NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Uncle Noah

Terjerat Cinta Uncle Noah

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Beda Usia / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Murni / Si Mujur / Tamat
Popularitas:592
Nilai: 5
Nama Author: Rita Sri Rosita

Ninda adalah Mahasiswi asal Indonesia yang berkuliah di Tu Delft Belanda. Pada hari itu untuk pertama kalinya Ninda harus pergi keluar negri naik pesawat seorang diri, saat akan melakukukan check in Ninda mengalami kecelakkan yang di akibatkan oleh kelalayannya sendiri, saat itu lah dia bertemu dengan seorang pria bernama Noah, pertemuan itu meninggalkan kesan, namun Ninda tak berfikir akan beretemu lagi dengan pria itu, sampai akhirnya di pertemuan keluarga yang di adakan di kediaman Tonny Ayah Tiri Ninda dia bertemu lagi dengan Noah yang ternyata adalah adik sepupu Tonny ayah Tiri Ninda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Sri Rosita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makan Malam Yang Menegangkan

Raya menyimpan gaun di atas tempat tidur, Ninda tampak terkejut melihat Raya membawa sebuah gaun berwarna nude lengkap dengan sepatu berwarna senada.

"Apa ini, Mah?"

"Noah membawakan gaun ini untuk mu," ungkap Raya tampak ceria.

Ninda tampak bingung dia menatap Raya berharap mendapatkan informasi yang lebih, setelah beberapa saat Raya tak ingin membuat putrinya bingung kemudian dia menjelaskan.

"Maaf Nin Mamah lupa bilang, kalau Jonathan  mengundang keluarga kita  untuk makan malam" ungkap Raya  mencoba menjelaskan dengan detail.

"Mamah  juga sudah menyiapkan Jas dan sepatu untuk Asta dan papah mu," kata Raya lagi.

"Kok resmi banget mah?"

"Mamah juga nggak tahu!"

Ninda penasaran dia terseyum memandangi gaun yang tergeletak di tempat tidurnya, matanya tertuju ke arah Raya.

"Terima kasih Mah, Ninda cobain yah," ungkap Ninda.

"Ada lagi yang bisa Mamah bantu?" Tanya Raya tersenyum menatap Ninda, Ninda menggeleng seraya tersenyum ke arah Raya.

"Oya Nin, 30 menit harus udah siap Papah sama Mamah nunggu di bawah," kata Raya lagi. Ninda menoleh sejenak ke arah Raya.

"Iya mah, Ninda  segera turun," kata Ninda Sambil meletakan kembali gaun yg belum sempat dia coba.

"Kalau begitu,Mamah siap-siap juga," kata Raya. Sambil beranjak dari tempat itu pergi meninggalkan Ninda.

Kemudian Ninda merapikan rambutnya, lalu bergegas memakai gaun, tidak lupa  dia merias wajahnya. Mengenakan kalung yang di berikan Noah pada hari ulang tahunnya.

Ninda sedikit mengingat moment kebersamaannya bersama Noah Dia jadi senyum-senyum sendiri. kebetulan beberapa hari ini dia tak melihat Noah, Ninda sangat merindukannya.

Ninda berjalan menuju lantai bawah namun tak di sangka dia berpapasan dengan Asta yang baru keluar dari kamar, mereka saling bertatapan Asta sedikit cengengesan.

"Cie yang mau ketemu calon suami," Mata Ninda membelalak ke arah Asta.

"Iih apaan sih nih bocah" sahut Ninda sedikit mesem.

"Jadi inget dulu sampai nangis-nangis galau, " Ninda tertunduk malu sambil menarik dasi Asta.

Asta tampak pasrah saja tubuhnya terhuyun-huyun.

********************************

Singkat cerita mereka telah tiba di kediaman Noah, mereka duduk di antara Jonathan, Noah, Deborah beserta suami dan anaknya.

"Tonny, sudah lama tak berjumpa?" Ungkap Jonathan.

"Iya Uncle akhir-akhir ini aku sibuk, jadi jarang menemui mu," sahut Tonny

"Kalian pergi bersama?" tanya Jonathan sambil menatap Noah dan Ninda.

"Tidak!" mereka menjawab secara bersamaan.

"Ninda pergi bersama keluarganya," ungkap Noah. Mata Noah kemudian tertuju kepada Ninda Yang duduk di samping  Asta.

"Bagaimana tidur mu semalam?" Jonathan tersenyum sejenak. kemudian menatap Noah.

"Sedikit gelisah," jawab Noah kemudian.

"Buat Ninda dan orang tuanya terkesan, agar semuanya berjalan lancar," kata Jonathan lagi sambil tersenyum ke arah Noah.

Semua orang yang ada di meja makan tampak terkejut mendengar Jonathan, hanya  Asta yang tampak santai semua sudah dia duga, matanya melirik ke arah Ninda, Ninda menyadarinya dia membalas tatapan Asta dengan senyuman.

Kemudian Noah menghampiri Ninda, Ninda sedikit gugup perasaannya bercampu aduk.

"Ada yang ingin aku sampaikan," ucap Noah sambil mengulurkan tangannya Ninda membalas uluran tangan Noah kemudian beranjak dari kursinya.

Seketika Noah berlutut di hadapan Ninda sambil memejang sebuah Cincin. Semua yang ada di sana tampak tersenyum gembira melihat moment itu.

"Ninda Aku ingin bersama mu selamanya, mau kah kau jadi milik ku selamanya?"

Ninda tampak terharu dia sedikit meneteskan air mata kemudian menghamipiri Noah dan menyuruhnya untuk berdiri.

"Jangan memohon untuk hal itu, tanpa memohon pun aku akan bersedia jadi milik mu," Ucap Ninda membuat Noah tersenyum bahagia, dia mengusap air mata Ninda sambil memeluknya.

Semua orang di tempat itu tampak bahagia mereka berseru sambil bertepuk tangan.

"Kalau begitu suruh Ninda tinggal di sini?" Noah tak menjawab dia hanya tersenyum ke arah Jonathan.

"Kalau soal itu, aku lebih nyaman tinggal di Apartemen ku sendiri bersama Ninda," ungkap Noah. Jonathan  tersenyum ke arah Deborah.

"Walau pun, rumah ini seperti istana, aku tak tertarik untuk tinggal di sini," Ungkap Noah lagi.

"Bhahahha"  Jonathan tertawa di ikuti tawa Tonny, Raya pun ikut tersenyum.

"Anak ku memang sangat berterus terang," kata Jonathan sambil tertawa .

Tawa mereka terhenti ketika seorang pelayan menghidangkan makanan di atas meja dan menaruh piring beserta gelas di hadapan mereka.

"Aku dengar, kalian sudah lama tinggal bersama?" ungkap Jonathan,menatap Noah dan Ninda.

Pembicaraan mereka berhenti sejenak mereka menyantap sarapan mereka sambil sesekali berkelakar.

"Iya, dan setelah menikah tidak akan terjadi banyak perubahan" celetuk Noah.

"Ninda kau bisa memanggil ku Papah." Ninda mengangguk sambil tersenyum.

Raya sudah cukup mengenal Jonathan dengan baik, dia bahkan tak merasa canggung berbicara dengan jonathan.

"Aku ingin segera mendapatkan cucu dari kalian,"

Uhuk ... Uhuk ...

Ninda tersedak semua mata tertuju ke arahnya, dia segera meredakannya dengan minum segelas air, Mereka sedikit tertawa mendengar ucapan Jonathan.

"Eh, tentu saja pah," celetuk Noah, membuat Ninda tersedak untuk yang kedua kalinya.

"Apa kau baik-baik saja ?" Deborah tampak kuatir melihat Ninda yang tersedak beberapa kali.

"Akh, tidak apa apa, aku baik-baik saja, " sahut Ninda tersenyum kearah Deborah.

"Bagaimana Tonny, apa kau sudah memberi tahu Ninda?"  Tonny tersenyum sambil menggeleng pelan.

"Mungkin saat ini adalah saat yang tepat untuk menyampaikan pada Ninda," ungkap Tonny.

Ninda  melirik ke arah Tonny sedikit penasaran, tapi dia tidak berfikir terlalu jauh, dia hanya berfikir  mungkin Tonny akan mengumumkan pertunangannya dengan Noah.

"Lebih baik aku saja mengingat kau sangat buruk dalam menyampaikan sesuatu," Ungkap Jonathan. Tonny  mengangkat bahunya, mendengar ucapan Jonathan.

"Silahkan Uncle aku serahkan pada mu!"

Ninda dan semua orang hanya bengong melihat Tonny dan Jonathan berdiskusi. Namun tiba-tiba suasana berubah menjadi serius.

"Ninda, aku dan Tonny mu bermaksud untuk" Jonathan berhenti sejenak.

"Untuk segera menikahkan mu dengan Noah bulan ini," kata Jonathan lagi.

Jantung Ninda seolah berhenti berdetak, dia menatap Noah dia sedikit tak percaya mendengar ucapan Jonathan.

"Kami sudah menyetujuinya, kau pasti juga gembira mendengarnya bukan."  Ungkap Raya, Ninda semakin tercengang di tatapnya wajah Noah yang tampak cuek dia terus menyantap makanannya.

"Kau setujukan Noah?" Kali ini Noah sedikit tersentak dia menghentikan kegiatan makannya.

"Aah, Iya aku setuju" Noah  sejenak menatap Ninda yang tampak Syok

"Bagaimana dengan mu Ninda?" Tanya Jonathan. Ninda hanya terdiam mendengar pertanyaan Jonathan, dia tampak lemas wajahnya pucat.

"Hah, Aku ... aku ..." Ninda tampak bingung dia menatap wajah Raya kemudian. Ninda setuju untuk bertunangan dan untuk menikah secepat itu apalagi di bulan ini dia benar-benar belum memikirkannya.

"Ini demi kebaikan mu" ucap Raya membuat Ninda tertunduk lemas.

Saat itu juga Ninda ingin menagis dan pergi meninggalkan tempat itu, dia memang  sangat mencintai Noah, tapi saat ini bukan saat yang tepat untuk menikah.

"Ok sepertinya semua sudah sepakat," ungkap Jonathan membuat semua mata tertuju kepadanya.

"Aku sudah buking dan menyiapkan pernikahan kalian di hotel Marriot"

"Apa!" Noah dan Raya berucap bersamaan.

Mereka kemudian saling menatap satu sama lain Ninda merasa mimpinya untuk menjadi seorang arsitek akan sedikit terganggu, begitupun Noah dia juaga tidak berekpetasi untuk segera menikah bulan ini.

"Kalian bisa bicara dari ke hati" ungkap tuan Jonathan, sambil memberi isyarat kepada Noah dan Ninda untuk bicara hati ke hati.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!