Ada tiga remaja putri bersahabat mereka adalah Tari, Tiara , dan Karin mereka mempunyai pasangan masing-masing. dan pasangan mereka adalah sahabatan juga termasuk geng brotherhood pasangan Tari adalah Ramdan, pasangan Tiara adalah Bara dan pasangan ketiga ada Karin sama Boby.. karena ada sesuatu hal ketiga cowok itu membuat pasangan mereka kecewa dengan kejadian yang berbeda - beda namun dia antara 3 pasangan itu hanya Tari dan Ramdan yang bertahan karena Tari memberikan kesempatan kembali kepada Ramdan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tatie Hartati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33 Mawar Tepi Jurang dan Penjaganya
Siang hari habis sholat Dzuhur anak - anak OSIS yang lagi lembur pada kumpul di ruang OSIS dengan santai. Arga sang ketua duduk di singgasananya sedangkan Ramdan sang wakil duduk di depannya. Singgasananya Ramdan si wakil ketua OSIS justru malah duduki sama Tari dan disampingnya ada kak Zahra sedangkan didepannya ada kak Anisa. Mereka semua asyik bercanda tawa setelah semalaman mereka pasang panggung dan dekorasi, sekarang istirahat sebentar sebelum nanti ada G.R
"Cie ....ada yang mau duet romantis nih" kata Arga
"Siapa tuh, kok aku gak tahu" kata Alvin
" Masa sih gak tahu ,itu couple nya sekolah SMA Kusuma Bangsa : Ramdan dan Tari " kata Arga
" Hah ? Seriusan Ramdan mau nyanyi? Gue gak percaya Ramdan akan nyanyi" kata Alvin
" Udah liat aja nanti pas G.R" kata Raihan
" Arga mereka duet untuk opening besok pas pentas seni, kalo perwakilan kelas mereka sendiri - sendiri ya " kata Arga
" Yeay ada yang mau go publik nih, makanya cepetan kalian go publik biar yang mau deketin Tari atau Ramdan langsung mundur secara pasti " kata Pajar
" Kita hanya dekat doang, " kata Tari
" Ga usah sembunyiin lagi,Ri. Orang kita yang ada di sini udah tahu kok kalo kalian ada hubungan" kata Kak Anisa
" Yeay kira kira nyanyi nya mau lagu apa nih? harus yang romantis ya , ahiw" kata Arga
" Kak Anisa, liat tuh cowok kakak,jail. Banget sih jadi orang " Tari ngadu pada kak Anisa
" Hehehe itu karena chemistry kalian sangat mantap banget, bikin satu sekolah baper berjamaah " kata Kak Anisa
"Ish, gak cowoknya,,gak ceweknya sama aja jail terus sih " kata Tari kesal
" Udah , jangan BT gitu dong" kata Ramdan
"Iya , ini juga ga BT kok" kata Tari sambil tersenyum manis
Arga: (Sambil kipas-kipas pake kertas karton, akting muka judes) "Tar, seriusan? Gue tau lo capek abis pasang backdrop, tapi kita semua juga keringetan kali! Masa cuma minta tolong bikinin kopi sachet satu aja lo alesannya 'lemes banget'? Lemah amat lo jadi Gen Z, gak ada hustle culture-nya!"
Alvin: (Nambahin biar makin berasa bersalah) "Asli Tar, gue udah bantuin lo angkat speaker tadi, eh sekarang minta tolong dikit doang lo malah duduk selonjoran kayak bos. Attitude lo beneran low vibes banget ya hari ini. Capek fisik sih oke, tapi jangan sampe capek hati gara-gara sifat lo yang egois ini!"
Pajar: (Mulai nadanya dingin kayak es kutub) "Gak nyangka gue, padahal tadi gue udah bangga liat kerja keras lo dekor panggung. Ternyata cuma buat pamer doang ya? Pas disuruh hal sepele kayak nyeduh kopi, aslinya keluar semua sifat pick me-nya. Mending lo pulang aja deh kalau gak mau bantu tim!"
Raihan: (Yang paling terakhir nembak, nada kecewa berat) "Sumpah Tar, lo beneran bikin mood satu tim ancur. Kita butuh kafein biar bisa lanjutin dekor ini sampe beres, lo malah jadi beban. Gue kira lo team player, ternyata cuma soloplayer yang haus validasi doang. Get out lah kalau males!"
Tari sudah kelihatan mau nangis dan sepertinya dia mau keluar dari ruang OSIS
Arga: (Tiba-tiba meluk Tari dari belakang atau rangkul pundaknya) "EH EH... JANGAN NANGIS! PRANK WOI! HAHAHA!"
Alvin: (Langsung ngeluarin es kopi yang udah dibeli diem-diem) "TADAAA! Ini kopi buat lo, Tar! Kita tau lo paling capek dekor sendirian dari pagi. Tadi cuma akting doang biar makin dramatis, slay gak akting kita?"
Pajar & Raihan: (Sambil ketawa ngakak) "Anjir panik banget mukanya! Maafin kita ya Tar, lo tetep MVP dekorasi hari ini kok. Nih minum dulu kopinya, jangan overthink ya, kita sayang lo kok!"
Tari: (Muka merah padam, napas ngos-ngosan antara capek ama emosi) "SUMPAH YA KALIAN BEREMPAT!! GUE UDAH MAU NANGIS TAU GAK?! GAK ADA AKHLAK BANGET JADI TEMEN!"
(Tanpa babibu, Tari langsung nyamber tumpukan kertas bekas dekorasi di meja dan nimpuk mereka satu-satu)
Tari: (Nimpuk Arga) "NI MAKAN KOPI! RED FLAG NDASMU!" Arga: "Aduh! Tar, ampun! Kertasnya tajem nih kena idung, woy!"
Tari: (Nimpuk Alvin) "INI BIAR LO SLAY! GAK USAH SOK-SOK EVALUASI ATTITUDE GUE!" Alvin: "Wkwkwk, panik banget ya tadi? Ampun ratu dekorasi, ampun!"
Tari: (Nimpuk Pajar & Raihan) "LO BERDUA JUGA! BISA-BISANYA IKUTAN! GUE UDAH KERJA RODI PASANG BACKDROP SAMPE PINGGANG MAU COPOT!"
Ramdan: (Duduk anteng di pojokan sambil nyemil ciki, cuma merhatiin pacarnya yang lagi mode reog) "Pfftt... HAHAHAHA! Sumpah ya, lucu banget muka kamu pas lagi ngamuk gitu, Tar. Gemes tau gak, pipinya jadi kayak bakpao mateng."
Tari: (Noleh ke Ramdan, makin kesel) "SAYANG! Kok kamu malah ketawa sih?! Kamu juga ya, bukannya belain malah jadi penonton bayaran! Kamu ikutan mereka juga?"
Ramdan: (Langsung angkat tangan, tapi tetep cengengesan) "Enggak, enggak ikutan sumpah! Tapi akting mereka emang 10/10 sih, aku aja hampir percaya. Sini-sini istirahat dulu, biarin tuh para jamet yang beresin sisa kertasnya. Sini deket aku, jangan nimpuk terus, entar tangan kamu makin pegel."
Raihan: "Ciee... baper ya? Maafin kita ya Tar, ini kopinya beneran kok, udah kita pesenin yang paling mahal biar lo gak moody lagi!"
Mereka terus menerus bercanda sampai akhirnya kini mereka harus bertugas kembali.
" Ini bagaimana kita G.R nya?" Tanya Kak Anisa
" Kita G.R. dimulai dari MC sampai pengisi opening ya. Dari yang bertugas baca Ayat suci Al-Qur'an sama saritilawah sampai para perwakilan kelas, apabila ada perwakilan kelas yang tidak hadir,maka konfirmasi ke bagian MC " kata Ramdan sambil menatap wajah semua orang yang hadir
" Ndan ini ada yang chat dari perwakilan kelas XI IPA 1 bahwa yang dance gak mau ikut G.R, boleh gak?" kata Tari sambil menatapnya
" Gak bisa , harus ikut G.R sekarang biar kita juga tahu lagunya pas atau enggak, suruh kesini Tiara,karin dan Wulannya, " kata Ramdan sambil menatap wajah Tari
" Siap pak Waketos yang baik hati dan tidak sombong " kata Tari
" Ekhemm... ekhemm ada yang habis di puji ayang nih " kata Arga
" Hahahhaha,Arga cemburu nih , dulu Tari gak begitu ya sama kamu " kata Alvin
" Vin, mulutmu mau di kasih cabe atau mau diem " kata Tari
" Ampun dah Tari kalau udah keluar mode singanya gue takut Lo cakar " kata Alvin
Semua terdiam dan terdiam mereka semua menatap wajah Ramdan
" Kak Zahra udah siap kan sama kak Arka?" Tanya Ramdan
" Pasti udah siap dong ,kan mereka itu couple yang SMA Kusuma Bangsa,uhuk...uhuk " kata Tari
" Alah, Lo lempar batu sembunyi tangan ya, Lo juga sama Ramdan couple baru yang bikin satu sekolah baper berjamaah liat kalian, padahal kalian tidak ada kontak fisik langsung tapi kok bisa ya bikin baper berjamaah satu sekolah " kata Pajar
" Yang namanya kemesraan bukan untuk di pamerin dong, cukup saling menjaga dalam do'a aja maka kita akan selalu dijaga meskipun berjauhan. Wanita itu mutiara bukan untuk di pegang begitu saja tapi untuk di jaga kemurnian mutiara itu " kata Ramdan
" Kan aku pernah bilang bahwa wanita itu harus seperti bunga mawar yang tumbuh di tepi jurang sehingga orang sangat sulit untuk memetiknya dan jangan mau menjadi seperti bunga mawar yang tumbuh di taman sehingga orang akan mudah memetiknya " kata Tari
" Kalian emang couple jalur langit ya" kata Alvin
" Jalur syariah kali,Vin " kata Raihan
" Hahahaha sekalian aja jalur bebas hambatan " kata Arga
" Ini kapan mulainya sih, udah ayo buruan kita G.R " kata Ramdan
Akhirnya mereka semua pun pada melakukan G.R dengan posisi masing-masing,dan lagu masing-masing.
Jam di Hp nya Ramdan sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB itu tandanya mereka harus segera berakhir dan langsung beristirahat karena besok pentas seni akan menguras banyak tenaga.
Anak - anak perempuan pada tidur di ruang OSIS dan para lelaki tidur di rooftop. Saat semua sudah tidur,mata Ramdan masih terjaga dia belum bisa memejamkan matanya. Karena pikirannya melayang pada acara besok tentang siapa sih misteri guest Star yang akan Tari datangkan yang katanya penyanyi berwajah oppa Korea.
Angin malam berdesir halus di atas rooftop SMA Kusuma Bangsa, membawa hawa dingin yang kontras dengan sisa-sisa kehangatan tawa di ruang OSIS tadi. Ramdan menyandarkan punggungnya pada pembatas besi, menatap hamparan bintang yang seolah kalah bersinar dari bayangan senyum Tari di matanya.
Semua orang sudah terlelap, menyerah pada rasa lelah setelah seharian berjibaku dengan dekorasi dan G.R. yang menguras emosi. Namun, kantuk seolah enggan menyapa Ramdan. Pikirannya masih tertinggal pada ucapan Tari soal Mystery Guest Star besok.
"Penyanyi berwajah Oppa Korea, ya?" gumam Ramdan pelan, bibirnya mengulas senyum tipis yang sulit diartikan. 💂♂️😏✨
Ada sedikit rasa penasaran—mungkin juga secuil cemburu yang ia sembunyikan rapat-rapat di balik label "Jalur Syariah"-nya. Ia tahu Tari bukan tipe cewek yang mudah kagum pada sembarang pria, dan fakta bahwa Tari merahasiakan sosok ini darinya membuat malam ini terasa lebih panjang dari biasanya.
Ramdan menghela napas, merapatkan jaketnya. Di bawah sana, di ruang OSIS yang kini senyap, ia tahu Tari sedang beristirahat. Gadis "Mawar Tepi Jurang"-nya itu pasti sedang bermimpi tentang kesuksesan acara besok.
"Terserah siapa pun 'Oppa' itu, Ri," bisik Ramdan pada kegelapan malam. "Yang penting, besok dunia harus tahu kalau duet kita bukan cuma soal lagu, tapi soal siapa yang bakal bertahan di samping kamu sampai akhir." 🛡️💖
Ramdan akhirnya memejamkan mata, membiarkan rasa penasaran itu menguap bersama angin malam. Besok bukan hanya panggung pentas seni yang akan diuji, tapi juga kejutan besar yang sudah Tari siapkan. Dan di balik dinginnya malam, Ramdan tahu, besok pagi SMA Kusuma Bangsa tidak akan pernah sama lagi.
MAAF YA PARA PEMBACA AKU BARU UPLOAD KARENA KESEHATAN LAGI TIDAK BERSAHABAT. SEMOGA PEMBACA SEMUANYA PADA SEHAT SEMUA