
total 5 replies
Susi Akbarini
kira2 siapa ya yg kasih tau ayah xiya kalo ziya diculik...

❤❤❤😍😍💪💪💪
Susi Akbarini
penyesalanmu tiada berguna re...
mkanya jadi org jgn mokondo...
❤❤❤😍😍😍💪💪💪
Susi Akbarini
widiiihhh..
akhiranya Aseplah pangeran ber pick up itu yg menyelamatkan ziyaaa..

❤❤❤😍😍😍💪💪💪
juwita
ieu beda pangeran na. lain tina kuda putih tp. tina pickup putih🤣🤣🤣
Whidie Arista 🦋: 🤣🤣🤣✌️
total 1 replies
Arin
Semoga Ziya cepat bisa tertolong
juwita
asep tlpn Bpk Ziya biar si regan sm si sarah kena tangkap.
Susi Akbarini
mkasi ya thoooorrr ...
double up hari ini..


❤❤😍😍😍💪
Whidie Arista 🦋: masama Kak❤️
total 1 replies
Susi Akbarini
siapa ya yg akan nolongin ziyaaa

❤❤❤😍💪
Susi Akbarini
waduhhhh.

tegang bangett..
ini..
❤❤😍💪💪💪
Susi Akbarini: 🤣🤣😄😄😍😍
total 2 replies
sitanggang
goblok ziya ternyata, tinggal teriak🤦
Susi Akbarini
ayo sepppp..
buruan datangggggg..
❤❤❤😍😍😍💪💪1
Susi Akbarini
aduhhhh ziyaaaa..
mumpung diperhatikan banyak orang..
gigit tangan regan.

teriak penculik3..
biar regan digebukin orqng se SPBU ..
🤣😄😄😍😍❤💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!